
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Kevin segera menyusul Keira ke kamar. Tampak Keira telah mengenakan pakaian haram yang menggoda. Keira sedang duduk di hadapan cermin meja riasnya sembari menyisir rambut panjangnya itu. Kevin lalu datang memeluknya dari belakang.
''Kenapa kamu semakin hari semakin cantik ya?''
''Mas, kalau masalah cantik, tidak perlu di ragukan lagi. Kalau aku tidak cantik, mana mungkin jasa pacar sewaanku laku.''
''Kalau mengingat pekerjaanmu, aku benar-benar kesal.''
''Kesal kenapa?''
''Kesal karena kecantikan kamu di nikmati oleh semua pria. Seharusnya kamu tidak melakukan pekerjaan itu. Seandainya aku ingat siapa saja yang pernah menyentuhmu, aku akan membunuhnya detik ini juga.''
''Ternyata kamu sangat posesif ya?''
''Sangat! Itu karena aku mencintaimu, Kei. Sekali lagi maafkan semua sikap kasar ku dulu ya.''
''Aku sudah melupakannya, Mas. Meskipun setiap mengingatnya, ingin rasanya aku menyumpal mulutmu,'' jawabnya dengan kesal.
''Aku mau di sumpal kok tapi menyumpalnya harus pakai bibir,'' ucapnya seraya tertawa kecil.
''Dasar kamu!'' Keduanya saling menatap dan tersenyum lewat pantulan cermin. Kevin lalu menurunkan bibirnya ke arah leher Keira. Keira merasakan geli saat Kevin menyentuh lehernya dengan bibirnya. Kevin kemudian menelusupkan tangannya pada dada Keira dan meremasnya dengan lembut, sambil terus mengecup leher Keira dengan penuh gairah. Keira yang masih duduk di depan meja riasnya itu, hanya bisa menggeliat merasakan nikmat. Kevin selalu bisa membuat suasana baru setiap kali bercinta. Tentu saja karena Kevin lebih berpengalaman. Kevin lalu mengangkat tubuh Keira, menggendong depan Keira. Keira lalu memeluk dan melingkarkan kakinya pada pinggang Kevin. Keduanya lalu berciuman saling berpagutan dan sesekali saling mengigit kecil. Kevin lalu melucuti lingerie warna merah menyala itu, kini tubuh Keira tampak polos tanpa sehelai benang pun.
Nafas keduany pun terengah dan saling beradu. Kevin kemudian melucuti sendiri pakaiannya. Kini tampak lolipop itu berdiri tegak dengan gagahnya. Kevin kemudian menindih tubuh Keira dan kembali mencumbunya dengan ciuman dan sentuhan lembut. Terlebih saat tiba Kevin tiba di bagian favoritnya, yaitu dua gunung kembar. Kevin menghisapnya dan memberinya gigitan kecil pada pucuk gunung kembar itu. Keira hanya bisa melenguh sambil menekan kepala Kevin lebih dalam ke arah dadanya. Keira lalu mendorong kepala Kevin ke bawah, ke area perut rampingnya lalu ke bawah lagi, di area lembah bersemak.
Permainan lidah Kevin, sungguh membuat Keira merasa ketagihan. Kevin tahu bagaimana caranya memuaskan hasrat gadis muda yang polos itu, yang tidak pernah mempunyai pengalaman bercinta sama sekali. Keira merasa lembahnya mulai basah dan becek seperti jalanan yang tersapu derasnya air hujan.
''Ahhhhh, Mas.'' Lirih Keira dalam desahannya. Keira kemudian bangkit dari sofa dan meminta Kevin untuk duduk di sofa. Kini ia yang bergantian untuk memuaskan suaminya. Di lahapnya lolipop itu dalam-dalam sampai lenguhan nikmat lolos dari bibir Kevin.
''Uhhhhh, Kei. Kamu mmmphhh, hebat!"
Apa yang Kevin ucapkan, semakin membuat Keira semangat untuk melahap lolipop di hadapannya itu. Dan sepertinya itu menjadi favorit untuk Keira. Malam itu mereka habiskan waktu bersama untuk bercumbu dan memadu kasih. Gairah pengantin baru yang begitu menggebu. Terlebih Kevin ingin sekali segera memiliki anak dari buah cintanya bersama Keira.
