
Hari itu mau tidak mau, Keira terpaksa merawat Kevin sampai lewat jam makan siang. Akhirnya demam Kevin berangsur turun dan tubuhnya mulai mengeluarkan keringat. Dengan handuk kering, Keira mengusap keringat yang membasahi wajah tampan pria itu.
''Kalau diam seperti ini, ya terlihat lah ketampanannya tapi kalau melek dan mulut pedasnya bicara, sumpah pingin nabok,'' gumam Keira dalam hati. Tiba-tiba ponsel Keira berdering, panggilan masuk dari kakaknya. Keira lalu menjauh dari tempat tidur Kevin dan berdiri di dekat jendela supaya tidak menganggu Kevin.
''Halo Kak, ada apa?''
''Kei, aku dengar dari Cindy kamu di keluarkan magang dari sekolah ya? memang ada masalah apa sih kamu sampai kamu di keluarkan?'' tanya Kenny dengan wajah serius di seberang sana.
''Aduh, akhirnya Kak Kenny tahu juga,'' batin Keira.
''Kei, kenapa diam? kamu bikin ulah?''
''Ulah apa sih, Kak? aku tidak membuat ulah. Aku di keluarkan karena masalah pribadi. Asal kakak tahu, yang mengeluarkan aku itu bukannya kepala sekolah tapi putri dari pemilik yayasan.''
''Kok bisa? kenapa dia ikut campur? kamu tidak sedang berbohong kan?''
''Tidak Kak, untuk apa aku berbohong. Putri dari pemilik yayasan itu tunangannya Ferdi. Kakak sudah bisa menebak kan apa yang terjadi?'' ucap Keira dengan kekesalannya.
''Oh ternyata itu alasan Ferdi meninggalkan kamu. Sekarang kamu kena imbasnya kan? apa perlu aku memberi dia pelajaran.''
''Tidak usah, Kak. Biarkan saja dia. Aku tidak mau tahu lagi tentang Ferdi. Meskipun kecewa dan sakit hati tapi aku berusaha untuk tidak peduli.''
''Baguslah kalau begitu, itu lebih baik. Kalau kamu masih disana, bisa-bisa kamu mendapatkan fitnah dan gunjingan di sekolah. Hari ini aku akan pulang cepat dan sekarang kamu dimana kalau tidak di sekolah? kluyuran lagi?''
''Tidak Kak! Mmmm aku.... aku....'' berfikir. ''Aku di panti jompo, Kak. Iya aku di panti jompo untuk mencari tempat magang baru, hehehe.''
Ucap Keira berbohong.
__ADS_1
''Serius kamu, Kei?'' tanya Kevin seolah tidak percaya.
''Iya Kak. Aku sedang merawat kakek tua yang sedang sakit. Kasihan deh, Kak. Dia di tinggalkan di panti jompo karena keluarganya tidak peduli lagi. Istrinya sudah lama meninggal, lalu anaknya entah pergi kemana.'' Kata Keira sambil melirik ke arah Kevin. Namun sebenarnya Kevin sudah sadar. Ia perlahan membuka matanya saat Keira menerima telepon dari kakaknya, jadi Kevin pun mendengar semua pembicaraan keduanya. Dan Kevin memilih pura-pura tidur supaya bisa mendengar pembicaraan keduanya. Namun justru Kevin begitu kesal sampai mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Keira itu.
''Ya sudah itu lebih baik, Kei. Kamu bisa menghibur mereka dan juga mereka pasti bahagia kalau di perhatikan. Baiklah kalau begitu kalau sudah selesai, cepat pulang ya. Kamu harus membantu ku mempersiapkan pernikahan.''
''Iya-iya tenang saja, aku tahu kok kalau hari pernikahan itu sudah ada di depan mata. Aku akan pulanh cepat dan tidak akan kluyuran lagi. Percayalah padaku kakak, bye.'' Keira lalu mengakhiri panggilannya.
''Sebenarnya aku kasihan padanya saat mendengar dia di berhentikan dari sekolah hanya karena masalah pribadi. Tapi mendengar ucapannya barusan, benar-benar membuatku geram. Siapa lagi yang dia panggil kakak selain Miko? dan apa dia benar akan menikah? lalu kenapa dia malah disini? apa dia ingin menggodaku?'' gumam Kevin dalam hati dengan seribu rasa penasaran di benaknya.
Keira lalu kembali duduk di sisi tempat tidur Kevin. Ia kemudian mengusap kembali keringat Kevin namun tiba-tiba Kevin mencengkeram tangannya.
''Tu... tu...tuan Kevin!" Keira tergagap karena terkejut. Kevin menatap Keira dengan tajam.
''Untuk apa kamu disini?'' tanyanya ketus.
