Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 219 Pemanasan


__ADS_3

Sambil menunggu Krisna keluar dari kamar mandi, Laras lalu melepas gaunnya dan berganti memakai lingerie. Ia lalu melepas ikatan sanggulnya dan membiarkan rambutnya terurai. Tak lupa Laras memakai parfum untuk menarik perhatian Krisna. Semua ritual untuk menarik perhatian suaminya, sudah Laras lakukan, kini ia hanya tinggal menunggu Krisna keluar saja dari kamar mandi.


''Di meja ada wine, sepertinya aku harus membuat Kak Krisna mabuk supaya tidak ada lagi alasan untuk menolak.'' Gumam Laras saat melihat ada wine diatas meja yang memang sengaja disediakan oleh Kevin. Dengan tujuan supaya Krisna membuat Laras mabuk dan melayang saat malam pertama tapi kali ini justru Laras yang ingin membuat Krisna mabuk.


Sepuluh menit kemudian, Krisna keluar dari juga dari kamar mandi. Ia melihat Laras sangat seksi malam itu. Belahan dada Laras terlihat sangat jelas.


''Kak, kemarilah! Kita minum bersama.'' Kata Laras dengan tatapan menggoda. Krisna mengangguk dan mendekat kearah Laras.


''Duduklah disini!" pinta Laras sambul menepuk sisi sofa di sampingnya.


''Kakak tadi habis makan apa? Kenapa mules?''


''Sepertinya tadi aku terlalu banyak makan. Kamu cantik sekali Laras.'' Puji Krisna sambil menantap istrinya.


''Iya tapi Kakak lama sekali di kamar mandi. Punya istri cantik dan seksi seperti ini tapi masih di anggurin.''


''Maaf habis bagaimana lagi? Mules soalnya.''


''Ya sudah kita minum ini dulu.'' Laras menuangkan wine ke dalam gelas milik Krisna. Cheers! Keduanya lalu meminum wine tersebut.

__ADS_1


''Bagaimana kalau kita habiskan minuman ini?'' tanya Laras.


''Jangan Laras! Aku tidak mau kalau kamu mabuk, begitu juga sebaliknya apalagi kalau kita belum terbiasa meminum ini. Ini adalah pertama kalinya aku meminum ini. Ini juga ide dari Tuan Kevin supaya aku bisa membuatmu mabuk dan supaya aku tidak gugup lagi menghadapi kamu.'' Cerita Krisna dengan polosnya dan apa adanya.


''Tuan Kevin juga membantumu?''


''Iya. Dia tahu kalau aku pasti akan mengalami kesulitan di malam pertama kita.''


''Ya ampun punya suami pikirannya polos banget sampai bosnya ikut turun tangan. Sepertinya harus aku yang memancingnya duluan,'' batin Laras. Laras kemudian beranjak dari duduknya dan dengan manja duduk di pangkuan suaminya. Krisna sangat terkejut dengan sikap Laras itu. Laras dengan manja mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Di tatapnya mata Krisna lekat-lekat.


''Kak, kita sudah suami istri. Kakak wajib memberikan aku nafkah lahir dan batin. Kalau Kakak sampai tidak memenuhi salah satunya, Kakak akan berdosa lho. Ingat Kak, kita sudah sah suami istri jadi kita bebas melakukan apapun. Tubuh ku milik Kakak dan tubuh Kakak milikku. Tidak perlu lagi rasa takut seharusnya. Kakak tahu kan penyebab pasangan selingkuh bukan hanya masalah materi saja tapi masalah ranjang dan kepuasan itu bisa menjadi penyebab utama. Kakak bisa memberiku segalanya dengan materi tapi kalau urusan ranjang Kakak tidak bisa memuaskan aku, aku juga tidak bisa memuaskan diriku sendiri kan Kak?''


Laras, besok adalah hari pernikahanmu. Aku turut bahagia mendengar kabar itu meskipun kamu tidak mengundangku. Ingatlah Laras, jika kamu tidak bahagia, datanglah kepadaku. Aku siap membuatmu bahagia lahir batin dan akan aku tebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Karena sejujurnya aku masih menyimpan rasa untukmu. Bahagia selalu, Laras.


