Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 37 Mengantar Makan Siang


__ADS_3

''Marvel, papa ke kantor dulu ya?''


''Pah, jangan lupa nanti malam kita merayakan ulang tahun bersama ya.'' Ucap Marvel yang mengingatkan papanya. Kevin hanya tersenyum sambil mengusap kepala putranya.


''Papa tidak berpamitan pada mama?''


''Mama?'' ucap Kevin sambil melirik ke arah Keira yang duduk di samping Marvel.


''Untuk apa Marvel? dia kan bukan keluarga kita.''


''Tapi kan selama satu minggu ke depan, Mama Keira menjadi mama ku.''


''Marvel, kamu berlebihan. Benar apa yang di katakan papa kamu. Lebih baik kita juga berangkat sekolah.''


''Tidak bisa mah! aku tidak akan berangkat sekolah sebelum papa berpamitan pada mama.'' Kata Marvel dengan suara meninggi.


''Marvel, papa tidak suka sikap kamu ini! terserah kalau kamu mau marah pada papa!" Kata Kevin dengan tegas. Kevin pun kemudian berlalu dan segera berangkat ke kantor.


''Aku tidak mau sekolah!" Marah Marvel sambil melempar sendok dan garpunya.


''Marvel, dengarkan tante. Kamu tidak boleh seperti itu. Tante Keira dan Papa Kevin tidak terikat pernikahan, bahkan tidak ada rasa cinta di hati kita. Jadi sudah pasti Papa keberatan dengan semua itu. Tante tidak ada hak apa-apa disini, sayang. Tante mohon, kamu mengertilah! kita tidak bisa memaksakan kehendak seseorang. Apalagi bagi papa kamu, Mama Kania adalah segalanya. Papa kamu hanya mencintai Mama Kania. Kamu bersabarlah, Marvel. Jangan paksa perasaan papa kamu. Sekalipun papa kamu keras kepala dan menyebalkan tapi dia adalah pria yang sangat setia. Bertahun-tahun hidup sendiri bagi seorang pria itu bukanlah hal yang mudah. Jadi kamu juga harus bisa menjaga perasaan papa kamu, kasihan dia. Apalagi banyak sekali kenangan indah bersama Mama Kania di masa lalu yang sulit untuk papa kamu lupakan. Kamu juga harus belajar memahami papa kamu. Tentu saja tidak mudah bagi papa kamu untuk menerima orang lain apalagi tante. Tante ini siapa? tante ini hanya orang asing saja. Bahkan tante juga tidak terpikirkan ke arah sana. Semua yang tante lakukan saat ini hanya untuk kamu. Tante ingin kamu bahagia dan merasakan indahnya punya mama meskipun sewaan. Jadi lebih baik kita nikmati kebersamaan kita saja. Kamu jangan terlalu mengganggu atau memaksakan kehendak ya, biarkan saja papa. Berikan dia ruang dan waktu untuk perasaannya sendiri. Kamu mengerti kan?'' ucap Keira dengan lembut sambil menggenggam tangan Marvel. Marvel pun mengangguk sambil tersenyum, Keira kemudian mendekap Marvel dan mengecup pucuk kepalanya.


Rupanya saat Kevin telah berada di luar, ia masuk kembali ke dalam untuk mengambil tas kerjanya yang tertinggal di ruang tengah. Dan di saat itu, Kevin diam-diam melihat semua itu. Melihat dan mendengar apa yang di katakan oleh Keira pada Marvel. Ada rasa kagum dalam hati Kevin pada Keira karena ia bisa memberikan pengertian sedemikian rupa pada Marvel. Bahkan cara Keira menasihati Marvel, persis sekali dengan apa yang di lakukan oleh Kania. Setelah melihat semua itu, Kevin pun segera berangkat ke kantor.


-


Saat jam pulang sekolah, Marvel buru-buru menuju ruang guru untuk menemui Keira. Dari balik pintu Marvel melambaikan tangannya pada Keira. Keira membalas lambaian tangan Marvel, lalu berjalan mendekat ke arah Marvel.


''Ayo kita ke kantor papa, mah." Ajak Marvel.


''Ayo! biasanya papa makan apa?'' tanya Keira seraya menggandeng tangan Marvel menuju mobil. Karena pagi itu Keira dan Marvel berangkat bersama dengan di antar oleh supir. Sementara Keira meninggalkan motornya di rumah Kevin.

__ADS_1


''Mmmm papa itu suka makanan yang sehat. Dia tidak suka makan-makanan yang sembarangan.''


''Oh begitu, baiklah.'' Keira lalu mengambil ponsel dalam tasnya dan menekan nomor Johan.


