Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 75 MUACH!


__ADS_3

Kini Kevin dan Keira sedang perjalanan menuju kantor.


''Tuan, eh maksudnya Mas Kevin. Rasanya hari ini aku seperti mengikuti aktivitasmu. Setelah ini kita pergi ke kantor, memangnya ada apalagi?''


''Aku ada meeting sebentar. Kamu harus ikut kemanapun aku pergi. Nanti kamu bisa menunggu ku di ruanganku.''


''Aku juga tidak boleh lama-lama di panti, kan kasihan Leon.''


''Untuk apa kamu peduli padanya? Lagi pula aku sudah minta ijin pada Bu Rini dan beliau mengerti keadaan kita. Dan juga kamu diam-diam berkencan dengan Leon?''


''Tidak! Siapa yang berkencan.'' Bantah Keira.


''Ingat ya Kei, jangan sampai ada berita buruk lagi tentang ini semua. Ini sudah semakin kacau jadi jangan memperkeruh keadaan. Kasihan Ayah mu kalau sampai hal seperti ini terjadi lagi.''


''Iya-iya maaf.''


Setelah sampai di kantor, Kevin mengajak Keira menuju ruangannya.


''Jangan kemana-mana dan tetap disini. Aku akan menyelesaikan rapatku hari ini. Setelah itu kita menunu butik Gina.''


''Iya MAS KEVIN!" kata Keira dengan penuh penekanan. Kevin kemudian berlalu meninggalkan ruangannya. Sementara Keira duduk di sofa dan tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Keira lalu mengeluarkan ponselnya saat mendengar nada pesan grup berbunyi.


Laras : Kei, makan siang yuk! Gue tunggu di cafe tempat Johan kerja.


Johan : Iya nih mumpung ada promo.


Keira : Sorry ya, gue nggak bisa 😔. Gue lagi di kantornya Om Duda nih. Gue bete seharian di kintilin mulu. Habis ini dia ngajakin buat fitting.


Laras : OMG! Kalian sweet banget sih. Kemana-mana nempel terus.


Johan : Jadi pingin punya pacar. Biar hidup gue nggak suram 😌.


Laras : Banyakin duit dulu kayak Om duda. Nanti cewek-cewek bakalan nyamber tanpa perlu elo deketin, hahahaha.


Keira : Laras, kasihan Johan terbuli lagi, hehehe.


Laras : Emang mau fitting dimana sih?


Keira : Belum tahu. Yang jelas ini di butik istri sepupunya.


Laras : Lah terus elo ngapain di kantornya Om duda?


Keira : Dia lagi meeting dan gue di suruh nunggu di ruangannya. Bete banget gue, nggak tahu mau ngapain.

__ADS_1


Johan : Gimana kalau gue DO aja? Camilan atau minuman?''


Keira : Ide bagus sih Jo. Ya udah gue mau banana crispy ball 4, vanilla latte 4 sama french fries juga 4. Capcus anter biar gue nggak bete.


Johan : Siap Nyonya Bosss!


Laras : Gue juga mau!


Keira : Bungkus juga buat Laras, Jo. Antar ke butik tempat dia magang.


Johan : Ok Siap!


Laras : Yeyy gue dapat gratisan! Makasih Keira sayang, muach.


Keira : Sama-sama Laras sayang, muach.


''Mereka selalu bikin mood gue balik,'' gumam Keira setelah selesai chat bersama Laras dan Johan. Keira lalu beranjak dari sofanya, ia melihat isi ruangan Kevin. Ada sebuah almari kaca yang berisi sertifikat dan plakat penghargaan atas prestasi Kevin disana. Bahkan beberapa foto-foto Kevin bersama tokoh-tokoh penting.


''Hebat juga nih si kepala batu,'' gumam Keira. Dua puluh menit pun berlalu, pesanan Keira pun sudah tiba.


''Nona!" sapa Siska.


''Iya Nona Siska.''


''Iya. Dimana teman ku?''


''Dia sudah pergi. Security yang mengantarkannya pada saya.''


''Oh jadi tidak boleh masuk ya?''


''Iya. Ini semua demi keamanan dan sudah seperti itu peraturannya.''


''Ya sudah, letakkan saja. Oh ya ini untuk Nona Siska dan ini untuk Tuan Krisna. Kalian pasti sangat lelah dan pastinya butuh camilan saat kerja. Iya kan?''


''E... Nona serius?''


''Iya. Sudah, bawa saja. Tidak usah terlalu kaku kayak si bos,'' ucap Keira terkekeh.


''Waduh, makasih ya Non. Oh ya jangan panggil Nona ya, panggil Mbak saja. Apalagi Nona Keira sebentar lagi akan menjadi nyonya jadi kurang etis saja.''


