Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 246 Start Up!


__ADS_3

''Mas, kamu kenapa suruh Johan masuk jam 7 sih? Biasanya juga kantor buka jam 8.''


''Memangnya kenapa sayang? Aku ingin menguji kedisiplinan Johan. Kalau mau sukses itu harus disiplin. Besok aku akan berangkat jam 7.''


''Ya kasihan saja, Mas.''


''Hmmmm kamu ini dari kemarin terus saja memikirkan Johan. Johan sudah aku bantu, kamu masih saja tidak tenang. Jangan-jangan kamu punya rasa ya sama Johan.'' Ketus Kevin.


''Kamu ini malah mikirnya kearah sana. Tidak lah, Mas. Aku khawatirnya kamu ngerjain dia.''


''Emang!" celetuk Kevin terkekeh.


''Tuh kan kamu ini, benar dugaanku.'' Keira menjadi kesal mencubit lengan suaminya itu.


''Hehehe sakit sayang. Aku sudah lama tidak mengospek karyawan baru, Sayang. Biasanya langung bagian HRD yang menanganinya. Aku ingin melihat keseriusan Johan. Sudahlah jangan terlalu kamu pikirkan sebaiknya kita tidur karena aku harus berangkat lebih awal.'' Ucap Kevin seraya merapatkan tubuhnya pada Keira.


''Tapi Johan itu pinter marketingnya lho Mas dan dia juga pintar di IT. Dulu yang mengelola website pacar sewaan juga dia. Bahkan kami dulu bertiga berencana membuka toko online tapi ya begitu sampai detik ini belum terealisasi. Aku keburu nikah dan kami sibuk masing-masing. Dia cepat banget belajarnya. Cuma ya begitu dia lagi apes saja sekarang.''


''Iya besok aku akan mengujinya sendiri. Sudah ayo tidur, sayang. Aku mengantuk sekali, ini juga sudah hampir tengah malam.''


''Iya Mas. Selamat tidur ya, Mas. I love you.''


''I love you too istriku.'' Keduanya lalu saling mengecup bibir. Keira menenggelamkan kepalanya dalam dekapan hangat suaminya.


Keesokan paginya, saat adzan subuh berkumandang Johan pun terbangun. Ia begitu semangat dan tidak ingin telat hari ini. Johan kemudian bergegas menuju kamar mandi. Setelah mandi dan sholat subuh, Johan segera bersiap. Mempersiapkan penampilan terbaiknya hari itu. Tessa pun ikut bersemangat. Ia juga bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Johan.


Setelah semuanya siap, Johan segera menuju rumah Tessa. Johan masuk begitu saja karena pintu rumah tidak di kunci.


''Pagi Tessa.''


''Pagi juga, Jo.''


''Kamu tidak seharusnya repot-repot masak sepagi ini.''


''Sudah, tidak apa-apa. Kamu duduklah, Jo. Aku merasa ikut semangat saja karena kamu mendapat pekerjaan baru. Setidaknya kamu harus sarapan untuk mengisi energimu.''


''Terima kasih ya kamu baik sekali.''

__ADS_1


''Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, Jo.''


''Kamu tetap disampingku itu adalah kekuatan untukku, Tessa.''


''Terima kasih ya untuk cinta tulusmu itu. Aku benar-benar merasa sangat dicintai.''


''Begitu juga dengan ku, Tessa.''


Setelah selesai sarapan, Johan bergegas berangkat ke kantor. Tak lupa Tessa juga membawakan bekal makan siang untuk Johan. Tepat pukul 6.45 Johan sudah sampai di kantor. Namun kantor masih tampak sepi. Hanya terlihat office boy yang menyapu pelataran kantor.


''Masih sepi juga ya. Ya tidak apa-apalah, daripada aku terlambat.''


Setelah lima belas menit menunggu, akhirnya Kevin datang juga. Kevin melihat Johan berada disana.


''Serius juga nih, anak. Jam berapa dia berangkat.'' Gumam Kevin seraya mematikan mesin mobilnya. Melihat Kevin turun dari mobil, Johan pun segera menghampiri dan menyapa Kevin.


''Selamat pagi Tuan Kevin.'' Sapa Johan dengan ramah.


''Selamat pagi juga, Jo. Sudah dari tadi atau baru sampai?''


''Sudah sekitar lima belas menit yang lalu, Tuan.''


