Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 133 Suasana Tidak Kondusif


__ADS_3

Sesampainya di warung lesehan, Krisna segera memesan dua porsi ayam goreng beserta lalapan tak lupa dua gelas es jeruk. Laras pun makan dengan lahapanya, tidak ada rasa jijik ataupun risih.


''Lapar ya?'' kata Krisna.


''Banget, Kak. Kakak kalau makan itu lelet banget ya?''


''Hhh ya memang seperti ini, makan itu di nikmati bukannya buru-buru.''


''Oh ya memang Kakak dulu culun dan secupu apa sih? Sampai kakak itu trauma. Maaf ya Kak, aku cuma ingin tahu saja.'' Kata Laras. Krisna tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan fotonya jaman dulu.


''Kamu lihat saja,'' kata Krisna.


''Kakak lucu ya, pipinya chubby dan gendut apalagi dengan kacamatanya, mirip boboho.'' Kata Laras dengan senyum lebarnya.


''Tapi sekarang berubah total ya? Bukan oplas kan?'' sambung Laras.


''Oplas uang darimana, Laras? Aku kurus dengan sendirinya karena aku bekerja sambil kuliah. Sejak bekerja dengan Tuan Kevin, aku mulai merawat diri dengan sungguh-sungguh. Siska juga banyak membantuku juga.''


''Siska? Siska siapa?'' selidik Laras dengan tatapan curiga.


''Siska, asisten yang membantuku.''


''Oh, kamu punya asisten? Cantik nggak? Cantikan mana sama aku? Dia single atau sudah menikah? Kakak suka sama dia?'' cerocos Laras.


''Dia cantik lah namanya juga perempuan. Dia juga sudah punya suami dan anak, Laras.''


''Syukurlah kalau begitu. Tapi cantik aku atau dia?'' lanjut Laras.


''Karena di hadapan aku ada kamu jadi ya cantikan kamu.''


''Terus kalau di hadapan Kakak, ada dia dan aku, cantikan siapa?''


''Ya cantikan kamu karena Siska sudah bersuami, kalau aku muji dia, kepala aku bisa di getok sama suami Siska,'' seloroh Krisna dengan senyum kecilnya.


''Ihh, nyebelin banget.'' Kesal Laras. Krisna tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Laras. Jantung Laras tiba-tiba berdebar kencang saat Krisna menyentuh kepalanya.


''Baru di sentuh gini aja udah deg-degan, apalagi di peluk, di cium dan di...., ah sudahlah Laras. Jangan menghalu saja!" batin Laras.


''Kemajuan nih Kakak, sudah berani menyentuh kepala aku.'' Kata Laras. Mendengar ucapan Laras, Krisna tersadar akan apa yang baru saja ia lakukan. Mendadak Krisna menjadi gugup.


''Aku senang kalau Kakak ada perkembangan.'' Sambung Laras dengan senyum kecilnya. Krisna hanya mengangguk dalam diamnya.

__ADS_1


-


''Masakan kamu keasinan ya, Gin? Kamu tahu kan kalau Mama tidak suka asin,'' kata Nyonya Rosa saat menikmati makan malam di rumah.


''Maaf Mah, Gina lupa.''


''Ini pas kok sayang, rasanya enak. Mungkin Gina sudah terbiasa dengan selera makan aku, Mah.''


''Ya sudah kamu saja yang makan, ini masakan sesuai selera kamu kan? Yang ada Mama bisa darah tinggi.''


''Mah, Gina buatkan yang baru saja ya. Atau perlu Gina beli di luar?''


''Tidak usah! Selera makan Mama sudah hilang. Mama kesini ingin mendapat kabar baik tapi yang ada kalian semua menjengkelkan,'' kata Nyonya Rosa sembari beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan ruang makan.


''Bukannya cepat hamil, yang ada aku bisa stress karena sikap Mama,'' batin Gina.


''Sayang, jangan kamu masukin ke hati ya. Kamu kan sudah tahu Mama seperti apa orangnya.'' Kata Miko berusaha menenangkan Gina. Gina hanya mengangguk sambil memaksa senyumnya.


-


Akhirnya bulan madu Keira dan Kevin pun berakhir. Marvel bersama Pak Ammar, Kenny dan Cindy sekarang berada di rumah Kevin, sekaligus mengantar Marvel pulang.


''Ayah, Tuan Kenny dan Nona Cindy, terima kasih sudah menjaga Marvel dengan baik selama kami pergi.''


''Marvel, Mama sangat merindukan kamu.'' Peluk dan cium Keira untuk Marvel.


