
''Mah, aku menang!" seru Marvel dengan bangganya saat ia bisa mengalahkan Papanya. Kevin mengedipkan matanya pada Keira, memberi tanda bahwa ia sengaja mengalah dan Keira mengerti itu.
''Wah, Kakak Marvel hebat ya! Mungkin karena Papa sudah mulai menua jadinya kalah deh.''
''Enak saja Tua, masih muda kali Mah.'' Sahut Kevin yang tidak terima dianggap tua.
''Ya sudah ayo naik! Kita mandi yuk bersih-bersih.'' Mendengar aba-aba dari Keira, Kevin dan Marvel segera naik ke permukaan.
''Oh ya Mah, yang menang dapat apa?'' tanya Marvel penasaran.
''Mama akan memberikan hadiah coklat dan ice cream untuk yang menang.''
''Yes! Itu kesukaanku, Mah. Lalu yang kalah hukumannya apa Mah?''
''Yang kalah, harus menyiapkan makan malam.''
''Sayang, aku mana bisa masak.'' Protes Kevin.
''Kamu pasti bisa, Mas. Masak apa sajalah nanti kita pasti makan. Yang jelas harus sportif.'' Kata Keira.
''Nanti aku kasih bonus plus-plus kalau kamu mau memasak untuk kita,'' bisik Keira dengan manja tepat di telinga Kevin.
''Oke siap! Aku pasti semangat memasak untuk Mama dan Kakak Marvel.''
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Kevin disibukkan dengan ponselnya. Keira menatap penuh selidik ke arah suaminya yang duduk di sofa.
''Lagi chat sama siapa sih Mas, serius amat.''
''Siapa yang chat sih sayang, aku sedang sibuk mencari menu makan malam yang enak dan pas untuk suasana malam disini.''
''Oh jadi sedang sibuk mencari resep.''
''Ya sudah selamat mencari resep, Mas. Aku mau ke teras menemani Marvel menonton televisi.''
''Eits tunggu dulu!" secepat kilat Kevin menarik tubuh Keira hingga Keira jatuh di pangkuannya.
''Mas, apa sih? Kamu bikin kaget deh.''
Kevin menatap istrinya lekat-lekat. Ia kemudian memberikan kecupan di kening dan bibir istrinya.
''Mas, ini masih sore lho ya, Marvel belum bobo.''
''Hehehe iya aku mengerti. Aku hanya ingin memastikan bahwa nanti malam kamu akan memberikan hadiah plus-plus untukku kan?''
''Iya Mas, aku janji.''
__ADS_1
''Apa plus-plusnya yang itu?'' tanya Kevin sambil melihat kearah dada Keira yang semakin tampak berisi karena hamil.
''Apanya yang itu?'' goda Keira.
''Itu sayang, yang empuk-empuk. Kalau dingin seperti ini enak yang empuk-empuk.''
''Iya-iya, Mas. Kapan sih aku berbohong? Ya sudah, aku temani Marvel dulu ya.''
''Iya sayang.'' Jawab Kevin. Keira lalu memberikan kecupan di bibir Kevin. Setelah itu ia turun dari pangkuan suaminya dan segera menyusul Marvel.
Setelah mendapatkan resep yang pas, Kevin sedang sibuk menyiapkan makan malam. Layar ponselnya menampilkan vidio memasak sup buntut. Kevin mengikuti semua cara di channel masak itu. Sementara Keira dan Marvel sudah duduk dengan tenang di ruang makan. Keduanya hanya bisa melihat Kevin yang sedang sangat sibuk di dapur. Kebetulan antara dapur dan ruang makan satu ruangan tanpa sekat.
''Pah, cepat dong! Aku dan Mama sudah lapar." Kata Marvel sambil mengetukkan sendok dan garpu di piring.
''Iya sabar, Marvel! Sup nya sudah jadi, tinggal dadar jagungnya nih yang masih Papa goreng.'' Jawab Kevin tanpa mengalihkan pandangannya pada Marvel.
''Mas, butuh bantuan?'' tanya Keira.
''Oh tidak usah sayang! Kamu duduk saja bersama Marvel. Sabar ya tinggal sedikit lagi.''
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya masakan sudah siap di meja makan. Terlihat peluh Kevin membasahi wajahnya. Keira mengambil sehelai tisu lalu mengusap keringat suaminya.
''Aduh kasihan suamiku.''
''Ini membuktikab bahwa Papa sportif ya.''
''Pasti enak dong!" kata Kevin dengan penuh percaya diri.
''Bagaimana Kei-Marvel?'' Kevin begitu penasaran dengan jawaban Keira dan Marvel saat masakan itu masuk ke mulutnya.
''Mmmmm Papa salah memasukkan gula ya ke supnya? Kok manis.'' Ekspresi Marvel sambil mengerutkan keningnya.
