Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 104 Rahasia Masa Lalu


__ADS_3

Keesokan harinya, Keira di kejutkan dengan kedatangan Miko bersama beberapa karyawannya.


''Kak Miko pagi sekali,'' kata Keira saat membuka pintuk untuk Miko.


''Aku yang memintanya kemari, Kei. Aku ingin mendesain ulang kamar kita.'' Sahut Kevin tiba-tiba.


''Lho memang kenapa mau di desain ulang, Mas? Itu sudah bagus lho. Itu kan pilihan Nona Kania, apa tidak sayang kalau harus di ubah?''


''Kei, sekarang kan kamu istrinya. Jadi Kevin ingin suasana baru,'' sahut Miko.


''Kebetulan sudah empat tahun aku tidak ganti desain interior. Jadi ya, aku ingin menggantinya saja,'' bantah Kevin.


''Ah sudahlah jangan gengsi,'' sindir Miko sambil melirik kearah Kevin penuh makna.


''Jangan banyak bicara, Mik. Kerjakan saja tugasmu hari ini.''


''Mas, aku hari ini mau mengunjungi Ayah di rumahnya Kak Kenny.''


''Ya sudah, kalau begitu aku antar sekalian berangkat kerja.''


''Kalau begitu aku siap-siap dulu.''


-


''Ayah, bagaimana kabar Ayah?'' sapa Kevin seraya memeluk Ayah mertuanya.


''Ayah sehat, Kevin. Kalian bagaimana?'' tanya Pak Ammar sambil mengajak Kevin dan Keira masuk menuju ruang tengah.


''Kami juga baik-baik saja kok, Yah. Ayah sendirian saja?''


''Ada Bibi di belakang. Cindy dan Kenny kan juga kerja. Marvel mana?''


''Marvel tentu saja sekolah, Yah.'' Jawab Keira.


''Oh ya Ayah lupa, hehehe. Lalu kapan kalian akan memberikan adik untuk Marvel?''


Pertanyaan Pak Ammar, membuat Kevin dan Keira kompak saling melempar pandangan.

__ADS_1


''Secepatnya Ayah,'' sahut Kevin dengan mantap sambil merangkul Keira yang duduk di sampingnya.


''Biar Kak Kenny saja dulu yang punya, Yah. Kami tidak buru-buru.'' Kata Keira dengan senyum paksanya.


''Jangan di tunda-tunda, kasihan Marvel kan. Ayah juga sudah tidak sabar untuk memiliki cucu dari kalian dan juga Kenny.''


''Doakan saja ya Yah, supaya Keira mau di ajak membuat adik untuk Marvel.'' Kata Kevin dengan sengaja mengadu pada Ayah mertuanya.


''Kei, apa maksud Nak Kevin? Apa kamu belum menjaga kewajibanmu sebagai seorang istri?'' selidik Pak Ammar. Keira sangat kesal karen Kevin bicara yang tidak-tidak pada Ayahnya. Keira dengan sengaja menginjak kaki Kevin, Kevin hanya bisa meringis menahan sakit.


''Bukan seperti itu, Yah. Mas Kevin kan sangat sibuk, apalagi dengan pemberitaan kemarin sangat berdampak pada perusahaan Mas Kevin. Jadi Mas Kevin selalu pulang larut. Saat Mas Kevin kerja, aku masih tidur. Dan saat Mas Kevin pulang, aku juga sudah tidur. Jadi kita jarang bertemu. Lagi pula kan aku tidak menuntut itu, Yah. Jadi kita nikmati saja masa pacaran dulu,'' jelas Keira.


''Apapun alasannya, kalian itu sudah suami istri. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang istri untuk memenuhi hak suami. Masa iya suami kerja, kamu masih tidur. Memangnya kamu bangun jam berapa? Suami kerja sampai tidak tahu, bahkan pulang pun tidak tahu.'' Kata Pak Ammar yang kesal dengan sikap putrinya.


''Dengar itu Kei, kata Ayah. Aku sendiri ingin secepatnya memberikan adik untuk Marvel tapi aku akan menunggu sampai kamu siap.''


