
''Ya ampun, Nyonya cantik sekali,'' puji Bi Nani saat Keira baru saja tiba di rumah.
''Masa sih Bi?'' kata Keira tersipu malu.
''Iya Nyonya. Pasti Tuan semakin cinta. Nyonya seperti bule.'' Bi Nani pun kagum dengan kecantikan Keira.
''Hehehe sedang ingin ganti suasana, Bi. Semoga Tuan suka ya, Bi.''
''Pasti dong Nyonya. Tapi rambut Nyonya jadi bergelombang begini ya?''
''Hehehe iya Bi, memang sengaja di buat seperti ini sama Mbak Gina. Kebetulan tadi mampir ke salonnya Mbak Gina.''
''Saya yakin, setelah ini Nyonya akan semakin di kurung sama Tuan.'' Kata Bi Nani terkekeh.
''Dikurung? Memangnya kenapa Bi?''
''Soalnya Nyonya semakin cantik, hehehe.''
''Ah Bibi ini bisa saja. Oh ya Marvel sudah makan siang, Bi?''
''Sudah Nyonya tapi kan Den Marvel sedang bimbel.''
''Ya ampun aku lupa, Bi. Seharusnya kan aku mengantarnya tadi.''
''Den Marvel perginya sama Rima Nyonya, lagian ada bodyguard yang mengawal Den Marvel juga.''
''Ini sudah jam 5, sebentar lagi Tuan pulang jadi tolong siapkan makan malam ya, Bi. Saya mau dandan yang spesial untuk Tuan.''
''Siap Nyonya.''
Jiwa kecentilan Keira pun seolah meronta. Ia ingin berpenampilan seperti seorang ABG untuk menyambut suaminya pulang.
-
Di kantor, saat Kevin melintas ingin pulang, ia melihat Johan yang masih serius bekerja. Kevin menyempatkan untuk menyapanya.
''Johan, kenapa belum pulang?'' Mendengar suara bosnya, Johan pun beranjak dari duduknya.
''Eh Tuan Kevin. Saya mau ambil lembur Tuan.''
''Oh oke. Oh ya sudah kamu putuskan pilih rumah yang mana?''
''Be-belum Tuan. Boleh kan saya bicarakan dulu dengan Tessa?''
''Iya tentu saja. Kalau sudah ada pilihan yang pas, segera beritahu aku, kita langsung ke notaris.''
''Ta-tapi saya sama sekali tidak ada uang untuk men-DP rumahnya, Tuan.''
''Oh itu, kita bicarakan belakang saja. Yang penting pilih dulu.''
''Terima kasih Tuan Kevin, terima kasih.''
__ADS_1
''Ya sama-sama. Kalau begitu aku pulang dulu, pastikan semua pekerjaanmu beres.''
''Siap Tuan!"
Kevin menepuk bahu Johan, kemudian berlalu menuju tempat parkir dan segera pulang.
Sementara Keira dirumah sedang menyiapkan makan malam. Marvel yang duduk di meja makan, sedari tadi tak memalingkan pandangannya dari Ibu sambungnya itu.
''Mah, Mama cantik sekali.'' Puji Marvel.
''Marvel, kamu ini membuat Mama jadi malu.''
''Pasti nanti Papa terkejut melihat Mama yang seperti anak gadis ini.''
''Siapa yang mengajarimu merayu, Marvel?''
''Mmmm Om Miko, Mah.'' Celetuk Marvel.
''Oh pantas saja ya, kamu pintar merayu.'' Kata Keira sambil mengacak rambut putranya itu.
''Pasti Papa nanti pangling deh sama Mama dan tentunya makin cinta.''
''Eittsss anak kecil kok cinta-cintaan,'' kata Keira sambil mencolek hidung Marvel. Tak lama kemudian, terdengar deru mobil Kevin memasuki pelataran rumah.
''Nah itu mobilnya Papa. Kamu makan dulu ya sayang, Mama mau menyiapkan air panas untuk mandinya Papa.''
''Iya Mah.''
Keira kemudian segera menuju kamar untuk menyiapkan air panas dan pakain untuk suamianya.
''Hei Pah.'' Sapa Marvel. Kevin lalu memberikan kecupan di pucuk kepala Marvel.
''Hei juga jagoan Papa. Mama mana Marvel?'' tanya Kevin.
''Mama di kamar, menyiapkan air panas untuk Papa.''
''Baiklah, kamu makan saja dulu ya. Papa mau mandi udah keringetan.''
''Iya Pah.''
Kevin kemudian berlalu menuju kamarnya. Saat masuk kamar, Kevin terkejut melihat istrinya dengan penampilan barunya.
''Sayang, kamu habis potong rambut?''
''Hei Mas,'' sapa Keira seraya memeluk suaminya.
''Iya aku habis potong rambut sekalian aku cat. Aku seharian ini nyalon di Mbak Gina. Bagus tidak, Mas?''
''Bagus sih tapi ini rambut lurus kamu jadi kayak mie gini?''
''Memang di buat model gini sama Mbak Gina, nanti juga bisa balik lagi lurus. Kamu ini ah, nyebelin. Jelek ya.'' Kata Keira yang langsung menjauh dari suaminya. Keira memasang wajah cemberut melihat ekspresi datar suaminya.
''Ya sudah kamu mandi sana, aku ke bawah dulu.'' Ucap Keira seraya berlalu. Kevin tersenyum melihat ekspresi marah istrinya.
__ADS_1
''Siapa yang menyuruhmu pergi sayang?'' ucap Kevin sambil menahan tangan Keira.
