Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 77 Mama Menginap Ya?


__ADS_3


Foto prewed hari itu benar-benar melelahkan bagi Keira. Sesi foto itupun berakhir sampai jam 5 sore.


''Kak Kevin-Keira, gaun pernikahannya gimana? Kalian sudah cocok?''


''Aku suka kok, Mbak. Apa yang Mbak Gina lakukan lebih dari cukup bahkan terlalu berlebihan.''


''Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot melakukan ini semua, Gina. Kamu total saja ya jumlahnya berapa semuanya.'' Imbuh Kevin.


Gina kemudian menggenggam tangan Kevin dan Keira, lalu Gina menyatukan tangan keduanya. ''Tidak Kak! Aku dan Miko sudah sepakat melakukan semua ini untuk kalian. Sebagai hadiah pernikahan kalian dari kami. Aku dan Miko sangat bahagia karena akhirnya Kak Kevin telah menemukan belahan jiwanya, begitu pula dengan Marvel yang sudah menemukan sosok Ibu dalam diri Keira. Aku harap kedepannya kalian akan saling mencintai untuk selamanya dan menua bersama. Meskipun aku tahu kalau pernikahan ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya.''


Mendengar ucapan Gina, Keira merasa tersentuh dan sangat terharu. Keira kemudian memeluk Gina.


''Mbak, makasih ya untuk semuanya. Mbak amat sangat baik. Doa yang baik juga untuk Mbak Gina dan Kak Miko.''


''Sama-sama Kei. Percayalah aku dan Miko adalah orang pertama yang sangat bahagia sekaligus merestui hubungan kalian berdua.''


''Terima kasih ya Gin, untuk semuanya. Kalau begitu kita harus pamit, Marvel pasti sangat bosan karena seharian ini kami belum pulang.''


''Iya Kak. Kalian hati-hati ya.''


Akhirnya Keira dan Kevin memutuskan untuk pulang namun tiba-tiba di tengah jalan, perut Keira terasa lapar.


''Mmmm Mas, aku lapar.'' Kata Keira sambul mengelus perutnya.


''Mau makan dimana?''


''Terserah saja. Kita sampai melupakan makan siang. Nanti maag Mas Kevin kambuh.''


''Oke baiklah. Aku juga lapar.'' Kevin lalu membelokkan mobil ke sebuah restoran mewah.


''Kok berhenti disini?''


''Katanya mau makan. Ini kan restoran.''


''Tapi ini terlalu mewah dan makanannya sedikit. Nggak bikin kenyang.''


''Ya terus kamu mau makan apa?''


''Nasi padang saja.''


''Tadi bilang terserah tapi sekarang bilang nasi padang. Ribet amat sih!" gerutu Kevin. Akhirnya Kevin memutar balik mobilnya untuk mencari warung nasi padang.


Setelah sampai warung nasi padang, Keira segera memesan dua porsi untuk dirinya dan Kevin.


''Ayo dimakan, Mas. Jangan di lihatin. Makan pakai tangan lebih nikmat.'' Kata Keira sembari mencelupkan tangannya ke kobokan. Kevin hanya diam dan memperhatikan cara makan Keira. Kemudian ia pun mengikuti cara makan Keira, meskipun Kevin tampak kesulitan.


''Ah susah sekali!" gerutunya merasa putus asa. Keira pun tertawa melihat Kevin yang kesusahan makan menggunakan tangan.

__ADS_1


''Masa makan pakai tangan tidak bisa.''


''Gimana setiap mau masuk mulutu selalu jatuh,'' kata Kevin.


''Buka mulut Mas Kevin!" perintah Keira. Kevin pun menurut saja. Keira lalu menyuapi Kevin dengan tangannya.