''Mas Kevin ini apa-apaan sih, masa iya masalah begini saja mengadu pada Ayah, licik sekali,'' batin Keira.


''Ayah paham dengan perasaan kalian berdua apalagi kamu Kei. Tapi nak Kevin ini pria yang baik dan sangat bertanggung jawab. Semua keperluan Ayah mulai dari obat, vitamin dan makanan pun, nak Kevin sangat menjaganya sekalipun Ayah sudah tinggal bersama Cindy dan Kenny. Jujur saja di luar status siapa nak Kevin tapi Ayah sangat menyayangi nak Kevin juga. Pasangan seperti ini yang baik, bukan hanya mencintai istri tapi juga orang tua istrinya.''


''Ayah, aku sendiri seorang yatim piatu. Jadi aku sangat bahagia saat aku memiliki orang tua lagi meskipun hanya Ayah.''


''Mas, kamu tidak ke kantor? Ini sudah jam berapa?''


''Aku hari ini ingin menemanimu saja. Oh ya kamar kita kan sedang di renovasi jadi aku ingin kita menginap di rumah kamu. Aku belum pernah menginap di rumah istriku.''


''Iya lho Kei, sejak kamu menikah kamu sama sekali belum menengok rumah. Ayah baru saja kemarin dari sana.''


''Kamu setuju kan, Kei? Nanti setelah menjemput Marvel, kita langsung pergi ke rumahmu. Bagaimana? Marvel pasti sangat senang apalagi besok kan weekend.''


''Oke baiklah kalau begitu. Setelah ini kita mampir ke rumah dulu.''


-


''Mas, kenapa sih kamu bilang seperti itu pada Ayah? Moduskan?'' tuduh Keira.


''Siapa yang menuduh? Kan aku hanya cerita saja. Siapa tahu Ayah bisa membantu,'' kata Kevin sambil tetap fokus menyetir.

__ADS_1


''Masa urusan pribadi seperti itu harus cerita juga sama Ayah. Kan malu, Mas.''


''Aku merasa dekat dengan Ayah, makanya aku cerita. Kamu tahu sendiri kalau aku sudah tidak punya orang tua. Jadi wajarlah kalau aku curhat pada Ayah.'' Kata Kevin yang terus berusaha membela diri. Keira hanya bisa diam dan mendengus kesal.


-


Sesampainya di rumah, Keira langsung lari menuju kamarnya.


''Oh kamarku, aku sangat merindukanmu.'' Kata Keira sambil membanting tubuhnya diatas tempat tidur. Kevin kemudian mengekor Keira yang berlari menuju kamarnya.


''Oh ini kamarmu,'' kata Kevin dengan pandangan mengedar. Melihat kamar Keira yang hampir semua warna pink.


''Iya, memangnya kenapa? Memang kamarku tidak sebesar kamarmu, Mas. Tapi aku sangat nyaman disini.''


Kevin kemudian melihat foto yang terpampang rapi di meja belajar Keira. Ada juga yang terpajang pada dinding. Saat melihat foto masa kecil Keira, ia seperti teringat sesuatu.


''Kei, apa ini dirimu?''


''Iya. Itu foto masa kecilku saat masih berusia 9 tahun.''


''Kenapa melihat foto masa kecil Keira, aku seperti tidak asing ya? Dan kenapa Keira memiliki bandul kalung yang sama yang pernah di pakai oleh Kania. Tapi kan bandul seperti itu juga banyak di toko perhiasan apalagi itu saat Keira masih sepuluh tahun lalu,'' batin Kevin.


''Oh ya Mas, aku ingin mendengar cerita pertemuanmu dengan Nyonya Kania. Bagaimana kalian berdua bisa jatuh cinta?'' tanya Keira penasaran. Keira lalu beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Sementara Kevin memilih berdiri di dekat jendela kamar Keira, sambil menikmati suasana perkampungan.