''Tinggal tambah garam saja Mas, nanti enak.'' Sahut Keira. Kevin kemudian mencicipinya dan ternyata memang manis.
''Yahh kalau ini jadinya kolak bykan sup,'' ucapnya dengan wajah lesu.
''Terus ini dadar jagungnya juga keasinan Pah.'' Kata Marvel. Kevin lalu mencicipinya.
''Iya ini garam bukan lagi asin. Yahh gagal deh. Maaf ya, Papa sudah berusaha.''
''Tidak apa-apa, Mas. Kalau dadar jagungnya di makan sama nasi tidak terlalu terasa. Biar supnya aku ubah jadi semur buntut saja, tunggu sebentar ya.'' Ucap Keira sambil membawa panci berisi sup buntut itu. Tidak butuh waktu lama bagi Keira untuk mengubah makanan itu. Hanya dengan menambahkan santan, jahe, daun salam dan kecap, semuanya sudah pas.
''Nah ini sudah jadi masakannya.'' Kata Keira.
''Ayo Marvel, Mas Kevin, di makan.''
__ADS_1
''Maaf ya sayang, malah kamu yang repot.''
''Tidak masalah Mas. Yang penting dedek bayinya tidak rewel, aku sih semangat-semangat saja. Ya udah yuk kita makan, selamat makan!"
"Mama memang the best. Masakannya jadi semakin enak.'' Puji Marvel.
''Terima kasih Kakak Marvel.''
''Hmmmm enak lho! Kamu memang terbaik dan tersegalanya, sayang.'' Kata Kevin sambil membelai wajah istrinya.
''Terima kasih, Mas.''
-
''Marvel sudah tidur sayang?'' tanya Kevin yang tetap saja sibuk dengan laptopnya.
''Sudah Mas.''
Mendengar jawaban Keira, Kevin menutup laptopnya dan tersenyum penuh arti kearah Keira.
''Kalau begitu sekarang giliran kita sayang.'' Tanpa banyak basa-basi, Kevin menggendong Keira dan membawanya ke kamar sebelah.
''Dasar kamu ya, Mas.''
''Sayang kalau di puncak begini, enaknya memang bobo sambil pelukan.''
''Kamu memang manusia egois, kasihan Marvel.''
''Cinta ku yang terlalu besar yang membuat ku egois. Kamu tahu saat Marvel dewasa nanti, dia akan meninggalkan kita dengan keluarga kecilnya. Dan hanya kamu yang akan setia mendampingi aku, sayang.''
Setelah sampai di kamar, Kevin lalu menurunkan Keira dari gendongannya. Kevin kemudian membungkuk, mendekat kearah perut Keira.
''Halo baby sayang, Papa minta ijin bikin Mama senang ya malam ini. Kamu baik-baik di dalam ya kalau merasakan guncangan. Muach!" ucap Kevin sambil mencium perut Keira.
''Kamu ini semakin aneh saja ya, Mas.''
''Supaya dia tidak rewel sayang jadi aku minta ijin dulu.'' Kevin lalu melingkarkan tangannya pada pinggang Keira. Kevin kemudian mendaratkan ciuman di bibir Keira dengan lembut. Keduanya pun lalu saling berpagut mesra. Lidah keduanya saling menjulur dan saling membelit. Ciuman semakin panas, di suasana yang begitu dingin. Tangan Kevin kemudian membuka tali daster kimono milik Keira yang meninggalkan bra dan cd. Tangan Keira juga aktif membuka kancing piyama dan celana milik suaminya. Keira yang malam itu di kuasai oleh gairah, mengecup dan menciumi dada bidang pria yang di cintainya itu.
''Ooughhh...!!" de..sa..h Kevin. Keira lalu mengiring Kevin menuju tempat tidur. Keira mendorong Kevin hingga jatuh terlentang.
''Oh istriku sepertinya malam ini menggila!" kata Kevin saat melihat Keira mulai naik di atas tubuhnya.
''Boleh kan Mas?''
''Lakukan saja apa yang kamu inginkan, sayang.'' Jawab Kevin dengan nafas terengahnya. Dan Keira melanjutkan menciumi tubuh suaminya. Lidah Keira bermain dengan lincahnya di atas dada Kevin lalu turun ke arah perut.
__ADS_1
''Ouhh sayang, terus.'' Pinta Kevin di sela-sela de..sa..hannya. Dan malam itu Keira yang menguasai diri Kevin. Gairah bercinta Keira bangkit tak terkendali. Kevin membiarkan Keira menyalurkan hasratnya, setelah itu ia yang menyalurkan hasratnya untuk mencumbu setiap inchi tubuh istrinya tanpa terlewat.
Bersambung.... Next part besok yaa Jangan lupa like, komen dan votenya ya, makasih 🙏❤️