Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 147 Accident


__ADS_3

Sembari menatap Keira dari atas panggung kecil itu, Leon memainkan jari jemarinya di atas piano.


Resah jiwaku menepi


Mengingat semua yang terlewati


Saat kau masih ada di sisi


Mendekapku dalam hangatnya cintamu


Lambat sang waktu berganti


Endapkan laraku di sini


Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu


Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu


Sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau kutahu kumasih mendambamu


Lambat sang waktu berganti


Endapkan laraku di sini


Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu


Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu.


Leon menyuarakan isi hatinya untuk Keira lewat sebuah lagu. Melihat Leon yang menatap Keira, membuat Kevin merasa tidak nyaman dan sangat marah. Sementara Keira tersenyum dari kejauhan sembari menikmati suara Leon yang khas itu. Kevin tidak suka melihat cara Keira menikmati alunan lagu yang di lantunkan oleh Leon.


Sedari tadi Mauren memperhatikan sikap mereka bertiga. Mauren mengerti bahwa di antara ketiganya ada rahasia cinta segitiga. Setelah Leon bernyanyi, mereka semua memberi tepuk tangan yang meriah.


"Sekali lagi selamat untuk Tuan Kevin dan Nyonya Keira, happy wedding anyversary. Semoga kalian selalu bahagia, selalu bersama saat suka maupun duka dan tentunya semoga segera di beri momongan, amin." Itulah kalimat penutup yang Leon utarakan, meskipun ia harus memendam perih di hatinya.


"Hanya bualan saja," gumam Kevin dalam hati.


"Oh ya Mas, aku ke dapur dulu ya. Aku mau lihat apakah semuanya sudah siap." Kata Keira.


"Apa perlu aku temani?"

__ADS_1


"Tidak usah, Mas. Kamu kan Tuan rumahnya, kalau sama-sama menghilang kan tidak enak." Kata Keira.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya."


"Iya."


Mauren memperhatikan Keira berjalan menuju arah dapur.


"Its show time," gumam Mauren dalam hati dengan senyum liciknya.


Sepuluh menit pun berlalu...


DUUUAAARRRRR!!!!!! Ledakan besar terdengar dari arah dapur. Kevin yang mendengar ledakan itupun, segera berlari menuju arah dapur dan di susul oleh Leon. Hati Kevin saat itu seolah hancur dan dunianya seakan runtuh, saat mendengar suara ledakan itu. Kobaran api pun mulai menyulut dan Krisna pun segera menghubungi pemadam kebakaran. Sementara Kenny dan Miko, dengan cepat mengamankan para lansia dan juga mereka yang ada disana. Para tamu undangan yang hadir pun berusaha memadamkan api yang mulai berkorbar dengan menyiramkan air seadanya.


Sesampainya di dapur, Kevin sangat terkejut melihat Keira terkapar dengan tengkurap di depan pintu dapur.


''Keira, bangun sayang." Ucap Kevin sambil memeluk istrinya yang tak berdaya itu. Baju bagian belakang Keira pun robek karena dentuman ledakan yang heboh yang menimbulkan kobaran api, sehingga membuat punggung Keira terkena luka bakar. Saat ledakan itu terjadi, Keira yang semula berada di dalam dapur pun terpental keluar.


''Mas, orang itu masih hidup.'' Lirih Keira dalam kondisi setengah sadarnya, seperti menahan sakit. Setelah itu Keira tidak sadar lagi.


''Keira!" teriak Kevin memekik sambil mengguncang kembali tubuh Keira. Berharap Keira akan sadar kembali.


''Kei,'' lirih Leon yang tidak tega melihat kondisi Keira.


''Tuan, secepatnya kita bawa kerumah sakit dan tinggalkan tempat ini.'' Kata Leon yang tidak kalah panik. Kevin hanya mengangguk, lalu menggendong Keira dan segera membawanya keluar.


''Pah, Mama kenapa?''


''Tenang ya sayang, Papa akan membawa Mama ke rumah sakit.'' Kata Kevin dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


''Keira,'' kata Kenny yang mendekat kearah Kevin.


''Tuan Kenny, aku akan membawa Keira ke rumah sakit. Tolong urus semua yang terjadi dan juga penyebab kebakaran ini.''


''Iya Tuan Kevin. Tolong jaga adikku.''


''Pasti.''


