Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 189 Serba Salah


__ADS_3

Begitu sampai di kamar, Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat istrinya masih malas-malasan di tempat tidur. Bahkan bungkus snack berserakan di atas tempat tidur.


''Sabar Kevin, tenang. Jangan marah, itu bawaan baby.'' Kata Kevin dalam hati. Karena Kevin selalu rapi jadi ia sangat kesal melihat kamarnya yang berantakan. Apalagi ada beberapa bungkus snack yang tergeletak di atas sana.


''Sayang, aku pulang.'' Kata Kevin lembut sambil mengelus kepala istrinya. Samar-samar Keira mendengar suara suaminy dan ia terbangun.


''Mas, kamu sudah pulang.'' Kata Keira sambil mengucek matanya.


''Sayang, lihat deh kamar kita seperti kapal pecah. Kamu juga belum mandi ya?''


''Hehehe maaf, Mas. Aku malas sekali, Mas.''


''Ya sudah sekarang ayo kita mandi.''


''Aku tidak mau, Mas. Aku mandi nanti sore saja ya. Toh aku juga tidak kemana-mana.''


''Sayang, kamu jangan malas seperti ini lah. Apalagi sampai kamar berantakan seperti ini.''


''Ya sudah kalau begitu, aku pindah ke kamar tamu saja. Kita pisah ranjang,'' kesal Keira.


''Kamu kok bicara seperti itu sih, sayang? masa iya kita pisah ranjang.''


''Habis kamu cerewet Mas.''


''Hufh, kalau sampai pisah ranjang, alamat puasa nih. Aku saja sudah puasa empat hari, masa iya mau nambah lagi.'' Kevin lalu buru-buru memeluk Keira.


''Maaf ya sayang, bukannya cerwet tapi aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Nanti kalau ada semut di kasur, kamu bisa di gigit saat tidur. Nanti badan kamu merah semua. Aku tidak ingin kamu terluka meskipun hanya gigitan seekor semut, sayang.''


''Kamu sweet banget sih, Mas. Sampai semut tidak kamu ijinkan untuk menggigitku.''


''Iya lah sayang. Makanya kamu juga mandi. Nanti kalau kamu tidak mandi, lalat akan masuk ke kamar kita dan mengerubungi kamu.''


''Lalat? memang aku bangakai apa, Mas?'' celetuk Keira yang kembali kesal dengan ucapan suaminya.


''Aduh salah ngomong lagi. Niatnya mau membujuk malah jadi ngambek lagi.'' Batin Kevin.


''Bukan sayang. Lalat kan suka sama yang bau dan kotor, nanti kalau kamu di hinggapi kan bisa menganggu kamu.''


''Oh, jadi aku bau dan kotor, gitu kan maksud kamu?''


''Aduh, salah ngomong lagi,'' gumam Kevin dalam hati. Kevin menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.


''Tidak istriku, sayangku. Maksudnya sama seperti semut tadi. Aku bahkan tidak akan membiarkan lalat menyentuh tubuhmu yang indah, seksi dan menggoda ini. Jadi hanya aku yang boleh menyentuhnya, begitu sayang.'' Kevin sangat berhati-hati sata bicara supaya Keira tidak salah paham lagi.

__ADS_1


''Oh jadi begitu maksudnya. Ya sudah, kalau begitu aku mandi dulu ya.''


''Nah gitu dong sayang, istriku semakin cantik kalau seperti ini. Muach.'' Puji Kevin sambil memberikan kecupan di pipi Keira. Akhirnya dengan segala bujuk dan rayu Kevin, akhirnya Keira memutuskan untuk mandi.


Kevin kemudian kembali ke bawah. Ia masih melihat Krisna duduk di tengah sambil menikmati jus buah segar buatan Bi Nani.


''Kris, kita makan siang saja sekalian. Sudah waktunya makan siang juga kan?''


''Tap-tapi Tuan....,''


''Tapi kenapa? sudah jangan banyak alasan. Bibi juga sudah masak. Ayo kemarilah.'' Ajak Kevin. Krisna ingin menolak tapi tidak enak karena ia sudah berjanji ingin makan siang bersama Laras di restauran. Krisna segera mengirimkan pesan pada Laras kalau ia tidak bisa menepati janjinya.


Krisna : Laras, apa kamu sudah sampai di restoran? maafkan aku ya. Aku harus membatalkan janji kita. Selepas dari lab, Tuan Kevin mengajakku ke rumah sekaligus mengajakku makan siang di rumah. Maafkan aku ya. Aku ingin menolakknya tapi aku tidak enak. Maafkan aku ya.


