Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 74 Isi Kontrak


__ADS_3

Setelah mengantar Marvel ke sekolah, Keira dan Kevin sedang dalam perjalanan menuju panti.


''Setelah mengantar Marvel, kita langsung ke panti. Setelah itu ke kantor sebentar, kemudian pergi ke butik Gina untuk fitting baju pengantin sekaligus foto preewed.'' Jelas Kevin.


''Fitting baju pengantin? Preewed? Haruskah memakai itu segala, Tuan? Eh maksudku Mas.''


''Iya. Setelah aku pikir-pikir kita harus melakukannya dengan real. Karena kalau tidak seperti itu, mereka semua pasti menganggap kalau semua ini hanya settingan demi untuk menutupi isu saja.''


''Apa setelah menikah aku masih boleh meneruskan kuliah?''


''Aku tidak akan membatasi dirimu. Seperti apa yang sudah aku janjikan pada Ayah mu. Jadi kamu juga pasti sudah mengerti.''


''Terima kasih ya atas pengertiannya.''


''Aku sudah menyiapkan surat kontrak pernikahan kita jadi bacalah. Aku tidak ingin Marvel tahu.'' Kata Kevin sambil memberikan sebuah map berisi lampiran perjanjian pra nikah. Keira kemudian membaca isi lampiran dalam map itu.


''Apa? 50 juta?'' ucap Keira terbelalak.


''Iya. Aku akan menggajimu 50 juta rupiah perbulan selama kamu menjadi istriku. Kita melakukan perjanjian ini selama 1 tahun. Jadi bisa kamu hitung sendiri, selama 1 tahun berapa uang yang kamu dapatkan. Kalau misi ini berhasil sampai 1 tahun, aku akan memberimu bonus yang fantastis. Setelah satu tahun berakhir, aku akan memindahkan Marvel ke asrama dan di saat itu pula kita berpisah secara diam-diam tanpa media perlu tahu. Tapi disaat Marvel membutuhkanmu dan ingin bertemu denganmu, kamu harus selalu ada. Dan tenang saja, aku juga akan membayarmu. Kamu juga tenang saja, selama kita menikah, kita tidak perlu melakukan hubungan suami istri. Kalau kamu melanggar kontrak sebelum waktunya, kamu harus membayar denda sebesar 2 Milyar seperti yang sudah aku tulis di dalam sana. Kamu cukup melakukan tugasmu sebagai ibu untuk Marvel dan melakukan tugasmu sebagai istri sebagaimana mestinya saja, tidak perlu berlebihan.'' Jelas Kevin panjang lebar. Sembari membaca isi kontrak dan mendengar penjelasan Kevin, Keira menghela nafas panjang.


''Kenapa harus ada kontrak seperti ini Tuan? Ini sama saja aku kembali masuk dalam pekerjaan lamaku dulu.''


''Iya memang seperti itu. Setidaknya itu lebih terhormat kan? Daripada seperti dulu.''


''Berarti aku akan menjadi janda setelah satu tahun menikah? Wah yang benar saja. Aku tidak mau menjadi janda. Enak saja! Masa iya aku harus jadi janda muda. Lebih baik kita tidak usah menikah saja. Aku hanya ingin pernikahan satu kali untuk seumur hidup, bukan pernikahan permainan seperti ini. Aku saja pernah menolak pernikahan kontrak seperti ini, masa iya sekarang aku harus menerimanya.'' Kata Keira yang melempar map itu ke bangku belakang mobil.


''Kamu tenang saja. Statusmu akan menjadi sama kan aku tidak akan menyentuhmu.''


''Lalu bagaimana kalau ternyata Tuan jatuh cinta padaku?'' tanya Keira.


Kevin pun tertawa.''Masa iya aku jatuh cinta padamu, pasti kamu yang akan jatuh cinta padaku.''


''Ya kita anggap saja kalau nanti kita berdua akhirnya saling jatuh cinta bagaimana?''

__ADS_1


''Kamu berharap sekali ya, Kei?''


''Hei Tuan, jangan ge-er dulu. Ini misalkan saja, apalagi kalau aku sampai hamil. Apa Tuan akan mencampakkan aku?''


''Astaga, pikiranmu jauh sekali! Itu tidak akan terjadi. Bagaimana kamu bisa hamil kalau aku saja tidak menyentuhmu?''


''Tuan belum lihat saja pesonaku bagaimana? Yakin tidak akan tergoda?'' goda Keira sambul mendekatkan wajahnya ke arah Kevin.


''Aku sedang menyetir Kei, jadi jangan menggangguku!" kata Kevin tergagap dan wajahnya memerah.


''Makanya jawab!" paksa Keira.