''Halo Jo, elo jaga apa?''


''Ya ampun, Kei. Elo kemana aja? sumpah deh susah banget hubungin elo. Baru inget gue?''


''Sorry ya, Jo. Oh ya gue pesen makanan yang sehat dong. Menu vegetarian deh.''


''Buat siapa? elo? elo lagi diet ya?''


''Sudah, jangan banyak tanya.'' Kata Keira.


''Marvel sayang, kamu mau juga? kita makan siang sama-sama ya?'' mendengar ucapan Keira, Marvel hanya mengangguk tanda setuju.


''Marvel sayang? siapa itu? apa dia udah punya pacar lagi? kenapa nggak cerita sama kita?'' gumam Johan dalam hati yang mendengar percakapan antara Keira dan Marvel.


''Oke tapi Kei, elo sam...a...si...apa?'' belum selesai Johan bicara, Keira memutus sambungan teleponnya begitu saja.


''Kebiasaan nih Keira. Awas aja ya dia punya pacar diam-diam,'' gerutu Johan yang kebetulan baru saja sampai di cafe tempatnya kerja.


''Mah, itu siapa?''


''Oh ini sahabat mama, namanya Johan. Dia bekerja di cafe jadi mama pesan makanan sama dia.''


''Sahabat?'' tanya Marvel yang ingin tahu lebih tentang Johan.


''Iya. Jadi mama punya dua sahabat yang sangat baik sekali. Namanya Laras dan Johan. Lebih baik kita ke cafe, lalu memberikan makan siang untuk papa.''


''Oke!"

__ADS_1


-


Setelah sampai di cafe, dari dalam Johan terkejut Keira turun dari mobil alphard keluaran terbari bersama seorang anak laki-laki. Keira menggandeng Marvel untuk masuk ke dalam cafe.


''Kamu duduk disini sebentar ya. Mama ambil pesanannya dulu.''


''Oke mah!"


Lagi-lagi Johan terkejut karena Keira menyebut dirinya Mama. Keira lalu berjalan menuju counter dan disana sudah ada Johan.


''Hai, Jo!" sapa Keira.


''Kei, itu siapa? elo diam-diam kerja gituan lagi?'' bisik Johan.


''Tidak Jo! udah gue pasti akan cerita semuanya. Yang jelas gue sekarang emamg lagi ribet banget dan buru-buru. Kalau udah nyantai, kita ketemu disini, sama Laras juga sekalian. Ini uangnya dan kembaliannya ambil saja, oke.'' Ucap Keira dengan terburu-buru. Bahkan ia tidak memberi Johan kesempatan untuk bertanya lebih jauh.


''Hati-hati Kei, thanks ya!" kata Johan dengan setengah berteriak karena Keira sudah berjalan sampai ambang pintu. Keira hanya mengangkat jempolnya keatas pada Johan.


-


''Ini kantor papa, tante!" kata Marvel saat mereka sudah sampai di halaman kantor Kevin. Bangunan yang menjulang tinggi dan mewah dengan lima lantai. Lantai pertama tempat resepsionis, pantry, ruang OB/OG, lobi dan cafetaria. Sementara lantai dua untuk para staf biasa dan salah satunya untuk ruang foto kopi. Lantai tiga ruang untuk para kepala divisi dan para manajer. Sedangkan lantai empat ruangan khusus untuk Kevin dan sekretarisnya. Dan lantai lima, sebuah gedung pertemuan dan juga ruang untuk rapat.


Saat masuk ke dalam kantor, semua menyapa Marvel dengan ramah. Namun tatapan asing tertuju pada Keira yang datang bersama Marvel. Mereka lebih terkejut saat Marvel memanggil Keira dengan sebutan Mama.


''Mama, kita lantai empat ya. Papa ada di lantai empat.'' Kata Marvel yang dengan senagaja mengeraskan suaranya, membuat mereka semua menatap aneh ke arah Keira.


''Marvel jangan panggil Mama, lihat mereka semua menatap aneh tante. Nanti mereka bisa salah paham.'' Bisik Keira pada Marvel.


''Sudah tidak apa-apa, Mah. Ayo!" Marvel pun menyeret tangan Keira untuk segera masuk ke dalam lift menuju lantai empat. Keira merasa aneh dan cangggung dengan cara mereka menatap Keira.


''Ah bodoh amat! anggap aja aku sedang bekerja dan menjalankan misi. Biasanya aku juga cuek tapi kenapa kali ini justri canggung,'' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.... Yukkk like, komen dan votenya yaaa, makasih 🙏❤️


__ADS_2