Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 72 Mas Kevin, aku pulang dulu...


__ADS_3


Akhirnya vidio klarifikasi selesai di buat, Kevin merasa lega dan berharap semuanya akan membaik.


''Terima kasih ya Kei, untuk kerja samanya.'' Kata Kevin.


''Sama-sama Tuan.'' Jawab Keira.


''Krisna, kamu tolong antar Keira pulang ya. Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu.''


''Baik Tuan!"


''Kei, sebaiknya langsung pulang ke rumah karena Marvel pasti menunggu.''


''Iya Tuan." Kata Keira.


''Sebentar-sebentar! Kei kenapa kamu masih memanggilnya Tuan? Kamu ini kan calon istrinya, bukan karyawan, asisten, orang asing atau pembantunya masa iya manggil Tuan.'' Protes Miko yang masih berdiri disana.


''Aku sudah berusha memanggilnya dengan yang lain tapi aku merasa tidak nyaman Kak Miko.''


''Kei, harus kamu usahakan! Bagaimana kalau orang lain tahu? Hubungan kalian selama beberapa bulan pasti akan terus di sorot jadi mulailah dari memanggil Kevin tanpa embel-embel Tuan.''


''Hmmmm baiklah,'' pasrah Keira.


''Baiklah Mas Kevin, aku pulang dulu.''


''Oke. Hati-hati.'' Singkat Kevin. Keira lalu pergi meninggalkan ruangan Kevin. Begitu pula dengan Siska yang ikut pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.


''Mik, gue ada proyek buat elo.'' Kata Kevin sambil berjalan menuju meja kerjanya.


''Proyek apa?''


''Sebentar, aku masukkan datanya ke laptop.'' Kevin lalu menyambungkan ponselnya ke dalam laptop. Ia lalu menunjukkan hasil fotonya pada Miko.


''Gue pingin elo renovasi ulang panti jompo ini. Namanya panti jompo Tunas Harapan.''


''Hah, elo mau renovasi panti jompo ini? Elo se-serius ini nyiapin masa depan elo, Kev?'' celetuk Miko dengan polosnya.


''Asal nyeletuk aja elo, Mik. Ini itu panti jompo tempat Keira magang. Jadi gue minta bantuan elo buat renovasi ulang. Ya yang jelas bikin tempat itu senyaman mungkin lah buat para lansia. Kasihan banget mereka, mana bangunannya sudah rapuh.''


''Oh jadi ini karena Keira, kayaknya elo mulai jatuh cinta deh sama dia. Sampai elo peduli segitunya sama ini panti.'' Goda Miko.


''Apaan sih elo, Mik. Pokoknya gue serahin sama elo dan besok elo ikut gue ke panti sama Keira juga.''


''Oke lah gampang. Nanti gue kasih kolam sekaligus air mancur ya di tengah-tengah taman biar suasana jadi beda.''

__ADS_1


''Terserah elo deh Mik, baiknya kayak gimana.''


''Oh ya yakin elo bisa persiapin nikah selama satu minggu ke depan ini, Kev?''


''Ya bisalah, nikah yang sederhana saja. Ngapain juga yang ribet. Yang penting kan mereka percaya kalau gue nikah. Iya kan?''


''Iya deh. Nanti biar Gina yang siapin gaun dan setelan jas untuk kalian.''


''Ya atur lah semuanya. Toh elo juga kan biang kompornya.''


''Idih siapa yang kompor. Udah lah nikmatin aja. Kalau belum bisa jadi suami istri, setidaknya kalian bisa berteman dulu.''


-


''Tuan Krisna, terima kasih sudah mengantar sampai rumah. Hati-hati ya.''


''Iya Nona, sama-sama.''


Keira kemudian segera masuk ke dalam rumah Kevin.


''Bi, Marvel dimana? Apa dia sudah makan siang?'' tanya Keira saat Bi Nani membukakan pintu.


''Den Marvel masih di kamar, Non. Oh ya selamat Non, saya bahagia sekali akhirnya Nona Keira akan menikah dengan Tuan Kevin. Dan tadi Nona cantik sekali pas di televisi. Tuan juga sangat tampan. Kalian serasi sekali. Nona seperti pelita bagi kehidupan Tuan Kevin dan Den Marvel.''


''Apapun itu, Non. Yang jelas Den Marvel sangat bahagia sekali dengan kabar baik ini. Saya harap Nona juga akan selalu bahagia,'' kata Bi Nani seraya menggenggam tangan Keira. Ia berharap kalau Kevin dan Keira akan saling mencintai.


''Terima kasih ya, Bi. Saya ke kamar Marvel sebentar ya.''


''Iya Non.''


Keira kemudian berlalu menuju lantai dua kearah kamar Marvel.


''Marvel,'' panggil Keira sambil membuka pintu kamar Marvel. Mendengar suara Keira menyapanya, Marvel turun dari kursi meja belajarnya lalu memeluk Keira.


