
''Bagaimana kondisi Keira, Alan?'' tanya Kevin dengan cemas.
''Keira tidak apa-apa, Kevin. Dia hanya kecapekan saja. Aku hanya meresepkan obat penurun demam untuk Ibu hamil. Istirahat yang cukup, makan teratur dan perbanyak minum air putih, itu akan membuat Keira cepat sembuh.'' Jelas Alan.
''Terima kasih, Alan. Maaf kalau jam segini aku mengganggumu.''
''Santai saja, sudah menjadi tugasku.'' Ucap Alan.
''Dokter Alan, terima kasih ya.'' Sahut Keira.
''Sama-sama Kei. Ingat ya kamu jangan terlalu lelah, untung semuanya normal saja. Kalau begitu aku pamit ya.''
''Baiklah, mari aku antar ke depan.'' Ucpa Kevin.
''Oke Kev.'' Ucap Alan.
Beberapa saat kemudian, Kevin kembali ke kamar.
''Sayang, sebaiknya kamu tidur ya. Aku akan tidur di sofa saja.''
''Iya Mas, sebaiknya memang begitu. Marvel sudah sangat pulas disini, kasihan juga kalau di pindah.''
''Aku akan tidur kalau kalau kamu sudah tidur.'' Kevin kemudian membantu Keira berbaring. Kevin lalu mengompres kening Keira. Keira meringkuk sambil memeluk lengan Kevin yang duduk ditepi ranjang. Sementara Kevin terus membelai kepala Keira, sampai akhirnya Keira tertidur pulas. Kevin memberikan kecupan untuk istri dan juga putranya. Setelah itu, ia kemudian berbaring di atas sofa dan mulai memejamkan matanya.
Keesokan harinya, Marvel dan Kevin kompak membuat sarapan untuk Keira. Semangkuk bubur ayam untuk Keira. Setelah jadi, Kevin dan Marvel menuju ke atas, ke kamar Keira. Sesampainya di kamar, tampak Keira masih meringkuk dengan begitu nyenyaknya.
''Mama, bangun yuk! Aku dan Papa sudah membuatkan sarapan untuk Mama.'' Ucap Marvel sambil menepuk pelan pipi Keira. Dan Keira pun perlahan terbangun. Ia mengerjapkan matanya lalu tersenyum saat melihat ada dua pria tampan di hadapannya.
''Marvel, Mas Kevin.'' Sapa Keira lirih. Keira lalu perlahan bangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.
''Bagaimana tidurmu sayang?''
''Nyenyak sekali, Mas. Aku juga sudah merasa baikan.''
''Syukurlah kalau begitu, aku senang sekali mendengarnya.''
''Mah, aku dan Papa pagi-pagi sekali sudah bangun untuk membuatkan Mama bubur ayam. Mama makan ya.'' Sahut Marvel.
''Ya ampun Mama terharu sekali di perhatikan oleh dua pria tampan pagi ini. Baiklah, Mama akan memakannya. Tapi kamu dan Papa sudah sarapan belum?''
''Kami tidak akan sarapan sebelum Mama habiskan bubur ini.'' Ucap Marvel.
''Kamu mengancam Mama ya?''
__ADS_1
''Supaya Mama mau makan dan tidak sakit lagi. Aku sedih kalau Mama sakit. Aku juga kasihan sama dede bayi yang ada di perutnya Mama. Dia juga pasti ikut sakit.''
''Anak Mama ini perhatian sekali ya. Baiklah Mama akan menghabiskannya. Pasti ini enak sekali.'' Kata Keira.
''Aku suapin ya, sayang.'' Sahut Kevin.
''Iya Mas.''
''Gimana Mah?'' tanya Marvel saat Kevin memasukkan satu suapan ke dalam mulut Keira.
''Mmmm enak tapi sedikit keasinan, hehehe.''
''Yahhh, masakan kita gagal Pah.'' Ucap Marvel dengan lemas.
''Keasinan sedikit tidak masalah sayang. Mama tetap suka dab akan memakannya sampai habis. Mama justru terima kasih sekali karena kalian sudah membuatkan Mama bubur ayam ini. Setelah ini kamu sarapan lalu berangkat sekolah ya.''
''Oke Mah.''
''Sayang, kontrol hari ini kamu sudah kuat?'' tanya Kevin.
''Aku sudah tidak apa-apa, Mas. Jadwal kontrolnya juga masih Minggu depan kan? Kamu jangan terlalu khawatir. Kamu berangkat ke kantor saja ya. Nanti Laras akan kerumah juga untuk menghias seserahannya Johan.''
''Tapi kamu jangan capek-capek ya.''
''Iya Mas. Kan ada Bibi juga yang membantu nanti.''
