Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 313 THE END-


__ADS_3

Dan akhirnya hari yang ditunggu Marvel pun tiba. Selama satu minggu penuh Marvel berlatih dengan sangat keras untuk mengalahkan lawannya di babak final.


Semua keluarga pun berada di GOR untuk mendukung Marvel, bahkan Miko dan Gina juga ikut serta mendukung. Marvel menjadi semakin semangat, dikala semuanya memberi dukungan untuknya.


Pertandingan pun sangat sengit, beberapa kali Marvel dibuat tumbang karena lawannya sangat berat. Keira pun tampak khawatir melihat itu.


''Mas, gimana Marvel? Aduh pasti sakit kena pukul.'' Ucap Keira yang begitu khawatir di barisan penonton.


''Tenang sayang, namanya juga pertandingan taekwondo. Ditendang dan kesakitan itu biasa.''


''Ihh kamu ini bukannya khawatir malah seperti itu.'' Kesal Keira.


''Tenang Kei, keponakanku itu jagoan. Jadi kamu tenang saja. Waktu pertandingan juga masih lama. Masih ada ronde selanjutnya.'' Sahut Miko mencoba menenangkan.


''Iya sayang, kamu ini berlebihan sekali.''


''Berlebihan apanya sih Mas? Namanya juga khawatir sama anak. Lihat dia jatuh terus tersungkur begitu pasti paniklah, namanya juga perasaan seorang ibu.'' Kesal Keira.


''Iya-iya, aku mengerti. Aku hanya mencoba menenangkan kamu, sayang.'' Ucap Kevin sambil mengelus punggung istrinya.


''Ayo Marvel! Semangat Nak!" teriakan Keira begitu menggebu untuk menyemangati putra sulungnya itu. Selisih angka keduanya pun sangat tipis. Selalu berkejaran. Marvel sepertinya merasa sudah kelelahan. Tenaganya sepertinya terlalu terforsir untuk latihan. Di tambah lawannya begitu tangguh.


''MARVEL!'' sebuah suara yang begitu keras namun tampak asing mengalihkan perhatian Marvel.


''MARVEL! SEMANGAT!" suara teriakan itu terdengar semakin jelas. Namun itu bukan suara Mamanya atau Tantenya. Mata Marvel mencari kederetan bangku penonton untuk mencari sumber suara itu. Dan mata Marvel akhirnya menemukan sosok yang selama ini ia cari. LUNA. Luna melambaikan kedua tangannya kearah Marvel. Luna memberikan senyuman pada Marvel untuk pertama kalinya.


''Luna,'' gumam Marvel.


''Ayo Marvel, semangat! Aku disini mendukungmu!" teriak Luna dengan keras. Marvel sangat senang, akhirnya ia mendengar suara dan juga senyuman dari Luna untuk pertama kali. Sesuatu yang sudah ia nanti bertahun-tahun. Marvel kemudian memberikan senyuman kearah Luna. Ia seperti mendapat semangat baru untuk mengalahkan lawan di hadapannya itu. Dan Marvel mengerahkan semua tenaga untuk memenangkan pertandingan itu. Semangat dan dukungan dari Luna seperti sebuah sinyal penguat energi di detik terakhir.


Akhirnya Marvel bisa membekuk lawannya sampai tak berkutik. Dan Marvel pun sah dinyatakan sebagai pemenang juara pertama. Semuanya berteriak untuk kemenangan Marvel. Keira dan Kevin saling berpelukan sambil melompat bahagia melihat putranya berhasil meraih juara pertama.


''Mas, Marvel akhirnya menang.''


''Apa aku bilang sayang, dia pasti bisa.'' Ucap Kevin.


''Bravo Marvel!'' teriak Miko.


''Marvel! Kamu hebat!" teriak Anrez melihat sahabatnya memenangkan pertandingan itu.


''Marvel, cucu Kakek! Hebat Nak!" teriak Pak Ammar yang ikut bangga dengan kemenangan cucunya. Semua keluarga bersorak bahagia untuk Marvel. Dengan nafas terengah dan energi yang tersisa, Marvel tersenyum lebar melambaikan tangan pada keluarga, sahabatnya dan juga Luna.


