
Keesokan harinya, Keira bangun tidur dengan suasana hati yang sangat bahagia. Ia perlahan mengerjapkan matanya, melihat suaminya itu sudah memakai setelan jas lengkap untuk pergi ke kantor.
''Mas, ini jam berapa? Kok sudah rapi.''
''Ini jam 6. Kamu saja yang bangunnya kesiangan.''
''Apa? Lalu bagaimana Marvel? Apa dia sudah bangu? Kenapa kamu nggak bangunin aku sih?'' kelunya sambil melompat dari tempat tidur. Saat Keira buru-buru keluar, Kevin menarik tangan Keira dan memeluknya dari belakang. Keira sangat terkejut dengan sikap Kevin pagi itu. Hembusan nafas serta aroma parfum yang begitu maskulin, membuat Keira tidak bisa menolak pelukan itu.
''Marvel sudah di urus oleh Risma. Aku sengaja tidak membangunkanmu, supaya kamu bisa istirahat dan segera pulih.''
''Tapi lukamu lebih parah, Mas. Seharusnya kamu jangan ke kantor dulu.''
''Pekerjaan di kantor sudah menumpuk jadi aku tidak bisa meninggalkannya.''
''Baiklah, aku siapkan sarapan ya,'' kata Keira seraya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Kevin namun Kevin menahannya.
''Jangan pergi dulu! Aku ingin memelukmu seperti ini. Mmm kapan kamu siap memberikan adik untuk Marvel?'' tanya Kevin yang membuat Keira salah tingkah dan gugup.
''Eeee, nanti! Set-setelah aku lulus.'' Ucapnya gugup.
''Jangan lama-lama Kei, usiaku sudah tidak muda lagi.'' Kata Kevin sambil memberikan kecupan di leher Keira. Ciuman itu seperti sebuah sengatan listrik yang membuat sekujur tubuh Keira menjadi bergetar hangat.
''Mas, aku pingin pipis. Bolehkan aku ke toilet.''
''Baiklah. Aku tunggu di bawah ya.'' Ucap Kevin seraya melepaskan pelukannya. Keira dengan buru-buri melangkahkan kakinya menuju toilet. Keira sengaja mengalihkan situasi karena ia sungguh masih belum siap untuk melakukan itu. Meskipun di hatinya sudah ada getar-getar cinta.
Kini mereka bertiga sudah duduk di meja makan.
''Mas, aku boleh setelah ini pergi ke panti? Aku harus menyelesaikan tugasku.''
''Boleh saja. Aku akan mengantarmu dan saat makan siang aku akan menjemputmu sekaligus kita menjemput Marvel pulang sekolah,'' Kevin sambil melahap roti tawar di hadapannya.
''Makasih ya Mas, untuk ijinnya.''
''Oh ya sebaiknya kamu jaga jarak dengan Leon.''
''Kenapa?''
''Dia ternyata putra sulung dari Tuan Handoko. Sebelum penculikan itu, dia datang ke kantor untuk meminta maaf atas kesalahan adiknya.''
''Jadi dia Kakaknya Nona Lily?'' kata Keira yang sangat terkejut dengan kebenaran ini.
''Iya. Jadi sebaiknya kamu benar-benar jaga jarak. Aku tidak ingin kamu terlibat masalah lagi dengan mereka apalagi dengan masa lalu mu itu.''
__ADS_1
''Papa cemburu ya?'' goda Marvel.
''Kamu juga jaga Mama kamu ya Marvel, supaya dia tidak dekat-dekat dengan pria lali. Nanti Mama kamu bisa di ambil,'' kata Kevin yang berusaha mempengaruhi putranya.
''Tenang Pah. Kalau masalah itu, Marvel bisa mengatasinya.'' Kata Marvel dengan senyum lebarnya.
''Mama merasa mempunya dua suami yang posesif disini,'' celetuk Keira dengan tawa kecilnya.
''Iya dong, Mah. Karena Mama hanya milikku dan milik Papa, bukan yang lain!" tegas Marvel. Keira yang gemas pun memberikan pelukan pada Marvel yang duduk di sampingnya.
-
Saat sudah tiba di panti, Kevin segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Keira. Sementara Leon, yang baru saja tiba sangat senang akhirnya melihat Keira kembali.
''Ingat ya pesanku tadi!" kata Kevin.
''Iya-iya Mas, bawel banget sih.'' Kesal Keira.