''Baiklah Mbak Siska. Mbak boleh kembali ke ruangan tapi Tuan Kevin masih lama?''


''Belum tahu Nona karena Krisna yang menemani Tuan Kevin meeting. Saya ini asistennya Krisna.''

__ADS_1


''Oh begitu ya sudah tidak apa-apa.''


''Sekali lagi terima kasih untuk camilannya. Saya permisi.''


''Sama-sama Mbak.''


Siska pun berlalu dengan membawa minuman serta camilan yang diberikan oleh Keira. Keira pun langsung menyeruput minuman serta camilan yang ada di hadapannya, sambil menonton film kartun Scooby-Doo kesukaannya. Satu jam sudah Keira menunggu di ruangan Kevin. Minuman dan camilan yang seharusnya ingin ia berikan pada Kevin, justru ia habiskan tak bersisa. Karena terlalu bosan dan lelah menunggu sampai kekenyangan, Keira pun tertidur di sofa.


Kevin sangat terkejut melihat meja di ruangannya sangat berantakan. Ada bekas minuman dan sisa camilan. Di tambah ponsel milik Keira masih menyala.


''Apa-apaan ini? Kenapa tingkahnya justru mengalahkan Marvel?'' gumam Kevin.


''Malah tidur lagi. Astaga, sudah sebesar ini masih juga suka menonton kartun.'' Kata Kevin sambil mematikan ponsel milik Keira.


''Kei, bangun!" panggil Kevin sambil menepuk pundak Keira. Namun Keira tak kunjung bangun. Keira justru tersenyum sambil mengigau.


''Ini punyaku! Kembalikan!" ucap Keira sambil menarik tangan Kevin dan membuat Kevin berlutut. Keira lalu mengalungkan tangannya pada leher Kevin dan menarik Kevin lebih dekat.


''Siapapun tidak boleh memilikinya! Ini boneka dari bundaku." Kata Keira yang masih mengigau. Tapi Keira tidak sadar kalau hidungnya dengan hidung Kevin saling bersentuhan. Jantung Kevin tiba-tiba kembali berdetak dengan cepat. Ia tidak bisa bergerak sama sekali. Nafasnya dengan Keira saling beradu.


MUACH! Kecupan tiba-tiba melayang di bibir Kevin begitu saja. Kevin terbelalak tidak percaya bahwa Keira akan menciumnya seperti itu.


''Aku sayang kamu bonekaku." Ucap Keira lagi.


''Dia sangat lucu kalau seperti ini dan kecupan ini...?'' Gumam Kevin dalam hati. Wajah Kevin mulai memerah karena wajah mereka sangat dekat. Pandangan Kevin lalu tertuju pada bibir Keira, bibir yang baru saja menyentuhnya. Bibir yang cantik dan terlihat menggemaskan itu tersenyum dengan sangat indah.


''Sadar Kevin, apa yang ada di pikiranmu?'' batin Kevin. Kevin lalu berusaha melepaskan tangan Keira yang melingkar di lehernya dengan perlahan.


''Huft, akhirnya bisa lepas juga,'' gumam Kevin dalam hati. Ia kemudian merapikan kembali dirinya dan menepuk-nepuk pelan dadanya.


''Tenang lah, kenapa detakmu semakin cepat.''


''Keira! Ayo bangun!" Kata Kevin yang mencoba menetralkan kembali perasaan campur aduknya itu. Mendengar suara Kevin yang kerasa itu, membuat Keira membuka mata seketika.


''Tuan! Eh Mas! Maaf, aku tertidur!" Keira lalu bangun dari posisinya.


''Apa yang kamu lakukan Kei? Kenapa ruanganku berantakan seperti ini?'' bentak Kevin.


''Mmmm maaf, Mas. Tadinya aku mau menyisakan untukmu tapi malah habis aku makan sambil menonton film.'' Kata Keira sambil memungut sampah di atas meja.


''Cepat bersihkan dan rapikan! Bagaimana kalau nanti ada tamu yang masuk? Apalagi kamu sampai tertidur seperti ini. Jangan sampai ada kotoran yang tersisa di meja ataupun kursi.''


''Iya-iya bawel banget. Siapa juga yang nggak jenuh nunggu sampai satu jam,'' gerutu Keira sambil membersikan merapikan kembali meja. Kevin lalu duduk di kursinya sambil memeriksa kembali hasil rapat. Sesekali ia mengusap bibirnya dengan telunjuknya, mengingat momen beberapa detik lalu saat Keira tiba-tiba mengecupnya. Bahkan tanpa sadar senyum tipis tersungging dari bibir Kevin.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2