
Malam harinya, Kevin dan Keira sedang menikmati waktu berdua mereka di atas tempat tidur. Kevin duduk bersandar pada sandaran ranjang, sementara Keira meletakkan kepalanya di pangkuan Kevin.
''Mas, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan.''
''Apa sayang? Ceritalah,'' ucap Kevin sambil membelai kepala Keira.
''Mas, Tante Rosa ingin Kak Miko menikah lagi.''
''Apa katamu? Tante Rosa bilang seperti itu?'' Kevin sangat terkejut mendengar cerita Keira.
''Iya Mas. Semua itu karena alasan anak. Tante Rosa ingin Kak Miko menikah lagi supaya Kak Miko bisa punya anak dari wanita lain.''
''Kenapa Tante Rosa bersikap seperti itu? Keterlaluan sekali. Bagaimana perasaan Gina saat mendengar itu?''
''Itulah yang sedang aku pikirkan, Mas. Mereka bahkan tampak bahagia meskipun belum di berikan momongan. Namanya anak kan pemberian Tuhan, kalau memang belum waktunya, apa iya harus seperti itu? Menurutku Tante Rosa sudah ikut campur terlalu jauh urusan rumah tangga Kak Miko. Justru sikap Tante Rosa yang seperti itu, akan semakin membuat Kak Miko dan Mbak Gina stres. Dan hal itu berpengaruh pada psikis mereka yang justru bisa memperburuk suasana hati mereka. Ya dampaknya, mereka menjadi putus asa dan membuat gairah seksual mereka menurun. Mereka butuh dukungan bukan tekanan seperti itu.''
''Kamu ini sudah seperti pakar saja bicaranya.''
''Itu memang kenyataan kan, Mas. Jujur saja aku juga khawatir kalau Tante Rosa akan mempengaruhimu untuk menikah lagi.''
''Atas dasar apa sayang?''
''Atas dasar aku belum hamil.''
Kevin tertawa mendengar ucapan Keira. ''Kan kamu masih masa nifas setelah keguguran, sudah pasti belum lah sayang. Lagi pula tidak ada yang bisa mempengaruhi aku. Tante Rosa memang pengganti orang tuaku tapi Tante Rosa tidak ada hak untuk mencampuri kehidupanku. Sudahlah, jangan kamu pikirkan. Sebaiknya kamu hibur Gina saja, supaya dia tidak stres karena hal ini.''
''Awas saja ya kalau sampai kamu mau menikah lagi, aku akan langsung minta cerai. Aku tidak sudi di madu. Lebih baik aku menjanda daripada harus di madu seperti itu.''
''Hmmm kamu ini, siapa juga yang mau melakukan hal itu. Satu saja sudah cukup, sayang.''
__ADS_1
''Awas saja ya, Mas. Ini bukan hanya gertakan saja.''
''Iya-iya aku mengerti, sayang.''
''Oh ya bagaimana Mauren?''
''Ya seperti dugaan kamu, dia menghampiriku dan menanyakan hubungan kita.''
''Lalu apa yang kamu katakan, Mas?''
''Aku mengatakan sesuai yang sutradara Keira katakan. Sudahlah, jangan membahas itu. Aku hanya ingin bermesraan denganmu.'' Kevin lalu mengangkat tubuh Keira untuk duduk di pangkuannya. Kevin memeluk pinggang Keira dan Keira mengalungkan tangannya pada leher Kevin. Keduanya saling menatap sambil tersenyum.
CUP! Kecupan mendarat di bibir Keira. Keira tersenyum lalu membalas mengecup pria tampan di hadapannya itu. Kevin lalu meraih tengkuk Keira, mendekatkan wajahnya pada Keira dan ******* bibir Keira. Keira membalas ciuman dari suaminya itu. Kevin melahap bibir Keira dengan panasnya, hasratnya selalu berusaha ia pendam, ia lepaskan dengan memberikan ciuman panas itu. Hisapan dan gigitan kecil Kevin berikan pada Keira. Lidah mereka saling beradu di dala rongga mulut dengan penuh gairah. Tangan Kevin lalu turun kebawah meremas pantat Keira yang tampak lebih berisi. Keira mengerang saat tangan itu meremas pantatnya. Kevin menelusupkan tangannya ke dalam piyama Keira. Tangan itu meraba dan meraih tali bra lalu melepasnya. Tangan Kevin berputar kedepan, menelusup pada sebuah gundukan kenyal di balik bra tanpa melepaskan pagutannya pada Keira. Ciuman mereka bahkan semakin dalam dan semakin menuntut. Keira me*d*s*h kala tangan Kevin meremas bukit kenyalnya itu. Kevin benar-benar merindukan bukit kenyal itu. Keira lalu menghentikan ciumannya, mendorong tubuh Kevin pelan.
''Mas, aku belum selesai.'' Lirih Keira.
''Kei, aku mencintaimu.''
''Aku juga mencintaimu, Mas.'' Kevin lalu kembali m*l*mat kembali bibir Keira. Ciuman itu lalu sampai pada bukit kembar yang kenyal itu. Kevin menciumnya dengan lembut, mengulum pucuknya bahkan memberikan sensasi gigitan kecil.
