
Kini Keira sedang berada di sebuah kamar hotel. Gina bersama karyawannya tengah membantu Keira untuk bersiap. Pulasan tangan Gina membingkai cantik wajah Keira pagi itu.
''Kei, kamu cantik sekali hari ini.'' Puji Gina.
''Tangan Mbak Gina yang terlalu hebat memulas wajahku yang biasa saja ini.'' Ucap Keira merendah dengan malu-malu.
''Biasa bagaimana? Kamu tanpa make up saja sudah cantik banget. Apalagi kalau memakai make up seperti ini. Kak Kevin pasti pangling banget.''
''Mbak terima kasih ya sudah membuatku cantik dan anggun seperti ini.''
''Sama-sama Kei. Kamu memang sangat pantas mendapatkan ini semua. Aku yakin Marvel pasti akan semakin bahagia.''
''Terima kasih ya Tante, sudah membuat Mama ku semakin cantik.'' Sahut Marvel yang sedari tadi menemani Keira.
''Sama-sama Marvel.''
''Mama hari ini sangat cantik. Pasti Papa akan terpesona dengan kecantikan Mama.''
''Kamu juga sangat tampan hari ini Marvel.'' Ucap Keira sembari mengecup punggung tangan bocah yang duduk disampingnya itu.
Di kamar hotel lain, Kevin tampak bersiap dengan bantuan Miko.
''Mik, elo undang berapa tamu?''
''Yang jelas seluruh karyawan kantor gue undang semua dan beberapa klien yang sudah elo rekomendasikan. Oh ya untuk mas kawinnya gue sama Gina sepakat milih uang aja ya.''
''Ya terserah elo deh. Memang berapa mas kawinnya?''
''Sesuai hari pernikahan elo hari ini. Tanggal 17-08 jadi 170.080 USD.'' Kata Miko dengan entengnya.
''A-ap-apa? 100 dolar lebih? Gila ya lo? Itu sama aja 2 Milyar lebih, Miko,'' kata Kevin terperangah kaget dengan mas kawain yang di siapkan oleh Miko.
''Elo mau bikin gue rugi apa? Kenapa nggak tanya dulu sih?'' sambung Kevin dengan suara meninggi.
''Heh, elo aja malas ngurusin hari pernikahan elo. Elo juga udah nyuruh kita yang ngatur, jadi santai aja lah. Gue udah minta Siska untuk membuat cek senilai itu. Elo kan pengusaha yang tajir melintir, uang segitu entenglah buat elo. Lagian ya kalian ini aneh, mau nikah santai banget. Nggak ada undangan atau apa, acara lepas lajang juga nggak ada, elo malah gila kerja. Sebenarnya niat nikah nggak sih? Apalagi ini adalah momen pertama buat Keira. Heran deh gue sama elo,'' Miko pun merasa kesal dengan sikap sepupunya itu.
''Gue sama Gina aja udah gratisin WO buat pernikahan kalian ya. Mulai dari gaun sampai catering.''
''Heh catering milik gue sendiri ya. Hotel kan juga punya gue.''
__ADS_1
''Iya sorry gue lupa. Pokoknya semua rincinan pernikahan elo mulai dari souvenir, catering dan mas kawin, sudah gue kirim ke Krisna. Kurang bersyukur apa punya saudara kayak gue. Gue sama Gina yang tekor buat elo. Mending sekarang elo jemput Keira di kamarnya karena acara akan segera di mulai.''
''Salah besar suruh mereka berdua yang ngatur. Belum apa-apa udah 2 Milyar,'' gerutu Kevin dalam hati.
Kevin hari itu sangat gagah dengan balutan kemeja hitam dengan dasi kupu-kupunya. Pesonanya sebagai seorang duda tampan tidak bisa di tampik lagi.
''WOW, kamu cantik dan anggun sekali Kei!" puji Miko dengan hebohnya saat berada di ruangan Keira. Kevin pun tak bisa berkata-kata saat melihat paras cantik Keira yang mengenakan gaun pengantin itu. Begitu juga dengan Keira yang tertegun dengan pesona Kevin hari itu. Ia merasa Kevin sangat berbeda dari biasanya bahkan Kevin tampak gagah hari itu.
''Oke, sebelum kalian menuju balroom, sebaiknya kita ambil foto kalian pakai gaun yang ini dulu ya.'' Kata Gina. Kali ini Kevin dan Keira tak banyak bicara, keduanya saling tertegun dalam kekaguman. Mereka yang biasanya berisik dan suka berdebat, mendadak merasa canggung.
''Kak Kevin peluk Keira dari belakang ya. Terus Kak Kevin cium pipi Keira dari belakang.''
''Apa? Cium pipi?'' seru Keira dan Kevin dengan kompak.
''Iya. Memangnya kenapa? Kalian kan suami istri.'' Kata Gina.
''Papa, Mama, ayolah! Aku ingin kalian selalu mesra dan romantis seperti sinetron yang selalu di tonton Bi Nani dan Mbak Rima,'' sahut Marvel dengan bujukannya yang memaksa.
''Marvel tapi kan....'' kata Keira.
''Tapi apa Mah? Apa kalian sebenarnya hanya pura-pura ya?'' tuduh Marvel dengaan perasaan kecewanya.
''Tidak Marvel! Baiklah Papa akan mencium Mama. Lagipula hanya ciuman pipi,'' kata Kevin yang memaksa senyumnya. Akhirnya Kevin mengikuti perintah Gina untuk mengecup pipi Keira.
''Oke, good. Sekarang foto kalian berdiri berhadapan ya. Kei, kalungkan tangan kamu di leher Kak Kevin ya setelah itu hidung kalian saling bersentuhan dengan senyum yang lebar.'' Pinta Gina. Tanpa banyak bicara Keira melakukannya karena senyum bahagia Marvel yang membuatnya mau melakukan hal itu.
