
Satu persatu masalah yang di hadapi Kevin telah menemukan jalan keluarnya. Hari ini Kevin menggelar tasyakuran di rumahnya dengan mengundang anak yatim piatu. Tasyakuran untuk kesembuhan Keira sekaligus tasyakuran terpecahnya masalah yang bertahun-tahun membelenggunya. Tak lupa Kevin berharap supaya Keira segera hamil kembali dan keluarganya selalu di berikan kesehatan serta keselamatan. Suasana tasyakuran dan pengajian hari itu berjalan sangat khidmat. Pak Ammar, Kenny, Cindy, Miko, Gina, Nyonya Rosa, Krisna, Laras dan Johan turut hadir. Sejak acara di mulai sampai acara selesai, Kevin sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan Keira. Ia benar-benar bahagia dan merasa beruntung menemukan Keira dalam hidupnya. Karena baginya Keira benar-benar malaikat penolongnya.
''Sayang, terima kasih ya untuk semuanya. Semoga doa para anak yatim piatu ini di ijabah oleh Tuhan dan kita segera di beri momongan.''
''Amin. Tapi seandainya aku belum hamil dalam waktu dekat, apakah kamu akan meninggalkan aku dan menikah dengan wanita lain?''
''Tentu saja tidak, sayang. Kalaupun belum, ya kita berusaha terus. Nanti malam kita buat adonan ya, kan kamu masa nifasnya sudah selesai.'' Ucap Kevin pelan.
''Ssstttt kamu ini bicara apa, Mas. Nanti mereka semua dengar kan aku jadi malu.''
''Tapi kamu mau kan, sayang? sudah hampir satu bulan pusaka ku hanya bisa berdiam diri.''
''Iya-iya, Mas. Sebaiknya kita ikut berdoa dulu. Tuh, Pak Ustadz tausyiahnya sudah selesai dan sekarang mau doa.''
''Iya aku akan berdoa dengan sangat khusyuk.'' Mereka kompak menengadahkan tangan dan khusyuk dalam berdoa.
Malam harinya, setelah semua acara selesai, Keira memilih istirahat di kamar. Ia benar-benar sangat lelah. Tak lama kemudian, Kevin pun menyusul ke kamar. Melihat istrinya yang tengah bersiap berganti pakaian, tiba-tiba Kevin memeluknya dari belakang.
Keira terkejut. ''Mas, kamu mengejutkanku.''
''Maaf ya sayang, aku sudah tidak sabar.''
''Mas, aku mau mandi sebentar ya.''
''Baiklah kita mandi air hangat bersama dan berendam di bathup.''
''Mas, kamu sungguh tidak sabaran ya.'' Kesal Keira.
''Memang aku tidak sabaran, sayang. Semakin kamu kesal, semakin aku menyukainya.'' Tanpa banyak basa-basi lagi, Kevin menggendong Keira ke kamar mandi. Keira hanya bisa pasrah dengan sikap suaminya yang sudah tidak sabaran itu. Apalagi Keira sudah berjanji ingin menuruti permintaan Kevin. Malam itu Kevin melampiaskan hasratnya yang sudah terpendam selama hampir satu bulan lamanya. Keira bahkan hampir kuwalahan, melayani gairah suaminya yang menjadi itu. Berbagai gaya dan posisi Kevin lakukan demi memuaskan hasratnya. Meskipun Keira hampir kuwalahan namun tak di pungkiri, Kevin begitu pandai memuaskannya. Keira sangat puas dengan servis yang berikan oleh suaminya.
''Bagaimana sayang? apa kamu suka?'' bisik Kevin sambil terus menghentakkan juniornya ke dalam liang kenikmatan.
''I-iya Mas tapi sedikit pelan ya.''
''Maaf ya, aku terlalu bersemangat.'' Sambil menghentakkan juniornya, Kevin tak melewatkan dua gunung kembar favoritnya itu. Ia meremasnya, menggigit dan mengulum pucuknya, sampai membuat Keira mengerang hebat. Entah berapa kali dalam semalam, cairan kental itu terasa menyembur begitu keras di dalam rahim Keira. Dan entah berapa ronde malam itu Kevin dan Keira menghabiskan waktu untuk bersenggama. Setelah mencapai puncak kenikmata mereka istirahat sejenak, setelah itu mereka memulainya lagi sampai terdengar suara ayam berkokok. Mereka pun akhirnya tertidur saling berpelukan dengan tubuh masih telanjang bulat. Entah bagaimana kondisi kamar mereka malam itu. Semua kamar berantakan karena setiap sudut ruangan, Kevin jadikan eskplorasi dalam menyalurkan hasrat seksualnya.
__ADS_1
-
Satu bulan kemudian...
Hari demi hari pun berganti satu bulan pun berlalu. Nyonya Rosa masih tetap betah tinggal bersama Miko dan Gina. Namun sejak mengetahui putranya tidak subur, Nyonya Rosa menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara terlebih pada Gina. Namun Gina dan Miko tetap bersikap seperti biasa pada Nyonya Rosa. Gina dan Miko pun tidak mau menyerah untuk melakukan program kehamilan.
