
Yukkkk like, komen dan votenya jangan lupa yaaaaa...
...*Selamat Membaca*...
Dalam ilmu psikologis yang di alami Keira, dalam bahasa medis, seseorang yang seringkali mengigau biasa disebut dengan somnioquy. Hal ini merupakan sebuah gejala yang biasanya terjadi ketika seseorang tengah dalam keadaan kondisi setengah sadar. Dan dalam medis juga seseorang yang sering mengigau masuk ke dalam parasomnia, hal ini dikarenakan adanya sebuah perilaku abnormal yang menyebabkan seseorang tersebut kesulitan tidur. Namun kondisi Kevin kali ini di perngaruhi karena tekanan emosional yang tinggi. Bahkan Keira menduga sakit yang Kevin rasakan karena faktor stress, lelah dan depresi. Itulah yang kini ada dalam benak Keira, sampai ia membiarkan Kevin memeluknya untuk beberapa saat.
Keira bisa merasakan detak jantung Kevin yang terdengar sangat cepat. Ada kegelisahan, rasa bersalah dan kekhawatiran yang bersarang dalam benak Kevin. Keira lalu meletakkan telapak tangannya di atas dada Kevin. Keira lalu menepuk-nepuk pelan dada Kevin.
''Tenanglah, semuanya baik-baik saja. Aku yakin Marvel baik-baik saja,'' ucap Keira sambil terus menepuk pelan dads Kevin. Apa yang di lakukan Keira adalah supaya Kevin merasa tenang dan tidak terus mengigau. Perlahanz Keira bisa melepaskan dirinya dari dekapan Kevin namun lagi-lagi Kevin menggenggam erat tangannya. Kemudian Keira pun bergantian membalas genggaman tangan Kevin sambil mengusapnya lembut. Dan cara itu mampu menenangkan Kevin. Keira lalu menatap wajah Kevin dan terlihat mata Kevin yang membengkak karena sudah pasti Kevin habis menangis.
''Hmmm rasanya aneh sekali melihat si kepala batu dalam kondisi seperti ini. Sembuhlah tuan Kevin, aku masih dendam dan ingin meninju wajahmu yang telah menyakiti Marvel,'' gumam Keira dalam hati. CEKLEK. Suara pintu kamar Kevin terbuka.
''Permisi!"
''Masuk!" sahut Keira dari dalam. Alan sangat terkejut saat melihat Keira ada disana. Dia adalah dokter Alan. Usianya sebaya dengan Kevin, di tambah ia adalah sahabat Kevin juga. Hampir semua keluarganya berprofesi sebagai dokter. Mulai dokter umum hingga spesialis. Bahkan keluarga meraka pun sampai mendirikan rumah sakit yang mana hampir semua pekerjanya adalah sebagian dari keluarga besar Alan. Dokter Alan sendiri sudah berkeluarga dan memiliki sepasang anak-anak yang lucu. Sebagai sahabat, Alan tentu terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang tengah duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Kevin.
''Dokter, tuan Kevin sedang sakit sebaiknya anda segera memeriksanya. Suhu tubuhnya tinggi, saya juga sudah mengompresnya di tambah dia terus mengigau,'' jelas Keira.
''Ya begitulah dia kalau saat sedang sakit. Pasti faktor utamanya stress dan depresi.'' Kata Alan. Mendengar ucapan Alan, sepertinya keduanya berteman, pikir Keira.
''Apa Dokter mengenal tuan Kevin?''
''Tenti saja. Dia ini sahabat yang sangat keras kepala. Mmm kamu siapa? apa kekasih barunya? oh syukurlah akhirnya dia punya kekasih baru. Sudah bertahun-tahun aku tidak pernah melihatnya bersama seorang wanita,'' kata Alan yang tidak memberikan kesempatan bagi Keira untuk menjelaskannya.
__ADS_1
''Saya bukan ke...''
''Sudah tidak apa-apa, tidak usah malu. Aku tahu Kevin tidak akan memberitahukan kalau dia sudah punya kekasih. Dan kamu tidak perlu berakting seperti itu. Aku akan diam dan merahasiakannya. Tangan kalian saja seperti ada lem-nya, lengket!'' kata Alan sambil mempersiapkan pelaratan dokternya. Alan juga memasangkan infus untuk Kevin, supaya tubuhnya tidak lemas karena ***** makannya yang hilang. Keira lalu melirik kearah tangannya dan benar saja tangannya dengan tangan Kevin saling menggenggam erat. Bahkan Keira baru menyadarinya. Di hadapan Alan, Keira berusaha melepaskannya namun tangan Kevin sangat erat menggenggamnya.
''Sudah tidak apa-apa, kamu genggam saja tangannya. Oh ya siapa nama kamu? sepertinya kamu masih sangat muda.'' Kata Alan sambil memerika Kevin.
''Nama saya Keira, dokter. Saya ini buka siapa-siapanya tuan Kevin.''
''Sudah tidak apa-apa, kamu tidak usah malu. Aku justru senang karena Kevin punya pasangan kembali. Kevin dulu juga pernah seperti ini, setelah kepergian Kania. Si kepala batu ini tidak akan pernah sakit seperti ini kalau bukan karena stress dan sedang dalam kondisi tertekan terutama soal keluarga. Dulu saat orang tuanya meninggal, Kevin seperti ini juga tapi dulu Ayahku yang menanganinya. Lalu setelah itu saat istrinya meninggal, dia juga seperti ini. Dan sekarang dia kembali seperti ini karena Marvel yang hilang dan belum di temukan. Kasihan sekali dia. Aku sudah membawakan obat yang memang sudah aku resepkan karena aku sudah hafal sakitnya si kepala batu ini.'' Jelas Alan panjang lebar yang hanya bisa membuat Keira terdiam dan mendengarkan ocehannya, yang tanpa soasi itu. Sikap Alan sendiri hampir sama dengan Miko yang humble dan ceria.
