
''Mama!" seru Marvel begitu membuka pintu kamar orang tuanya. Keira yang sedang duduk di depan meja riasnya, terkejut dengan suara lantang putranya itu. Ia langsung memeluk Mamanya dengan sangat erat.
''Eh anak Mama. Mama sampai terkejut mendengar suara kamu. Kamu pulangnya sore sekali, ada ekstra ya?''
''Iya Mah. Aku ada ekstra bela diri tadi di sekolah. Tapi aku sama sekali tidak fokus karena memikirkan Mama. Tapi begitu aku mendapat kabar dari Pak Wahyu kalau aku akan memiliki adik, aku sangat senang sekali Mah. Aku takut Mama tadi kenapa-kenapa tapi ternyata Mama seperti itu karena Mama sedang hamil.'' Celoteh Marvel.
''Tadinya Mama mau memberi kamu kejutan tapi sayangnya tadi Mama kecapekan terus ketiduran. Apalagi tadi habis ada Pak Krisna dan Tante Laras.''
''Itu sama saja kejutan, Mah. Karena Mama seharian sangat membuatku khawatir.''
''Ya sudah kalau begitu, kamu ganti baju terus mandi ya. Mama juga baru selesai mandi.''
''Oh ya, Papa mana?''
''Papa sedang di ruang kerjanya.''
''Eh sebentar Mah, ada yang lupa. Aku mau bicara dengan adikku dulu.''
Keira tersenyum melihat tingkah lucu putra sambungnya itu. Marvel berlutut, kemudian mengusap perut Mamanya.
''Hai adikku, aku kakakmu. Namaku Marvel. Kamu harus menjadi adik yang kuat ya. Jangan nakal ya di dalam sana, tentunya jangan menyusahkan Mama juga. Mau perempuan atau laki-laki, sebagai Kakak aku akan tetap mencintai dan menyayangimu. Aku akan selalu berdoa untukmu dan Mama, supaya kalian berdua selalu diberi kesehatan dan dimanapun tempatnya selalu di lindungi oleh, Tuhan. Amin.''
''Amin. Terima kasih ya Kakak Marvel untuk doanya. Doa yang baik juga untuk Kakak Marvel dan pastinya aku juga sangat mencintai Kakak Marvel,'' ucap Keira membalas semua ucapan putranya. Ibu dan anak itu kemudian saling berpelukan.
''Kalian romantis sekali, Papa masa tidak di ajak,'' sahut Kevin yang sedari tadi berdiri di ambang pintu.
''Eh Papa, mana Marvel tahu ada Papa disana.''
Kevin kemudian mendekat lalu memeluk istri dan juga anaknya. ''Papa bangga sekali denganmu, Nak. Terima kasih ya untuk doanya. Papa juga bahagia sekali karena ada kalian dalam hidup Papa. Dan kebahagiaan itu semakin lengkap karena ada keluarga baru dalam perut Mama. Semoga kita semua di berikan kesehatan, umur yang panjang dan pastinya selalu dalam lindungan Tuhan.''
''Amin.'' Mereka bertiga kompak meng-aminkan ucapan Kevin.
''Marvel, bantu Papa jaga Mama dan adik ya.''
''Pasti Pah.''
''Baiklah sekarang kamu ke kamar, ganti pakaian lalu mandi dan bersiap untuk makan malam.''
''Oke Pah.'' Marvel kemudian berlari kecil meninggalkan kamar orang tuanya.
''Oh ya sayang, nanti aku mengundang semuanya untuk makan malam di rumah. Aku ingin membagi berita bahagiaku bersama mereka semua.''
__ADS_1
''Iya Mas. Aku sendiri belum sempat mengabari Ayah.''
''Aku sengaja meminta satu isi rumah untuk keep dulu. Aku ingin memberi mereka kejutan. Bahkan Alan, Krisna dan Laras, aku menyuruh mereka untuk keep dulu.''
''Iya-iya Mas, terserah kamu deh.''
''Ya sudah kalau begitu aku tinggal mandi dulu ya. Kalau ada apa-apa langsung panggil Bibi. Besok pembantu baru kita sudah datang.''
''Lho kamu tambah lagi, Mas?''
''Iya lah sayang. Aku tidak ingin kamu lelah.''
''Kita kan baru ganti satpam baru.''
''Ya tidak apa-apa. Belum lagi kalau anak kita lahir, pekerjaan rumah akan semakin banyak.''
''Tua atau muda, Mas?''
''Mmmm masih muda, seksi, janda juga.'' Goda Kevin.
''Batalkan saja, Mas. Aku tidak mau seperti itu. Bahaya kalau punya pembantu seperti itu.'' Keira cemberut.
''Kamu nyebelin banget.''
''Cemburu ya?'' goda Kevin sambil mencolek dagu istrinya.
''Tidak, siapa yang cemburu? sudah katanya mau mandi. Kalau kamu belum wangi, aku tidak mau dekat-dekat kamu.''
''Hehehe iya istriku. Muach.'' Kata Kevin sambil melayangkan kecupan di pipi Keira.