''Luna, tetaplah disana. Aku sangat senang bisa mendengar suara dan bisa melihat kamu tersenyum untuk pertama kalinya.'' Gumam Marvel dalam hati.


Marvel kemudian berdiri diatas panggung sebagai juara pertama untuk menerima thropy dan medali juga uang tunai. Keira menangis haru melihat keberhasilan putranya.


''Sayang, Marvel menang kamu kok malah nangis.'' Ucap Kevin yang sangat senang menggoda putranya.

__ADS_1


''Mas, kamu ini bagaimana? Ini air mata bahagia tau. Aku bahagia sekali, Mas. Putraku memang hebat.''


''Iya sayang, aku juga bahagia dan bangga. Tapi bahagia dan bangganya lebih kepada kamu karena berhasil mendidiknya jadi hebat seperti itu.''


''Kamu juga Papa yang hebat dan galak. Ah sudahlah, ayo kita turun dan foto bersama Marvel, Mas.''


''Oke baiklah.''


Keira kemudian memberikan pelukan pertama untuk putranya.


''Selamat ya sayang, kamu sangat hebat. Mama bangga sekali sama kamu.''


''Semua ini berkat dukungan Mama dan juga semuanya.'' Kata Marvel.


Setelah sesi foto bersama, Marvel kabur dari kerumunan karena Luna tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Marvel berlari keluar gedung untuk mencari Luna.


''Luna! Dimana kamu?'' teriak Marvel sembari berlari mencari Luna. Langkah Marvel terhenti saat melihat seorang gadis yang kesulitan mengikatkan tali sepatu. Tentu saja Marvel sudah menebak bahwa itu adalah Luna. Marvel kemudian berlari menghampiri Luna, ia langsung berlutut untuk mengingatkan tali sepatu Luna.


''Seharusnya, kamu panggil aku untuk mengikatkan tali sepatumu.'' Ucap Marvel. Dan kedua mata remaja itupun saling bertemu. Keduanya juga saling melempar senyum.


''Rupanya kamu masih tidak bisa untuk mengikat tali sepatu ya?'' ucap Marverl seraya berdiri.


''Selamat atas kemenanganmu. Kamu hebat.'' Ucap Luna sambil mengulurkan tangannya. Marvel dengan senang hati menerima uluran tangan dari Luna.


''Luna, kamu kemana saja? Kenapa setelah sekian tahun, kamu baru bicara? Aku pikir kamu tidak bisa bicara dan mendengar.''


''Aku masih ingat dan mendengar semua ocehanmu saat itu, Marvel. Baiklah Marvel, aku pergi dulu. Aku senang bisa bertemu dan mengenalmu.''


''Kemana saja. Kalau memang sudah takdirnya, kita akan bertemu kembali.''


''Tapi Luna, aku ingin bicara banyak denganmu. Kita belum sempat banyak bicara.'' Kata Marvel yang merasa takut dengan kepergian Luna.


''Maafkan aku, Marvel. Tapi aku harus pergi.'' Kata Luna.


''Tunggu!" Marvel lalu melepas head guardnya.


''Luna, bawalah ini. Aku tidak punya kenangan apa-apa untukmu. Anggap saja ini hadiah perpisahan.''


''Tapi itukan pelindung kepala milikmu. Bagaimana nanti kalau kamu ada pertandingan lagi?''


''Aku bisa meminta untuk dibelikan lagi. Simpanlah ini, semoga kita bisa bertemu kembali.'' Ucap Marvel. Luna kemudian menerima pemberian dari Marvel itu.


''Aku juga masih menyimpan gantungan milikmu.'' Lanjut Marvel.


''Baiklah, aku akan menyimpannya. Aku pergi! Jaga dirimu baik-baik.''


''Tunggu Luna!''

__ADS_1


''Ada apa lagi Marvel?''


''Bolehkah kita berpelukan seperti seorang sahabat?''


''Oke.'' Singkat Luna. Dan keduanya pun saling berpelukan.


''Luna, aku bahagia sekali mendengar suara dan senyummu. Sebuah hal yang selalu ingin aku lihat dan saksikan adalah itu. Jaga dirimu baik-baik Luna.''