''I-iya Dokter.''
''Dalam waktu 2-3 hari dia akan pulih. Tapi tergantung Kevin juga ada keinginan sembuh atau tidak. Karena kan dia juga menderita maag. Kalau terus di biarkan apalagi dia tidak mau makan, penyakit maag bisa menjadi kronis dan menyebabkan kanker lambung.''
''Iyalah. Dia bukan hanya butuh makan tapi juga butuh perhatian serta kasih sayang. Aku harap kamu bisa membantunya karena kalau tidak, kondisinya akan memburuk dan dia bisa is dead! kasihan Marvel kan,'' ceplos Alan tanpa tedeng aling-aling. Mendengar ucapan Alan, Keira mengerutkan dahinya. Bagaimana bisa seorang sahabat berbicara seperti itu pada sahabatnya. Is Dead!
"Baiklah Keira, aku akan meninggalkan kartu nama untukmu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya. Aku harus segera ke rumah sakit karena ada pasien yang harus aku tangani. Aku titip Kevin padamu ya. Jangan sampai dia mati sia-sia, oke!" Kata Alan sembari merapikan kembali alat kerjanya dan segera berlalu. Keira mendengus kesal, ia frustasi dan mengacak rambutnya. Ia bingung harus berbuat apa, terjebak di antara ayah dan anak yang sedang terluka batinnya.
...****************...
Sementara itu di lain tempat, di sebuah cafe, Miko dan Alan sedang tertawa terbahak-bahak sambil sesekali menyesap cangkir berisi kopi hitam pekat itu.
''Alan, Alan, omongan elo lebih pedas daripada si Kevin.'' Kata Miko seraya tertawa.
__ADS_1
''Ya mau gimana lagi, gue bilang aja kalau di bairkan Kevin bakal is dead. Kasihan Keira juga sih, dia bingung dan ling lung. Terjepit dalam situasi yang tidak dia duga.''
''Ya biarkan saja lah. Karena Keira yang mampu mengendalikan Kevin dan Marvel. Sudah saatnya mereka berdua berdamai. Sumpah gue pusing tiap lihat Keira dan Kevin itu berantem. Apalagi Kevin dengan segala prasangka buruknya pada Keira. Semoga dengan kejadian ini mereka bisa berdamai. Yang paling bikin gue sedih itu Marvel. Dia benar-benar terluka dengan semua ini terlebih dengan sikap Kevin.''
''Terus bagaimana kabar Marvel? apa sudah di temukan?''
''Sebenarnya Marvel sudah ketemu dan dia berada di rumah Keira.''
''Hah? kok bisa? wah gila elo ya,'' seloroh Alan.
''Elo tahu nggak sih, Marvel itu di temuin sama Kakaknya Keira di makam Kania. Coba elo pikir? Marvel kabur setelah mendengar semua pengakuan Kevin tentang meninggalnya Kania. Tadinya Keira mau bawa Marvel pulang tapi gue yang cegah. Gue sengaja nglakuin ini buat kasih pelajaran Kevin. Supaya dia menyadari kesalahannya dan tidak bersikap egois pada Marvel. Marvel hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa, Alan. Marvel sendiri tidak mau pulang karena dia takut membuat papanya. sedih jadi dia milih tinggal sama Keira.''
''Kasihan juga Marvel. Kevin memang tega sih, padahal semua itu kan sudah takdir. Kematian itu takdir yang tidak bisa hindari. Ya gue setuju sama elo, Mik. Tapi jangan lama-lama, kasihan juga Kevin.''
''Gue juga nggak tega-tega banget, Lan. Besok biar Keira bawa Kevin pulang. Dan gue nggak nyangka juga kalau Kevin sampai seperti ini. Dia benar-benar mengukum dirinya sendiri untuk menebus kesalahannya. Dan hal seperti ini kan bisa gue manfaatin buat deketin Kevin sama Keira.''
''Ya semoga saja semuanya segera membaik. Gue juga pingin lihat Kevin bahagia seperti dulu lagi.''
''Sekali lagi thanks ya Lan, elo udah mau bantuin gue.''
''Jelas lah, Mik. Ini semua kan demi kebahagian Marvel dan Kevin.'' Ungkapnya.
Sebelumnya Miko memang sudah menghubungi Alan tapi Miko sengaja mengatur rencana dengan Bi Nani untuk menceritakan sepenggal masa lalu Kevin yang menyedihkan. Dan mengatur supaya kedatangan Alan seolah natural begitu saja, padahal mereka bertiga sudah bekerja sama. Semua itu Miko lakukan untuk mengambil hati Keira supaya luluh dengan Kevin. Miko pun sudah menceritakan bagaimana awal pertemuan Kevin dan Keira. Akhirnya Alan pun menyetujui rencana kecil itu. Apalagi dengan sikap Alan yang ceplas-ceplos itu cukup membuat Keira terkejut. Dan sudah pasti Keira merasa di bebani tanggung jawab oleh Alan.
__ADS_1
Bersambung.....