''Kamu tidak suka kan melihat rambutku ini? Aku jelek kan, Mas? Ya sudah aku kebawah saja. Semua satu rumah bilang aku cantik tapi kamu saja yang reaksinya biasa.'' Kesal Keira. Kevin lalu memutar tubuh Keira untuk menghadapnya. Keira yang kesal, memalingkan wajahnya dan enggan menatap wajah Kevin.
''Cantik amat sih kalau cemberut gitu?'' goda Kevin sambil mencolek dagu istrinya itu. Kevin lalu membawa tubuh Keira dalam pelukannya. Diangkatnya wajah Keira yang menunduk itu.
''Memang aku harus bilang cantik ya? Aku boleh dong berbeda pendapat dengan mereka?'' goda Kevin.
''Udahlah Mas, aku mau turun.'' Keira mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Kevin namun Kevin semakin mengeratkan pelukannya.
''Sensi banget sih Ibu hamil satu ini. Sayang, sejujurnya kamu amata sangat cantik sekali. Mau rambut kamu panjang, pendek, hitam ataupun pirang, kamu tetap cantik. Karena cantiknya kamu dari hati bukan hanya sekedar cantik fisik. Sejujurnya saja, aku terpesona sekali dengan perubahan kamu ini. Kamu lebih fresh dan masih seperti ABG. Tapi aku justru semakin takut kalau kamu cantik seperti ini.''
''Memangnya kenapa Mas?''
''Aku takut semua mata pria akan memandangmu dengan berlebihan. Kamu cantik sekali sayang, sangat cantik. Bahkan cara dandan kamu berbeda dari biasanya. Sayang saja kamu sedang hamil muda jadi aku tidak bisa mengajakmu bermain lama-lama.'' Ucap Kevin sambil mengedipkan mata genitnya. Senyum Keira pun mengembang mendapat pujian dari suaminya.
''Jadi intinya kamu suka, Mas?''
''Sangat suka, sayang.''
''Tidak tahu kenapa hari ini aku pingin nyalon, Mas. Jadi ya sudah, Mbak Gina membantu semuanya. Dan tentunya aku melakukan ini untuk menyenangkan suami aku.''
''Terima kasih ya sayang, kamu mau bagaimanapun aku tetap suka dan tetap cinta.''
Keira lalu berjinjit dan mengecup bibir suaminya. Tanpa banyak bicara Kevin langsung me...lu...mat bibir Keira dengan ganasnya. Membuat Keira gelagapan dengan serangan ganas suaminya. Setelah lima menit, Keira melepaskan lu..ma..tan suaminya. Nafas keduanya pun beradu.
''Mas, aku kebawah dulu ya.''
''Tidak bisa! Siapa suruh kamu jadi semakin cantik dan menggoda seperti ini sayang? Lima menit lagi untuk hot kiss.'' Pinta Kevin dengan dengan nafas yang memburu.
''Kasihan Marvel, Mas.'' Keira berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
''Dosa lho menolak permintaan suami. Lima menit lagi sayang dan setelah makan malam, kita main lagi satu ronde saja. Aku ingin menciumi tubuhmu yang wangi ini.'' Ucap Kevin dengan tatapan menggoda. Keira hanya pun pasrah dan keduanya lalu berciuman kembali dengan sangat panas. Namun tangan Kevin sudah menjalar kemana-kemana, menelusup di balik baju milik Keira. Kevin lalu melepaskan pagutannya.
''Sayang, sekarang saja ya. Aku sudah tidak tahan, sekalian aku langsung mandi.'' Pinta Kevin yang sudah tidak sabar untuk menjamah setiap inchi tubuh istrinya.
''Tapi Marvel, Mas?''
Kevin tidak menjawab pertanyaan Keira. Kevin mere...mas bukit kembar milik Keira sambil mel..u..mat bibir Keira. Mengalihkan perhatian Keira supaya Keira tetap fokus dengan dirinya tanpa memikirkan hal yang lain. Keira benar-benar pasrah dan menuruti keinginan suaminya itu. Alhasil Marvel makan malam sendirian karena Mama dan Papanya hampir satu jam tidak turun. Setelah bergulat diatas tempat tidur dengan sejuta rasa kenikmatan, Kevin lalu terkapar di atas tempat tidur.
''Sayang, nanti setelah makan malam lagi ya?'' bisik Kevin.
''Katanya satu ronde saja, Mas. Seharusnya kan jatahnya nanti tapi kamu mintanya sekarang.''
''Aku tidak tahan melihat kamu yang seksi sayang. Kamu seperti bule dan sangat menggoda. Resiko ya, kamu memancing gairahku.''
''Iya kasihan babynya nanti di kaget karena ada terjangan tsunami berakali-kali,'' seloroh Keira.
''Tidak apa-apa sayang. Dia di alam juga butuh asupan gizi dari Papanya. Aku mandu dulu ya, sayang.'' Ucap Kevin sambil mengecup tubuh telanjang Keira berkali-kali.
''Astaga Mas, kita sudah satu jam meninggalkan Marvel makan malam sendirian dibawah. Kasihan kan?''
''Sudah tidak apa-apa. Dia mengerti kok kebutuhan Papa dan Mamanya.''
__ADS_1
''Hmmmm dasar Mas Kevin. Pulang-pulang main unboxing aja. Memangnya stamina dia tidak ada duanya. Pulang kerja bukannya capek eh ini main tancap gas aja. Dasar suamiku ini! Gini ya kalau perawan dapat duda. Mana dudanya buas lagi,'' gumam Keira terkekeh.
Bersambung...