Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 122 The One and Only


__ADS_3

''Kei, ayo buruan!" kata Kevin yang tampak gugup.


''Ihhh bentar, Mas. Aku belum ngeringin rambut. Kamu sih tadi ngajakin itu lagi.'' Ucapnya sambil buru-buru menancapkan make up di wajahnya.


''Tidak usah kamu keringkan, rambutku juga basah. Ayo cepetan!"


''Duh, Marvel telat nggak ya? Dia sudah sarapan apa belum ya, Mas? Aku bawa haridryer ke kantor aja ya, sekalian bawa catokan.'' Kata Keira.


''Memang kalau basah kenapa sih? Kan kita memang habis mandi dan keramas. Apanya yang salah?''


''Kamu yang salah! Katanya meeting bukannya buru-buru malah ngajakin main melulu.'' Kata Keira dengan bibir manyunnya. Kevin dan Keira pun bergegas menuju ruang makan, namun Marvel tidak ada.


''Bi Nani, Marvel kemana ya? Dia sudah sarapan belum?'' tanya Keira dengan suara keras.


''Sudah Nyonya, sudah berangkat dua puluh menit yang lalu sama Rima. Habisnya tadi ngetuk pintu kamar Tuan dan Nyonya tidak ada jawaban.'' Kata Bi Nani sambil memperhatikan rambut keduanya yang masih basah.


''Bibi tahu lah, kita sedang lembur bikin adik untuk Marvel. Kita berangkat dulu.''


''Iya Tuan yang semangat ya buatnya, hehehe. Kalau urusan Den Marvel sudah ada saya dan Rima.''


''Makasih ya, Bi. Habis Tuan nih maksa-maksa mulu. Mana rambut belum kering,'' kata Keira dengan polosnya. Bi Nani pun hanya bisa menahan senyumnya melihat kekonyolan pengantin baru ini.


''Bi, kita berangkat ya. Tolong makan siang untuk Marvel ya, Bi. Hari ini saya menemani Tuan meeting.''


''Siap Nyonya!"


Keira dan Kevin pun kemudian segera berangkat menuju kantor. Di dalam mobil, Keira sibuk merapikan make upnya.


''Kamu sudah cantik, apalagi yang mau kamu make up sih?''


''Mas, setidaknya aku hari ini harus tampil sempurna di hadapan klien kamu. Apalagi mereka dari luar negeri.'' Kata Keira sambil mengoleskan lipstik warna peach ke arah bibirnya. Ia kemudian mencapkan kembali bedak dan blush on di wajahnya, tak lupa rambutnya yang masih basah ia rapikan.


''Kamu mau sempurna di hadapan klien atau di sempurna di mata pria lain?'' sindir Kevin.


''Ya ampun Mas, kamu ini buruk sangka saj#a. Sini aku rapikan dasi dan rambut kamu juga. Penampilan itu sangat penting saat kita berhadapan dengan klien apalagi ini klien penting. Yang pertama mereka pasti akan melihat penampilan kita, baru deh otak kita yang bekerja.'' Jelas Keira. Keira kemudian merapikan dasi dan rambut suaminya yang fokus menyetir itu.


''Lain kali, kalau mau ada seperti ini, kamu jangan goda aku ya. Ngajakin bercinta eh ke kantornya buru-buru begini.'' Cerocos Keira yang kini sibuk menyemprotkan parfum oe seleluruh tubuhnya. Kevin menatap heran ke arah istrinya itu, untuk pertama kalinya Keira terlihat sibuk dengan penampilannya.


''Huh, aku gugup Mas!" ucap Keira.


''Terima kasih ya, kamu bersedia membantuku.''


''Tapi aku di bayar nggak nih?'' tanya Keira. Kevin tersenyum lalu mengeluarkan silver card untuk Keira dari sakunya.


''Ini untukmu, pakai sesuka hatimu. Unlimited! Mau kamu pakai apa aja terserah.''


''Wah, ini kan kartunya orang kaya. Iya kan Mas? Seperti mimpi memegang kartu ini.'' Kata Keira yang tampak takjub karena tidak menyangka akan mendapatkan kehidupan yang begitu luar biasa ini. Sungguh di luar dugaan.


''Maaf ya, aku baru memberikan ini untukmu. Cukupkan untuk membayar karyawan baruku ini?''


''Lebih dari cukup, Mas. Lagi pula apa yang kamu berikan sangat banyak. Mas, aku ingin memberikan uang setengah maharku itu pada Ayah, boleh kan? Dan sisanya mau aku donasikan ke barbagai yayasan mulai dari panti jompo ataupun yatim piatu.''


