Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 264 Pelengkap Hidup


__ADS_3

''Senang sekali akhirnya kamu pulang juga, Mas. Rasanya rumah sepi sekali sejak Mama pulang.'' Ucap Gina saat menyambut suaminya yang baru saja pulang dari luar kota.


''Aku juga senang sekali, sayang. Aku sangat merindukanmu. Maaf ya kalau akhir-akhir ini aku sering keluar kota.'' Ucap Miko seraya memberikan pelukan untuk istrinya.


''Kamu kan juga kerja, Mas. Masa iya aku mau melarang kamu.'' Namun saat dalam dekapan suaminya, Gina mencium aroma parfum yang tidak seperti biasanya.


''Mas, aku mencium parfum beda? Seperti parfum seorang wanita?'' ucap Guna seraya melepaskan pelukannya.


''Masa sih, sayang?'' ucap Miko sambil menciumi tubuhnya sendiri. Gina menatap dengan penuh selidik.


''Ayolah sayang, kamu jangan buruk sangka. Sumpah demi Tuhan, aku tidak aneh-aneh. Klien aku memang seorang ibu-ibu tadi. Dia ingin membuatkan anaknya rumah sebagai hadiah pernikahan. Mau tidak mau aku hampir seharian meeting dong dengan beliau. Aku juga punya kontaknya.'' Miko kemudian menunjukkan ponselnya pada Gina.


''Kamu lihat namanya Bu Sukma, sayang. Kamu juga tahu password ponselku kan? Jadi sudah pasti tidak ada yang aku sembunyikan, sayang. Aku sudah taubat beneran sayang, sumpah sayang.'' Miko benar-benar khawatir kalau Gina berpikir negatif tentangnya. Padahal ia sendiri benar-benar tulus bekerja. Gina kemudian tersenyum melihat kepanikan wajah suaminya.


''Iya-iya aku percaya. Ingat ya, Mas. Bagiku tidak ada kesempatan kedua untuk sebuah penghianatan.''


''Iya sayang, aku tahu itu. Apalagi ada baby di dalam perut kamu ini. Aku sungguh belajar jadi suami dan juga seorang suami yang baik. Akhir-akhir ini pekerjaan memang sangat banyak, aku saja rasanya lelah sekali. Aku besok mau cuti temenin kamu di rumah ya, kita quality time berdua. Kamu setuju?''


''Sangat setuju, Mas. Baiklah aku siapkan kamu air hangat untuk mandi ya.''


''Iya sayang, terima kasih.'' Ucap Miko seraya mengecup kening istrinya.


Selesai mandi, Miko dan Gina pun melewatkan malam bersama.


''Sayang, selama aku pergi, baby kita tidak merepotkan kamu kan?''


''Tentu saja tidak. Justru semenjak hamil, aku merasa semakin semangat untuk bekerja. Rasanya sangat bahagai sekali, Mas. Aku melewati masa kehamilanku dengan penuh kebahagiaan. Apalagi kehadirannya sudah lama aku nanti. Dia juga sepertinya sangat menyayangi Mamanya jadi dia tidak pernah rewel sekalipun. Aku mau makan apa saja ayo aja cuma kalau terlalu capek aku pusing dan lemes banget.''


''Nah itu, artinya kamu tidak boleh capek-capek ya. Kamu tahu apa yang membuatku semangat kerja?''


''Apa Mas? Apa banyak gadis cantik di luaran sana?'' celetuk Gina.


''Tuh kan suudzon lagi. Memang disana banyak gadis yang cantik, sayang. Secara mata aku masih sehat dan aku juga normal tapi bukan itu alasan utama ku. Alasan utamaku semakin semangat kerja sudah jelas baby kita dan kamu. Sepertinya baby kita bawa banyak rezeki deh. Proyek aku semakin banyak sampai harus bolak-balik keluar kota.''

__ADS_1


''Alhamdulillah dong kalau gitu, Mas. Tapi kamu juga jangan capek-capek ya. Aku dan anak kita butuh kamu.''


''Iya-iya. Kamu berharap jadi janda ya?''


''Husss kamu ini ngomong apa sih, Mas. Jangan bicara seperti itu lagi.''


''Maaf sayang, habisnya ucapan kamu mengarah seolah-olah aku ini mau mati saja, hehehe. Oh ya si bule gila itu masih gangguin kamu nggak?''


''Aku sudah lama tidak melihatnya, Mas. Mungkin dia sudah kembali ke negara asalnya karena dia juga sudah lama tidak memesan baju di butikku.''


''Syukurlah kalau dia tidak mengganggumu lagi, aku lega sekali mendengarnya. Kalau memang dia mengganggu, kamu segera kabari aku ya.''