-
Malam harinya semua telah duduk di meja makan. Di deretan kursi kanan sudah ada Keira, Pak Ammar, Kenny dan Cindy. Sementara di kursi kiri sudah ada Marvel, Miko, Gina dan Nyonya Rosa. Sementara Kevin sudah pasti duduk di kursi utama sebagai tuan rumah.
''Ada apaan sih Kev? tiba-tiba ngundang makan malam mendadak kayak gini?'' tanya Miko sambil mengunyah makanannya.
''Jadi semuanya, aku ingin mengucapkan selamat dulu kepada Ayah.'' Kata Kevin sambil mengarahkan pandangannya pada Pak Ammar.
''Untuk Ayah? selamat kenapa nak Kevin?'' tanya Pak Ammar dengan perasaan tidak mengerti.
Kevin tersenyum kemudian menggenggam tangan Keira. ''Selamat karena cucu Ayah akan bertambah lagi.''
__ADS_1
''Cucu? maksud kamu Keira hamil lagi?'' Pak Ammar mencoba meyakinkan kembali ucapan Kevin.
''Iya Ayah. Keira hamil lagi.''
''Alhamdulillah,'' ucap mereka semuanya dengan kompak kecuali Nyonya Rosa.
Mata Pak Ammar berkaca-kaca. ''Kei, Ayah senang sekali mendengarnya. Akhirnya kamu hamil lagi, Nak. Kamu harus lebih hati-hati ya, Nak. Sebaiknya kamu di rumah saja ya jangan capek-capek juga.''
''Iya Ayah tenang saja. Ayah ini sama seperti Mas Kevin.''
''Kakak juga berpesan sama dengan Ayah, Kei. Kakak bahagia sekali akhirnya kamu hamil lagi. Akhirnya adikku benar-benar sudah dewasa sekarang.'' Kata Kenny dengan perasaan harunya.
''Selamat ya, Kei. Mbak bahagia sekali. Nanti anak Mbak begitu lahir, sudah punya teman.'' Sahut Cindy.
''Mbak juga jaga kesehatan ya dan jangan capek-capek.''
''Iya Kei, Mas Kenny juga sudah ambil asisten rumah tangga kok.''
''Kevin-Keira, selamat ya. Kalian beruntung sekali, diberikan amanah secepat ini. Kalian tidak perlu menunggu lama untuk di berikan titipan lagi.'' Sahut Miko dengan mata berkaca-kaca. Kevin dan Keira sendiri belum tahu tentang masalah kesuburan yang Miko alami. Mendengar ucapan Miko, Gina sendiri sangat sedih. Gina kemudian menggenggam erat tangan Miko yang ada pangkuannya. Berusaha memberi Miko kekuatan untuk lebih bersabar. Kevin merasa ada yang aneh dengan sepupunya itu.
''Mik, elo kenapa? kenapa jadi melow gitu? elo nangis?''
''Nggak, cuma kemasukan debu aja. Gue bahagia kok dengar kabar kehamilan Keira. Kevin kemudian beranjak dari duduknya, mendekat ke arah adik sepupunya itu lalu memeluknya bersamaan dengan Gina.
''Gue yakin kalau kalian berdua secepatnya akan di berikan momongan. Gue yakin itu.'' Air mata Gina dan Miko akhirnya menetes juga dalam pelukan Kevin. Keira juga sedih namun ia segera mencairkan suasana.
''Mbak Cindy, bagaimana kalau kita berdua injak kaki Mbak Gina? kata orang tua jaman dulu, kita harus menginjak kaki mereka yang ingin hamil, supaya cepat nular katanya.''
''Ah iya, aku juga pernah mendengarnya, Kei. Baiklah kalau begitu mari kita injak kaki Gina bersama-sama.''
Keira dan Cindy kompak beranjak dari duduknya. Mereka kemudian mendekati Gina dan mengajak mereka berdiri.
''Bismillah! Ya Allah, semoga Mbak Gina secepatnya hamil.'' Ucap Keira seraya menginjak kaki Gina. Sekarang giliran Cindy yang menginjak kaki Gina.
''Bismillah! Ya Allah segera dan secepatnya berikan Gina keturunan, amin.'' Ucap Cindy seraya menginjak kaki Gina. Gina benar-benar terjaru dengan apa yang di lakukan oleh Keira dan Cindy.
''Terima kasih ya.'' Ucap Gina dengan menahan tangisnya. Keira dan Cindy lalu memeluk Gina, memberikan Gina kekuatan untuk lebih sabar dan semangat untuk berjuang. Nyonya Rosa hanya bisa terdiam sepanjang acara itu namun diam-diam terselip air mata di ujung matanya namun ia buru-buru menghapusnya. Dan diam-diam juga Keira memperhatikan sikap Nyonya Rosa.
''Semoga hati Tante Rosa segera di lembutkan dan tidak memojokkan Mbak Gina karena masalah ini.'' Gumam Keira dalam hati.
Bersambung.... Yukkk like, komen, vote dan tipsnya juga boleh di gasss yaa, hehehe 🙏🙏 Terima kasih selalu untuk semua dukungan kalian 😘❤️
__ADS_1