''Boleh saja. Itu kan hak-mu. Lalu rencana kamu membangun sekolah bagaimana?''


''Sambil berjalan saja ya, Mas. Aku hanya ingin segera mendonasikannya supaya lebih bermanfaat. Kalau menabung nunggu sampai aku bisa membangun, sepertinya akan butuh waktu sangat lama. Jadi aku donasikan saja, supaya lebih bermanfaat dan mereka bisa terbantu.''

__ADS_1


Kevin bangga sekali mendegar apa yang Keira ucapkan. Kevin kemudian merangkul Keira dan menyandarkan pada bahunya, kecupan pun meluncur di pucuk kepala Keira.


''Kamu memang luar biasa. Semakin hari, kamu semakin membuatku kagum, Kei. Aku sangat beruntung memiliki kamu. Aku akan mendukung apapun keputusan kamu selama itu hal yang positif.''


''Aku juga sangat beruntung mendapatkan kamu, Mas. Amat sangat beruntung.''


-


Sesampainya di kantor, kehadiran Kevin dan Keira yang kompak itu menjadi pusat perhatian seluruh karyawan apalagi dengan rambut mereka yang masih sama-sama basah. Mereka saling berbisik dan menahan tawa melihat bosnya itu.


''Mas, mereka kok menatap kita aneh ya?''


''Ya biarin aja lah. Mungkin mereka tidak pernah melihat rambut orang habis keramas.'' Jawab Kevin dengan santainya. Di saat akan masuk lift, datanglah Mauren.


''Kevin, Nyonya Keira!" sapa Mauren.


''Panggil nama saja, Mbak. Tidak usah pakai Nyonya, supaya kita lebih akrab.'' Kata Keira dengan senyum ramahnya.


''Baiklah, kalau begitu jangan panggil aku Mbak juga. Supaya kita lebih akrab.''


''Oke dengan senang hati.'' Keira lalu menggeser Kevin untuk berdiri di sebelah kanannya, supaya Kevin tidak bisa berdekatan dengan Mauren. Mauren merasa kesal dengan sikap Keira.


''Mereka menyebalkan sekali. Masa iya ke kantor pamer rambut basah. Semua orang juga sudah tahu kalau mereka suami istri,'' batin Mauren.


''Oh ya Mauren, Keira akn bergabung dengan proyek kita.''


''Apa? Dia? Bukankah dia masih mahasiswa jurusan psikolog? Apa dia mengerti soal bisnis? Kamu jangan macam-macam ya Kevin, ini proyek besar kamu. Jadi jangan sampai kamu salah langkah. Aku sudah mati-matian membantu kamu untuk mengembangkannya jadi jangan sampai istri kami yang tidak tahu apa-apa malah mengacaukan semuanya.'' Cerocos Mauren panjang lebar.


''Kamu tidak usah khawatir, Mauren. Kita lihat saja nanti. Aku akan menyiapkan filenya setelah itu kita pergi ke hotel untuk meeting.'' Kata Kevin yang berusaha meyakinkan Mauren.


''Terima kasih untuk ke pedulian kamu, Mauren.''


''Sampai kapan pun aku akan selalu peduli padamu Kevin.''


''Tidak perlu Mauren, karena sudah ada aku istrinya yang sangat peduli padanya.'' Sahut Keira. TING! Pintu lift terbuka. Saat Keira keluar dari lift, dengan sengaja ia mengibaskan rambut basahnya sampai mengenai wajah Mauren.


''Sial! Berani sekali dia dengan ku.'' Gerutu Mauren dalam hati.


Mauren lalu mengekor Kevin dan Keira menuju ruangannya. Sebelum rapat Kevin menyiapkan file di bantu oleh Mauren. Mereka duduk bertiga berjajar di sofa yang sama dan Kevin di apit oleh dua wanita yang sama-sama luar biasa itu. Namun Keira justru cuek dan lebih memilih mengeringkan rambutnya, tak lama kemudian Krisna masuk ke dalam ruangan Kevin.


''Permisi Tuan, meetingnya jam 10 ya.'' Kata Krisna mengingatkan.


''Iya Kris, aku sedang menyiapkan filenya.''


''Tuan dan Nyonya habis kehujanan? Kok kompakan basah rambutnya,'' kata Krisna.


''Iya kehujanan di bawah shower, Pak Krisna. Ya maklumlah pengantin baru. Saya sampai bawa hairdryer sama catokan ke kantor.'' Kata Keira dengan senyum santainya.