''Mas juga hati-hati ya.'' Kata Keira.
''Mah, kiss Papa dong,'' sahut Marvel dari dalam mobil. Kevin mengangkat alisnya berharap Keira memenuhi keinginan Marvel. Keira lalu mengecup pipi Kevin dengan malu-malu.
''Sudah ya? Mama masuk dulu. Hati-hati ya Mas.''
''Masuklah dan rawat mereka dengan baik.'' Kata Kevin. Keira hanya mengangguk sambil melemparkan senyumnya.
''Marvel, baik-baik di sekolah ya sayang, muah!" Kata Keira sambil memberikan kecupan di kening Marvel.
''Pasti Mah, Bye!" Marvel pun melambaikan tangannya. Setelah melihat mobil Kevin menghilang dari pandangannya, Keira segera masuk ke panti.
''Hai Kei, senang melihatmu disini.'' Kata Leon yang sedari tadi menunggu di depan pintu rumah panti.
''Hai Leon. Permisi aku masuk dulu ya,'' cuek Keira. Leon yang merasa aneh dengan sikap Keira, mengikuti Keira masuk ke dalam.
''Kamu kenapa Kei? Kenapa kamu cuek denganku? Apa kamu sudah mulai mencintai Tuan Kevin?'' Kata Leon yang memburu Keira dengan beberapa pertanyaan. Namun Keira terus berjalan sampai menuju taman belakang. Leon lalu menarik tangan Keira untuk menghentikan langkahnya.
''Ada apa Leon?''
''Jawab aku, Kei.''
''Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu putra dari Tuan Handoko?''
''Oh itu masalahnya. Pasti Tuan Kevin sudah cerita padamu.''
__ADS_1
''Iya. Aku hanya tidak ingin terlibat dengan urusan keluarga kalian.''
''Maaf Kei, aku sendiri tidak tahu kalau kamu mengenal Lily dan Ferdi. Maafkan adikku Kei. Tapi tolong jangan jauhi aku. Aku tidak sama dengan Lily. Lagipula mau aku anaknya siapa dan siapapun saudaraku, aku akan bersikap sama denganmu, Kei. Aku akan membawa Lily untuk meminta maaf padamu.''
''Tidak perlu, Leon. Aku suah tidak mau terlibat lagi dengan mereka dan aku juga tidak butuh maaf dari mereka.''
''Kei, asal kamu tahu. Sejak pertama aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Aku tidak tahu kenapa rasa itu muncul dengan cepat. Tapi itulah yang aku rasakan Kei.''
Keira sungguh terkejut dengan pengakuan cinta Leon padanya.
''Leon tapi aku sudah menikah. Tidak mungkin aku menghianati pernikahanku.''
''Kei, bukankah pernikahanmu hanya sebuah hitam di atas putih? Tidak ada salahnya kalau kita menjalin hubungan kan? Aku akan menunggu sampai kontrak itu berakhir.''
''Leon, jangan bahas itu sekarang ya. Aku ingin fokus pada skripsi ku.'' Tolak Keira dengan cara halus.
''Tapi aku mohon jangan bersikap acuh padaku hanya karena aku Kakaknya Lily. Aku merasa tidak adil dengan semua ini.''
''Benar juga kata Leon. Dia dan aku tidak pernah terlibat masalah,'' batin Keira.
''Iya maaf Le.''
''Aku ada sesuatu untukmu. Sebenarnya ini ingin sekali aku berikan padamu tapi kamu baru bisa kembali sekarang.'' Leon kemudian memberikan sebuah kotak kecil untuk Keira.
''Apa ini?''
''Buka saja.''
''Miniatur scooby?'' seru Keira.
''Iya. Ini adalah scooby kesayanganku, aku membelinya saat masih kuliah di luar negeri.''
''Ini kan benda kesayanganmu tapi kenapa kamu memberikannya padaku?''
''Ya karena aku tahu kalau kamu pasti akan lebih menyayanginya. Jadi aku mohon, terimalah dan anggap ini sebagai permintaan maafku.''
''Tapi Le....?''
''Sudah, kamu simpan saja Kei. Nanti aku bisa beli lagi.''
''Terima kasih ya Le. Sebaiknya sekarang kita menemui para lansia. Aku sangat merindukan mereka.'' Kata Keira.
''Oke. Mari kita kesana.''
__ADS_1
Bersambung....