"Kak, Kenapa malah melamun?" Laras menepuk pipi Krisna.


"Eh maaf-maaf." Kata Krisna yang tersadar dari lamunannya. Krisna lalu menghela nafas panjang dan tersenyum menatap Laras.


"Laras, aku mencintaimu. Jadi jangan pernah tinggalkan aku ya. Kamulah yang bisa melengkapi segala kekuranganku. Aku sangat sadar dengan semua kebodohanku yang sering membuatmu kesal. Aku harap tidak ada alasan bagimu untuk meninggalkan aku."

__ADS_1


"Tidak Kak. Aku tidak akan melakukan itu. Maaf kalau ucapanku tadi membuatmu merasa kepikiran. Aku tidak bermaksud seperti itu."


"Iya, aku mengerti." Krisna kemudian mengangkat dagu Laras dan mulai mengecup bibir Laras. Laras memejamkan matanya merasakan ciuman lembut dari suaminya itu. Laras kemudian membalas ciuman Krisna dengan lebih aktif untuk merangsang Krisna supaya lebih aktif juga. Laras yang sudah mode on, menuntun tangan Krisna ke arah dadanya. Krisna merasa terkejut saat tangannya merasakan sebuah benda yang empuk itu. Namun ia tetap memejamkan matanya dan membiarkan Laras melakukan apa yang ia mau. Laras kemudian mengajarkan Krisna untuk me..re..mas buah dadanya. Krisna mengikuti gerakan tangan Laras yang membimbingnya. Krisna merasakan sensasi squisy saat me..rem..as buah dada milik Laras. Laras kemudian mengarahkan tangan kiri Krisna untuk me..rem..as bokongnya. Ciuman itu semakin panas dan rem..as..an Krisna semakin cepat membuat Laras mengeluarkan de..sa..ha..nnya. Mendengar suara de..sa..ha..n Laras, membuat Krisna mempercepat ritme re...ma...sannya. Tangan Laras laru bergerak cepat melucuti kemeja Krisna. Laras melepas ciumannya, ia mengubah arah tubuhnya menghadap Krisna. Nafas keduanya pun memburu, Krisna membiarkan Laras untuk melucuti pakaiannya. Dengan kasar Laras membuka ikat pinggang Krisna namun tiba-tiba tangan Krisna menghentikannya.


"Laras, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Krisna dengan tatapan polosnya.


"Kakak diam saja. Nanti Kakak akan merasakan nikmat." Jawab Laras dengan nafas memburu. Namun keduanya justru terlibat saling menahan ikat pinggang. Laras tidak mau kalah, kali ini ia harus menang. Akhirnya Laras berhasil membuka paksa ikat pinggang dan melorot celana Krisna beserta cd milik Krisna secara bersamaan. Krisna menutup wajahnya dengan telapak tangannya, ia malu karena ia benar-benar telanjang bulat. Laras menyeringai saat melihat terong yang sudah wara-wiri di pikiran Laras sejak dulu. Big dan long! Laras lalu melepas lingerienya dan tidak mempedulikan Krisna yang malah menutup wajahnya.


"Kak, lihatlah aku!" kata Laras. Krisna lalu membuka tangannya dan melihat Laras juga telanjang bulat di hadapannya. Mata Krisna membulat melihat lekuk tubuh indah Laras yang ideal itu. Pertama kalinya Krisna melihat seorang wanita telanjang bulat di hadapannya.


"Kak, sekarang ini semua milikmu. Sentuhlah dimanapun kamu mau atau aku yang duluan menikmati tubuhmu?"


Krisna tergagap. "Mmmm nikmatilah aku dulu, Laras."


"Baiklah Kak. Dengan senang hati " Mendengar ucapan Krisna, tentu membuat Laras sangat senang.


"Tidak apa-apa jika aku yang memulainya. Aku akan membuat Kak Krisna ketagihan dulu nanti dia juga bakal minta terus. Aku juga belajar dan menonton banyak vidio untuk memuaskan suami. Apalagi suamiku punya penyakit gugup seperti ini. Jadi aku harus kerja keras." Kata Laras dalam hati.


-

__ADS_1


__ADS_2