''Aku sendiri lupa bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya. Yang jelas, di saat orang tuaku mengalami kecelakaan, ada orang yang mengaku orang suruhan Papa menjemputku di bandara. Aku sangat sedih dan syok saat mendengar kabar orang tuaku meninggal. Tapi di tengah perjalanan, aku juga mengalami kecelakaan. Di detik terakhir saat aku masih sadar, aku melihat ada seseorang yang berusaha mengeluarkan aku dari mobil yang sudah terbalik itu. Tapi itu terdengar seperti suara anak kecil. Saat itu dia bilang, Kak pegang erat tanganku! Aku akan membantumu keluar dari mobil ini. Aku melihat gadis itu dengan penuh kekuatan untuk membantuku keluar dari mobil yang sudah dalam kondisi parah. Mungkin kalau tidak ada dia, aku akan mati dan meledak bersamaan dengan mobil itu. Namun saat dia berhasil membantuku keluar, aku pun pingsan dan tidak sadarkan diri, hanya suara ledakan hebat yang terakhir aku dengar. Aku sempat tidak sadar sampai satu minggu. Bahkan aku tidak sempat mengantar orang tuaku ke tempat peristirahatan terakhir. Satu minggu setelah aku sadar, aku memutuskan untuk mengunjungi makam orang tuaku dan berencan mencari gadis itu. Tapi disanalah aku bertemu dengan Kania. Disana dia menjual bunga untuk para peziarah. Aku merasa dia adalah gadis yang menolongku saat aku mengalami kecelakaan. Karena Kania memakai kalung yang sama dengan gadis yang menyelamatkan ku waktu itu. Dan darisanalah hubungan kami di mulai. Dia wanita yang sangat baik, lembut dan penyayang. Dialah yang menemaniku di saat susah dan senang, menemaniku meniti karir sampai aku bisa mengembangkan perusahaan Papa sampai sebesar sekarang ini. Namun disaat dia mendapat vonis terkena kanker, dia mengatakan sesuatu padaku. Mengatakan sebuah rahasia yang tidak ingin aku ketahui.''


''Rahasia apa Mas?'' tanya Keira penasaran. Keira sangat penasaran dan begitu antusias mendengar cerita dari Kevin.


''Rahasia kalau dia bukan pemilik kalung sebenarnya. Karena sebelumnya aku sempat bercerita kalau aku melihat seseorang menolongku dan menggunakan kalung yang sama seperti itu. Ternyata dia menemukan kalung itu di jalanan dan Kania sengaja memakainya berharap pemilik yang sebenarnya akan datang untuk memintanya. Tapi fakta itu tidak menyurutkan cintaku pada Kania. Yang aku tahu, dia adalah wanita yang aku cintai, yang bisa memberiku kebahagian dan bisa mengisi rasa kesepianku. Dia juga hanya gadis biasa, gadis yatim piatu penjual bunga. Sejak aku menerima kenyataan kalau dia juga pergi meninggalkan ku, aku semakin hancur. Satu persatu orang yang aku cintai pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Bahkan sejak Kania pergi tidak pernah terbesit dalam benakku untuk berhubungan dengan wanita lain. Aku hanya menghabiskan waktuku untuk bekerja karena hanya itu yang bisa aku lakukan supaya aku tidak larut dalam kesedihanku. Sampai aku lupa kalau ada Marvel yang sangat membutuhkan ku. Kehadiranmu dalam hidupku membuatku menyadari kalau Marvel adalah segalanya.'' Cerita Kevin panjang lebar.


''Kasihan juga Mas Kevin. Di tinggal orang tua, lalu di tinggal oleh istrinya. Pasti dia sangat hancur,'' batin Keira. Keira lalu beranjak dari tempat tidur dan mendekat kearah Kevin. Ia memberanikan diri untuk memegang tangan Kevin.


''Mas, kamu tidak perlu berlarut dalam kesedihan karena aku dan Marvel akan selalu bersama kamu.'' Kata Keira yang berusaha untuk menghibur Kevin. Kevin kemudian memeluk Keira dengan sangat erat tanpa banyak kata-kata. Keira pun menepuk pelan punggung Kevin.


''Nyonya Kania pasti sudah bahagia disana, Mas. Sekarang tugasmu adalah menjaga Marvel untuk Nyonya Kania. Karena Marvel adalah buah cinta kalian berdua.''


''Iya Kei, terima kasih.''

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2