
Saat jam makan siang, Siska, Mauren dan Krisna datang menjenguk Keira. Kevin memang sengaja meminta Krisna dan Siska untuk bersikap biasa saja dengan Mauren, supaya tidak menganggu penyelidikan David. Sementara Marvel sendiri akhirnya berhasil di bujuk untuk pulang, supaya Marvel bisa istirahat dengan tenang di rumah.
''Selamat siang Tuan,'' sapa Krisna.
''Selamat siang. Krisna, Siska, Mauren, ayo masuk.'' Kata Kevin dengan ramah.
''Nyonya sudah sadar ya? Alhamdulillah kami senang sekali mendengarnya.'' Kata Siska.
''Iya Mbak Siska, alhamdulillah.'' Jawab Keira.
''Kei, syukurlah kamu baik-baik saja. Aku sangat khawatir saat terjadi ledakan itu. Apa ada luka yang serius?'' kata Mauren dengan akting wajah paniknya.
''Punggungku mengalami luka bakar tapi beruntung lukanya tidak serius.'' Jawab Keira.
''Oh syukurlah. Untung saja api saat itu bisa di padamkan dan para lansia juga selamat.''
''Iya Mauren, syukurlah kalau tidak ada korban jiwa.''
''Kevin kamu tenang saja ya, urusan kantor biar Krisna dan Siska yang mengatasinya. Kamu fokus saja pada kesembuhan Keira. Dia saat ini pasti sangat membutuhkanmu. Dan ini juga aku membawakan makan siang untuk kalian.'' Kata Mauren sambil meletakkan paper bag berisi makanan di atas meja.
''Terima kasih untuk makan siangnya Mauren.'' Kata Keira.
''Iya sama-sama.''
''Bagaimana kantor Kris?'' tanya Kevin.
''Sejak sabotase dan berita hoax itu, kami berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan perusahaan, Tuan. Karena tentu saja kita mengalami kerugian yang cukup signifikan.''
''Kalau kamu memang butuh bantuan dana, aku siap membantu Kevin.'' Sahut Mauren.
''Sebaiknya kita bicarakan di kantor saja ya. Aku lupa kalau istriku ini baru saja mengalami sebuah kecelakaan.'' Ucap Kevin sambil menggenggam tangan istrinya.
''Oh ya, bagaimana kata polisi Tuan?'' tanya Krisna.
''Pelakunya sudah di tangkap. Tapi pelaku aslinya belum tertangkap.''
''Jadi itu bukan murni kecelakaan?''
''Bukan. Karena selang tabung gas sengaja di potong dan ada putung rokok yang menyala. Apalagi tim dari chef restoran tidak ada yang merokok bahkan larangan keras, merokok saat bekerja apalagi memasak.''
''Berarti ada unsur kesengajaan begitu maksud kamu, Mas?'' sahut Keira.
''Iya sayang. Tapi aku tidak tahu apa motifnya. Karena pelaku hanya mengaku kalau dia ca disuruh demi uang. Aku pikir mereka itu orang gila yang sudah tidak punya nurani.'' Ucap Kevin dengan penuh penekanan. Kevin sesekali melihat kearah Mauren yang tampak terlihat gelisah.
__ADS_1
''Tuan dan Nyonya ini adalah orang baik tapi kenapa ya ada orang yang tega melakukan itu pada kalian? Belum selesai berita hoax tentang Nyonya, eh sekarang ada lagi.'' Timpal Siska.
''Bisa jadi mereka iri dengan kesuksesan dan kebahagiaan kamu, Kevin. Tapi aku yakin semuanya pasti akan cepat berlalu dan penjahatnya yang asli akan segera tertangkap.'' Kata Mauren yang bersikap penuh simpati.
''Dasar manusia berkepala ular,'' gumam Kevin dalam hati.
Hari itu banyak sekali yang mengunjungi Keira, setelah Krisna, Siska dan Mauren pergi, Laras dan Johan bersama Tessa datang mengunjungi Keira. Termasuk Miko, Gina, Cindy, Nyonya Rossa, Kenny dan Pak Ammar. Sekalipun ia sedang mengalami musibah, Keira bersyukur karena banyak sekali orang-orang yang menyayanginya.
-
Kini Miko bersama Gina dan Nyonya Rosa sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
''Benar kan firasat Mama kalau wanita itu pembawa sial.''
''Wanita siapa Mah?'' tanya Miko.
''Siapa lagi kalau bukan Keira. Dia itu pembawa masalah. Itu juga Kevin kualat sama Mama karena menikah tidak mengundang Mama apalagi meminta doa restu.''
''Mah, hal semacam itu tidak ada. Ini semua musibah jadi jangan Mama sangkut pautkan dengan hal seperti itu. Kita harus bersyukur karena Keira selamat.''
''Iya tapi karena wanita itu juga perusahaan Kevin banyak mengalami masalah. Ada saja berita buruk di luaran sana tentang dia. Eh di tambah lagi calon anaknya Kevin meninggal. Tapi ya syukurlah setidaknya wanita itu tidak mandul, sekalipun pembawa sial.''
''Mah, cukup! Kenapa Mama dari dulu tidak berubah? Selalu saja memgatur kehidupan Miko dan Kevin.''
''Mama mengatur karena Mama sayang dengan kalian. Mama tidak ingin hidup kalian berantakan. Dan kenyataannya terbukti kan sekarang? Kamu juga sampai detik ini belum juga punya anak. Sebaiknya kamu menikah lagi untuk mendapatkan keturunan.''