''Ya kalau itu terjadi, aku akan bertanggung jawab. Aku tidak akan mencampakkanmu.''


''Bagaimana kalau Ayah ku tahu setelah satu tahun kita bercerai?''


''Aku akan tanggung jawab untuk semuanya. Kamu tenang itu. Bahkan saat kita bercerai, aku akan memberikan uang ganti rugi untuk keluargamu.''


''Aku tahu Tuan banyak uang tapi tidak semuanya harus mengandalkan uang. Tuan tidak bisa membeli perasaan orang lain dengan uang.''


''Darimana Tuan tahu?''


''Kamu sendiri kan yang bilang waktu di mobil beberapa waktu lalu. Jadi kamu bisa membuka sekolah lalu melanjutkan cita-citamu itu. Kamu tenang saja, aku juga akan membantumu. Bahkan setelah berpisah, kamu berhak dan bisa menikah kembali dengan orang yang kamu cintai. Tentu saja aku akan mengatakan pada pria itu, kalau kamu masih suci dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Jadi semuanya aman kan? Sudahlah serahkan saja padaku. Tinggal tanda tangan saja kenapa susah sekali.''


''Baiklah kalau begitu. Mana bolpoinnya.'' Kata Keira yang kembali meraih map itu. Kevin kemudian memberikan bolpoin itu pada Keira. Keira lalu menandatangani kontrak itu.


...****************...


Sesampainya di panti jompo, Kevin melihat Leon berada di halaman depan panti itu.


''Leon? Kenapa dia masih disini? Bukanya sedang mengurus pertunangan adiknya ya?'' batin Keira.


''Kenapa dia selalu menunggu Keira disana? Menyebalkan sekali,'' batin Kevin.

__ADS_1


''Ingat ya, jangan panggil aku Tuan!" kata Kevin mengingatkan.


''Iya-iya.'' Jawab Keira pasrah.


''Hai Kei!" sapa Leon saat melihat Keira turun dari mobil.


''Leon? Kamu masih masuk? Bukannya sedang mengurus pertunangan adikmu?''


''Iya. Tapi sejak bersamamu semalam, membuatku tidak bisa tidur. Aku ingin malam cepat berlalu supaya aku bisa bertemu denganmu lagi.'' Kata Leon tanpa peduli jika ada Kevin di samping Keira. Kevin mengernyitkan dahinya menatap Keira penuh tanda tanya. Melihat wajah Kevin yang berubah seram itu, membuat Keira bingung harus menjawab apa.


''O... begitu. Syukurlah kalau kamu masih mau membantu disini.''


''Sepertinya kamu tidak sadar ya? Kalau ada aku calon suaminya disini,'' kata Kevin dengan sinis.


''Baru juga calon belum jadi istri. Jadi masih ada kesempatan sebelum janur kuning melengkung,'' kata Leon dengan senyum tipisnya.


''Leon, apa yang kamu katakan?''


''Maaf Kei, aku hanya bercanda saja. Aku mau mengucapkan terima kasih karena calon suami mu ini sudah peduli dengan panti ini. Bahkan berbaik hati untuk merenovasinya.''


''Tidak perlu berterima kasih. Aku melakukan ini semua demi membuatnya bahagia,'' kata Kevin sambil merangkul Keira dengan erat, sampai membuat tubuh Keira meringkuk dalam dekapannya. Keira pun sangat terkejut dengan sikap Kevin itu.


''Mmm... Mas, lepaskan aku! Rangkulanmu terlalu erat. Aku mau menemui para lansia ku.''


''Oh maaf. Aku terlalu bersemangat.'' Kata Kevin sambil melonggarkan rangkulannya. Keira lalu memilih meninggalkan Kevin dan Leon untuk segera masuk ke dalam.


''Aku juga permisi dulu karena harus bertemu dengan Bu Rini.'' Kata Kevin. Namun tiba-tiba Leon mencengkeram lengan Kevin, Kevin pun mendadak menghentikan langkahnya.


''Tuan, kalau memang anda serius dengan Keira, jaga dia baik-baik. Aku tahu anda orang terpandang jadi jangan pernah memanfaatkan Keira demi kepentingan anda sendiri. Kalau sampai itu terjadi, aku akan merebut Keira dari anda.'' Kata Leon dengan penuh penekanan. Mendengar ucapan Leon, Kevin tersenyum tipis sambil melepaskan cengkraman tangan Leon.


''Lakukan saja kalau bisa!" Ucap Kevin dengan tegas dan penuh percaya diri. Kevin kemudian berlalu dan meninggalkan Leon disana seorang diri.


''Keira, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu,'' gumam Leon dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2