__ADS_1
-
Keesokan paginya, Kevin dan Keira masih berada di balik selimut. Kevin dengan erat memeluk tubuh Keira yang masih polos itu dari belakang.
''Kei, hari ini kamu ikut ke kantor ya?''
''Iya Mas. Tapi biarkan aku bangun.''
''Sebentar sayang, aku masih ingin seperti ini.'' Kata Kevin dengan nada malas.
''Mas, kan semalam kita sudah melakukannya sampai kamu minta tambah terus. Kenapa kamu kuat banget sih? Habis keluar, eh tegak lagi.'' Tanya Keira dengan polosnya.
''Kamu yang selalu membuatku tegak. Ini saja sudah turn on lagi sayang. Bisa nggak ya nempel terus gitu?''
''Kasih saja skrup dan baut, Mas.''
''Kamu kalau sudah normal, kumat judesnya. Tapi kalu udah di ajakin bercinta, hilang judesnya.''
''Terima kasih ya Mas untuk cinta dan kebaikan kamu. Dan untuk lolipopnya yang kenyal seperti marsmellow.''
''Hahaha dasar kamu! Kamu juga suka kan? Sekalipun usia kita terpaut 10 tahun tapi keperkasaanku tidak bisa di ragukan. Memangnya ini benar pertama kalinya kamu melihat lolipop dan menyentuhnya langsung?''
''Ya iyalah, Mas. Memangnya punya siapa yang mau aku pegang dan sentuh? Aku gadis baik-baik ya. Ya kalau lihat di film biru pernah sih.''
''Apa? Jadi kamu pernah lihat film biru? Sama siapa kamu melihatnya?''
''Sama Johan dan Laras. Waktu itu nggak sengaja aja nonton di kontrakannya Johan.''
''Astaga, kamu nakal juga rupanya. Sama Johan lagi, kurang ajar si Johan ya. Dia meracuni kamu. Apalagi nontonnya di kontrakan Johan. Ngapain aja kamu disana?''
''Ya ampun, Mas. Nggak ngapa-ngapin lah? Nontonnya nggak sengaja, mau nonton dvd apa yang di putar apa. Lagian nggak nyampai satu jam kok.''
__ADS_1
''Itu si Johan beneran mesum ya. Bawa dua cewek ke kontrakan terus punya dvd kayak gitu pula,'' cerocos Kevin kesal.
''Ihhh, si Johan aja nggak tahu. Dia pinjam teman sekelasnya mau nonton film avenger waktu itu, eh temennya salah ngasih. Antara cover dvd dan isinya beda.''
''Awas ya kalau kamu nonton kayak gitu lagi!" ancam Kevin.
''Nonton juga waktu itu aja. Habis itu nggak pernah lagi. Tapi kalau udah nikah aku boleh nonton nggak, Mas?''
''Nonton apa?''
''Nonton film biru, buat referensi kita di ranjang, hehehe,'' celetuk Keira apa adanya.
''Oh rupanya kamu udah mesum banget ya pikirannya.''
''Gimanya nggak mesum? Di pikiranku selalu terlintas lolipop milik mu dan terlintas adegan kita saat bercinta. Jadi kamu yang meracuni pikiranku.''
''Wah, rupanya kamu sudah kecanduan juga ya.''
''Salah siapa membuatku jadi candu. Aku kan anak lugu dan polos terus ku racuni dengan hal-hal seperti itu, otomatis terekam dalam otakku. Coba kita tidak menikah, mungkin pikiranku masih lurus-lurus saja.''
''Terus saja mencari kesalahanku. Tapi ide kamu bagus juga. Supaya kita semkin hot, iya nggak sih?'' Kata Kevin sambil mengendus tengkuk Keira.
''Kasih api aja biar hot Mas, hehehe. Ya udah Mas, aku mau mandi. Nanti kamu bisa terlambat dan Marvel juga harus ke sekolah.''
''Kita mandi bareng ya?''
''Yang ada bukannya mandi kalau sama kamu, Mas.''
''Memang itu yang aku mau.'' Kata Kevin dengan senyum nakalnya. Kevin lalu beranjak dari tempat tidur dan menggendong Keira menuju kamar mandi.
Dan pagi itu Kevin kembali memaksa istrinya secara halus untuk bercinta kembali di dalam kamar mandi. Sambil menyelam, minum air.
__ADS_1
Bersambung......