Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 218 Happy Wedding


__ADS_3

Satu bulan kemudian...



Hari yang di tunggu-tunggu oleh Krisna dan Laras akhirnya datang juga. Krisna tampak gagah mengenakan setelah jas warna cream, sedangkan Laras tampak cantik dan sangat anggun dengan gaun pengantin warna putih rancangannya sendiri. Setelah melakukan ijab kabul, Krisna dan Laras saling bergandengan tangan memasuki ballroom. Suasana pesta yang hanya di hadiri oleh keluarga dan teman dekat saja, semakin membuat suasana lebih intim. Semua memberikan tepuk tangan meriah, saat menyambut dua mempelai memasuki ballroom. Keduanya memang sengaja menggelar acara yang sederhana saja dan tidak mengundang banyak tamu. Apalagi Krisna yang lebih suka kesederhanaan. Ballroom hotel sendiri adalah fasilitas pribadi dari Kevin yang memang Kevin khususkan untuk Krisna. Tiket bulan madu sendiri sudah Kevin siapkan untuk Krisna dan Laras. Sesuai janji Kevin, Kevin membebaskan Laras dan Krisna memilih tujuan bulan madu.


Nyonya Dewi sangat bahagia karena akhirnya putranya itu menikah juga. Air mata bahagia mengalir membasahi wajah Nyonya Dewi. Begitu juga dengan orang tua Laras, mereka sangat bahagia melihat pernikahan putrinya itu.


"Akhirnya Krisna laku juga ya sayang. Aku tidak menyangka dia akan menikah tanpa proses pacaran yang panjang." Kata Kevin.


"Bagus dong, Mas. Daripada kelamaan pacaran dan ujung-ujungnya nggak di nikahin malah nyesek kan. Ya aku harap saat malam pertama Pak Krisna tidak tremor," kata Keira dengan tawa kecilnya.


"Hahaha aku harap juga begitu. Aku sudah mengajari dia banyak hal, bahkan aku mengirimkannya tutorial bercinta."


"Apa Mas? Kamu sampai segitunya ya? Kamu pasti juga suka lihat begituan ya?"


"Sesekali saja, sayang. Aku mencari inspirasi supaya bisa selalu memuaskan kamu. Bukan hanya tutorial bercinta saja tapi cara bersikap romantis pada wanita terutama istri. Apalagi dia cerita kalau Laras itu bar-bar jadi dia khawatir kalau saat malam pertama akan mengecewakan Laras."


"Hmmmm kenapa kamu dulu tidak menjadi dokter seperti dokter Boyke saja, Mas."


"Hehehe nanti kita tidak bertemu dong sayang. Aku diam-diam juga sering membaca buku-buku kuliah kamu dulu. Jadi memang menyenangkan kalau kita bisa memahami perasaan orang apalagi kalau kita bisa memberikannya solusi. Ada kepuasan tersendiri bisa membantu mereka."


"Tapi awas ya kalau sampai kamu dengerin curhat cewek-cewek. Aku tidak segan-segan menyincang lolipopmu!" ancam Keira.


"Tidak akan sayang. Aku cintanya sama kamu, selamanya."


Akhirnya acara yang di tunggu pun tiba. Kedua mempelai sudah berada di lantai dansa yang di siapkan. Krisna berlutut satu kaki sambil mengulurkan tangannya pada Laras. Laras dengan senang hati menerima tangan Krisna. Keduanya kemudian mulai berdansa.


"Laras, terima kasih ya. Terima kasih untuk semuanya."


"Sama-sama Kak. Terima kasih sudah mencintaiku dan menikahiku, hehehe."

__ADS_1


"Dasar kamu! Suasana romantis seperti ini masih saja bercanda."


"Supaya tidak terlalu tegang, Kak. Nanti tegangnya di kamar saja." Ucap Laras dengan tatapan nakalnya. Krisna hanya bisa tersipu melihat sikap wanita di hadapannya yang kini telah menjadi istrinya itu.


Krisna kemudian mengecup kening Laras dengan sangat dalam. Keduanya lalu berciuman dengan sangat mesra. Semua tamu undangan yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah dan bersorak untuk kebahagiaan pengantin.


-


Setelah resepsi pernikahan, Krisna dan Laras kembali ke kamar. Ya, mereka juga mendapat fasilitas kamar pengantin di hotel milik Kevin. Semua itu hadiah untuk kesetiaan Krisna selama ini. Laras sangat takjub saat melihat isi kamar yang sudah di hias sangat cantik.


''Cantik sekali kamarnya.'' Kata Laras dengan pandangan yang mengedar.


''Ini semua hadiah dari Nyonya Keira dan Tuan Kevin. Mereka banyak membantuku mempersiapkan pernikahan kita. Terus bulan madu kita ke Belanda juga di kabulkan.''


''Kamu serius Kak?''


''Iya Laras. Itulah yang membuatku bekerja sepenuh hati untuk mereka.''


Laras kemudian membanting tubuhnya di atas tempat tidur. ''Oh, aku lelah sekali.''