''Yes, Good! Sekarang kalian foto bertiga ya sama Marvel.''
''Oke Tante, aku siap melakukan yang terbaik '' Kata Marvel dengan antusias.
Pose pertama, Keira duduk di kursi menghadap depan, dengan posisi Kevin dan Marvel berdiri di masing-masing sisi Keira.
Pose kedua, Marvel berada di tengah, Kevin dan Keira kompak mencium pipi Marvel.
Pose ketiga, Keira lah yang mendapat ciuman dari dua lelaki yang kelak akan menjaganya nanti.
Pose keempat adalah bebas, dimana Kevin dan Marvel kompak jongkok sambil menopang dagu menatap Keira yang sangat cantik itu.
''Benar-benar keluarha cemara ya kalian,'' puji Miko sambil memberikan tepuk tangan. Keira dan Kevin pun mendadak salah tingkah.
''Sebaiknya Kevin keluar dulu untuk mengucapkan ijab kabul. Nanti Marvel gandeng Mama bawa ke pelaminan ya, setelah Papa selesai membaca ijab kabul.''
__ADS_1
''Siap Tante!" kata Marvel.
Kini Kevin telah berada di ballrom. Ia kini duduk berhadapan dengan Ayah Keira. Pak Ammar lalu menjabat erat tangan Kevin. Semua terpengarah saat mendengar mas kawin itu disebutkan, termasuk keluarga Keira yang benar-benar tekejut dengan mahar yang di berikan oleh Kevin.
''Saya terima nikah dan kawinnya Keira Nensia Putri dengan mas kawin uang sebesar 170.080 USD di bayar TUNAI." Suara tegas Kevin membuat semua tamu bertepuk tangan dan bersorak SAH. Kevin tidak percaya bahwa ia bisa lancar mengucapkan ijab kabul tanpa latihan sama sekali. Pak Ammar pun menitikkan air matanya, begitu pula dengan Kenny dan Cindy. Miko dan Gina pun tak luput dari rasa bahagia terdalam.
Dengan di gandeng oleh Marvel, Keira pun memasuki aula pernikahan. Semua mata tertuju pada Keira. Johan dan Laras pun tidak bisa menutupi rasa bahagia dan harunya.
''Ras, gue bahagia banget tapi kenapa sedih juga ya?''
''Sama Jo. Gue bahagia tapi sedih juga karena pernikahan mereka hanyalah sebuah kompromi. Gue hari ini bakal sumpahin mereka berdua. Gue sumpahin mereka berdua saling jatuh cinta dan bucin akut. Penrikahan mereka jadikan kompromi.''
''Gue setuju, Ras. Gue juga sumpahin mereka saling cinta dan nggak mau lepas,'' timpal Johan.
Acara pernikahan itupun berjalan dengan lancar. Keira tidak percaya dengan mahar yang diberikan Kevin begitu banyaknya. Kiera menitikkan air mata, ia bingung harus bahagia atau sedih.
Dengan arahan pembawa acara, Kevin dan Keira di minta untuk menuju lantai dansa.
''Mas, aku mana bisa dansa?'' bisik Keira.
''Sudah ikuti saja aku,'' kata Kevin. Kevin lalu meletakkan tangan kanan Keira di bahunya, lalu ia menggenggam tangan kiri Keira. Alunan musik romantis, mengiringi mereka berdansa.
''Mudah kan?'' tanya Kevin.
''Iya.''
Selama berdansa keduanya saling memandang dan menatap. Perasaan keduanya saling campur aduk, antara bahagia dan terikat kontrak. Setelah cukup lama berdansa, pembawa acara berseru untuk melakukan ciuman.
Kevin dan Keira saling menatap penuh kebingungan. Mereka tidak tahu harus melakukan apa saat semuanya bersorak untuk berciuman.
''Mas, cium keningku saja,'' pinta Keira. Kevin lalu mengecup kening Keira sekilas.
''Wah sepertinya pengantin kita malu-malu nih. Masa cium kening sih? Dimana-mana kalau acara wedding kissnya di bibir dong,'' seru pembawa acara yang membuat para tamu bergemuruh untuk melakukan ciuman. Kevin dan Keira semakin bingung, keduanya saling menoleh ke kanan dan ke kiri, melohat semua tamu undangan berteriak.
Kevin lalu meraih kedua tangan Keira. Dan menatap Keira sangat dalam.
''Kei, pejamkan matamu. Kita harus lakukan ini untuk meyakinkan mereka semua.'' Kata Kevin.
''Mas, kita tidak mungkin berciuman di depan orang seperti ini. Aku malu, lagi pula ini hanya sebuah kontrak.''
''Pejamkan matamu Kei, aku akan melakukannya sebentar supaya mereka percaya.'' Bujuk Kevin. Keira yang saat itu sangat deg-degan dan bingung harus berbuat apa, akhirnya menuruti perintah Kevin.
__ADS_1
Keira lalu memejamkan matanya. Kemudian Kevin perlahan menempelkan bibirnya pada bibir Keira. Semua bersorak saat bibir keduanya saling menempel. Hanya saling menempel dan tidak lebih dari itu. Jantung Kevin berdebar dengan tidak beraturan, begitu pula dengan Keira. Keira sampai meremas erat tangan Kevin yang menggenggamnya sedari tadi, saat bibir Kevin menyentuh bibirnya dengan sangat lembut.
Bersambung.... Yukkk di Ig @dydyailee536 sudah ada klip perisapan pernikhannya ya... Yukk di gempur juga like, komen dan votenya, makasih 🙏🙏❤️❤️