Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 43 Kebenaran Yg Menyakitkan


__ADS_3

“Jadi, mama meninggal karena aku? Makanya  papa tidak pernah mau merayakan ulang tahunku. Bahkan papa sengaja menjaga jarak dengan ku karena aku menjadi penyebab kepergian mam? dan Mama meninggal bukan karena sakit tapi karena kecelakaan.” Batin Marvel. Seketika hati Marvel merasa hancur. Marvel mendengar semua perdebatan yang terjadi antara Keira dan Kevin dari celah pintu yang sedikit terbuka.


‘’Aku mengerti kesedihan mu, tuan. Tapi Marvel tidak bersalah. Itu takdir, tuan! Dia hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Bagaimana mungkin anak berusia tiga tahun saat itu mengerti sakit yang di rasakan oleh ibunya. Jangan jadikan semua ini alasan untuk mengabaikan Marvel atau menjaga jarak dengannya. Mengertilah, jika Marvel tahu semua ini, dia juga akan terluka. Kamu jangan meminta Marvel untuk memahami mu tapi justru kamu yang harus memahaminya. Seandainya saat itu Marvel sudah dewasa, dia juga tidak mungkin akan melakukan itu. Dia justru akan melindungi dan menjaga mamanya sepenuh hati.  Apa kamu tahu betapa di nantinya hari ulang tahun oleh seorang anak? Apa yang di rasakan Marvel juga pernah aku rasakan. Karena ibuku juga meninggal di hari ulang tahunku, bahkan ia tertidur lelap selamanya saat memelukku. Aku bahkan benci dengan hari ulang tahunku tapi Ayah dan Kakakku justru selalu mengganti kenangan buruk itu menjadi kenangan yang indah setiap tahunnya. Mereka ingin membuatku lupa dengan luka itu, dengan membuat kenangan baru yang indah untukku. Apa yang kamu lakukan itu salah, Tuan! Seharusnya kamu harus bangkit dan ubah kenangan buruk itu menjadi kenangan yang indah untuk Marvel dan untuk diri kamu.  Jangan egois dan memikirkan perasaanmu sendiri tapi kamu lupa kalau kamu menanam luka yang sangat dalam di hati Marvel. Jangan sampai keegoisan kamu, kesedihan kamu yang sangat konyol ini, membuat kamu kehilangan Marvel juga. Camkan itu tuan!” ucap Keira panjang lebar sambil mengetuk dada Kevin dengan telunjuknya. Bahkan tatapan mata Keira menunjukkan amarah dan kekecewaan yang mendalam pada Kevin. Akhirnya Keira pun pergi begitu saja dari rumah Kevin.


Mendengar semua ucapan Keira, membuat Kevin terduduk lemas. Semua yang di katakan Keira itu benar. Ia meresapi semua yang dikatakan oleh Keira dan mengingat kembali semua kejadian yang pernah terjadi di masa lalu. Bahkan sikapnya pada Marvel selama ini yang tidak bisa lepas seolah merasa ada yang mengganjal di hatinya.


Selepas dari rumah Kevin, Keira memutuskan untuk pergi ke sekolah. Namun baru saja ia dan motornya sampai di pintu gerbang, tiba-tiba satpam melarang Keira untuk masuk.


“Maaf Mbak, anda tidak boleh masuk!”


“Lho, memangnya kenapa pak? Saya kan mahasiswi magang disini.”


“Anda sudah diberhentikan, Mbak.”


“Lho, memang apa alasannya, Pak?” tanya Keira dengan wajah penuh kebingungan.


“Silahkan anda baca surat ini dan setelah itu silahkan pergi. Pihka sekolah juga sudah memberitahukan pada kampus kalau magang anda diberhentikan.” Jelas Satpam seraya menutup pintu gerbang. Sambil menggigit bibir bawahnya, Keira membuka isi surat itu. Surat itu berisi pemberhentiannya sebagai mahasiswa magang dikarenakan ia yang kurang kompeten dan membawa pengaruh buruk. Namun di balik lampiran itu, terdapat sebuah memo.


Setelah membaca surat ini, segera temui aku di Senja Coffee Shop.