''Aku disini atas perintah Kak Miko. Kak Miko memintaku untuk merawatmu. Karena tuan sudah sadar, jadi aku mau pulang. Lebih baik anda diam dan menurut saja!" tegas Keira sambil melepaskan cengkraman tangan Kevin. Entah kenapa Kevin hanya bisa diam dan menurut saja pada Keira, apalagi tubuh Kevin masih terasa lemas. Keira kemudian bergegas ke dapur untuk membuatkan Kevin makanan. Ia membuatkan nasi tim dengan ayam bawang cincang. Tak lama kemudian Keira pun kembali.
''Aku lemas dan tidak bisa bangun,'' jawab Kevin. Dalam benak Keira saat ini, Kevin tidak boleh sakit karena hanya Kevin yang di miliki oleh Marvel. Jadi Keira harus membuat Kevin sembuh apalagi setelah mendengar ucapan Dokter Alan. Keira ingin Marvel kembali bahagia dan bersatu kembali dengan papanya.
Dengan tatapan kesal, Keira membantu Kevin untuk bangun dan bersandar pada dipan. Kevin terkejut karena Keira membantunya untuk bangun.
''Ini silahkan makan,'' kata Keira sambil menaruh mangkuk di pangkuan Kevin.
''Cepatlah makan tuan! setidaknya anda butuh energi untuk mencari Marvel.''
''Sudah sejak kapan aku terbaring?''
__ADS_1
''Aku tidak tahu. Yang jelas aku disini sejak pagi tadi dan anda sudah seperti ini.'' Ucap Keira sambil menyiapkan obat untuk Kevin. Sementara Kevin mulai memakan masakan Keira.
''Untuk kedepannya, anda harus menjaga pola makan anda tuan. Jangan sampai anda seperti ini lagi. Marvel masih sangat membutuhkanmu.''
''Aku sangat merindukannya, aku ingin minta maaf dan memperbaiki hubungan kami kembali.'' Ucap Kevin perlahan sambil melahap bubur itu.
''Setelah anda sembuh, aku akan membantu anda.'' Kata Keira.
''Sebaiknya kamu pulang saja. Bukankah sebentar lagi hari pernikahanmu tiba? kenapa masih disini?''
''Menikah? memamg siapa yang mau menikah? calon saja belum ada, memang mau menikah sama siapa?'' tanya Keira sambil mengerutkan dahinya.
''Tadi aku mendengarmu berbicara dengan calon suamimu. Jadilah calon istri yang baik, jangan selingkuh seperti ini. Sudah mau menikah tapi mau saja disini di suruh Miko kemari. Hargailah perasaan calon suami mu. Sudah punya pasangan tapi masih saja ganjen,'' cerocos Kevin panjang lebar. Keira menatap kesal Kevin sambil bertolak pinggang.
''Ini yang aku benci dari anda, penyakit buruk sangka anda kambuh! apa aku tidak pernah terlihat baik di matamu tuan? selalu saja pikiran negatif yang ada di kepalamu. Sepertinya aku selalu dalam daftar hitam di pikiran anda! ternyata anda juga termasuk penguping ulung ya? jangan-jangan anda jiga pura-pura tadi? apa tadi anda sengaja memelukku juga bahkan anda menggenggam tanganku sampai tidak mau lepas, ah pasti anda ingin memanfaatkan situasi iya kan?'' tuduh Keira.
''Memeluk dan mengenggam tanganmu? pasti aku mimpi atau mungkin kamu sendiri yang sengaja memelukku dan memanfaatkan situasi iya kan? mana mungkin aku pura-pura, lihat saja tanganku di infus seperti ini. Pantas saja kekasihmu meninggalkanmu, pasti karena kamu tidak setia dan plin plan.''
''Kekasih? anda benar-benar penguping ukung ya? sakit masih sempat-sempatnya menguping pembicaraan orang. Biar aku jelaskan Tuan Kevin yang terhormat, yang mau menikah adalah kakakku, namanya Kenny.''
''Hhhh kakak? kamu saja memanggil Miko kakak? kakak siapa lagi? kakak ketemu gede?'' sinis Kevin. Keira yang kesal lalu membuka galeri ponselnya dan menunjukkan foto prewed Kenny dan Cindy.
''Ini kakakku, namanya Kenny dan ini calon istrinya, namanya Cindy. Ini foto kami saat masih kecil, puas? sepertinya anda perlu di tunjukkan bukti yang akurat supaya anda tidak terus berburuk sangka. Lebih baik anda sakit dan diam seperti ini, itu lebih membuatku tenang. Karena berhadapan dengan anda membuang energi.''
Mendengar penjelasan Keira, Kevin hanya bisa terdiam.
''Ternyata pria di cafe itu kakaknya. Dasar bodoh!" gumam Kevin dalam hati.
__ADS_1
''Kenapa diam? malu ya? malu karena sudah berburuk sangka padaku. Orang seperti anda pantasnya di asingkan dan di bawa ke panti jompo." Ketus Keira.
Nextttt.....