
Saat jam makan siang, Laras dengan semangat pergi menuju kantor Kevin. Bukan untuk menemui Kevin atau Keira tapi untuk membawakan makan siang untuk Krisna. Disaat yang bersamaan, Kevin dan Keira juga keluar hendak pergi makan siang sekaligus menjemput Marvel.
''Laras, ngapain disini?'' kata Keira.
''Hai, Kei. Selamat siang Tuan Kevin,'' sapa Laras.
''Siang juga,'' jawab Kevin.
''Gue mau ketemu sama Kak Krisna, Kei.''
''Apa? Kak Krisna?'' kata Keira terkejut sambil menahan tawanya, begitu juga dengan Kevin.
''Kenapa ketawa sih? Aneh deh,'' kesal Laras.
''Oh jadi manggilnya udah Kakak nih?'' goda Keira.
''Ya elo nggak datang sih.''
''Ya sorry, Ras. Mas Kevin mendadak sakit perut.''
''Oh ya Tuan Kevin, Kak Krisna ada kan?''
''Ada, dia masih sibuk di ruangannya.''
''Apa aku boleh masuk?''
''Boleh, silahkan saja.''
''Ya udah elo masuk aja, kita mau jemput Marvel sekalian makan siang.''
''Oke. Kalian hati-hati ya,'' kata Laras sembari berlalu.
''Sepertinya mereka sudah ada kemajuan nih, Mas.''
''Ya semoga saja ya.''
-
''Tok tok tok tok!" suara Laras mengetuk pintu ruangan Krisna.
''Masuk!" sahut Krisna.
''Hai Kakak Krisna!" sapa Laras dengan senyum lebar. Krisna melonjak kaget saat Laras datang ke ruangannya.
''Ihhh kenapa kayak lihat hantu sih?'' kesal Laras.
''Ma-maaf, aku kaget.'' Kata Krisna terbata.
''Maaf ya Kak, aku mengganggu. Aku membawakan makan siang untukmu.''
''Seharusnya tidak usah repot-repot.'' Kata Krisna yang tidak pernah berani menatap wajah Laras.
''Tidak repot kok. Bagaimana kalau kita makan di luar? Di kantin mungkin.'' Ajak Laras.
''Mmmm maaf, aku sibuk.''
''Ayolah Kak! Ini waktunya makan siang, masa kerja terus.'' Bujuk Laras.
''Kamu makan sendiri saja ya atau kamu bawa lagi saja makanan ini.''
''Ihhh jadi cowok nggak peka banget sih. Udah di bawain makanan, eh malah di suruh bawa balik,'' gerutu Laras.
''Maaf ya Laras tapi pekerjaanku banyak sekali.''
Laras yang kesal, mendekat kearah kursi Krisna. Seketika jantung Krisna berdegup kencang dan keluar keringat dingin.
''Kamu mau apa?'' tanya Krisna.
__ADS_1
''Ihhh bilangnya sibuk, tuh malah baca komik di Manga Toon.'' Kata Laras yang melihat layar laptop Krisna.
''Tapi aku juga suka baca sih, sekalian halu punya suami tampan kayak pangeran, hehehe.'' Sambung Laras.
''Ya sudah kamu baca saja dan aku akan keluar untuk makan.''
''Ini gimana sih? Niatnya mau makan bareng kok aku di suruh keluar. Kakak ini kenapa sih? Tremor mulu? Nggak pakai narkoba kan?'' tuduh Laras.
''Ya ampun, ya nggak lah.'' Jawabnya gugup.
''Sudah ayo kita makan!" Laras lalu menarik tangan Krisna supaya Krisna mau beranjak dari duduknya. Namun Krisna sekuat tenaga berpegangan pada kursinya, supaya Laras tidak bisa menariknya. Bukan Laras namanya kalau tidak bisa membuat Krisna beranjak dari duduknya. Dengan kekuatan penuh, Laras menarik paksa Krisna dan akhirnya tangan Krisna terlepas juga dari pengangannya. Alhasil mereka berdua terjatuh di lantai, sampai tubuh Krisna terjatuh di atas tubuh Laras yang membuat kedua bibir mereka saling bersentuhan. Mata Krisna membulat merasakan bibirnya bersentuhan dengan Laras, sementara Laras merasa senang dan tidak buru-buru menghindar. Krisna segera menyadari hal itu dan berusaha bangkit dari posisinya.