Kevin yang di temani Leon, membawa Keira menuju rumah sakit. Kali ini Kevin menurunkan egonya demi keselamatan Keira, meskipun ia kesal karena Leon ikut khawatir dengan keadaan Keira.


''Cepat Leon!" bentak Kevin yang duduk di bangku belakang bersama Keira.


''Aku sudah memaksimalkan kecepatan mobilku, Tuan.''


''Lebih cepat lagi!" kata Kevin dengan emosional. Kevin kemudian melihat darah yang mengalir membasahi Keira.

__ADS_1


''Darah apa ini?'' gumam Kevin. Ia lalu melihat bagian belakang pakaian Keira dan darah itu tembus kebelakang.


''Apa? Keira sedang hamil?'' gumam Kevin dalam hati. Ia pun semakin panik dan tangisnya tak terkendali.


''Sayang, bertahanlah! Kamu harus kuat untuk aku dan Marvel. Bertahanlah, sayang.'' Isak tangis Kevin sambil terus memeluk Keira yang tak sadarkan diri itu. Leon melihat bagaimana Kevin begitu tulus mencintai Keira.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit. Keira pun segera di bawa ke ruang ICU untuk di tangani. Kevin tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Tak lama kemudian Marvel datang bersama Laras dan Gina.


''Papa!" teriak Marvel seraya berlari memeluk Papanya.


''Marvel.''


''Pah, Mama dimana? Mama baik-baik saja kan?'' isak tangis Marvel dalam dekapan Papanya.


''Kita berdoa untuk Mama ya. Semoga Mama kuat dan segera sembuh.''


''Iya Pah.''


''Aku harus mengatakan ini pada Tuan Kevin,'' gumam Laras dalam hati. Laras dengan langkah yang penuh ragu mendekat ke arah Kevin yang duduk di kursi bersama Marvel.


''Tuan, ada sesuatu yang harus aku sampaikan.''


''Katakan Laras.'' Ucap Kevin. Laras kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil persegi panjang pada Kevin.


''Apa ini, Laras?''


''Kejutan yang sebenarnya telah Keira siapkan hari ini.'' Kata Laras dengan deraian air mata yang membahasi pipinya. Dengan tangan gemetar Laras memberikan kotak itu pada Kevin. Kevin perlahan membukanya dan isi dari kotak itu adalah sebuah tespek. Tangis Kevin pecah saat melihat dua garis pada tespek itu.


''Keira hamil?''


''Iya. Dia sengaja ingin memberikan kejutan pada anda dan semuanya yang ada disana. Dia sangat bahagia saat melihat hasil tespek itu. Dia selalu bilang kalau aku sedang mengandung buah cinta ku dengan Mas Kevin. Itulah yang Keira ceritakan padaku saat pertama kali ia melihat hasil tespek itu menunjukkan dua garis. Tapi Keira memintaku untuk merahasiakannya dan hali ini sengaja ia sembunyikan untuk memberikan anda kejutan tepat di hari jadi dua bulan pernikahan kalian. Maafkan aku, Tuan.'' Ucap Laras sesenggukan penuh sesenggukan.


''Ya Allah, Kei.'' Kevin benar-benar hancur saat mengetahui hal itu.


''Pah, apa itu?'' tanya Marvel dengan polosnya.


''Semoga adik kamu juga bisa di selamatkan, Marvel.'' Ucap Kevin dengan suara bergetar. Ia kemudian memeluk Marvel dengan sangat erat.


''Adik Pah? Aku akan punya adik?''


''Iya, Nak. Doakan Mama dan adik ya semoga mereka berdua baik-baik saja.''


''Iya Pah. Ya Allah lindungilah Mama dan adik yang masih di dalam perut Mama. Aku sayang mereka berdua Ya Allah.'' Doa tulus Marvel dalam pelukan Papanya. Gina pun tak kuasa menahan tangisnya, melihat apa yang menimpa Keira. Leon pun merasa sakit dan sedih melihat apa yang baru saja ia dengar. Bahwa Keira sedang dalam keadaan mengandung.


''Kei, kuatlah! Melihatmu tak berdaya dalam keadaan mengandung, lebih membuatku hancur daripada melihatmu bahagia bersama Tuan Kevin. Bangunlah Kei, suami dan putramu membutuhkanmu. Aku bahagia bila melihatmu bahagia. Sekalipun kamu tidak bisa aku miliki.'' Batin Leon dalam hati dengan air mata yang sedari tadi mengalir tiada henti.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2