''Hei Mah. Mama sudah pulang?''


''Iya, Mama habis dari kantor Papa. Kamu sudah makan siang?''


''Belum Mah. Aku sengaja menunggu Mama supaya kita bisa makan siang sama-sama. Oh ya aku ada sesuatu untuk Mama.''


''Apa itu?''


''Sebentar ya, Mah.'' Marvel lalu kembali kearah meja belajarnya untuk mengambil buku gambarnya. Keira tersenyum bahagia saat melihat Marvel menggamba dirinya serta memberi tulisan Mama di gambar itu.


''Aku menggambar wajah Mama, dengan imajinasiku. Kalau Mama sangat cantik.''

__ADS_1


''Terima kasih ya, Marvel. Ini bagus sekali. Kamu sepertinya memiliki bakat untuk menjadi seorang pelukis ya.''


''Aku hanya senang menggambar saja, Mah. Oh ya Mama mau kan menemani ku makan siang?''


''Tentu saja. Tapi setelah selesai makan siang, Mama ijin pulang ya. Kasihan juga Kakek Ammar sendirian di rumah.''


''Iya Mah.''


...****************...


Malam harinya, Keira di sedang berada di cafe bersama Johan dan Laras.


''Kei, sumpah elo mau nikah? Elo nggak hamil duluan kan?'' desak Laras yang sangat terkejut dengan berita Keira yang menjadi hot news hari itu.


''Iya Kei, elo nggak hamil kan? Atau elo di perkosa sama Om dua itu?'' imbuh Johan.


''Aduh, kalian ini mikirnya kok kesana sih. Ya nggak lah, kita aja selalu saja bertengkar. Bersentuhan berlebihan aja nggak pernah. Pernikahan itu hanya sebuah kompromi, Jo-Ras. Seharusnya kalian paham lah. Apalagi Ayah pas lihat berita itu sampai nangis dan sedih. Jadi Tuan Kevin mutusin nikahin gue deh. Apalagi isu dia gay itu benar-benar berpengaruh dengan perusahaannya. Kasian aja kalau sampai perusahaannya bangkrut, klien pada hilang hanya karena isu itu. Apalagi dia punya ribuan karyawan. Ya gue lebih mentingin itu sih.''


''Ehem yang ada nanti rasa kasihan berubah jadi kasih sayang dan cinta lagi.'' Goda Johan.


''Apalagi dudanya keren, tajir, ganteng, sumpah bikin jantung gue nyut-nyutan. Kalau gue jadi elo, gue nggak ada basa-basi lagi, Ras. Gue sikat dah!" seloroh Laras.


''Emang elo nggak deg-degan pas deket dia Kei? Secara dia kan idaman semua wanita, Kei. Sumpa Kei, gue nggak nyangka kalau elo bakalan nikah sebentar lagi.''Ungkap Johan.


''Kita nggak bisa hangout lagi dong. Waktu elo sama kita bakal sedikit dong,'' kata Laras sedih.


''Elo jangan khawatir. Tuan Kevin bakal bebasin gue kok. Yang penting gue jadi Mama untuk Marvel dan status gue jadi istrinya saja. Sudah itu saja, selebihnya gue bebas lah.''


''Hmmm pernikahan macam apa itu Kei?'' kata Johan.


''Udah deh, gue jamin nanti mereka berdua juga bakal bucin dan saling cinta. Apalagi sebentar lagi mereka bakal satu rumah. Bangun tidur yang di lihat tampan, mau tidur yang di lihat tampan. Kedinginan ada yang meluk, aduhhhh bahagianya dunia ini.'' Kata Laras yang membayangkan betapa bahagianya kehidupan Keira nanti.


''Iyalah daripada sama si Ferdi. Dengar cerita dari elo aja, bikin gue gedek. Laki-laki macam apa kayak gitu, coba dia ngomong gitu di hadapan gue, gue tonjok tuh muka sama gua tabok mulutnya. Pinter banget bersilat lidah.'' Kata Johan yang begitu kesal dengan Ferdi.


''Ya udah lah gue juga malas. Gue juga nggak bakal datang ke pertunangan dia setelah tahu dia seperti itu. Nggak nyangka aja Ferdi bisa ngomong seperti itu, mutar balikin fakta.''


''Nah itu Tuhan baik sama elo, Kei. Ferdi pergi dari hidup elo dan Tuhan langsung gantiin deh sama Om Duda tampan itu. Ada lagi nggak ya stok duda kayak gitu, gue juga mau,'' kata Laras.


''Hmmmm kayaknya duda semakin di depan nih. Gue yang perjaka aja belum laku-laku,'' sahut Johan.


''Gue nggak yakin elo perjaka deh, Jo.'' Ledek Laras.


''Hmmm terbuli lagi gue,'' kata Johan pasrah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2