''Aku juga sangat merindukan Mama.'' Kata Marvel yang membalas pelukan dan ciuman Keira.


''Apa kamu tidak merindukan Papa?''


''Tentu saja aku juga sangat merindukan Papa,'' kata Marvel bergantian memeluk dan mencium Papanya.


''Ayah lega karena akhirnya kalian pulang dengan selamat.''


''Tega sekali kamu, Kevin. Menikah tidak memberi kabar Tante,'' suara itu membuat mereka semua menoleh ke arah Nyonya Rosa yang masuk begitu saja ke ruang tengah. Ada Miko dan Gina di belakang Nyonya Rosa. Kevin sangat terkejut dengan kedatangan Nyonya Rosa. Kevin dan Miko saling melempar pandangan untuk memberi kode, bahwa Miko sendiri kaget dengan kedatangan Mamanya yang tiba-tiba.


''Tante kapan datang?'' tanya Kevin dengan senyum terpaksanya.


''Dua hari yang lalu.'' Jawabnya ketus.


''Oh ya Kei, kenalkan ini Tante aku. Namanya Rosa. Tante Rosa ini adik sepupunya Papa. Dan ini Keira, istri aku Tante.'' Kata Kevin sambil memperkenalkan keduanya.

__ADS_1


''Tante, apa kabar?'' sapa Keira sambil mencium punggung tangan Nyonya Rosa.


''Baik.''


''Dan ini Ayah Ammar, Ayahnya Keira. Ini Tuan Kenny, Kakaknya Keira, lalu ini Nona Cindy, Kakak ipar Keira.'' Sambung Kevin yang memperkenalkan mereka satu persatu pada Nyonya Rosa. Mereka lalu saling berjabat tangan.


''Kenapa kamu tidak memberi Tante kabar? Tega sekali kamu, Kevin. Kamu menganggap Tante ini sudah tidak ada.''


''Maaf Tante, bukan seperti itu. Semuanya memang mendadak dan kami tidak mengundang banyak tamu.''


''Mendadak? Kenapa bisa mendadak? Apa wanita ini menjebakmu, supaya kamu menikahinya? Sudah hamil berapa bulan?''


''Mah, jaga ucapan Mama.'' Tegur Miko.


''Maaf Nyonya, putri saya tidak seperti itu.'' Kata Pak Ammar yang merasa tersinggung dengan ucapan Nyonya Rosa.


''Kami menikah memang karena saling mencintai, Tante. Tidak ada jebak-menjebak. Aku juga bukan seorang remaja lagi yang harus berpacaran lama-lama.'' Kata Kevin.


''Oma, kenapa Oma marah? Aku yang meminta Papa untuk menikahi Mama Keira. Bahkan aku yang memaksa mereka untuk segera menikah karena Mama Keira lah yang terbaik untukku dan untuk Papa.'' Sahut Marvel yang merasa kesal dengan sikap Nyonya Rosa.


''Marvel, kalau berbicara dengan orang tua harus sopan ya.'' Ucap Keira yang berusaha menenangkan Marvel.


''Aku sopan kok, Mah. Aku hanya memberitahu Oma Rosa saja.''


''Sejak kapan kamu menjadi pandai menjawab seperti ini, Marvel? Oh pasti kamu ya yang mempengaruhinya? Kevin, kalaupun kamu berniat menikah, seharusnya kamu bilang pada Tante. Tante akan mencarikan kamu wanita yang bibit, bebet dan bobotnya jelas. Ini sama saja dengan yang dulu.'' Kata Nyonya Rosa yang menatap Keira dan keluarga Keira secara bergantian dengan sinis.


''Mah, cukup! Kami tahu Mama kesal tapi jaga ucapan Mama.'' Kata Miko.


''Sebaiknya kita makan malam saja dulu. Bibi sudah masak untuk kita.'' Ajak Kevin yang berusaha mengalihkan suasana.


''Ayah, tidak suka dengan sikap Nyonya Rosa.'' Bisik Pak Ammar pada Kenny.


''Sudah, Ayah biarkan saja. Tidak usah di masukkan hati. Yang penting Tuan Kevin baik sama kita.''


''Dia seperti nenek sihir.'' Kata Pak Ammar.


''Sssstttt Ayah ini.'' Kata Kenny.


''Kei, kamu jangan tersinggung dengan ucapan Tante ya?'' bisik Kevin.


''Tidak Mas. Aku tidak apa-apa. Aku sudah pernah menghadapi seseorang dengan sikap seperti itu.''

__ADS_1


''Kamu memang yang terbaik.'' Puji Kevin.


Bersambung....


__ADS_2