''Iya Mas, kamu tenang saja.''


...****************...


''Malam sekali Mas pulangnya,'' ucap Tessa saat menyambut suaminya pulang.


''Maaf ya Tessa, aku harus lembur. Tuan Kevin benar-benar memberikan pekerjaan dan tantangan yang cukup berat. Jadi aku harus semangat.'' Johan lalu memberikan pelukan pada Tessa.


''Demi kamu dan Anrez, apapun akan aku lakukan. Oh ya Anrez mana?''


''Anrez baru saja tidur. Ini juga sudah jam 9, Mas.''


''Tolong siapkan makan malam ya, aku lapar sekali. Aku mau lihat Anrez dulu.''


''Iya Mas.''


Selagi Johan menengok Anrez, Tessa menyiapkan makan malam untuk Johan. Sup ayam, dara jagung, telur balado dan segelas susu full cream sudah siap diatas meja. Setelah memberikan kecupan dan ucapan selamat malam untuk Anrez, Johan kembali keruang makan.


''Wah, enak nih. Masakan kamu selalu membangkitkan selera makanku. Terima kasih ya.''


''Sama-sama, Mas.''

__ADS_1


''Sekarang aku minumnya di kasih susu terus, biasanya cuma air putih.'' Goda Johan.


Tessa tersenyum. ''Menyesuaikan dengan keuangan kita dong, Mas. Keuangan kita sedang bagus, kamu kasih jatahnya lumayan, jadi aku juga harus memberikan yang terbaik untuk kamu. Kita kemarin-kemarin sudah puasa dengan lauk tahu tempe terus. Kalau sekarang lebih banyak gizi dan nutrisinya tidak masalah kan, Mas? Atau aku terlalu boros?''


''Tentu saja tidak, Tessa. Apa yang kamu katakan benar. Dimasa pertumbuhan, Anrez juga membutuhan banyak asupan gizi daj nutrisi. Aku sendiri sedih kalau dia makannya cuka tahu tempe saja tapi dia anak yang pengertian dan tidak pernah protes. Pesanku Tessa, jangan sampai rubah gaya hidup kita ya. Kita harus tetap sederhana. Jangan lupa menabung juga.''


''Iya Mas, aku mengerti kok. Dengan pekerjaan kamu yang semakin padat juga, kamu juga butuh makanan yang sehat dan juga minuman yang sehat pula. Kalau urusan menabung, kamu jangan terlalu khawatir. Aku juga sudah mempersiapkan tabungan pendidikan untuk Anrez. Sebisa mungkin aku mengelola keuangan kita dengan baik, apalagi kamu bekerja begitu keras untuk kita. Sungguh aku bersyukur sekali memilikimu, Mas. Ternyata benar ya kalau dewasa bukan soal usia tapi soal pola pikir.''


''Aku pun sama Tessa. Aku sangat bersyukur memiliki kamu. Memiliki istri yang pengalaman dalam segala hal. Mulai dari persoalan dapur, persoalan rumah, persoalan anak, persoalan keuangan dan juga perosalan ranjang.''


Mendengar kalimat terkahir Johan, Tessa tersipu malu. ''Sudah ah, jangan memujiku berlebihan. Nanti aku bisa besar kepala. Sebaiknya kamu makan, aku siapkan air panas untuk kamu mandi ya.''


''Baiklah istriku yang paket komplit. Oh ya kamu juga siap-siap ya?''


''Siap-siap apa maksudnya, Mas? Aku sudah makan dan mandi juga.''


''Maksudnya kamu siap-siap pakai baju dinas malam ya. Kita kan dapat giliran shift malam. Kalau pagi sampai sore kita kerja di luar. Kalau malam sampai pagi, kita kerja di dalam. Di dalam kamar, diatas ranjang maksudnya, hehehe.''


''Dasar kamu! Punya suami bocah, dikasih sekali ketagihan ya.''


''Hei jangan anggap aku bocah ya? Bocah-bocah gini jago bukin kamu mende...sah.'' Celetuk Johan terkekeh.


''Iya, kamu memang bocah ajaib.''


''Habisnya kamu sangat hebat sekali sayang, jadinya ya aku merasa tertantang dan terpacu untuk bercinta.''


''Hmmm obrolan kamu sudah mulai nakal. Aku ke kamar dulu ya siapkan kamu air untuk mandi.''


''Iya Tessa. Jangan lupa perisapan untuk dinas malam.''


''Iya suamiku. Aku siap melayanimu.'' Jawab Tessa terkekeh seraya berlalu.


''Hmmm surga dunia,'' gumam Johan sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2