Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 114 Saling Cemburu


__ADS_3

Pagi itu Miko bergegas menuju kantor Kevin, sekaligus membicarakan renovasi ulang panti jompo.


''Lagi sibuk?'' tanya Miko seraya masuk begitu saja di ruangan Kevin.


''Menurut elo?''


''Renovasi ulang udah jalan 60%.''


''Baguslah. Lebih cepat lebih baik,'' kata Kevin tanpa melihat kearah Miko.


''Gue denger Mauren kembali dan elo ajakin dia gabung ke tim baru proyek elo?''


''Iya. Memangnya kenapa?''


''Kenapa sih elo berhubungan lagi sama dia?''


''Dia udah berubah, Mik. Dia beda sama Mauren yang dulu. Ya berkat dia, gue bisa dapat bahan emas terbaik sekaligus perancang software yang bagus untuk smart watch yang sedang gue rancang.''


''Elo nggak khawatir kalau dia bakal gangguin hubungan elo sama Keira? Sama seperti saat elo dengan Kania?''


''Mik, saat ini yang gue pikirin cuma untuk kepentingan bisnis. Sama sekali nggak ada niat ke arah sana. Kalau dia berubah ya syukur, kita lihat saja perubahan Mauren sejauh apa. Kita mana bisa tahu dia berubah atau nggak, kalau kita tidak memberinya kesempatan.''


''Ya udah lah terserah elo aja. Awas aja kalau sampai elo bikin sakit hati Keira. Ingat ya, yang naksir Keira itu banyak. Tuh si Leon masih mau nampung Keira, sekalipun dia udah jadi janda.'' Kata Miko seraya berlalu meninggalkan ruangan Kevin


''Eh sepupu kurang ajar ya, sama aja itu artinya elo doain kita pisah.'' Kata Kevin dengan suara meninggi.


''Ada-ada aja mulutnya si Miko.'' Gerutu Kevin. Beberapa saat kemudian, Mauren datang ke ruangan Kevin.


''Pagi Kevin,'' sapa Mauren.


''Mauren, ada apa?''


''Ini aku sudah berhasil membuat Tuan Steven Chou dan Tuan Michael tanda tangan kontrak dengan kita. Coba kamu baca,'' kata Mauren sambil menyodorkan berkas yang ia bawa. Kevin menerimanya lalu segera membacanya. Kevin tersenyum puas karena proyeknya kali ini akan berhasil lagi.


''Kerja bagus, Mauren. Setelah ini kita bisa memproduksinya. Tapi aku ingin melihat bahan emas itu, sekaligus rancangam software yang akan di berikan oleh Tuan Michael.''


''Minggu depan mereka mengajak kita untuk bertemu membahas itu. Sekaligus mempresentasikan rancangan mereka.''


''Oke baiklah. Aku akan meminta Krisna untuk mengatur jadwalku. Sekali lagi terima kasih untuk bantuanmu, Mauren.''


''Sama-sama, Kevin. Ya hitung-hitung ini sebagai penebus kesalahanku yang pernah membuat kekacauan di masa lalu. Ya atas semua sikap kekanak-kanakanku.'' Kata Mauren dengan senyum bahagianya. Kevin hanya menanggapinya dengan senyum biasa.


''Permisi Tuan, Kevin!" suara Krisna yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Kevin.

__ADS_1


''Ada apa Kris?''


''Ada undangan gala dinner dari Tuan Armando, beliau merayakan pesta pernikahan ke-25 tahun. Saya harap kali ini anda harus datang karena beberapa tamu undangan datang dari luar negeri, ini sangat bagus untuk mendekatkan diri sekaligus menjalin jaringan bisnis lebih luas. Sudah empat tahun anda melewatkan undangan dari Tuan Armando. Tuan Armando sangat berharap untuk kali ini anda bisa datang.'' Sejak kepergian Kania, Kevin memang sangat jarang menghadiri acara seperti itu.


''Baiklah, nanti aku akan datang dan mengosongkan jadwalku.''


''Baik Tuan, kalau begitu saya permisi.'' Kata Krisna serya undur diri.


''Wah, ini kesempatan bagus untuk kita, Kevin. Kita bisa datang kesana sekaligus membicarakan bisnis.''


''Iya kamu benar. Kalau begitu aku akan menjemput istriku dan mengajaknya bersiap.'' Mendengar ucapan Kevin, seketika senyum Mauren pun sirna. Mauren yang tadinya sudah percaya diri kalau Kevin akan mengajaknya tapi justru malah sebaiknya.


''Sial! Kamu pikir, aku juga tidak bisa datang kesanap? Aku akan mempermalukan gadis kampungan itu,'' gerutu Mauren dalam hati.


-


Di rumah panti setelah mengisi waktu bersama lansia, Keira memilih duduk menyendiri di bangku taman. Leon datang menghampiri Keira dengan dua cup ice cream di tangannya.


''Kei, kenapa disini?''


''Sedang mencari angin saja, Le.''