Laras yang baru saja tiba di restoran, mendengar ponselnya berbunyi, tanda pesan masuk. Saat membacanya, Laras merasa kecewa dengan Krisna tapi ia juga tidak boleh egois.


Laras : Padahal aku baru saja tiba. Tapi baiklah kalau begitu, aku makan sendiri saja.


Krisna yang merasakan getaran ponsel di sakunya, segera membuka ponselnya. Ada pesan dari Laras.


Krisna : Iya lebih baik kamu makan sekalian ya, daripada kamu harus pulang. Sekali lagi maaf.


Mendapat balasan dari Krisna, Laras kesal sekali.


Kembali ke rumah Kevin. Setelah selesai mandi dan berdandan cantik, Keira turun ke bawah menuju ruang makan.


"Lho, ada Pak Krisna juga disini?" tanya Keira.


"Selamat siang Nyonya," sapa Krisna.


"Selamat siang juga, Pak. Pak Krisna sendiran saja? mana Laras?"


"Tadi kami habis dari lab pengujian smart bag sayang, setelah itu aku ajak Krisna sekalian ke rumah. Dan sekalian juga aku ajak makan siang kebetulan kami belum makan siang.''


''Oh jadi begitu ceritanya. Ya sudah kita makan siang sama-sama kalau begitu. Pak Krisna jangan sungkan-sungkan ya.''


''I-iya Nyonya.''


''Sayang, kamu mau apa?'' tanya Kevin dengan lembut.


''Mmmm aku sepertinya ingin ayam goreng itu deh, Mas. Sama sayurnya sekalian ya.''


''Oke istriku. Begitu kan kamu cantik, wangi lagi. Berasa pingi peluk dan cium kamu terus.'' Kata Kevin dengan kebucinannya.

__ADS_1


''Kamu ini apaan sih, Mas. Malu sama Pak Krisna.''


''Kenapa harus malu? kita kan suami istri. Oh ya sebentar, aku siapkan susu dan vitamin untuk kamu ya.''


''Tidak usah, Mas. Nanti aku bisa minta tolong sama Bibi. Kita lanjutkan saja makannya, kamu kan harus balik ke kantor.''


''Baiklah kalau begitu. Oh ya aku ada kabar bagus sayang.''


''Kabar apa Mas?''


''Proyek smart watch kita kembali beserta uang ganti ruginya jadi kita bisa melanjutkan kembali.''


''Yang benar kamu Mas?''


''Benar sayang, semua itu berkat kerja keras Krisna dan timnya. Juga tim kuasa hukum Tuan Henry dan Nona Nadia sebagi jaksa. Semua kasus benar-benar di usut sampai akarnya.''


''Aku bahagia sekali, Mas. Akhirnya apa yang menjadi milik kamu kembali lagi ya, Mas. Semoga kedepannya perusahaan kamu semakin sukses dan semakin besar.''


''Amin, terima kasih sayang. Semua berkat kamu yang selalu menenangkan aku.'' Kata Kevin sambil membelai wajah Keira. Sementara Krisna, ia merasa bahwa kehadirannya hanyalah bayangan saja. Menjadi obat nyamuk dan menyaksikan keromantisan Tuan dan Nyonya-nya.


''Hmmm tau begini, lebih baik aku bersama Laras,'' gumamnya dalam hati.


''Oh ya Pak Krisna, terima kasih ya untuk kerja kerasnya. Terima kasih juga sudah setia menemani suami saya.''


''Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya Nyonya untuk selalu bersama Tuan Kevin.''


''Mas, kamu harus kasih bonus sama Pak Krisna lho. Terus kamu juga harus memberi hadiah pada Tuan Henry, Nona Nadia dan juga Tuan David. Mereka semua sudah banyak membantu kamu bahkan mengusutnya sampai ke akar.''


''Iya aku mengerti sayang. Kamu pikirkan saja hadiah apa yang pas untuk mereka.''


''Kalau masalah hadiah, itu urusan mudah Mas. Yang jelas aku bahagia sekali, Mas. Kita biss melewati masa-masa sulit itu.''


''Iya sayang aku juga lega.''


''Mas, suapin dong,'' rengek Keira.


''Hmmm kumat deh sikap anehnya. Sudah bagus tadi normal eh sekarang begini lagi,'' gumam Kevin dalam hati.


''Baiklah istriku, aku akan menyuapi kamu. Makan yang lahap ya sayang, ayo di buka mulutnya.''


''Hmmmm Tuan, kenapa harus memamerkan kemesraan di hadapan ku? aku benar-benar terjebak di situasi yang salah. Berasa dunia milik berdua, sampai mereka lupa kalau aku ada disini bersama mereka.'' Krisna merutuk di dalam hati.


Bersambung.... Untuk next bab, Insya Allah besok ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2