Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 212 Prewed K&L


__ADS_3


Krisna dan Laras kini sedang berada di sebuah pantai untuk melakukan prewed. Tentu saja Laras sengaja memilih yang jauh supaya ia bisa sekaligus liburan. Pantai Mawun adalah pantai tujuan Laras. Pantai Mawun sendiri merupakan objek wisata Pantai yang ada di pulau Lombok, ciri khas dari Pantai ini adalah bukit besar hijau yang berada mengapit bibir Pantai nya, Pantai mawun memiliki panorama yang sangat menakjubkan. Keasrian Pantai Mawun yang belum tersentuh modernisasi membuat lingkungan Pantai ini terasa tenang dan damai. Pantai tersebut memiliki air laut yang biru dan jernih serta pasir putih yang seolah-olah memanggil jiwa untuk bermain bersamanya.


''Bagaimana Kak? Indah bukan? Rute yang jauh setimpal dengan keindahannya kan?'' kata Laras begitu ia dan Krisna sampai disana. Hamparan laut yang begitu indah, membuat Laras melupakan rasa lelahnya dari perjalanan panjang.


''Bagus sih tapi untuk prewed seharusnya kita tidak perlu sejauh ini, Laras.''


''Kenapa Kakak baru bilang? Saat aku yang memutuskan, Kakak bilang setuju. Begitu sampai, Kakak protes karena terlalu jauh.''


''Bukan begitu, kita kan bisa menghemat waktu sebelum istirahat. Lagi pula aku hanya mendapat cuti satu hari.''


''Ya aku ingin kita menyempatkan liburan walaupun sebentar Kak. Kakak juga selalu sibuk sampai waktu untukku berkurang. Sudahlah lebih baik kita ganti pakaian kasual untuk pose prewed pertama.'' Kata Laras yang begitu antusias dengan pemotretan itu. Krisna hanya bisa mengangguk dan menuruti semua keinginan Laras. Season foto pertama sukses dengan gaya yang casual, fun dan lebih santai. Meka tampak saling mengejar, Krisna yang menggendong Laras serta aksi berlutut Krisna dengan memberikan segerombol balon. Dan yang terakhir, Laras menyewa sepeda ontel jadul untuk mereka jadikan properti prewed. Semua ide dan konsep prewed, Laras yang mengaturnya. Krisna hanya mengiyakan dan pasrah dengan apa yang Laras inginkan. Namun begitu Krisna yang awalnya kesal karena kejauhan, seketika moodnya berubah dengan keceriaan Laras. Laras sadar jika waktu prewed mereka sangat sempit jadi Laras memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Untuk season foto kedua, Laras menggunakan konsep lebih formal. Sebuah gaun hitam dan setelan jas hitam untuk Krisna sudah ia siapkan begitu detail. Dengan properti mobil sedan mewah dengan rooftop terbuka, Krisna dan Laras berpose bak model profesional. Krisna yang awal-awal tampak kaku, kini menjadi lebih luwes. Dan terakhir Laras tidak tanggung-tanggung, ia menggunakan kuda putih untuk melengkapi prewed hari itu. Krisna sangat gagah seperti pangeran berkuda putih.


''Ya ampun Kak, kamu benar-benar seperti pangeran.'' Puji Laras saat Krisna menunggangi kuda itu.


''Apa kuda ini juga idemu?'' tanya Krisna.


''Iya dong tentu saja.''


Krisna tersenyum, tidak habis pikir bahwa Laras memiliki konsep dan ide yang memang sangat menarik. Dan season terkakhir pemotretan romantis ala prince dan princess. Keduanya tampak serasa sekali. Team prewed yang di bawa oleh Laras pun juga tidak mengecewakan.


Setelah seharian penuh prewed, mereka kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, Laras langsung membanting tubuhnya di atas tempat tidur.


''Ya ampun capek.''


''Laras, aku mandi dulu ya. Gerah rasanya.'' Kata Krisna.


''Iya Kak, silahkan. Aku mandi setelah Kakak saja.''


''Mmm kamu tidak memesan dua kamar?''

__ADS_1


''Tidak. Aku sengaja memesan satu kamar untuk kita tempati berdua. Kita belaja dikit lah kak, supaya nanti tidak kaku. Kakak tenang saja, aku tidak akan aneh-aneh kok.'' Setidaknya ucapan Laras, sedikit membuat Krisna merasa lega. Krisna hanya mengangguk lalu pergi menuju kamar mandi.


''Kak Krisna ini takut sekali denganku. Padahal sudah mau jadi istri masih saja kaku,'' gumam Laras dengan tawa kecilnya.


-


Hari libur itu, Miko sengaja mengajak Gina jalan-jalan. Mengenang kembali masa-masa mereka saat menjadi sahabat. Hal pertama yang Miko lakukan adalah mengajak Gina nonton bioskop. Miko sengaja mengajak Gina menonton film romantis. Gina merasa bahagia sekali karena hubungannya dengan Miko dan juga Ibu mertuanya semakin baik. Tidak ada lagi rasa tertekan dan tangisan malam yang selalu ia sembunyikan. Gina memeluk erat lengan Miko sambil menikmati pop corn di hadapannya.