''Boleh aku duduk?''


''Oh ya ini untukmu, tidak sedang diet kan?''


''Tentu tidak,'' jawab Keira dengan senyum kecilnya.


''Terima kasih ya.'' Sambung Keira.


''Sama-sama, Kei. Oh ya dari tadi aku memperhatikanmu dan sepertinya kamu tidak seceria biasanya?''


''Masa sih? Aku biasa saja kok, Le.''


''Bagaimana hubunganmu dengan Tuan Kevin?''


''Kami baik-baik saja.''


''Lalu bagaimana dengan kontrak itu? Kalian sepakat berapa lama? Aku siap untuk menunggumu, Kei.''


''Aku tidak tahu sampai kapan, Le. Tapi sebaiknya kamu tidak usah menungguku. Kamu bisa mencari wanita lain.''


''Memangnya kenapa? Apa kamu sudah jatuh cinta dengannya?'' selidik Leon.

__ADS_1


''Le, sebaiknya kita membahas yang lain saja. Aku tidak ingin membahas itu.'' Kata Keira sambil menyantap ice cream yang di berikan oleh Leon.


''Baiklah, maafkan aku, Kei. Oh ya Lily ingin minta maaf padamu tapi dia malu. Jadi lewat aku, dia ingin kamu memaafkannya. Dan Minggu depan adalah pernikahannya. Lily berharap kamu bisa hadir.''


''Aku sudah melupakan masalah itu, Leon. Kalau untuk hadir, sepertinya aku tidak bisa. Aku tidak ingin kehadiranku merusak suasana bahagia mereka.''


''Kalau boleh tahu, memangnya seperti apa hubungan mu dengan Ferdi? Sampai membuat Lily marah seperti itu.''


''Hanya cinta monyet saja, Le. Tidak ada sesuatu yang berlebihan. Bagi aku, masa alu tetaplah masa lalu. Aku sudah lama melupakannya, lagi pula itu terjadi saat masih SMA saja.''


''Oh begitu. Lily memang sangat tempramen, emosinya suka meledak-ledak. Ya memang hanya Ferdi saja yang bisa mengendalikan Lily.''


''Syukurlah kalau Ferdi memang pilihan yang tepat untuk Nona Lily. Aku ikut bahagia kalau mereka bahagia.''


''Kei, maaf ya.'' Kata Leon sambil mengusap bibir Keira yang terkena ice cream.


''Cara makan mu seperti anak kecil saja,'' kata Leon dengan senyum kecilnya. Keira menjadi kikuk, saat Leon menyentuh bibirnya.


''Leon, seharusnya kamu memberitahuku saja. Aku bisa mengusapnya sendiri,'' kata Keira sambil mengusap ulang bibirnya.


''Kei, kenapa aku harus jatuh cinta padamu? Jatuh cinta dengan seseorang yang sudah memiliki suami. Entah itu pernikahanmu kontrak atau sungguhan, seharusnya aku tidak boleh memiliki rasa ini. Tapi perasaan ini sangat sulit di kendalikan.''


''Leon, kamu ini bicara apa? Kenapa suasanya menjadi dramatis seperti ini?'' kata Keira terkekeh.


''Alur cerita ini yang membuatku dramatis,'' jawab Leon terkekeh. Leon kemudian mengolesi pipi Keira dengan ice cream, ia ingin memecah suasana kesedihan di dalam hatinya.


''Leon! Ini dingin,'' kata Keira sambil mengusap pipinya.


''Ini aku tambah lagi,'' kata Leon sambil mengusap kembali pipi Keira.


''Awas ya aku akan membalasmu!" kata Keira yang membalas Leon. Leon lalu beranjak dari duduknya untuk menghindari Keira. Keira yang tidak mau kalah pun mengejar Leon. Kevin baru saja tiba di rumah panti, ia lalu masuk ke dalam untuk mencari Keira dan mengajaknya pulang.


Namun justru Kevin melihat Leon dan Keira bermain kejar-kejaran sambil saling mengoleskan ice cream. Dada Kevin terasa panas dan sangat sesak.


''Wah-wah seru sekali ya,'' suara Kevin sangat mengagetkan Keira. Tawa Leon dan Kevin seketika lenyap saat Kevin datang. Leon merasa Kevin sangat mengganggu waktunya bersama Keira. Sementara Keira takut kalau Kevin salah paham.


''Mas, kamu disini?''


''Memangnya kenapa? Kamu takut kalau ketahuan? Ternyata seperti ini kelakuanmu di belakangmu? Ayo pulang!" paksa Kevin sambil menarik paksa tangan Keira.


''Mas, sakit!'' Rintih Keira. Melihat Keira yang kesakitan, membuat Kevin langsung menggendong Keira.


''Dan untuk kamu, jaga batasanmu!" kata Kevin dengan kesal. Leon hanya menyunggingkan senyum sinisnya pada Kevin dan itu membuat Kevin semakin kesal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2