Sementara itu kandungan Cindy sudah memasuki bulan ke-3. Kenny pun akhirnya mendapat promosi jabatan di kantornya sebagai Direktur Pemasaran karena ketelatenannya dan keuletannya dalam pekerja. Kini Keira bersama Kevin dan Marvel, sedang merayakan syukuran kenaikan jabatan Kenny, di rumah sederhana mereka.
''Tuan Kenny selamat ya. Anda sangat hebat.'' Puji Kevin sambil menjabat tangan Kenny.
''Terima kasih Tuan Kevin tapi anda lebih hebat. Sekarang kita adalah saudara, jadi jangan panggil aku Tuan. Panggil Kenny saja dan jangan terlalu formal juga.'' Ucap Kenny sambil tersenyum.
''Baiklah, kalau begitu panggil aku Kevin juga karena aku adalah adik iparmu, ya meskipun usiamu dua tahun lebih muda dariku.''
''Apa perlu aku memanggilmu Kakak?''
''Oh tidak perlu karena menjadi adik sepertinya lebih menyenangkan. Apalagi untuk aku yang tidak mempuanyai sudara.'' Keduanya lalu kompak tertawa dan saling berpelukan. Susana malam itu terasa sangat hangat. Kevin juga sangat bahagia karena ia merasa memiliki keluarga yang lengkap. Ia merasa memiliki seorang Ayah dan Kakak dalam hidupnya. Kini kesepian dan kesedihan yang membelenggunya musnah sudah.
-
''Selamat ya sayang, akhirnya kamu lulus dengan nilai yang amat sangat memuaskan.''
''Terima kasih ya Mas, semua ini berkat kamu juga.''
''Mama, selamat ya. Aku bangga sekali dengan Mama. Mama ku memang hebat dan terbaik.''
''Terima kasih anak Mama yang paling tampan dan paling baik.''
''Nak, selamat ya. Ayah bangga sekali.''
Mendapat ucapan dari Ayahnya, Keira lalu memeluk Ayahnya penuh rasa haru.
''Ayah terima kasih ya. Terima kasih untuk kasih sayang dan doa Ayah untukku.''
__ADS_1
''Tidak perlu ucapan itu, Nak. Ayah sangat bangga sekali padamu.''
''Aku juga bangga sekali memiliki Ayah yang sangat hebat.''
''Adikku, selamat ya.'' Kini Kenny yang memberi ucapan selamat untuk adiknya itu.
''Terima kasih ya Kak. Semua ini berkat Kakak juga. Kakak memang Kakak terbaik yang aku miliki di dunia ini. Maafkan aku ya Kak, terlalu banyak menyusahkanmu dan menyulitkanmu di berbagai situasi.'' Tangis haru Keira dalam pelukan Kakaknya.
''Aku memakluminya karena memang itulah yang bisa kamu lakukan, Kei.'' Goda Kenny.
''Ah Kakak, menyebalkan.'' Kesal Keira sambil memukul dada Kakaknya.
Kenny tertawa kecil. ''Selamat ya adikku sayang. Kamu juga adikku yang paling baik di dunia ini. Kakak sangat bangga sekali memiliki adik seperti kamu. Maafkan Kakak ya yang belum bisa membahagiakanmu dan belum bisa memberikan yang terbaik untuk kamu.''
''Kakak sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang Kakak.'' Kenny kemudian melepaskan pelukannya dan menyeka air mata Keira.
''Keira, selamat ya. Senang sekali akhirnya kamu bisa lulus.'' Ucap Cindy sembari memberikan pelukan pada adik iparnya itu.
''Terima kasih ya, Mbak. Terima kasih juga karena mengajar di sekolah yang sama dengan Mbak, aku bisa bertemu Marvel dan jodohku.''
Cindy tersenyum. ''Kamu ini bisa saja, Kei. Itulah namanya jodoh.''
''Keira!" seru Johan dan Laras bersamaan.
''Hai Jo-Ras!" seru Keira juga. Mereka bertiga kemudian saling berpelukan sambil melompat seperti seorang bocah.
''Akhirnya kita lulus, Kei.'' Ucap Johan.
''Iya Jo, akhirnya kita bertiga lulus setelah apa yang kita lalu bersama.'' Kata Keira.
''Gue juga senang banget karena sebentar lagi gue nikah.'' Teriak Laras dengan hebohnya.
''Dasar Laras!" kompak Johan dan Keira sambil menggelitik gemas Laras. Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk semuanya. Kevin sangat bahagia melihat tawa ceria Keira. Keira sendiri tidak bisa menutupi rasa bahagia karena di hari wisudanya, ia bukan hanya di temani Kakak dan Ayahnya tapi juga suami dan putranya. Kebahagiaan Keira terasa semakin lengkap.
__ADS_1
Bersambung... Yukkkk like, komen dan votenya yang banyak, koin juga boleh lho 😁 jangan masukkan novel ini ke daftar list favorit kalian, terima kasih 🙏😘