''Apa kamu bahagia?'' bisik Miko.


''Jangan di tanya lagi, Mas. Sudah pasti aku akan bahagia. Aku yakin rasa bahagia ini akan berdampak dengan bibit kecebongmu, Mas.''


''Apaan sih kamu, bibit kecebong.'' Ucap Miko terkekeh. Miko memberikan kecupan di pucuk kepala Gina dengan mesra. Setelah film berakhir, Miko sudah memesan restoran terbaik yang ada di pusat kota. Suasana makan siang outdoor yang sangat privat dan di kelilingi oleh bunga-bunga yang cantik, membuat makan siang mereka semakin romantis.


''Mas, ini kamu semua yang menyiapkan?'' Gina merasa terharu dengan apa yang Miko siapkan.


Miko kemudian meraih kedua tangan Gina dan mengecupnya lembut. ''Tentu saja, sayang. Aku merancang ini semua untuk membahagiakanmu. Aku ingin kedepannya kita bisa lebih bahagia lagi. Jangan pernah tinggalkan aku ya.''


''Mas, kamu selalu bilang seperti itu. Aku tidak akan kemana-mana. Kamu yang mendampingiku saat aku susah sampai aku berada di titik ini, masa iya aku mau meninggalkan kamu hanya untuk satu alasan itu saja. Hapus kekhawatiran kamu, Mas. Kamu harus happy Mas, biar kecebong kamu juga ikutan happy.''


''Apapun itu harus kita syukuri, Mas. Toh produksi kecebong kamu juga semakin banyak dari biasanya.''


''Ya semoga bulan depan ada keajaiban, sayang.''


''Amin. Ya sudah Mas, kita makan saja dulu ya.''


''Oke. Setelah ini aku ingin mengajakmu ke taman.''


''Mas kan ini siang, panas dong. Gimana kalau kita ke apartemen saja?''


''Hmmm aku tahu, kamu pasti pingin emmm kan?'' selidik Miko.

__ADS_1


''Itu lebih baik, Mas. Terus malamnya kita melihat pesta kembang api dan setelah itu kita emmm lagi di rumah. Kita kan harus sering-sering melakukannya, Mas.''


''Oke baiklah, aku akan makan yang banyak untuk menambah stamina ku.''


''Terima kasih ya Miko, kamu selalu membuatku bahagia.''


''Terima kasih juga karena kamu selalu setia bersamaku.''


-


Setelah selesai mandi, Krisna melihat Laras berbaring dan asyik bermain ponsel sambil senyum-senyum sendiri. Krisna menatap Laras penuh selidik.


''Ehem-ehem!" Krisna berdehem namun Laras sama sekali tidak melihat kearah Krisna. Krisna mencoba sekali lagi sampai terbatuk.


''Kak itu ada air mineral di meja, minumlah.'' Kata Laras tanpa melihat kearah Krisna.


''Kamu sedang apa sih?'' tanya Krisna penuh selidik.


''Ini lagi chat sama teman-teman aku.''


''Cewek apa cowok?'' tanya Krisna penasaran. Laras hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Krisna.


''Aku mandi dulu ya, Kak.'' Kata Laras sambil memasukkan poselnya ke dalam tas. Krisna merasa aneh dengan sikap Laras. Biasanya Laras menggeletakkan ponselnta begitu saja tapi kali ini Laras terkesan menyembunyikan ponselnya.


''Ya sudah, mandi sana.'' Kata Krisna. Saat Laras sudah masuk ke dalam kamar mandi, Krisna mengendap untuk mengambil ponsel Laras. Kecurigaan Krisna sudah di ubun-ubun. Namun saat berhasil mendapatkannya, justru password ponsel Laras di ganti.


''Hah? Passwordnya di ganti? Kenapa dia tidak bilang kalau passwordnya ganti? Apa Laras menyembunyikan sesuatu dariku?'' gumam Krisna dengan penasaran. Sedangkan di dalam kamar mandi, Laras dengan santai menikmati guyuran air shower.


''Pasti Kak Krisna sedang melihat ponselku dan ternyata passwordnya aku ubah. Sekali-kali aku kerjain lah. Giliran di deketin mundur, takut. Eh giliran di jauhin dikit aja udah kelimpungan.'' Gumam Laras sambil senyum-senyum sendiri di dalam kamar mandi.


''Aku harus bersikap jual mahal kali ini. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Kak Krisna kalau aku bersikap seperti itu. No kiss, no manja, no pelukan, hehehehe.''

__ADS_1


Bersambung.... Yukkkm like, komen dan votenya di gempur yukkk, biar authornya makin semangat nih 😁🙏 Jangan lupa masukkan ke list favorit kamu ya, saat next bab ter up, akan muncul pemberitahuan untuk kamu, oke 👍



__ADS_2