''Iya sayang, sudah kamu jangan berlebihan. Aku ini kuat.'' Ucap Keira dengan senyum kecilnya.
...****************...
''Hai Kei!" sapa Laras dengan wajah cerianya saat masuk kamar Keira.
''Hai Ras, udah nyampai aja.''
''Ini nih gue bawain siomay buat elo. Kata Bibi, elo sakit ya.'' Laras lalu memberikan pelukan untuk sahabatnya itu.
''Cuma demam aja, Ras.''
''Pasti elo kecapekan gara-gara kemarin nih, sorry ya. Udah tahu elo lagi hamil, masih aja gue ajakin muter-muter. Habis gue kangen kita bebas kayak jaman dulu.''
''Bukan gara-gara elo juga kali, Ras. Ya emang kecapekan biasa aja. Ini juga udah enakan. Eh gue mau dong siomaynya. Udah lama nggak makan siomay.'' Kata Keira.
''Gue ambilin piring ya?''
__ADS_1
''Kita kebawah aja deh. Setelah itu kita langsung hias aja seserahannya.''
''Kei, elo masih sakit. Kalau elo kecapekan, gue pasti di omelin sama si Tuan Kevin.''
''Udahlah santai aja. Mas Kevin nggak akan marah kok. Yuk kebawah aja. Nanti biar di bantuin sama para Art di rumah.''
''Ya udah deh kalau elo maksa. Sini gue tuntun deh. Nanti elo jatuh dan gue yang kena.''
''Ah lebay amat sih, Ras. Gue masih bisa jalan.''
''Hehehe jaga-jaga Kei.''
Laras lalu menggandeng Keira dan mengajaknya menuju ruang makan. Keduanya lalu memakan siomay yang Laras bawakan. Dengan lahap, Keira memakannya sampai habis. Sepertinya siomay yang dibawa Laras mampu menggungah kembali selera makannya.
Setelah keduanya selesai makan dan ngobrol-ngobrol ringan, mereka lalu menuju ruang tengah. Disana sudah ada tumpukan belanjaan Johan kemarin. Dengan mengerahkan bantuan Art di dirumah, tentu saja pekerjaan itu terasa ringan. Mereka semua mengobrol tanpa ada jarak antara pemilik rumah dan pekerja. Laras juga dengan mudahnya membaur dengan ART di rumah Keira. Namun disela-sela kesibukannya, Keira mendapat panggilan vidio call dari suaminya.
''Halo sayang, kamu sedang apa? Sudah makan siang belum? Obat, vitamin dan susunya sudah di minum? Terus badan kamu gimana? Sudah benar-benar enakan kan?'' cerocos Kevin. Keira tersenyum lalu mengarahkan kameranya kearah Laras dan juga para ART yang sibuk membantunya.
''Halo Tuan Kevin. Semua yabg anda tanyakan, sudah Keira kerjakan. Jadi anda tenang saja.'' Jawab Laras dengan senyumnya yang selalu ceria.
''Sudah diwakilkan sama Laras, Mas. Kamu tenang saja, Mas. Aku baik-baik saja. Aku di rumah ada Bi Nani, Bi Surti dan juga Mbak Rima. Belum lagi diluar ada securty dan bodyguard yang jagain aku. Jadi aku sangat aman dan baik-baik saja, Mas. Kamu sendiri sudah makan belum?''
''Iya setelah ini aku ada janji di luar bersama klien, sekaligus makan siang, sayang.''
''Kamu juga jangan sampai telat makan ya, Mas. Ingat kamu itu punya maag. Jangan karena sibuk kerja, kamu sampai lupa makan.''
''Iya sayang, kamu juga jangan khawatir. Aku usahakan nanti pulang cepat ya.''
''Kamu mau dimasakin apa?''
''Kamu tidak usah banyak aktivitas dulu. Biar Bibi yang masak. Kamu cukup istirahat saja, jangan capek-capek.''
''Iya-iya Mas. Ya udah kamu kembali kerja gih.''
''Baiklah sayang, sampai bertemu dirumah. I love you.''
''I love you too, Mas.'' Panggilan vidio pun berakhir.
''Aduh-aduh couple satu ini ya, mesranya no debat. Kita disini kayak ngontrak, serasa dunia milik berdua. Kalian semua pasti sering ya melihat kemesraan Tuan dan Nyonya kalian?'' tanya Laras pada Bi Nani, Bi Surti dan Rima.
''Bukan lagi, Non. Setiap hari malah tapi saya senang kalau Tuan dan Nyonya mesra. Karena kalau Tuan dan Nyonya bertengkar, kami juga jadi sedih dan tidak nyaman.'' Ucap Bi Nani yang mewakili lainnya.
''Iya Bi, semoga kita selalu mesra dan romantis terus.''
__ADS_1
''Amin.''
Bersambung....