''Mas, ahh....''
''Sayang, juniorku sudah turn on dengan gagahnya. Aku ke kamar mandi dulu ya.''
''Untuk apa Mas?''
''Supaya dia cepat bersin.''
Keira tertawa kecil mendengar ucapan suaminya. ''Sini, biar aku yang menyeleasikannya, Mas.''
__ADS_1
''Jangan Kei, kamu masih sakit.''
''Yang sakit kan punggung ku, Mas. Bukan mulutku. Kamu pikir aku tidak merindukannya.'' Keira lalu meminta Kevin untuk duduk di tepi ranjang. Keira dengan sigap melucuti celana piaya itu. Dan kini Keira yang bergantian memuaskan suaminya, hingga junior bisa bersin dan mengeluarkan ingusnya. Kevin benar-benar merasa lega dengan apa yang di lakukan oleh istrinya untuk memuaskannya.
''Akhirnya dia bisa bersin juga. Terima kasih ya sayang, sudah memuaskanku. Kamu memang bisa di andalkan dalam situasi apapun.''
''Sama-sama, Mas. Kamu juga pandai memuaskan aku dengan caramu itu.'' Setelah lelah saling memuaskan, keduanya lalu tertidur dengan saling berpelukan.
-
Keesokan harinya, Miko dan Gina membantu Nyonya Rosa untuk berkemas karena hari ini Nyonya Rosa sudah di ijinkan pulang.
''Senang sekali akhirnya Mama bisa pulang.'' Kata Gina dengan senyum lebarnya.
''Iya syukurlah Mama tidak lama-lama disini. Tentu sangat membosankan, bukan?'' sambung Miko.
''Kamu senangkan kalau Mama disini lama-lama?''
''Ya ampun, Mah. Ya tidaklah, Mah. Ini masih pagi Mah, aku tidak mau berdebat.''
Sebenarnya dari awal Nyonya Rosa sudah menyiapkan jodoh untuk Miko. Saat Miko telah menyelesaikan kuliahnya, Nyonya Rosa berniat menikahkan Miko dengan gadis pilihannya. Namun Miko yang saat itu masih badung dan susah di atur, saat mendengar rencana perjodohan itu memilih pergi dan kabur kembali ke Indonesia. Disanalah ia di pertemukan kembali dengan Gina, sahabatnya sejak masih SMP.
Nyonya Rosa tidak menyukai Gina karena Gina hanyalah gadis biasa seorang anak petani desa. Di tambah dulu sifat Gina yang ceplas, ceplos, apa adanya, pecicilan, tomboy dan slengekan, semakin membuat Nyonya Rosa membenci Gina. Namun seiring berjalannya waktu, sikap Gina berubah lebih dewasa dan mulai memikirkan masa depannya. Gina yang pandai membuat desain pakaian, memilih menekuni bidang itu. Sekalipun Gina dulu pecicilan, tomboy dan slengekan namun Gina memiliki otak yang encer. Ia bahkan mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri namun Gina lebih memilih kuliah di Indonesia karena ia tidak tega jika harus meninggalkan kedua orang tuanya.
Seiring berjalannya waktu setelah di pertemukan kembali, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati keduanya. Akhirnya Miko memilih menikahi Gina daripada harus di jodohkan. Bahkan Miko dengan sengaja menikah tanpa meminta persetujuan orang tuanya alias menikah diam-diam. Miko membawa Gina ke hadapan orang tuanya, setelah mereka sah menikah. Dan hal itu sangat membuat Nyonya Rosa murka. Sejak saat itu Nyonya Rosa memilih menemani suaminya mengurus bisnisnya di luar negeri. Sedangkan Miko lebih memilih menetap tinggal di Indonesia. Beruntung Tuan Wildan, Papa Miko, sangat bijaksana. Ia tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa Miko menikah. Bagi Tuan Wildan, kebahagian Miko adalah segalanya. Berbeda dengan Nyonya Rosa yang begitu dominan dalam mengatur kehidupan Miko. Miko sendiri memang jarang menengok orang tuanya di luar negeri untuk menghindari pertengkaran, begitu juga sebaliknya. Miko dan Tuan Wildan tidak tahan jika harus mendengar Nyonya Rosa selalu marah dengan Gina.
Seiring berjalannya waktu berkat kegigihan Gina dan dukungan Miko, Gina berhasil menjadi seorang desainer ternama. Ia memiliki beberapa cabang butik, salon dan spa dengan brand namanya sendiri Gina's Fashion dan Gina's Salon and Spa. Kesuksesan Gina pun bahkan mampu mengangkat derajat orang tuanya. Namun orang tua Gina tetap memilih tinggal di desa. Mereka yang dulunya buruh petani, sekarang telah menjadi juragan di desanya. Kedua orang tua Gina kini memiliki banyak sawah dan berbagai macam hasil pertanian yang mampu menunjang ekonomi warga sekitar. Namun rupanya kesuksesan yang di raih Gina, nyatanya tidak mampu mengubah sudut pandang Nyonya Rosa pada Gina. Baginya, Gina hanyalah anak petani rendahan yang tidak pantas untuk putranya.
Bersambung....
__ADS_1