''Ma-maaf!" ucapnya yang semakin gugup. Krisna lalu terburu pergi meninggalkan ruangannya.
''Kenapa sih pergi? Seharusnya kan dia kecup bibir aku, biar romantis. Apa mulutku bau ya?'' kata Laras seraya bangun dari lantai.
''Kenapa sih Kak Krisna aneh banget? Masa iya di deketin cewek bisa gugupnya minta ampun. Terus kenapa juga kabur? Nyebelin banget sih.'' Laras pun sangat kesal lalu pergi meninggalkan ruangan Krisna.
Sementara Krisna masuk ke dalam toilet dan mengunci pintunya. Ia mencoba mengatur nafasnya, wajahnya tampak pucat. Ia lalu memegang bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan Laras.
''Huft, aku ingin sembuh tapi kenapa susah sekali?'' batin Krisna.
''Tenang Kris, tenang!" ucapnya sambil mengelus dada. Sepuluh menit sudah Krisna berada di dalam toilet, ia lalu membasuh mukanya dengan air supaya tidak tampak wajah gelisahnya itu. Ia kemudian berjalan kembali menuju ruangannya. Ia mendapati Laras sudah tidak ada disana.
''Apa Laras pergi? Ini makanannya di tinggal pula. Dia pasti marah dengan ku tapi aku harus bagaimana?'' gumam Krisna dengan perasaan gelisahnya.
''Aku benar-benar ingin sembuh dan bersikap normal, apa aku harus pergi ke psikiater? Tapi aku bahkan tidak ada waktu untuk kesana. Jadwal Tuan selalu penuh. Oh ya Nyonya Keira! Apa aku berkonsultasi saja dengannya? Sebaiknya nanti aku menemuinya setelah Nyonya kembali makan siang.'' Kata Krisna. Sebenarnya Krisna ingin sekali bersikap normal dan tidak membuat para gadis ilfill dengan sikap anehnya itu. Ia juga ingin membangun rumah tangga dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Ternyata kisah cintanya tidak sesukses karirnya.
-
Malam harinya Keira dan Kevin di kejutkan dengan kedatangan tamu. Tamu yang tak di duga.
''Jadi apa tujuanmu kemari Kris?'' tanya Kevin sambil menyeruput secangkir teh di hadapannya.
''Ih Mas ini, namanya kemari pasti Pak Krisna mau silaturahmi lah. Kamu ini kaku amat sih,'' kata Keira sambil menyikut perut suaminya.
''Ssssttttt tamu itu membawa rezeki, Mas. Jadi kita harus menghormatinya.''
''Rezeki apa? Dia saja kemari tangan kosong.''
''Mas, kamu bisa diam tidak? Pak Krisna tiap mau ngomong nggak jadi karena kamu sela terus. Kalau kamu menyela lagi, tidak ada jatah susu malam ini.'' Mendengar ucapan Keira, Kevin pun terdiam sambil menyunggingkan senyumnya.
''Oh jadi Tuan Kevin sekarang suka susu ya? Pantas ya sejak menikah, makin berisi. Padahal Tuan Kevin selama ini tidak suka susu, enek katanya. Dan lebih suka teh daripada susu.'' Sahut Krisna dengan polosnya.
''Nanti kalau kamu menikah, kamu harus minum susu biar semakin sehat dan kuat, Kris.'' Sahut Kevin.
''Pak Krisna sebenarnya ada apa kemari? Apa ada masalah kantor?''
''Tidak Nyonya. Saya ingin berbicara dengan anda. Lebih tepatnya konsultasi.''
''Konsultasi? Konsultasi masalah apa?''
''Mmmm masalah diri saya. Apa bisa kita bicara berdua saja?'' kata Krisna sambil melirik ke arah Kevin.
''Kamu macam-macam dengan istriku, Kris?'' kata Kevin dengan suara bassnya.
''Tidak Tuan! Anda jangan salah paham.''
