Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 203 Romantis


__ADS_3


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam Kevin baru saja tiba di rumah. Saat masuk ke dalam rumah, ia melihat Keira tertidur di sofa ruang tamu.


''Maaf sayang, aku haru membuat kamu menunggu.'' Gumam Kevin. Kevin kemudian menggendong Keira dan membawanya ke kamar. Baru juga Kevin merebahkan Keira di atas tempat tidur, Keira justru terbangun.


''Mas, kamu sudah pulang?'' tanya Keira sambil mengerjapkan matanya.


''Kei, kamu kok bangun? Padahal aku sudah pelan-pelan rebahin kamu.''


''Iya Mas, emang kebangun aja. Kemarilah Mas, beri aku pelukan.'' Kata Keira sambil merentangkan kedua tangannya. Kevin tersenyum lalu memeluk istrinya dengan sangat erat.


''Mas, kenapa kamu pulang larut sekali? Aku kangen, Mas. Kamu biasanya tidak sampai selarut ini, aku kesepian.''


''Maaf ya sayang. Kalau sedang ada proyek baru, aku memang sering pulang malam bahkan terkadang aku sampai tidur di kantor.''


''Iya tapi aku sedang hamil dan pinginnya sama kamu.''


''Kalau semuanya sudah beres, aku juga tidak akan pulang selarut ini. Kamu sudah makan?''


''Belum.'' Jawab Keira sambil melepaskan pelukannya.


''Lho kok belum? Terus susu sama vitaminnya?''


''Belum aku minum juga. Biasanya kamu yang menyiapkan semua untuk aku tapi akhir-akhir ini kamu sibuk, jadinya aku malas.''


''Kei, sayang, kamu tidak boleh seperti itu. Kamu harus memperhatikan kesehatan anak kita juga.''


''Tapi kamu jangan tinggalin aku terus, Mas. Aku juga butuh kamu disisiku.''


Kevin tersenyum, ia kemudian membelai wajah istrinya. ''Maafkan aku ya, sayang. Aku sendiri tidak ingin pulang selarut ini tapi bagaimana lagi. Pekerjaanku menumpuk, menyelesaikan proyek yang sempat tertunda juga tidak mudah. Apalagi kita sudah melewati banyak masalah akhir-akhir ini. Kamu yang sabar ya. Sekarang kamu ingin makan apa?''


''Makan apa saja, Mas. Kamu sendiri sudah makan belum?''


''Belum sayang. Aku sejak tadi siang belum kemasukan nasi sama sekali.''


''Mas, sesibuknya kamu jangan sampai telat makan. Ya sudah aku masakin ya.''


''Tidak usah sayang, biar Bibi saja yang masak.''


''Jangan Mas. Kasihan mereka, biarkan mereka istirahat. Seharian ini mereka sudah di buat lelah dengan teman-teman Marvel yang main ke rumah, di tambah tetangga yang lain juga ikut kumpul tadi. Teirma kasih ya Mas, kamu selalu punya cara untuk mengusir sepi aku. Tadi banyak tetangga ikut jajan gratis terus ada teman-temannya Marvel juga.''


''Sama-sama sayang. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesepian kamu sementara waktu.''


''Kalau begitu, aku ingin kita makan malam sama-sama, Mas. Bagaimana kalau kita masak sama-sama?''


''Boleh sayang. Aku gendong ya.''


Keira mengangguk dengan senyum manisnya. Setelah sampai di dapur, Kevin mengambilkan sayur dan daging ayam.

__ADS_1


''Mas, ayamnya mau di apakan?''


''Di goreng saja ya sayang. Sayurnya kamu tumis saja, itu saja sudah cukup.''


''Maaf ya Mas tidak ada sisa makan malam. Aku sengaja meminta Bibi untuk masak sedikit saja karena aku tahu kamu pulangnya larut malam.''


''Its okay sayang.'' Ucap Kevin sambil mengecup pipi istrinya.


''Sini, biar aku yang goreng ayamnya. Nanti kamu kena minyak lagi. Kamu potong sayurnya saja ya.''


''Baiklah Mas.'' Mereka berdua kompak memasak di dapur dengan menu sederhana. Setelah semuanya siap, Kevin tak lupa menyiapkan susu dan vitamin untuk Keira.


''Sayang, ini susu dan vitaminnya.''


''Terima kasih ya, Mas.''


''Sama-sama sayang. Makan sepiring berdua enak nih.''


''Boleh deh, Mas.'' Jawab Keira. Kevin kemudian menuangkan nasi, sayur dan ayam goreng ke atas piring.


''Sini, aku suapin kamu dulu ya.''


''Oke.'' Kevin lalu membuka mulutnya dan menerima suapan dari istrinya.


''Gimana Mas? Enak nggak?'' tanya Keira penasaran.


