Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 293 Melupakan Masa Lalu


__ADS_3

Zidni yang tenggelam dalam dan larut dengan alunan not piano akhirnya tersadar dengan tepukan gemuruh pengunjung cafe. Menyadari ia sudah memainkan sebuah melodi yang sangat dalam. Pandangannya mengedar, menyadari apa yang baru saja terjadi. Chika juga memberikan tepuk tangan yang antusias. Dari kejauhan, Chika mengacungkan dua jari jempolnya untuk Zidni. Zidni kemudian beranjak dari duduknya dan kembali duduk di meja bersama Chika.


''Wah, kamu keren banget! Kamu menghayati banget ya tadi. Tapi ekspresi kamu sepertinya terlihat sedih.''


''Sok tahu! Ayo pulang!" ketus Zidni.


''Di puji bukannya terima kasih tapi masih saja jutek, '' gerutu Chika dalam hati.


Setelah mengantar Chika kembali ke kantor, Zidni lalu kembali ke kantor Miko.


-


Sementara itu Keira baru saja selesai menjemput Marvel dari sekolah. Keira langsung mengajak Marvel pergi ke mall bersama dengan Rachel. Rachel sendiri tampak tenang di stroller.


''Mah, kita mau beli apa?''


''Mama mau beli baju untuk adik. Nih badannya adik makin gembul jadi banyak yang tidak cukup, sayang.'' Ucap Keira pada Marvel.


''Marvel boleh minta dibelikan juga tidak Mah?''


''Tentu saja boleh. Celana kamu juga banyak yang sudah tidak muat karena kamu semakin tinggi ya. Mau beli apa saja boleh Kakak.''


''Terima kasih ya, Mah.''


''Sama-sama, Kak.''


''Oh ya Mah nanti mampir makan fried chicken ya?''


''Oke. Tapi temani Mama belanja dulu ya.''


''Siap Mah.''


Selesai belanja dan makan siang di mall, Keira lalu mengajak Marvel dan Rachel pulang.


-


Sore harinya, Kevin baru saja pulang kantor. Ia pun segera menuju kamarnya. Keira sendiri sudah dandan secantik mungkin untuk menyambut kepulangan suaminya.


''Hai sayang,'' sapa Kevin pada Keira yang masih duduk di depan meja riasnya.


''Hai Mas,'' ucap Keira seraya beranjak dari duduknya. Kevin langsung memeluk dan mengecup kening istrinya.


''Kamu cantik sekali, sayang.''


''Harus dong, Mas. Aku harus selalu cantik supaya kamu tidak jelalatan.'' Gurau Keira.


''Kamu ini ada-ada saja. Dimana Rachel sayang?''

__ADS_1


''Sedang bersama Mbak Rima, Mas. Sini aku bantu lepas kemejanya.'' Keira lalu melepas satu persatu kancing kemeja Kevin.


''Aku siapkan air panas ya, Mas.''


''Mandiin aku ya, sayang.'' Pinta Kevin dengan tatapn manja.


''Sudahlah Mas, aku ini sudah mandi. Kamu jangan modus lagi.''


''Nanti malam bagaimana sayang?''


''Iya nanti malam kalau anak-anak sudah bobok ya?''


''Beneran ya? Kita akhir-akhir ini sudah jarang bercinta. Karena setiap malam Rachel selalu terbangun dan minta ne..nen.''


''Apanya yang jarang? Tiap bangun tidur pagi-pagi, kamu selalu menyerangku.''


''Kalau tidak begitu, aku tidak punya kesempatan dong, sayang. Kamu terlalu sibuk mengurus anak-anak.''


''Iya, itu kan juga anak-anak kamu. Masa iya cemburu sama anak sendiri.''


''Bukan cemburu sih tapi aku kurang perhatian. Kalau begitu sekarang saja gimana sayang? Sekalian setelah selesai aku mandi.'' Kevin lalu berjalan kearah pintu dan mengunci pintunya. Keira hanya bisa menggelengkan kepalanya, heran karena kalau soal masalah bercinta, suaminya begitu semangat.


''Ayo sayang,'' bujuk Kevin.


''Iya Mas, boleh.'' Ucap Keira dengan dengan senyuman tercantiknya. Kevin kemudian menangkupkan kedua tangannya pada wajah Keira. Dikecupnya lembut bibir Keira. Bibir Keira terasa seperti aroma strawberry dan itu membuat Kevin semakin ganas untuk melu...matnya. Tangan Kevin kemudian bergerak turun melepas kancing depan daster milik Keira. Perlahan tangan Kevin menurunkannya tanpa melepas pagutannya. Tangan Keira juga bergerak melepas celana milik suaminya.


Senja yang sejuk namun justru menjadi senja yang begitu panas dan menggairahkan bagi Kevin untuk melampiaskan hasrat seksualnya pada istrinya itu. Istrinya yang selalu menjadi candu untuinya.


...****************...


Keesokan harinya, saat sedang menyiapkan pakaian Kevin ke kantor, ponsel Keira berdering. Ada satu panggilan masuk dari Leon.


''Leon? Ada apa dia menelepon sepagi ini?'' gumam Keira. Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi, selalu saja kepo saat ada panggilan masuk dari ponsel istrinya.


''Siapa sayang?''


''Leon, Mas. Aku angkat dulu ya.''