''Gimana? Enak kan?'' kata Keira. Kevin tertegun karena mendapat suapan dari Keira, ia tidak menyangka kalau gadis di hadapannya itu akan menyuapinya. Kevin lalu mencoba makan dengan tangannya sendiri seperti cara Keira menyuapinya. Namun justru membuat mulut Kevin belepotan bahkan beberapa butir nasi menempel di atas dan bawah bibirnya. Lagi-lagi Keira di buat tertawa oleh sikap Kevin yang seperti anak kecil yang baru belajar makan sendiri.


''Apanya yang lucu?'' tanyanya ketus.


''Ya ampun Mas, makan saja sampai cemong seperti itu.'' Keira lalu meraih tisu dan menyeka bibir Kevin. Terdiam, terpaku dan mematung saat Keira mulai menyentuhnya. Debaran jantung Kevin pun semakin tidak teratur kala mendapat perhatian dari gadis di hadapannya itu.


''Sebaiknya Mas Kevin cuci tangan di wastafel lalu pakai sendok saja. Daripada cemong seperti ini. Iya kan?''


''Tidak apa-apa. Sesekali mencoba dengan tangan tidak masalah.'' Kata Kevin dengan senyum kecilnya.


''Si kepala batu ini kalau lagi tenang gini, lucu juga ya.'' Batin Keira sambil sesekali melirik Kevin yang belajar makan menggunakan tangan.


Setelah selesai makan, keduanya memutuskan untuk pulang. Kevin tidak langsung mengantar Keira pulang kerumah Ayahnya, melainkan membawa Keira pulang menuju rumahnya. Saat sudah sampai di dalam rumah, di ruang tengah Marvel asyik menonton televisi bersama Mbak Rima dan Bi Nani.


''Papa pulang!" seru Kevin. Mendengar suara Papanya, Marvel menoleh lalu beranjak dari tempat duduknya berlari memeluk Kevin.


''Papa pulang sama Mama? Kalian lama sekali.'' Kata Marvel sambil melepaskan pelukannya.


''Namanua juga foto prewed, sudah pasti lama dong.'' Kata Kevin.


''Mah, Mama tidur disini ya?''


''Mama menginap disini, temani aku. Aku kan sudah berkali-kali menginap di rumah Mama jadi sekarang gantian Mama yang menginap disini. Please,'' ucap Marvel sembari memohon.


''Tidak bisa Marvel, Mama harus pulang. Kasihan Kakek sendirian di rumah.''


''Marvel, biarkan Mama Keira pulang. Dia kan punya rumah. Biar Pak Wahyu yang mengantarnya pulang.''


''Baiklah aku akan menelpon Kakek Ammar. Kalau Kakek Ammar mengijinkan, berarti Mama harus menginap disni. Satu hari saja, bagaimana?''


''Oke baiklah. Kakek Ammar pasti tidak akan mengijinkannya.''


''Oke, kita buktikan saja. Aku pinjam ponsel Mama.'' Kira lalu memberikan ponselnya pada Marvel tanpa pikir panjang, Marvel lalu menelepon Pak Ammar dengan menyalakan mode loudspeaker.


''Halo Kei, ada apa Nak?''


''Halo Kakek, ini aku Marvel.''


''Oh Marvel rupanya. Ada apa Nak?''


''Kek, aku ingin meminta ijin supaya Mama Keira boleh menginap disini sehari saja, Kek. Boleh kan Kek? Aku ingin sekali tidur di temani oleh Mama.''


''Tentu saja boleh tapi satu hari saja ya? Soalnya Papa Kevin dan Mama Keira belum resmi menikah.''

__ADS_1


''Ayah tapi Ayah kan sendirian,'' sahut Keira yang berharap Ayahnya akan membatalkan ijinnya.


''Tidak apa-apa Kei. Lagi pula cuma sehari saja kan? Sudah temani saja Marvel.''


''Ayah sudah minum obat? Sudah makan juga kan?''


''Sudah semuanya, kamu tenang saja Kei. Tadi ada sekretaris Nak Kevin ke rumah mengantarkan makanan dan vitamin untuk Ayah. Sudah beberapa hari ini Nak Kevin mengantarkannya. Jadi kamu tidak usah khawatir, Ayah baik-baik saja.''