''Enak kok. Sekarang aku yang suapin kamu ya.''


''Mas, kok asin.'' Kata Keira.


''Masa sih? Menurtu aku pas.''


''Ih asin begini. Aku buatkan lagi ya.''


''Tidak usah sayang. Dimakan sama nasi dan ayamnya, tidak terasa kok asinnya. Sudah, suapi aku lagi, aku kangen banget masakan kamu.''


''Tapi asin begini, Mas.''


''Sudah cepat suapi aku, ini enak lho.''


''Maaf ya Mas, kayaknya tadi kedobelan ngasih garamnya, hehehe.''


''Tidak apa-apa, sayang. Oh ya minggu depan produk aku di launching. Aku sudah memesankan gaun yang cantik untuk kamu. Aku juga sudah memesankan tas dan sepatu keluaran terbaru dari GC.''


''Mas, kan masih ada gaun yang lama.''


''Aku memesankan couple untuk kamu, aku dan Marvel. Oh ya besok fotonya jadi?''


''Jadi dong, Mas.''

__ADS_1


''Ya sudah besok aku minta tolong Gina saja ya. Biar dia yang mengurusnya.''


''Iya tidak apa-apa.''


''Kamu mau foto dimana?''


''Di halaman belakang saja jadi temanya garden.''


''Oke baiklah sayang. Oh ya tadi Miko ke kantor aku.''


''Ada apa Kak Miko ke kantor, Mas? Apa ada urusan pekerjaan?''


''Bukan, dia cerita masalah pribadinya dengan Gina. Hubungan Tante Rosa, Miko dan Gina sekarang sudah membaik, sayang.''


''Alhamdulillah aku senang sekali mendengarnya. Akhirnya Tante Rosa sadar juga ya, Mas.''


''Ada hal lain juga sih sebenarnya.''


''Hal lain apa Mas?''


''Sebenarnya yang selama ini tidak subur itu adalah Miko. Jadi selama ini Gina menutup rapat kekurangan Miko. Dia bahkan rela mendapat olokan dari Tante Rosa.''


''Ya ampun, ternyata hati Mbak Gina sangat tulus mencintai Kak Miko. Lalu sekarang mereka bagaimana Mas?''


''Ya mereka sekarang mencoba berbagai pengobatan. Setidaknya satu masalah selesai karena Tante Rosa sudah memberikan restu untuk mereka.''


''Semoga dengan mendapat restu, Kak Miko dan Mbak Gina segera di beri momongan ya Mas.''


''Amin.''


''Mbak Gina benar-benar rela berkorban demi menjaga perasaan Kak Miko. Untung saja Tante Rosa belum memaksa Kak Miko menikah Nona Nadia, coba itu terjadi. Belum tentu juga wanita lain bisa menerima kekurangan Kak Miko. Jadi Kak Miko harus bersyukur ada wanita tulus seperti Mbak Gina.''


''Itulah yang aku tekankan pada Miko, sayang. Karena dia beberapa hari ini kesal karena ada pria yang mendekati Gina.''


''Dengan kondisinya seperti itu, pasti Kak Miko merasa minder dan tidak percaya diri, Mas. Jadi Kak Miko mengiris perasaannya sendiri, seolah dia itu pria lemah dan tidak berguna.''


''Tadi itu juga yang aku katakan padanya. Aku ingin justru dia semakin dekat dan mencintai Gina bukan malah marah-marah dan cemburu tidak jelas. Apalagi setelah melihat pengorbanan Gina selama ini. Walaupun dalam marah dan jengkelnya, dia sangat takut kehilangan Gina.''


''Semoga setelah ini ada mukjizat untuk mereka berdua. Restu sudah di dapat, otomatis doa tulus mengalir dari seorang Ibu dan semoga segera di ijabah. Paling tidak aku bersyukur karena Tante Rosa tidak jadi menikahkan Nona Nadia dan Kak Miko. Kalau sampai itu terjadi, aku tidak tahu bagaimana hancurnya hati Mbak Gina.''


''Kalau bukan Miko sendiri yang meminta periksa ulang di tempat lain, hal seperti itu akan terus di tutupi oleh Gina.''


''Kita doakan yang baik-baik untuk mereka, Mas.''


''Tuh nasinya habis. Kita ngobrol sambil suap-suapan nggak terasa nasi di magicom habis, ayam goreng dan sayurnya juga habis.''


''Hehehe iya juga sih, Mas.''


''Ya sudah kamu minum susunya ya setelah itu kita tidur. Aku kenyang banget.''

__ADS_1


''Iya Mas.'' Setelah selesai makan malam yang terlalu larut malam, Kevin dan Keira lalu kembali ke kamar untuk segera istirahat.


Bersambung.....


__ADS_2