''Ngapain sih si kunyuk menelepon lagi? Sudah bagus menghilang dari muka bumi, eh nongol lagi,'' gerutu Kevin dalam hati. Kevin yang penasaran, justru memeluk istrinya dari belakang, sekaligus untuk menguping pembicaraan keduanya.


''Iya Leon, ada apa?''


''Hei Kei, maaf ya pagi-pagi menganggu.''


''Iya tidak apa-apa. Ada perlu apa?''


''Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu karena akhirnya aku berhasil mendapatkan Nadia.''

__ADS_1


''Wah, aku senang sekali mendengarnya, Le. Selamat ya!"


"Terima kasih, Kei. Sangat susah sekali untuk membuatnya percaya kalau aku benar-benar tulus mencintainya. Jadi lusa aku ingin mengundangmu keacara pertunanganku dengan Nadia.''


''Aku tidak menyangka akan secepat ini, Leon. Aku senang sekali mendengarnya. Jam berapa Leon? Akan aku usahakan.''


''Jam 7 malam di hotel flower. Aku harap kamu bisa menghadirinya sebagai seorang teman.''


''Iya Leon, aku akan mengusahakannya ya. Sekali lagi selamat ya.''


''Iya terima kasih. Nanti aku akan mengirimkan undangan resmi untukmu. Aku terlalu bahagia jadi tidak sabar untuk memberi kamu kabar.''


''Iya Leon tidak masalah.''


''Baiklah kalau begitu, aku tunggu kedatanganmu bersama suamimu juga ya. Bye Kei."


''Iya Leon, bye.'' Nut nut nut nut, panggilan berkahir.


Keira mendengus. ''Mas, sampai kapan mau memeluk seperti ini? Berat tahu. Berasa ketempelan hantu.''


''Ketempelan manusia tampan seperti ini masa kamu tidak suka? Aku hanya memastikan kalau Leon tidak merayumu lagi.''


''Tapi kamu sudah mendengarkannya kan? Kalau Leon mau bertunangan dengan Nadia. Dia mengundang kita.''


''Iya, aku mendengarnya.'' Kata Kevin seraya melepas pelukannya.


''Jadi, tidak ada lagi yang membuatmu cemburu kan Mas? Masa iya masih cemburu sama Leon?''


''Pastikan dia menikah dengan Nadia, baru 100% rasa cemburuku hilang.''


''Astaga Mas, segitunya ya kamu sama Leon. Padahal dia sangat baik lho Mas sama kita. Kamu tidak bisa apa mencoba berteman dengan dia? Kamu juga belum mengajak kembali perusahaan Leon untuk kerja sama. Kamu masih dendam juga sama adiknya Leon? Itu sudah berlalu sangat lama lho, Mas. Ada baiknya kita buka lembaran baru dan melupakan masa lalu.''


''Iya-iya sayang, nanti aku akan memikirkannya.''


''Lagi pula kualitas bahan mentah yang dimiliki oleh perusahaan Leon itu sangat bagus. Jangan karena terbelunggu dendam, kamu mengorbankan banyak hal, Mas. Lily sudah bahagia bersama Ferdy. Bahkan dia sudah meminta maaf pada kita.''


Kevin menghela nafas panjang. ''Memang sulit sekali bagiku, sayang. Aku tidak ingin ada masa lalu kita ataupun kamu dalam hubungan kita. Bayangkan saja, Lily dulu memfitnah dan menyakiti kamu. Terus Ferdy, mantan kekasih kamu yang gagal move on. Belum lagi si Leon yang juga mencintai kamu. Kamu pikir tidak berat berhadapan dengan ketiganya? Kamu bisa bilang seperti itu, karena kamu tidak menjadi aku? Aku tidak ingin ada bayang-bayang masa lalu dalam kehidupan kita sebenarnya. Tuan Handoko sendiri tidak tahu kan kalau Fandi itu mantan kekasih kamu. Apalagi Ferdy meninggalkan kamu demi putrinya yang kaya. Di tambah Leon yang dengan lancangnya mencintai kamu yang notabene istriku. Kalau aku menceritakan semuanya pada Tuan Handoko, Tuan Handoko sendiri yang malu. Belum lagi Ferdy, bisa-bisa dia didepak oleh Tuan Handoko. Jadi lebih baik aku menghindarinya, sayang. Aku sendiri sudah meminta maaf langsung dengan Tuan Handoko.'' Jelas Kevin panjang lebar. Keira pun mengerti apa yang dikhawatirkan oleh suaminya. Tentu saja berada di posisi Kevin tidak mudah, melepas bayang-bayang masa lalu istirnya.


Keira kemudian memeluk suaminya. ''Maafkan aku ya, Mas. Aku tidak akan memaksamu kembali. Maafkan aku ya. Aku hanya berpikir dari sudut pandang Tuan Handoko tapi tidak memikirkan sudut pandang kamu. Maafkan aku ya, Mas.''


''Kamu tidak perlu meminta maaf sayang. Kamu tidak salah apa-apa. Aku hanya ingin hidup tenang saja tanpa perasaan gelisah berlebih. Apalagi dengan Ferdy yang sempat menteror kamu. Aku hanya ingin melindungi kamu dan keluarga kita saja. Aku ingin semuanya tenang.''


''Iya Mas, aku mengerti kekhawatiran kamu.''


''Terima kasih ya sayang, sudsh mengerti. Aku mencintaimu.''


''Aku juga mencintaimu, Mas.''

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2