''Baiklah, lebih baik kita bicara di halaman samping saja. Lebih tenang dan nyaman tentunya, sambil melihat kolam renang bisa segar.'' Ajak Keira.
''Baiklah Nyonya.''
''Mas, kamu tunggu di kamar ya. Aku akan berbicara dengan Krisna.''
''Awas ya jangan macam-macam!" ancam Kevin sambil menunjuk wajah Krisna.
''Iya Tuan saya janji. Saya ingin konsultasi jiwa saja.''
__ADS_1
''Kamu sakit jiwa Kris?''
''Mas, kamu ini ganggu saja. Sudah, Mas ke kamar sana! Nanti tidak ada jatah susu kalau Mas gangguin.''
''Iya-iya.'' Jawab Kevin pasrah.
Keira kemudian mengajak Krisna menuju halaman samping rumah.
''Cerita saja Pak Krisna, tidak usah malu. Anggap saja aku adik Pak Krisna. Karena Pak Krisna juga seusia kakakku.'' Kata Keira yang berusaha membuka obrolan karena Krisna tampak tegang.
''Mungkin Nyonya sudah mendengar cerita tentang saya dari Laras.'' Kata Krisna yang masih tampak ragu-ragu.
''Iya aku sudah mendengarnya dari Laras. Sebenarnya kondisi yang anda alami ini seperti gejala venustraphobia, atau kerap disebut pula caligynephobia. Fobia ini adalah perasaan takut berlebihan kepada wanita cantik. Dan ada lagi untuk istilah ini di dunia psikologi, perasaan lelaki yang mengalami fobia terhadap wanita yaitu gynophobia. Fobia ini menyebabkan pria merasa takut kepada wanita, lebih spesifik lagi wanita yang berpenampilan menarik. Apakah seperti itu?''
''Iya tapi bukan semata karena penampilan fisik. Lebih tepatnya saat berdekatan dengan mereka terutama mereka yang agresif.''
''Kalau untuk fobia venustraphobia, itu cenderung lebih ke rendahnya rasa percaya diri. Sedangkan untuk gynophobia lebih kepada kenangan buruk masa lalu, entah itu karena masalah percintaan, mengalami kekerasan dari ibu, nenek atau saudara perempuan. Karena gynophobia ini mengalami gejala yang sangat jelas. Gejala ini biasanya di awali dengan munculnya rasa mual, gugup, berkeringat, dan jantung berdegup kencang saat harus berinteraksi dengan wanita. Dari kedua fobia tadi, mana yang lebih pas dengan kondisi anda saat ini?''
''Yang ke-2 Nyonya.''
''Hahaha maafkan Laras ya yang sudah membuatmu takut. Begitulah sikapnya tapi dia memiliki hati yang sangat baik.''
''Iya saya mengerti, Nyonya. Tapi tetap saja semakin saya berusaha, semakin saya tertekan.''
''Apa Pak Krisna pernah punya pengalaman buruk di masa lalu?'' selidik Keira.
''Iya, ada.'' Jawab Krisna pelan. Krisna lalu menceritakan pengalaman buruknya saat SMA pada Keira. Itu terjadi saat Krisna kelas 2 SMA. Dimana dia yang seorang laki-laki biasa, menyukai gadis populer di sekolahnya. Dulu Krisna memang sangat cupu dan kutu buku. Namun ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaan pada gadis itu. Gadis itu akan menerima Krisna dengan syarat, selama satu Minggu Krisna harus jadi asistennya. Mulai dari mengerjakan PR gadis itu dan gangnya, membawa barang belanjaan gadis itu dan teman-temannya, menuruti setiap perintah dari gadis itu dan teman-temannya pula. Sampai satu Minggu berlalu, Krisna meminta jawaban dari gadis itu. Bukan penolakan yang baik tapi Krisna justru di bulli di depan semua murid perempuan di dalam gedung sekolah. Krisna di perlakukan buruk, di caci dan hina karena miskin dan cupu. Itu adalah kenangan terburuk yang membuat Krisna takut berhadapan dengan wanita.
''Ya ampun Pak Krisna, kenapa tidak melawannya sih? Anda kan laki-laki?'' kata Keira yang merasa kesal setelah mendengar cerita Krisna.
