
Setelah semuanya siap, mereka bertiga kemudian menuju hotel. Krisna duduk di bangku depan bersama Mauren, sementera Kevin dan Keira duduk di bangku belakang. Kevin merasa heran kenapa hari ini Keira menjadi sangat manja padanya. Padahal biasanya tidak seperti ini. Bahkan selama perjalanan, Keira dengan erat memeluk lengan Kevin sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Kevin. Sesekali Keira melirik kearah cermin mobil, melihat ekspresi Mauren yang tampak kesal melihat Kevin dan Keira yang semakin mesra.
''Kevin, aku cuma mengingatkan kalau klien kita tidak bisa bahasa Indonesia.''
''Iya aku mengerti Mauren. Memangnya kenapa?''
''Ya semoga presentasi Keira tidak mengecewakan.''
''Kamu tenang saja, Keira pasti bisa.'' Jawab Kevin meyakinkan Mauren.
''Kei, kamu pelajari file ini ya.'' Pinta Kevin sambil memberikan sebuah berkas dokumen pada Keira.
''Baik, Mas. Oh ya memang klien Mas mau pakai bahasa Mandarin atau Inggris?'' tanya Keira.
''Bahasa Inggris saja. Tuan Steven Chou bisa mengerti bahasa Inggris.''
''Oh begitu, baiklah.'' Jawab Keira dengan senyumnya yang menyakinkan. Akhirnya mereka sampai di hotel. Sesampainya disana, Kevin bersama Keira, Mauren dan Krisna segera menuju ruang untuk meeting. Rupanya disana bukan hanya Tuan Steven dan Michael tapi ada beberapa manajer dan kepala divisi disana. Dan hal itu semakin membuat Keira semakin tegang.
''Mas, kok banyak orang?'' bisik Keira.
''Ya memang ini tim kita. Ada kepala tim produksi dan tim marketing juga.''
''Mas, aku gugup." Bisik Keira.
''Tenanglah.'' Kata Kevin sambil menggenggam tangan Keira.
''Selamat pagi! Good morning to Mr. Michael and Mr. Steven Chou. Maybe today is different because today I invite my wife to join. He will be on the team for our newest project.'' Kata Kevin saat membuka meeting tersebut.
''Istriku kemarilah.'' Kata Kevin pada Keira. Keira kemudian beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Kevin.
__ADS_1
''Perkenalkan diri kamu, sayang. Mungkin karyawan aku sudah mengenalmu. Tapi Tuan Stevan Chou dan Tuan Michael juga timnya belum mengenalmu.''
''Mas, aku sangat gugup.'' Bisik Keira sambil menarik lengan kemeja suaminya. Mauren tersenyum mengejek melihat wajah gugup Keira.
''Aku yakin dia hanya akan mempermalukan Kevin,'' batin Mauren.
''Tenang sayang, ada aku. Kamu adalah Nyonya Kevin, jadi tunjukkan bahwa kamu bisa. Kamu adalah seorang ahli psikolog jadi sudah pasti kamu bisa membaca gerak-gerik mereka.'' Bisik Kevin yang berusaha memberi semangat pada Keira. Keira kemudian menarik nafas lalu menghembuskannya. Rasa gugup sungguh membuat perutnya terasa mulas.
''Okay, good morning everyone. And ni hao to Mr. Steven Chou. My name is Keira. Actually, I don't know why my husband asked me to join his new project. This is my first experience in the business world which I have never been involved in. But today I will try to support my husband every step of the way. I also ask for cooperation from all of you. Thank you.'' Sambutan Keira itupun membuat semua orang memberinya tepuk tangan. Apalagi Kevin yang tidak menyangka bahwa istrinya begitu mahir bahasa Inggris.
''Xiaojie Mauren, Yuánlái Kevin xiānshēng de lǎopó yě hěn bàng (Nona Mauren, ternyata istrinya Tuan Kevin hebat juga).'' Kata Tuan Steven pada Mauren dalam bahasa Cina.
''Fūrén Keira, qíshí tā háishì zuìhòu yīgè xuéqí de xuéshēng shēnfèn. Wǒ bù tóngyì tā jiārù(Nyonya Keira, sebenarnya dia itu masih status mahasiswa semester akhir. Saya tidak setuju kalau dia bergabung)." Kata Mauren yang berusaha menghasut Tuan Steven Chou supaya Keira tidak bisa bergabung dalam tim. Karena hal itu bisa membuatnya semakin jauh dengan Kevin.
''Shénme? Suǒyǐ fūrén Keira shì xuéshēng? (Apa? Jadi Nyonya Keira masih mahasiswa?)." Kata Tuan Steven yang sangat terkejut. Mauren hanya mengangguk dengan tatapan kesal. Mauren berharap Tuan Steven meminta Kevin untuk tidak mengajak istrinya karena proyek yang sedang mereka tangani bukanlah main-main. Ternyata sedari tadi Keira memperhatikan apa yang di bicarakan oleh Mauren dan Tuan Steven.
''Dan selanjutnya, istri saya yang akan mempresentasikan ide barunya yang lebih fresh dan di terima semua kalangan,'' kata Kevin yang mempersilahkan Keira untuk melakukan presentasi. Kevin mengangguk dan memberikan senyuman untuk Keira.