''Mah, jangan bicarakan hal itu.'' Kata Miko.
''Mama sudah memilihkan calon untuk kamu. Nadia itu yang terbaik untuk kamu. Dia seorang yang berpendidikan dan juga seorang jaksa. Bukankah tidak masalah kalau seorang pria memiliki dua istri?''
''Mah, kami tidak terburu-buru untuk memiliki seorang anak. Aku dan Gina sepakat untuk mengadopsi seorang anak, sebagai pancingan untuk kita. Lagi pula Gina juga hebat. Dia juga gadis mandiri dan seorang fashion designer ternama. Jadi bagiku dia yang terhebat.''
''Buat apa berkarir tapi kalau tidak bisa memiliki anak. Mama juga tidak mau seorang cucu yang bukan berasal dari darah dagingmu, Miko.''
Gina hanya bisa terdiam sambil menahan isak tangisnya.
''Aku sudah menduganya kalau hal ini akan terjadi. Seandainya Mama dan Miko tahu yang sebenarnya, apa mereka masih bisa bersikap seperti ini padaku,'' gumam Gina dalam hati.
Sesampainya di rumah, Gina pun langsung masuk ke kamar. Ia bahkan mengunci pintu kamarnya dan tidak membiarkan Miko masuk. Ia hanya ingin sendiri dan menumpahkan segala kesedihannya.
''Sayang, buka pintunya.'' Kata Miko sambil menggedor pintu kamarnya.
''Miko, sudah biarkan saja dia.'' Kata Nyonya Rosa sembari berlalu menuju kamarnya. Miko kemudian mengirim pesan pada Gina.
__ADS_1
Miko : Sayang, buka pintunya. Jagan mengunci diri kamu di kamar seperti ini ya. Aku mencintai kamu.
Mendapati pesan dari suaminya, Gina hanya membacanya tanpa membalasnya.
Miko : Sayang, ayolah. Ucapan Mama jangan kamu masukkan hati. Mama memang begitu jadi abaikan saja. Ayolah sayang.
Miko terus membujuk Gina lewat pesan yang di kirimkan. Namun Gina tetap mengabaikannya. Miko pun akhirnya menyerah dan memilih duduk berselonjor di depan pintu kamarnya. Miko bahkan sampai tertidur di depan pintu, demi Gina mau membukakan pintu untuknya.
Jam menunjukkan pukul 1, Gina pun masih belum tertidur.
"Aku tidak boleh begini. Nanti Mama bisa memanfaatkan celah untuk mendekatkan Miko dengan Nadia." Gumam Gina. Gina yang sedari tadi terduduk sambil memeluk kakinya, akhirnya beranjak dari tempat tidur untuk mencari Miko.
Saat membuka pintu kamarnya, Gina sangat terkejut melihat Miko tertidur di samping pintu kamar.
"Miko, kenapa tidur disini?" gumam Gina yang merasa iba dengan suaminya itu.
"Sayang, bangun." Kata Gina sambil menepuk pipi Miko. Miko pun membuka matanya dan melihat Gina sudah ada di hadapannya. Miko pun langsung memeluk dan menciumi istrinya itu.
"Sayang, akhirnya kamu membukakan pintu untukku. Aku kedinginan di sini, banhak nyamuk." Kata Miko sambil ndrusel pada Gina.
"Miko geli ah," kata Gina.
"Biarin. Kamu harus dihukum ya." Miko kemudian menggendong Gina menuju kamar dan Miko pun segera mengunci pintu kamarnya. Miko lalu duduk di atas ranjang sambil memangku Gina.
"Apa kamu menangis?" tanya Miko sambil menatap mata indah Gina.
"Menurutmu?"
"Maafkan aku ya. Apa perlu kita pergi berlibur atau second honeymoon untuk melupakan masalah ini." Bujuk Miko.
"Iya aku mau. Tapi bagaimana dengan Mama?"
"Mama ya biarin aja di rumah. Memangnya kamu mau Mama mengganggu kita? Aku sendiri pusing kalau Mama disini. Kita sebaiknya pergi berlibur, kita honeymoon dan kita bersenang-senang hanya berdua. Kamu setuju kan?"
"Tapi kapan?"
"Besok juga bisa. Malam ini aku akan memesan tiket untuk pergi ke Maldives. Tapi kamu janji jangan seperti tadi ya? Aku sangat sedih kalau kamu mengabaikan aku seperti tadi. Dengarkan aku sayang, jangan pernah dengarkan omongan Mama. Kamu cukup percaya dengan ku saja. Kalaupun aku berhubungan dengan Nadia, itu sebatas pemecahan kasus yang menimpa Kevin. Sebelum Mama bicara pun, aku sudah bicara denganmu kan? Jadi kamu tidak usah mendengarkan omongan Mama. Kamu harus percaya denganku." Jelas Miko.
"Tapi kamu jangan pernah tinggalkan aku ya?"
"Iya aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu. Tapi kalau khilaf dikit, kamu mau maafin kan?"
"Tuh kan belum apa-apa bilang seperti itu."
__ADS_1
"Hehehe maaf sayang, aku bercanda. Kamu itu wanita yang sangat sempurna." Miko kemudian memberikan kecupan di bibir Gina dengan sangat lembut. Gina pun juga membalas dengan sangat lembut. Miko kemudian mengajak Gina untuk bercinta, mengakhiri malam dengan suara decapan khas bercinta.
Bersambung..... Semoga Miko tidak tergoda dengan Nadia 😁😁😁