Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 53 Marvel Pulang!


__ADS_3

Malam itu, Miko menjenguk Kevin bersama dengan Gina. Mereka membawakan makanan kesukaan Kevin.


''Kevin, ayo makanlah! jangan seperti anak kecil.''


''Perutku masih tidak enak rasanya,'' jawab Kevin yang masih duduk bersandar pada dipan.


''Ini makanan kesukaan kakak. Aku sengaja memasaknya untuk Kak Kevin,'' sahut Gina.


''Terima kasih ya, Gin. Tapi setiap habis makan, perutku langsung mual dan ingin muntah.'' Kata Kevin sambil mengerutkan hidungnya.


''Permisi Tuan Kevin,'' suara Bi Nani sambil membawa nampan dengan piring berisi nasi tim dan ayam bawang.


''Iya Bi.''


''Ini nasi tim nya tuan, semoga rasanya sama seperti buatan Nona Keira ya. Ini percobaan keempat, semoga tuan suka. Apalagi sejak Nona Keira pergi siang tadi, anda sama sekali belum makan kembali.'' Kata Bi Nani yang begitu lugunya. Mendengar ucapan Bi Nani, Miko dan Gina saling pandang menahan tawa. Sementara Kevin menjadi salah tingkah.


''Taruh saja, Bi. Bibi boleh keluar.''


''Baik Tuan, permisi.'' Bi Nani pun segera keluar meninggalkan kamar Kevin. Miko pun melepas tawanya yang sedari tadi sudah ia tahan.


''Buahahahaha, oh rupanya itu alasan elo menolak masakan buatan Gina. Rupanya sudah punya selera baru nih?'' goda Miko.


''Si..siapa yan yang punya selera baru. Biasa aja tuh, namanya juga orang sakit apalagi perut. Ya cuma makanan buatan dia yang bisa di terima perutku. Makanya aku meminta Bibi untuk membuatkan yang sama.'' Kata Kevin yang mencoba mengelak.


''Sudah akui saja perasaanmu, Kevin. Dari perut turun ke hati nih, cieee....''


''Apaan sih yang dari perut turun ke hati. Biasa aja kali. Tidak ada perasaan apapun.''


''Ya elo makan dong masakan buatan Bi Nani. Masa iya percobaan empat kali di tolak.'' Kata Miko yang semakin girang untuk membulli sepupunya itu.


''Iya nih, gue makan.'' Ketus Kevin sambil menyambar makanan yang di sajikan oleh Bi Nani. Namun baru satu suap, tiba-tiba ia merasa mual dan muntah.


''Kevin, elo kenapa?'' tanya Miko panik.


''Mas-mas ambil ember atau kantong plastik, Kak Kevin mau muntah,'' kata Gina yang juga panik. Keduanya berusaha mencari salah satu yang bisa di temukan. Akhirnya Kevin mengularkan kotak makan Gina lalu mengambil kantong plastiknya dan memberikannya pada Kevin.


Hueek... hueek... hueek... Kevin pun kembali muntah. Ia menggapai tisu dan mengelap bibirnya. Melihat Kevin muntah, Gina pun mendadak mual dan memilih keluar dari kamar Kevin.


''Kevin, elo menjijikkan banget sih. Elo selesein dulu, gue keluar,'' kata Miko seraya menyusul Gina.


Kevin pun lemas dan terengah-engah. Ia menyambar tisu di nakas samping tempat tidurnya lalu mengelap bibirnya.


''Dasar kalian saudara tidak tahu diri, durhaka ya kalian!" ucap Kevin setengah teriak. Kevin lalu berusaha jalan sambil membawa infusnya untuk menuju kamar mandi. Ia membuang kantong itu ke tempat sampah yang berada di kamar mandi.


''Sial! benar-benar durhaka mereka. Keira saja telaten mengurusku, kalian yang saudara sungguh tega.'' Kata Kevin dengan amarahnya. Ia pun buru-buru mencuci tangan juga mukanya.


''Eh tunggu-tunggu, kenapa aku justru membandingkannya dengan Keira?'' gumam Kevin.


''Ah bodoh amat! itu pasti karena tadi dia membantuku tapi kan dia membantuku karena mengganggapku kakek-kakek jompo,'' gumamnya lagi.

__ADS_1


-


Keesokan harinya, Marvel berpamitan pada Pak Ammar dan juga Kenny.


