
Acara opening cafe Johan hari ini berjalan dengan lancar. Johan sangat senang karena baru pertama pembukaan, cafenya sudah sangat ramai. Kehadiran Laras dan Keira semakin menambah semangat Johan. Laras tampak sibuk membantu Johan dengan melayani pengunjung dan sesekali mengantar pesanan. Keira hanya bisa duduk sambil melihat para pengunjung yang datang silih berganti dan repotnya Johan keluar masuk dari dapur. Johan memang sengaja meminta Keira hanya duduk karena ia tidak ingin Keira kelelahan atau kenapa-kenapa karena hamil muda. Apalagi di cafe itu juga sedang ada Kevin, sudah pasti Kevin melarang Keira untuk ikut membantu karena kondisinya yang tengah hamil muda.
Dari cafe buka sampai jam makan siang selesai, pengunjung perlahan mulai sepi. Laras yang sudah mulai lelah, memilih untuk duduk dan istirahat bersama Keira.
''Aduh, capek banget gue. Full tamu hari ini,'' ucap Laras sambil mengusap peluhnya dengan lengannya.
''Nih minum dulu,'' kata Keira sambil menyodorkan minuman.
''Betis gue bengkak deh kayaknya,'' kata Laras sambil memijat-mijat betisnya.
''Namanya juga kerja ya capek lah, Ras. Gue sebenarnya kasihan karena pada kuwalahan tapi Johan nggak ngebolehin.''
''Tenang aja Kei, semuanya sudah teratasi kok.'' Ucap Laras sambil menenggak minuman yang di berikan oleh Keira.
''Tapi memang ini openingnya membludak banget, Ras.''
''Ya gue kan promoij juga ke mantan penyewa jasa kita yang anak muda. Kerena elo sering nolak anak SMA jadinya gue sama Johan deh yang melayani mereka.''
''Oh jadi kalian diam-diam dulu mendealkan permintaan mereka ya?''
''Iya lah, ya walaupun bayarannya dikit namanya juga anak-anak.''
''Ya gue emang lebih suka yang seumuran dan dewasa sih, tahu sendiri kan gue pernah punya pengalaman buruk sama anak SMA.''
''Hahaha iya gue ingat. Lagian yang dewasa juga lebih gede uangnya Kei. Makanya gue sama Johan yang jalan ya hitung-hitung mengusir kejombloan. Habisnya elo laris banget di kalangan orang dewasa karena elo emang seksi dan cantik, primadonanya kita. Primadona yang ujung-ujungnya kejebak sendiri sama Om Duda.'' Cerocos Laras dengan tawa kecilnya.
Keira tersenyum jika di ingatkan lagi pertemuannya dengan Kevin. ''Iya juga sih. Makanya gue berhenti karena udah dapat duda kaya.'' Selorohnya dengan tawa lebar.
''Nah itu suami gue udah turun. Kayaknya udah selesai meeting dan makan siangnya.'' Sambung Keira saat melihat Kevin turun dari lantai dua.
''Itu juga calon suami gue, si babang tamvan Krisna. Uhhh gantengnya, bikin nggak sabar.'' Kata Laras yang gemas melihat Krisna. Kevin dan Krisna kemudian mendekat kearah Keira dan Laras yang sedang duduk.
''Sayang, kamu sudah makan?'' tanya Kevin seraya mengecup kening istrinya.
''Belum Mas, aku cuma mengemil saja.''
''Lho kok belum makan?''
''Aku ingin makan sate kelinci, Mas.'' Rengek Keira sambil memeluk lengan suaminya. Kevin kemudian menatap Krisna yang berdiri di hadapannya. Krisna mengerti arti dari tatapan bosnya itu.
''Baik Tuan, saya akan carikan untuk Nyonya.'' Kata Krisna.
''Mau di makan disini atau di rumah sayang?''
''Makannya di sini saja, Mas.''
''Apa ada lagi? Biar Krisna sekalian berangkat.''
''Tidak ada hanya itu saja, Mas.''
''Baiklah Kris, aku tunggu di sini.''
''Si-siap Tuan!" Tanpa sempat memandang dan bicara pada Laras, Krisna kemudian segera pergi menjalankan perintah bosnya.
''Tuan, saya permisi. Saya akan temanin Krisna.'' Pamit Laras pada Kevin. Kevin hanya mengangguk.
''Ramai juga ya cafenya Johan?'' kata Kevin dengan pandangan mengedar.
''Iya Mas, syukurlah pembukaannya lancar dan laris manis.''
Melihat Kevin yang sudah selesai rapat, Johan menyempatkan waktu untuk menghampirinya.
__ADS_1
''Tuan Kevin, terima kasih untuk hari ini.''
''Sama-sama Jo.''
''Kritik dan saran yang membangun sangat kami terima.''
''Tolong tingkatkan kebersihan, pelayanan dan kualitas makanan yang kamu sajikan.''
''Siap Tuan! Kami akan selalu berbenah.'' Kata Johan dengan penuh semangat.
''Kei, elo pingin makan apa? Daritadi gue perhatiin elo cuma ngemil sama minum.''
''Iya gue lagi pingin sate kelinci. Gue minta nasinya dua porsi ya sama es teh manis tambah dua gelas.''
''Oke siap! Kalau begitu gue ke belekang.''
''Thanks ya.''
''Permisi Tuan.'' Ucap Johan sambil berlalu.
''Sayang, nasi dua porsi untuk siapa? Aku sudah makan. Dan es tehnya kenapa juga dua?''
''Kamu ini bagaimana sih Mas, kan yang makan dua orang.'' Kata Keira sambil mengelus perutnya.
''Oh oke tapi habiskan ya?''
''Iya Mas tapi Pak Krisna kok lama ya?''