''Jaga dirimu juga Marvel. Senang bertemu denganmu.''


''Aku harap kita nanti akan bertemu lagi.'' Ucap Marvel seraya melepaskan pelukannya.


''Semoga takdir mempertemukan kita kembali. Salam untuk Mama kamu ya. Jadilah kebanggaan orang tuamu dan sayangi mereka selagi masih ada.''


''Pasti Luna.'' Dan Luna pun melangkahkan kakinya semakin menjauh dari Marvel. Marvel hanya bisa menatap Luna sampai Luna menghilang dari pandangannya.


''Luna, kenapa kita tidak bisa satu sekolah lagi? Aku mau menjadi temanmu.'' Gumamnya.


Dan hari berikutnya, Marvel memilih merayakan kemenangannya bersamaan dengan hari ulang tahun tahunnya ke-13. Uang yang ia dapat hasil perlombaan, ia donasikan untuk panti asuhan itu. Jiwa sosial Marvel semakin terbentuk dan semua itu karena didikan dari seorang Keira.


''Selamat ulang tahun Kakak Marvel tersayang. Bahagia selalu, panjang umur, semakin menjadi anak yang baik dan semua doa terbaik untuk kamu.'' Ucap Keira seraya memberikan pelukan dan kecupan untuk putranya.


''Terima kasih Mama. Terima kasih untuk semua kasih sayang dan cinta tulus Mama selama ini.''


''Sama-sama sayang. Mama bangga sekali dengan kamu.''


''Marvel, selamat ulang tahun ya Nak. Jagoan Papa yang semakin hari semakin tampan dan semakin membanggakan. Pertahankan terus semua prestasimu.'' Ucap Kevin pada putra sulungnya itu. Kevin juga memberikan pelukan dan kecupan untuk putranya.


''Iya Pah. Aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik.''


''Ingat sayang, yang paling penting kamu harus bahagia. Jangan terlalu terbebani dengan tuntutan dan tekanan dari Papa kamu ini.'' Sahut Keira.


''Hehehe iya Mah. Mama memang yang terbaik dan selalu mengerti aku.''


''Baiklah Marvel, sekarang tiup lilinnya dan jangan lupa berdoa dulu.'' Kata Kevin.


''Iya Papa.''


Marvel pun mulai memejamkan matanya sambli menengadahkan tangannya. ''Tuhan, terima kasih untuk semua kebahagiaan dan nikmat yang KAU berikan. Aku ingin Papa dan Mama sehat selalu, panjang umur, supaya bisa selalu mendampingi aku dan juga kedua adikku. Bahagiakanlah mereka dan sayangi mereka seperti mereka membahagiakan dan menyayangi aku, Tuhan. Oh ya satu lagi Tuhan, jaga Luna dimanapun dia berada. Dan pertemukanlah kembali aku dengannya suatu saat nanti, amin.'' Doa Marvel dalam hati. Marvel kemudian meniup lilinnya. Semua bertepuk tangan dan memberikan selamat untuk Marvel. Semua keluarga dan sahabat berkumpul penuh dengan suka cita, berbagi dengan mereka yang membutuhkan.


Akhir yang bahagia untuk kisah Keira dan Kevin.


...-THE END-...


-Terima kasih ya telah mengikuti semua kekocakan, kesedihan, kebahagiaan, tangisan, kemarahan, cemburu, kerinduan, perjuangan hidup dan cinta dari Kevin dan Keira. Untuk Marvel dan Luna, pasti akan ada sekuelnya tapi tidak untuk dalam waktu dekat ini.


-Untuk Zidni dan Chika, coming soon ya, judulnya Mr Arrogant Vs Noisy Girl... Sampulnya udah aku share di grup chat author ya 😁

__ADS_1


-Terusss jangan pernah lelah dan bosan untuk mendukung semua karya ku ya, terima kasih semuanya, I love you all 😍😍😘😘


-Dan maaf ya kalau ada salah-salah kata dan ke-typoan dalam penulisan yang terkadang suka bikin kalian bingung pas baca, hehehehe


__ADS_2