''Om Kenny- Kakek Ammar, terima kasih ya sudah menerima ku disini. Dan terima kasih juga untuk kebaikan kalian.''


''Sama-sama Marvel. Kamu juga sangat senang kamu ada disini.'' Kata Kenny.


''Kapan-kapan aku boleh datang kesini lagi kan?''


''Tentu boleh, Marvel. Kakek sangat senang kalau kamu mau datang kemari. Jangan lupakan kakek ya?''


''Tidak akan, Kek. Aku kan cucu kakek jadi mana mungkin aku akan lupa,'' kata Marvel. Marvel kemudian memberikan pelukan untuk Pak Ammar, tak lupa ia juga memberikan pelukan pada Kenny.


''Kei, kakak antar ya?''


''Tidak usah, Kak. Kakak kan sedang di pingit. Lagi pula Marvel sendiri yang meminta naik motor.''


''Kalau begitu kamu hati-hati ya, Kei. Jangan ngebut-ngebut,'' pesan Pak Ammar.


''Iya, ayah tenang saja.'' Keira lalu mencium punggung tangan Ayah dan Kakaknya.


Tentu saja Marvel kembali ke rumah atas campur tangan Miko. Di tambah Miko dan Marvel memanfaatkan keadaan Kevin yang sakit untuk mendekatkannya dengan Keira. Karena setiap Keira sedang menggeletakan ponselnya begitu saja, disanalah Marvel beraksi.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit, akhirnya Keira sampai di rumah Kevin.


''Ya Allah, akhirnya Den Marvel pulang juga. Mbak senang sekali,'' ucap Mbak Rima seraya memeluk Marvel.


''Maaf ya Mbak, sudah membuat khawatir.''


''Den Marvel!" seru Bi Nani yang melihat Marvel datang. Bi Nani pun langsung memeluk Marvel.


''Alhamdulillah Den Marvel kembali dengan selamat. Den Marvel kemana saja? Tuan Kevin sangat merindukan Den Marvel sampai jatuh sakit.''


''Aku tidak kemana-mana Bi.'' Kata Marvel seraya melepaskan pelukan Bi Nani.


''Bi, bagaimana keadaan tuan Kevin?''


''Sudah baikan, Non. Tapi susah sekali untuk makan.''


''Marvel, ayo kita ke kamar papa. Papa pasti sudah sangat menunggu kamu.'' Keira lalu menggandeng tangan Marvel menuju kamar Kevin. Perlahan Marvel membuka pintu dengan sedikit celah, dari celah itu ia melihat papanya sedang memandangi sebuah bingkai foto. Tentu saja foto itu adalah foto dirinya bersama Marvel.


''Marvel, papa merindukanmu! kamu dimana? maafkan papa ya, nak. Papa sungguh menyesal dan sangat egois. Papa tidak memikirkan perasaanmu tapi papa hanya memikirkan perasaan papa saja. Kembali dan pulanglah, nak. Maafkan papa,'' sesal Kevin dengan air mata yang membasahi wajahnya yang masih tampak pucat itu.


''Marvel, masuklah! lihat, papa benar-benar menyayangimu,'' bisik Keira. Marvel kemudian membuka pintu lebar sembari menyapa papanya.


''Papa!" mendengar suara Marvel, Kevin menoleh ke arah sumber suara.


''Marvel! kamu sudah kembali? papa tidak mimpi kan?'' kata Kevin yang merasa tidak percaya kalau Marvel benar-benar sudah kembali. Marvel lalu berlari kecil mendekat ke arah papanya yang masih terbaring di tempat tidur. Keduanya lalu berpelukan saling melepas rindu. Kevin menciumi putranya bertubi-tubi karena ia sangat merindukannya.

__ADS_1


''Marvel, maafkan papa ya? maafkan papa yang tidak pernah mengerti perasaanmu.''


''Maafkan aku juga ya pah karena aku mama meninggalkan kita.''


''Tidak nak! itu bukan salahmu tapi itu takdir. Mulai sekarang kita tutup lembaran lama dan kembali membuka lembaran baru. Kita bisa merayakan ulang tahun kamu dengan meriah. Maafkan sikap papa selama ini ya tapi asal kamu tahu, dalam lubuk hati papa, papa sangat menyayangi kamu. Maafkan papa yang belum bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu.''