''Mandilah dulu, nanti kamu bisa segar kembali.'' Kata Krisna.


Ide mesum tiba-tiba keluar dari itak Laras. ''Bagaimana kalau kita mandi bersama, Kak? Kita mulai dari kamar mandi dan berakhir lagi di kamar mandi.''


''Kamu saja mandi duluan, Laras. Aku akan sabar menunggu kamu mandi jadi tidak usah lama-lama.'' Kata Krisna dengan polosnya. Mendengar ucapan Krisna, membuat Laras seketika bangun dari rebahannya.


''Kak kita sudah suami istri jadi sah-sah saja kalau kita mandi sama-sama. Kak, hal seperti inilah yang aku nanti.'' Tangan Laras kemudian melepas dasi kupu-kupu milik Krisna dan melemparnya sembarangan.


''Laras, kamu mau ngapain?''


''Mau unboxing Kakak. Kita sudah menikah jadi jangan termor lagi.''

__ADS_1


''Aduh, sudah di privat Tuan Kevin, masa masih gugup saja aku ini.'' Gumam Krisna dalam hati. Laras lalu menarik kerah kemeja Krisna dan tanpa basa basi langsung me...lu...mat bibir Krisna. Tubuh Krisna sampai terdorong dan mentok di dinding. Laras kemudian melepaskan ciumannya dengan nafas terengah.


''Kakak kenapa tidak merespon?'' tanya Laras dengan tatapan kecewa.


''Aku... aku..., bisakah kita melakukannya dengan pelan?'' kata Krisna tergagap.


''Baiklah. Maaf kalau aku n..a..f..su..ku memburu Kak.''


Krisna tersenyum lalu memeluk Laras. ''Tidak apa, seharusnya aku yang begitu tapi aku begitu bodoh dan pengecut.''


Krisna kemudian melepaskan pelukannya. Krisna kemudian menyalakan sebuah lagu yang ia play berulang. Sebuah lagu dari Sezairi berjudul Its You. Sebuah lagu yang sangat pas untuk memulai foreplay dan bercumbu.


''Apa kamu suka lagunya?''


''Iya aku suka, lagunya romantis.''


''Laras, aku ini benar-bena pemula jadi mari kita foreplay dulu.''


''Baiklah Kak, lakukan apa yang kamu inginkan. Aku pasrah saja.'' Kata Laras dengan senyumnya yang begitu cantik malam itu. Krisna memulai dengan menggenggam kedua tangan Laras, lalu mengecupnya dengan lembut. Kemudian Krisna mengecup kening, kedua mata, hidung, kedua pipi, bibir dan terakhir dagu. Pertama kalinya Laras merasakan kecupan lembut Krisna seperti ini. Laras terus memejamkan matanya sambil tetap menggenggam tangan Krisna. Krisna menelan ludah sebelum ciumannya turun ke leher Laras. Berkali-kali Krisna mengatur nafasnya untuk mengecup leher Laras. Laras merasakan tangan Krisna gemetar dalam genggamannya. Laras lalu membuka kedua matanya dan benar saja, wajah Krisna tampak gugup.


''Kak, lakukanlah pelan-pelan.'' Kata Laras dengan lembut. Laras lalu melingkarkan tangan Krisna pada pinggangnya dan Laras merapatkan tubuhnya pada Krisna. Laras kemudian membelai wajah pria yang ada dihadapannya dengan lembut.


''Tenanglah, Kak. Aku tidak akan marah.''


Krisna mengangguk sambil tersenyum. Krisna kemudian mengecup leher Laras dengan lembutnya. Ilmu yang di ajarkan Kevin bahwa titik rangsang seorang wanita ada di lehernya. Dan benar saja saat Krisna mengecup leher Laras, Laras menggeliat kecil. Krisna kemudian kembali mengulang dengan mencium sisi lainnya dengan lembut. Laras yang sudah mode on, menangkupkan kedua tangannya pada wajah Krisna lalu mengecup bibir Krisna dengan sangat lembut. Tangan Laras meraba tubuh Krisna dengan sangat lembut. Krisna lalu membalas ciuman lembut dari Laras. Namun tiba-tiba Krisna merasa perutnya sangat mulas, membuatnya melepaskan pagutannya yang baru saja di mulai.


"Kenapa Kak?" tanya Laras.


"Laras maaf ya. Perutku mules jadi aku ke kamar mandi sebentar ya nanti kita lanjutkan lagi." Ucap Krisna seraya berlalu menuju kamar mandi. Laras sangat kesal karena Krisna memutus kenikmatan yang baru saja di mulai.


"Tadi sudah bagus pembukaan. Musik sudah oke, sudah ciuman, eh bisa-bisanya mendadak mules. Ampun deh Kak Krisna, malam pertama apa ini? Malam menyebalkan iya." Gerutunya dengan sangat kesal.

__ADS_1


Bersambung.... Lanjut besok ya, mau cari ide untuk unboxingnya Krisna dan Laras biar seru, hehehe maaf up nya nanggung 🙏🙏😁❤️


__ADS_2