''Hampir lupa kalau Tuan dan Nyonya lagi hot-hotnya ya.''


''Iya dong Pak Krisna. Makanya Pak Krisna buruan nikah, enak lho.'' Goda Keira.


''Ihhh norak sekali sih istri Kevin ini,'' gerutu Mauren dalam hati.


''Hehehe belum ada calonnya Nyonya.''

__ADS_1


''Aku carikan ya? Mau?''


''Mmmm boleh saja.'' Jawab Krisna malu-malu.


''Baiklah Pak Krisna, setelah meeting selesai, kita meeting berdua membahas jodoh ya.''


''E... nanti Tuan Kevin?''


''Mas, boleh kan? Aku sudah membicarakannya denganmu.''


''Iya boleh kok, sayang.'' Jawab Kevin.


''Oh ya Kris, istriku akan bergabung dengan proyek kita.'' Kata Kevin dengan penuh rasa bangga.


''Iya Tuan!" kata Krisna sambil melirik ke arah Keira dengan tatapan tidak meyakinkan.


''Serius Nyonya Keira akan bergabung dengan proyek ini? Apa bisa?'' batin Krisna sambil menatap Keira.


''Kenapa Pak Krisna? Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku sangat cantik?'' kata Keira yang memergoki Krisna menatapnya.


''E... iya Nyonya. Nyonya selalu cantik.'' Jawab Krisna dengan senyum terpaksa.


''Kris, kamu mau di pecat? Menatap dan memuji istriku di hadapanku?'' sahut Kevin dengan suara tegasnya.


''Ti-tidak Tuan. Hanya memuji saja, kalau begitu saya tunggu di luar.'' Ucapnya tergagap kemudian berlalu.


''Kei, kamu pelajari dulu filenya sebelum presentasi.'' Kata Kevin.


''Iya Mas, nanti aku akan membacanya di mobil. Aku harus mengeringkan rambutku dan merapikannya. Tidak mungkin aku menemui klien dengan rambut basah.''


''Memang dia punya pengalaman apa? Mau ikutan segala.'' Batin Mauren.


''Mas, coba lihat aku sebentar.'' Kata Keira sambil memutar tubuh Kevin untuk menghadapnya. Keira kemudian mengambil pomade dari tasnya.


''Kamu bawa pomade juga?'' tanya Kevin dengan tawa kecilnya.


''Iya lah, Mas. Masa iya kamu berantakan saat menghadapi klien. Sini aku keringkan juga rambutmu.'' Kata Keira yang sengaja menjadikan Mauren obat nyamuk. Kevin hanya tersenyum dan menurut saja pada apa yang Keira katakan. Mauren menahan kesal melihat kemesraan keduanya, ia muak sekali. Setelah rambut Kevin kering, Keira lalu menata rambut Kevin dengan pomade yang ia bawa. Sepanjang Keira mendandaninya, Kevin hanya menatap istrinya itu yang penuh kejutan dan serba bisa.


''Udah! Hmmm tampannya suamiku.'' Puji Keira sambil mengecup bibir Kevin sekilas. Kevin tersenyum dan bahagia dengan sikap Keira yang begitu peduli padanya.


''Terima kasih istriku,'' ucap Kevin sambil membalas kecupan di bibir Keira.


''Ehem-ehem! Hello, ada aku lho disini!" sahut Mauren sambil berdehem.


''Ya ampun, maaf ya Mauren. Kami sampai lupa kalau ada kamu.'' Kata Keira dengan ekspresi tidak enak (akting).


''Maaf ya Mauren, aku sampai tidak fokus. Karena dia memang sangat bisa mengalihkan dunia ku.'' Sambung Kevin.


''Ya, kalian emang couple gouls.'' Kata Mauren yang memaksa senyumnya. Padahal hatinya sudah terbakar cemburu.


''Ish, Kevin juga kenapa alay banget. Enek banget lihat si Keira yang sok cantik.'' Batin Mauren yang menahan kesal. Keira memang sengaja bersikap seperti itu di hadapan Mauren. Karena ia ingin menununjukkan bahwa dirinya lah satu-satunya ratu dalam kehdiupan Kevin.


"Memang enak Mauren, jadi obat nyamuk. Hanya aku, the one and only di hatinya Kevin Harris Sanjaya." Batin Keira.


Bersambung..... Yukkk like, komen dan vote ya, makasih 🙏😘 Yukk kepoin para visual di Ig @dydyailee536 ya dan gabung juga di Grup Chat author 🙏

__ADS_1


__ADS_2