''Mana bisa saya bersikap kasar pada perempuan Nyonya. Saya hanya bisa pasrah saat mereka bersikap buruk padanya. Itu menjadi mimpi buruk untuk saya.''
''Memang ya pembulian itu benar-benar membekas dalam ingatan korban meskipun sudah lewat bertahun-tahun. Kurang ajar sekali gadis itu, aku jadi ingin melihat wajahnya secantik apa.''
''Kenapa Nyonya yang marah?''
''Ya iyalah marah. Mereka itu keterlaluan sekali. Lihat saja saat gadis itu bertemu Pak Krisna, dia akan sangat menyesal.''
''Lalu apa yang harus saya lakukan Nyonya?''
''Pak Krisna harus berusaha membuka diri. Pak Krisna itu tampan, mapan, punya karir yang bagus pula. Apalagi anda seorang pria memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada perempuan. Pria itu harus jadi pemimpin, Pak. Bukan berarti pemimpin itu menindas ya. Lalu bagaimana anda berinteraksi dengan teman wanita di kantor terutama Mbak Siska?''
''Awalnya juga gugup Nyonya tapi berhubung Mbak Siska sudah menikah, jadi saya sudah biasa mengontrol rasa gugup ini. Kalau dengan teman wanita yang lain, saya berusaha menjaga jarak dan bersikap dingin pada mereka, kadang juga saya sok galak supaya mereka tidak bisa mendekati saya. Bahkan tak jarang mereka suka bergosip tentang saya yang aneh-aneh. Bersyukurnya Tuan Kevin masih percaya dengan saya.''
''Lalu apa pendapat Pak Krisna dengan Laras?''
''Laras, dia cantik dan baik. Dia ceplas-ceplos, apa adanya, pemberani dan agresif memang. Belum apa-apa saya mau di ajak nikah.''
''Apa? Oh my god, si Laras bikin malu aja.'' Kata Keira yang begitu terkejut mendengar pengakuan Laras.
''Tapi saya suka karena dia itu lucu dan bisa membuat mood saya lebih baik. Tapi saya selalu saja tremor.''
''Mmmm kalau begitu bersikaplah dengan sedikit santai ya, Pak. Buang jauh-jauh kenangan buruk itu. Tidak semua wanita seperti itu. Laras memang menyukai Pak Krisna sejak pertama kali bertemu di panti. Dia memang tidak mau pacaran dan ingin segera menikah. Pengalaman buruknya dengan pria parasit membuatnya trauma dan enggan pacaran.''
''Iya Laras juga sempat cerita.''
''Aku memang tidak bisa merekomenadiskan obat karena aku masih kuliah, Pak. Kalau Pak Krisna ingin konsultasi sebainya ke psikiater karena anda dapat rekomendasi obat. Aku hanya bisa memberi saran kepada anda untuk lebih tenag dan santai. Ubahlah pikiran negatif itu menjadi positif bahwa ada seorang wanita yang tulus dan mencintai anda apa adanya. Anggap saja gadis masa lalu itu, gadis bodoh tidak berpendidikan. Sekarang bukalah lembaran baru, Pak. Life must go on! Jangan terjebak kenangan buruk tapi ciptakanlah kenangan baik. Kalau memang anda ingin mengenal jauh Laras, buka hati anda dan pastinya aku akan membantu.''
''Terima kasih ya Nyonya. Saya lebih lega dan plong sekarang.''
''Perbanyak joging dan menghirup udara pagi saja, Pak. Supaya pikiran kita lebih fresh dan tenang, mengikuti kelas yoga sepertinya juga lebih efektif.''
''Iya Nyonya. Ini untuk pertama kalinya saya konsultasi tentang masalah diri saya. Saya terlalu malau dan juga terlalu sibuk mengikuti ritme kerja Tuan Kevin yang memang luar biasa. Sekali lagi terima kasih Nyonya. Saya pamit langsung ya karena anda dan Tuan juga harus segera istirahat.''
''Iya Pak Krisna, semangat ya Pak!" kata Keira.
''Iya Nyonya.'' Jawab Krisna dengan senyum lebarnya. Krisna kemudian pamit dan segera pulang.
__ADS_1
Bersambung....