“Sebenarnya ada apa sih? Selama aku mengajar tidak ada masalah. Lalu kenapa seperti ini? Bahkan kepala sekolah puas dengan caraku mengajar anak-anak. Aduh, kalau Kak Kenny tahu, bisa mati aku,” gumam Keira sambil mengacak rambutnya frustasi. Keira yang penasaran segera menuju coffee shop tersebut. Keira benar-benar bingung, tidak ada angin, tidak ada hujan ia di berhentikan begitu saja. Sesampainya di coffee shop, ada seorang gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai melambaikan tangan padanya namun dengan tatapan dingin.

__ADS_1


“Nona Lily!” batin Keira. Keira lalu mendekat kearah meja Nona Lily.


“Non-nona Lily?”


“Syukurlah kalau kamu ternyata mengenalku. Duduklah.” Kata Lily dengan gaya anggun dan elegannya. Lily kemudian mengeluarkan sebauh amplop besar berwarna coklat dan menyodorkannya pada Keira.


“Apa ini Nona? Apa nona juga yang memberikan surat untukku?”


Lily hanya mengangguk pelan mendengar pertanyaan Keira. Keira kemudian membuka isi amplop itu. Keira sangat terkejut melihat isi amplop itu ternyata foto-foto kebrsamannya dengan Ferdi dulu. Bahkan yang terbaru, tampak Keira bersama Ferdi masuk ke apartemen bersama Marvel.


“Apa ini semua? Ada hubungan apa antara kamu dan tunanganku?” tanya Lily dengan tatapan mata seolah ingin mencengkeram. Keira tersenyum kecut sambil mendengus.


“Lalu kenapa kamu berada di apartemen tunanganku?”


“Dia hanya memberi tumpangan saja. Lagi pula aku berada disana bersama salah satu muridku. Kami tidak melakukan apapun. Anda bisa mengecek apakah di empat tidur ada hal menjijikkan yang tertinggal.”


“Kamu berani padaku? Jangan pernah mengangkat dagumu apalagi menatapku seperti itu saat berbicara padaku.”


“Memangnya kenapa Nona? Anda tidak usah khawatir, ambil saja dia. Aku sudah tidak membutuhkannya bahkan aku sudah membuangnya jauh dari hidupku. Apakah ini alasan anda mengeluarkan ku dari sekolah?”


“Kalau iya memangnya kenapa?” kata Lily dengan nada suara menantang.

__ADS_1


“Hhhh ya aneh saja. Anda begitu cantik dan sangat sempurna, kenapa anda bisa kehilangan percaya diri saat melihatku? Apalagi aku hanya mahasiswi magang biasa dan dari kalangan orang biaasa juga. Jadi sungguh aneh bukan?” ucap Keira dengan nada sarkas. Lily benar-benar kesal mendengar ucapan Keira yang begitu angkuhnya. Bahkan ia mengeratkan rahangya ingin sekali menampar Keira.


“Bersikaplah sesuai kedudukanmu, Keira! Jangan pernah menganggu atau menemui Ferdi lagi. Dia milikku!”


“Tenang saja Nona, aku tidak akan merebutnya.” Dihadapan Liliy, Keira merobek semua foto itu sampai menjadi potongan terkecil.


“Terima kasih untuk pemberhentian yang anda lakukan karena takut bersaing dengan ku. Permisi!” Kata Keira dengan tegas seraya berlalu meninggalkan coffee shop itu dengan langkah penuh percaya diri.


“Hari ini benar-benar membuatku mengeluarkan banyak energi. Sebaiknya aku ke café Johan saja, sekalian nebeng charger hape,” gumamnya.


 


******


Tanpa sepengetahuan Kevin, Marvel pergi dari rumah saat mendengar kebenaran tentang mamanya. Kini Marvel tengah menangis di pusara makam Kania, mamanya. Marvel mennangis sambil memeluk nisan bertuliskan nama Kania.


“Mama, maafkan aku. Maafkan aku mah. Mama pergi karena aku kan mah? Seandainya aku tidak memaksa di buatkan kue, pasti mama akan baik-baik saja kan? Tentu saja mama akan disini menemaniku. Ini semua salahku kan, mah. Aku membuat papa menderita dan terluka karena kehilangan mama. Aku memang anak yang nakal, maafkan aku mah, maaf. Sekarang aku mengerti kenapa papa sering mengabaikan aku?  itu semua karena aku yang menyebabkan mama meninggal. Aku memang anak yang nakal dan jahat,” isak tangis Marvel sambil terus memeluk batu nisan mendiang mamanya.


 


Bersambung... Yukkk like,komen dan vote yang banyak ya, makasih 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2