''Previously, I was a final semester student of the psychology faculty. I am standing here because of my husband's compulsion. But we as sellers or producers, we must be able to understand the character or target consumers we are aiming for. We have to understand what they need. Especially about the need for technology. Exploring the character of a person in terms of business and even then is very important. So that we can see which business partners are sincere or just playing with us. Because by learning to understand a person's character, we can know a person's movements and body language. (Sebelumnya, saya memang seorang mahasiswi semester akhir fakultas psikolog. Saya berdiri disini karena paksaan suami saya. Tapi kita sebagai penjual atau produsen, kita harus bisa mengerti karakter atau target konsumen yang kita tuju. Kita harus paham apa yang mereka butuhkan. Apalagi tentang kebutuhan teknologi. Mendalami karakter seseorang dalam hal berbisnis itupun sangat penting. Supaya kita bisa melihat partner bisnis mana yang tulus atau hanya sekedar bermain dengan kita. Karena dengan belajar memahami karakter seseorang kita bisa mengetahui gerak-gerik dan bahasa tubuh seseorang).'' Kata Keira sambil melirik dan tersenyum mengejek ke arah Mauren.
''Yes, of course. I agree with your opinion Mrs. Kevin. That is a very extraordinary thought.'' Sahut Tuan Michael.
''Please continue your presentation, Madam. I'd love to hear what you think about this project. I don't mind if Mr Kevin has a young wife but what I like is your way of thinking is very broad.'' Sambung Tuan Michael.
''Thank you Mr. Michael.'' Kata Keira dengan senyumnya. Dan Keira pun melanjutkan presentasinya dengan menggunakan bahas Inggris. Semua orang sangat terpukau dengan kemampuan Keira. Krisna pun tidak menyangka kalau Nyonya Bosnya ternyata sangatlah hebat. Rapat yang berlangsung selama dua jam itupun akhirnya selesai. Mereka semua setuju dengan pendapat Keira, bahkan ide yang di berikan oleh Mauren pun akhirnya tersingkirkan dengan ide baru dari Keira. Mauren sangat kesal karena ia merasa tidak dianggap oleh mereka semua. Bahkan mereka sangat memuji Keira dalam rapat itu. Kevin sebagai suami pun turut mendapatkan pujian atas apa yang di lakukan oleh istrinya. Rasa bangga, kagum dan cintanya pada Keira semakin bertambah pula.
Sebelum Kevin dan Keira meninggalkan ruang rapat, Tuan Michael dan Tuan Steven Chou terlebih dahulu mengajak mereka berbicara.
''Mrs. Keira, please accept a small gift from me. This is a honeymoon gift from me. Enjoy a very romantic honeymoon with Mr Kevin on my private Island. Belize Island, Central America." Kata Tuan Michael sambil memberikan tiket VVIP untuk Keira.
__ADS_1
''And enjoy your trip with my private jat facility. I'm sorry madam with what I said earlier. It really doesn't make any sense.'' Sahut Tuan Steven Chou yang menawarkan jet pribadinya untuk Kevin dan Keira selama mereka pergi berbulan madu.
''I am very touched by the gifts you gave. All of this is really unexpected. I can only thank you for this wonderful gift.'' Kata Keira yang merasa tersentuh dengan hadiah yang di berikan oleh mereka.
''Sir, this is all too much. I feel I don't deserve it.'' Kata Kevin yang merasa bahwa semuanya berlebihan.
''No! No! It's not too much.'' Kata Tuan Michael.
''Apart from wedding gifts, it is also a form of our admiration for Mrs. Keira.'' Sahut Tuan Steven.
''Thanks you, Sir. Thanks you so much.'' Kata Kevin yang juga terharu dengan hadiah dari dua partner barunya itu.
''After this project is a success, we must work together again Mr. Kevin.'' Sambung Tuan Steven Chou.
''Yes, of course.'' Jawab Kevin dengan penuh semangat. Keduanya lalu saling berjabat tangan dan pergi meninggalkan ruangan.
''I love you so much, sayang. Aku beruntung memiliki kamu.'' Kevin kemudian memeluk dan mencium pipi Keira bertubi-tubi di hadapan Krisna dan Mauren.
''Mas, udah! Kasihan mereka yang jombo nih." Kata Keira sambil melirik ke arah Krisna dan Mauren. Mauren yang kesal pun kemudian meninggalkan ruangan.
''Biarin! Supaya mereka tahu bahwa istriku ini sangat hebat.''
''Tuan-Nyonya, tolonglah hargai saya yang jones ini.'' Kaya Krisna memelas.
''Baiklah Mas, ayo kita rayakan keberhasilan kita.''
''Baiklah Ayo!" Kata Kevin dengan semangat.
''Pak Krisna, ayo kita rayakan keberhasilan kita. Sekaligus aku akan mencarikanmu pacar,'' kata Keira sambil menepuk bahu Krisna. Krisna dengan semangat mengekor Tuan dan Nyonya-nya itu. Sementara Mauren entah kemana perginya.
__ADS_1
Bersambung.....