''Iya Tuan. Tapi kenapa kantornya masih sepi Tuan?'' tanya Johan seraya mengekor di belakang Kevin yang mulai memasuki gedung kantornya.


''Ya masuknya memang jam 8, Jo. Hanya saja kalau ada meeting atau apa, aku menyuruh dari mereka untuk berangkat lebih awal.''


''Oh begitu, Tuan.'' Ucap Johan mengangguk.


''Aku akan membawamu melihat kantor ini.''


''Iya Tuan.''


Johan begtu takjub melihat kantor Kevin yang besar itu. Kevin mengajak Johan berkeliling dan menjelaskan seluk beluk bagaimana kedua orang tuanya membangun perusahaan ini. Sekaligus Kevin bagaimana diusia mudanya dia harus bekerja keras untuk mengembangkan perusahaan ini. Kevin menceritakan semua pengalaman hidupnya pada Johan. Kevin ingin Johan semangat dan termotivasi supaya tidak mudah menyerah. Johan sangat senang dan begitu antusias mendengar cerita dari Kevin. Johan seperti mendapat semangat baru dalam hidupnya. Untuk sesaat Johan melupakan kerugian yang tidak sedikit itu. Setelah berkeliling, Kevin mengajak Johan ke ruangannya.


''Kamu aku tempatkan di staf marketing, Jo. Aku harap kamu bisa memberikan kontribusi lebih untuk perusahaan. Nanti Siska, sekretarisku akan membimbingmu lebih jelas dan lebih detail tentang apa tugasmu.''


''Iya Tuan Kevin. Saya akan bekerja penuh semangat. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.''

__ADS_1


-


Keira setelah mengantarkan Marvel kesekolah, menyempatkan pergi ke salon milik Gina. Kali ini nalurinya ingin mengajak berdandan.


''Mbak Gina!" sapa Keira.


''Hai Kei,'' Gina menyambut kedatangan Keira dengan pelukan.


''Ya ampun, makin cantik aja deh hil gini. Auranya makin keluar.''


''Ah Mbak Gina bisa saja. Mbak juga makin cantik.''


''Perut kamu lucu Kei, udah mulai buncit.''


''Iya nih Mbak, semua ini gara-gara Mas Kevin,'' seloroh Keira dengan tawanya.


''Kamu ada-ada saja, Kei. Oh ya kamu ada perlu apa?''


''Aku pingin creambath, sekalian rapihin rambut aku ya, Mbak. Aku mau treatment biar lebih rileks dan mau facial juga. Terus rambutku warnain ya, Mbak.''


''Warnain? Mau warna apa?''


''Pirang gitu lah Mbak, biar kayak bule. Nggak tahu lah Mbak, pokoknya aku hari ini mau nyalon.'' Ucap Keira terkekeh.


''Oke siap! Yuk kita langsung ke lantai dua saja.'' Ajak Gina.


''Bikin aku semakin cantik ya, Mbak. Biar Mas Kevin pangling sama aku dan tentunya makin klepek-klepek.''


''Kak Kevin kalau udah bucin mah, nggak mandang fisik Kei. Kamu satu minggu nggak mandi aja, dia masih cinta sama kamu.''


''Memang segitunya ya Mbak?''


''Banget, Kei. Soalnya dulu Mbak Kania pas hamil Marvel juga gitu. Mbak Kania jadi malas mandi sampai satu minggu lebih. Jadi bangun tidur cuma cuci muka sama gosok gigi saja. Percaya sama aku, Kak Kevin kalau udah cinta itu super bucin dan rela melakukan apa saja untuk pasangannya. Apalagi kamu adalah gadis kecil yang selama ini dia cari-cari, Kei. Bucin akut deh pasti. Aku akan membuat kamu cantik dan lebih fresh, supaya Kak Kevin makin lope-lope sama kamu.''


''Mbak ini bisa aja. Iya sih Mbak, Mas Kevin itu memang luar biasa. Kalau begitu bikin aku lebih fresh ya, Mbak. Biar pas Mas Kevin pulang nanti, dia pangling.''


''Pastinya dong, Kei.'' Kata Gina. Hari itu Keira menghabiskan waktunya di salon. Keira memangkas sedikit rambutnya dan membuatnya berwarna pirang. Rambut hitam legam Keira berubah menjadi pirang dan itu membuatnya semakin terlihat cantik.

__ADS_1


Bersambung... Next part besok ya makasih 🙏❤️


__ADS_2