''Maafkan aku juga ya pah.''


''Tidak perlu meminta maaf karena kamu tidak salah apa-apa, nak.''


Keira merasa sangat bahagia karena kini keduanya sudah akur kembali.


''Kei, terima kasih sudah menemukan Marvel.'' Kata Kevin seraya melepaskan pelukannya pada Marvel.


''Sebenarnya yang menemukan Marvel adalah kakakku, tuan. Kakakku melihat Marvel menangis di makam Nyonya Kania. Lalu Kakakku membawa Marvel ke rumah.''


''Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku, Keira? kamu sengaja ya?'' kata Kevin yang mulai dengan suara tinggi.


''Papa jangan salahkan mama Keira. Aku sendiri yang tidak ingin pulang dan melarang mama memberitahu mu. Aku merasa kalau aku pulang, papa akan semakin kesal dan siapa tahu dengan aku pergi, bisa menghapus luka papa karena kepergian mama. Jangan marahi Mama Keira, pah. Mama Keira, Om Kenny dan Kakek Ammar sangat baik dan sayang padaku. Aku senang sekali tinggal disana. Kami makan bersama meskipun sederhana. Lalu aku mendapat banyak hal baru. Mulai dari menanam sayuran, tanaman, memberi makan ayam bahkan memancing disungai. Aku sangat senang melakukan banyak hal yang tidak pernah aku lakukan. Karena selama ini papa melarangku pergi kemanapun,'' cerita Marvel panjang lebar pada Kevin.


''Papa melarang kamu keluar karena papa tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Apalagi posisi papa sedang kerja. Papa merasa tenang kalau kamu berada di rumah. Papa melakukan itu karena sangat menyayanginkamu, Marvel.''


''Iya aku mengerti pah.''


''Dan untuk kamu, sebelumnya terima kasih atas kebaikan kamu dan keluarga kamu. Tapi paling tidak kamu seharusnya memberitahuku. Kalaupun Marvel tidak mau pulang, aku juga akan memberikan dia waktu untuk mengembalikan suasana hatinya. Jangan main seenaknya saja! aku ini orang tuanya, kalau terjadi sesuatu bagaimana? apa kamu mau bertanggung jawab?'' cerocos Kevin yang memamarahi Keira.


''Ya memang aku sengaja ingin memberi Tuan pelajaran. Tuan, seseorang itu akan terasa berarti untuk hidup kita setelah kita kehilangan dia. Makanya selagi ada disamping kita, curahkan perhatian dan kasih sayang untuknya,'' jelas Keira.


''Memangnya kamu siapa mau memberiku pelajaran?''


''Aku guru! memangnya kenapa?''


''Guru apa? kamu sudah di berhentikan!" ketus Kevin.


''Mama di berhentikan? kenapa ma?'' tanya Marvel yang merasa terkejut.


''Tidak apa-apa Marvel, mama hanya ingin suasana beda saja. Hari ini mama mulai membantu di panti jompo.''


''Kita tidak bisa bertemu lagi dong?'' kata Marvel cemberut.


''Ya bisalah. Kamu bisa main ke rumah mama, begitu juga sebaliknya. Kan selama satu minggu terakhir ini, mama akan menyelesaikan tugas mama untuk mengantar jemput kamu.''


Mendengar ucapan Keira, Marvel mendadak sedih. Ia tidak mau berpisah dengan Keira. Marvel lalu menarik tangan Kevin dan Keira, Marvel kemudian menyatukan tangan keduanya.


''Mah, menikahlah dengan Papa Kevin. Pah, menikahlah dengan Mama Keira. Aku ingin kalian bersatu dan bersama. Aku hanya ingin Mama Keira yang menjadi mama ku,'' kata Marvel dengan tulus dan sepenuh hati. Keira terkejut dengan apa yang di ucapkan Marvel, begitu juga dengan Kevin.


''Aku ingin kita bertiga tinggal satu rumah dan hidup bersama. Aku ingin merasakan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang,'' pinta Marvel dengan tatapan polosnya. Kevin dan Keira hanya saling pandam dan diam, mereka bingung bagaimana mengatasi permintaan Marvel kali ini.


Bersambung... Bagaimanakah kelanjutannya??? tunggu episode selanjutnya yaa, terima kasih 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2