''Tuan Kevin? Kenapa Ayah tidak bilang?''


''Lho Ayah pikir kamu sudah tahu kalau akhir-akhir ini Tuan Kevin sangat memperhatikan pola makan Ayah. Jadi saat makan siang selalu mengirimkan Ayah makanan karena tahu kalau kamu juga sibuk.'' Mendengar cerita Pak Ammar, Keira melirik kearah Kevin yang masih berdiri di sampingnya. Namun Kevin memilih berlalu dan pura-pura tidak mendengar.


''Baiklah Kek kalau begitu, terima kasih untuk ijinnya.'' Sahut Marvel.


''Iya sama-sama. Jaga Mama Keira ya.''


''Pasti Kek.'' Panggilan pun berakhir.


''Ternyata Tuan Kevin sangat peduli dengan Ayah. Bahkan dia melakukan itu semua dengan diam-diam. Ah jangan-jangan dia sok baik untuk mendapat perhatian dari Ayah. Fix itu sudah pasti!" Batin Keira.


''Mah, ayo ke kamar.''


''Tapi Mama boleh numpang mandi? Mama belum mandi lho.''


''Ya udah Mama ke kamar tamu saja ya. Biar Bi Nani yang menyiapkan pakain untuk Mama.''


''Terima kasih ya, Marvel.''


''Sama-sama Mah.''


Setelah selsai mandi di kamar tamu lantai bawah, Keira lalu naik ke lantai dua kamar Marvel. Marvel sedang berada diatas tempat tidur sambil membaca buku.


''Marvel, kamu sudah makan malam?''


''Sudah kok, Mah.''


''Maaf ya kalau Papa dan Mama pulangnya malam. Tadi semuanya selesai jam 5 sore. Bahkan kami sampai lupa makan siang. Ya sudah kamu tidur saja kalau begitu, Mama juga sudah mengantuk. Hoam.'' Kata Keira sambil menguap. Keira lalu naik keatas tempat tidur Marvel. Ia duduk sembari bersandar pada dipan. Sementara Marvel memilih berbaring sambil memeluk Keira.


''Mah, terima kasih ya sudah mengabulkan keinginanku. Aku bahagia sekali akhirnya Papa dan Mama akan menikah. Aku tidak butuh apalagi di dunia ini selain kalian berdua.''


''Kenapa sih kata-kata kamu selalu manis dan berhasil menyentuh Mama?''


''Karena aku tulus, Mah. Mah, I love you.'' Ucap Marvel seraya memberikan kecupan di pipi Keira.


''I love you too, Marvel.'' Balas Keira sambil mengecup pucuk kepala Marvel. Keira lalu mengelus kepala Marvel sampai akhirnya Marvel dan Keira tertidur. Hari ini benar-benar menjadi hari yang melelahkan untuk Keira sehingga dengan mudahnya ia tertidur dengan posisi masih bersandar pada dipan.


Kevin yang baru selesai mandi dan berganti baju tidur, berjalan menuju kamar Marvel, berniat untuk mengecek Marvel apakah sudah tidur atau belum. Kevin melihat Marvel tampak memeluk Keira, sementara Keira tertidur dengan kepala yang masih bersandar pada ranjang. Kevin lalu membenarkan posisi Keira supaya bisa berbaring lebih nyaman. Namun setiap melihat bibir Keira, kecupan siang tadi selalu melintas dalam benaknya.


''Kevin sadar! Kenapa jadi mesum seperti ini? Ingat kontrak itu Kevin!" kata Kevin dalam hati. Ia lalu memakaian selimut untuk Marvel dan Keira, kemudian mematikan lampu lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Marvel.

__ADS_1


Bersambung.... Next part Insya Allah besok ya... Kalian bisa kepoin foto prewed dan pernikahan Keira-Kevin di IG @dydyailee536 milik author ya, terima kasih 🙏😘


__ADS_2