''Ya ampun kan Krisna baru berangkat sayang.''
''Hehehe iya maaf.''
-
''Namanya juga sedang hamil pasti permintaannya aneh-aneh.''
''Iya tapi aku kasihan sama kamu. Kamu pasti capek kan? Apalagi si Tuan Kevin nyuruh kamu lembur terus. Kalau kamu lembur di kasih uang lemburan nggak?''
''Ya di kasihlah. Meskipun Tuan Kevin seperti itu tapi beliau bos yang baik dan tidak mau memakan keringat karyawannya begitu saja. Kalau capek, semua pekerjaan pasti capek, Ras. Aku selalu menikmati pekerjaanku karena berada di posisi sekarang ini juga tidak mudah.''
Laras sangat salut dengan pemikiran calon suaminya itu. CUP! Laras mendaratkan ciuman di pipi Krisna. Wajah Krisna seketika memerah mendapat kecupan tak terduga dari Laras.
''Kakak memang yang terbaik. Aku bangga sekali denganmu, Kak. Dan aku bersyukur sekali ada kamu dalam kehidupan aku.''
''Aku juga bahagia ada kamu disisi aku.''
''Oh ya Kak, aku mau kita preewed di pantai. Menurut kakak bagaimana?''
''Kamu atur saja Laras baiknya bagaimana.''
''Kalau besok Minggu bagaimana?''
''Boleh terserah kamu saja.''
''Kakak ih di ajak diskusi apa-apa jawabannya begitu terus. Terseeah kamu, baiknya gimana, kamu yang atur, sepertinya percuma gitu ngajakin Kakak diskusi.''
''Memang mau bagaimana lagi? Kamu yang lebih paham kan? Jadi aku serahkan semuanya sama kamu. Aku juga selalu suka dengan pilihan kamu dan keinginan kamu. Apapun yang menurut kamu baik dan bisa membuat kamu bahagia, aku selalu setuju Laras.''
''Ya tapi nggak seru Kak kalau jawabannya seperti itu. Aku ngomong panjang lebar, Kakak responnya selalu begitu. Kakak kan bisa kasih option lain.''
''Kalau aku kasih option lain, kamu takutnya tidak suka dan tidak nyaman. Jadi aku serahkan semuanya sama kamu. Sudah hal seperti ini jangan di permasalahkan, kita mau cari sate kelinci kemana ini? Daritadi udah muter-muter nggak ketemu.''
__ADS_1
''Nggak tau ah,'' ketus Laras.
''Jangan marah dong, Laras. Ini juga sahabat kamu yang ngidam. Nanti kamu yang hamil dan permintaannya aneh-aneh pasti merasa bersalah sama Nyonya Keira.''
''Aku kan kesalnya sama kamu bukan sama Keira. Itu di Jl. Hayam Wuruk di perempatan jalan ada warung sate kelinci.'' Jawab Laras.
''Kenapa kamu tidak bilang daritadi? Kita udah kejauhan muternya, Tuan Kevin bisa marah kalau lama.'' Krisna kemudian segera menuju alamat yang di katakan oleh Laras tadi.
Setelah berhasil mendapatkan sate kelinci, Krisna buru-buru kembali ke cafe. Suasana di mobil hanya ada keheningan, sedangkan Krisna tetap fokus menyetir tanpa mempedulikan Laras yang marah tidak jelas. Sesampainya di cafe, Krisna segera menuju meja Kevin.
''Ini Nyonya satenya.''
''Kamu kemana saja Kris? Istri saya sudah kelaparan ini. Beli sate atau pacaran?'' kata Kevin dengan kesal.
''Maaf Tuan tadi kesulitan mencari orang yang menjual sate kelinci di jam segini.''
''Sudah Mas jangan marah-marah, kasihan Pak Krisna.''
''Aku marah karena tadi kamu ngrengek minta cepetan, terus ngedumel katanya Pak Krisna lama. Sekarang bilang seperti itu.''
''Aku lupa tadi bilang seperti itu, Mas.'' Ucap Keira dengan senyum tanpa dosa.
''Kei, memang orang hamil gitu ya? Suka ngidam aneh-aneh.'' Tanya Laras penasaran.
''Sepertinya iya, Ras. Soalnya permintaan aku suka bikin suami aku spot jantung. Nanti kamu rasain deh kalau sudah hamil. Aku mau makan dulu ya.'' Kata Keira sambil membuka bungkusan sate itu.
''Mas, kamu mau?''
''Tidak usah sayang, terima kasih.''
''Ayo Mas cobain dikit aja.'' Bujuk Keira.
''Kamu saja yang makan, katanya pingin tadi.''
''Tapi aku berbagi sama kamu. Yuk buka mulutnya, nanti aku marah lho kalau kamu nggak mau.''
Kevin menghela nafas kasar, ia kemudian membuka mulut dan menerima suapan sate dari istrinya.
''Gimana? Enak?''
''Iya enak. Sudah, kamu habiskan saja. Aku mau bicara dengan Krisna dulu.''
''Iya Mas.''
Setelah Kevin dan Krisna berlalu untuk bicara berdua, Laras kemudian duduk di hadapan Keira yang sedang makan lahapnya.
''Busyet Kei, elo makannya banyak banget. Itu dua piring habis apa?''
''Habis lah, kan yang makan dua orang. Elo mau?? '' Ucapnya sambil mengusap perut.
''Ogah! Gue udah kenyang. Lanjut aja deh.''
''Oh ya gimana persiapan pernikahan elo?''
''Tinggal preewed aja, Kei.''
''Gue doain lancar semuanya.''
''Amiin. Tapi jangan lupa kadonya ya.''
''Beres kalau urusan kado, Ras.''
__ADS_1
Bersambung....