Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 206 Sabarrrrr


__ADS_3

''Semuanya sudah selesai jadi aku antar kamu pulang ya?'' kata Krisna.


''Tapi kissnya mana?'' kata Laras sambil mengetuk bibirnya.


''Ibu sebentar lagi pulang, tidak enak kalau ada Ibu. Besok ya.'' Krisna terus mengelak.


''Kenapa kamu terkesan menghindar ya? Aku curiga deh sama kamu.''


Krisna mendengus. ''Curiga apalagi sih?''


''Ya curiga saja, sepertinya cinta kamu belum 100% deh sama aku.'' Laras cemberut sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


''Laras, cinta itu bukan hanya sekedar na...f...su. Tapi dia datang dari hati, saling memberi dan saling melengkapi.''


''Oh jadi kamu menganggap aku cewek na...f...suan ya?'' Laras semakin kesal.


''Bukan begitu Laras, memang cinta harus di buktikan dengan ciuman ya?''


''Iya lah,'' ketus Laras. Krisna tertawa kecil mendengar ucapan Laras. Laras semakin kesal, ia menaikkan alisnya mendengar Krisna mentertawakannya.


''Ah sudahlah, aku pulang sendiri saja!" ucapnya sambil berlalu.


''Eh jangan marah dong,'' cegah Krisna sambil menahan tangan Laras.


''Laras dengarkan aku, misal kalau ada cewek di perkosa pria tidak di kenal, apakah itu wujud cinta? atau hanya pelampiasan n..af..su? Misal lagi kalau ada cewek cowok berhubungan sebelum menikah, apakah itu bukti cinta? Gimana kalau cowoknya ninggalin setelah mendapatkan semuanya? Apa itu juga cinta? Apa cinta itu harus ***? Aku tidak munafik, aku bukan sok suci tapi ubah pikiran kamu itu.''


Mendengar kalimat panjang lebar yang terlontar dari bibir Krisna, Laras menunduk dalam.


''Siapa yang mengajarimu teori seperti itu? Itu justru akan merugikan kamu sebagai wanita. Aku saja berusaha menahan setengah mati saat kamu memancingku. Kamu bersyukur karena calon suamimu tremor. Kalau normal-normal saja, aku pasti sudah menghamilimu.'' Kata Krisna dengan senyum kecilnya.


''Aku hanya mempraktekan keromantisan di drama Korea saja,'' ucapnya masih tetap menunduk.


''Lagi pula hanya kiss bibir saja dan tidak lebih. Kakak sekali-kali nonton drama biar jadi romantis dan tidak kaku.'' Sambung Laras.


Krisna kemudian mengangkat dagu Laras. ''Ayo aku antar pulang!"


''Tapi mau ya nanti aku ajak nonton drama sebentar saja.''

__ADS_1


''Iya oke, baiklah.''


Senyum Laras mengembang saat Krisna menyetuju rencananya. ''Maaf ya Kak, cuma Kakak satu-satunya pria yang membuatku na..f..su seperti ini. Entahlah belum puas kalau belum mendapatkan ciuman dari bibir Kakak.'' Celetuk Laras apa adanya. Krisna hanya bisa menggeleng mendengar ucapan Laras.


Krisna kemudian mengantar Laras pulang. Sesampainya di rumah, Laras langsung menyeret Krisna menuju kamarnya. Ia lalu mendudukkan Krisna di sofa yang menghadap langsung ke arah televisi.


''Papa sama Mama mana?'' tanya Krisna dengan gugup. Kegugupannya semakin bertambah, saat Laras melepas sweaternya di hadapan Krisna. Tersisalah tank top dan hot pants.


''Papa dan Mama biasalah, mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.'' Jawab Laras dengan enteng. Laras kemudian mengambil soft drink di kulkas kecil yang ada di dalam kamarnya dan ia juga menganbil beberapa camilan.


''Laras, kamu pakai baju dulu? Nanti masuk angin.'' Kata Krisna.


''Kak, aku bahkan kalau tidur hanya memakai bra dan cd saja.'' Jawabnya dengan santai. Krisna berkali-berkali menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


''Kak, sudahlah jangan tegang. Nanti setelah menikah, Kakak akan melihatku telanjang setiao hari,'' kata Laras sambil mengerlingkan matanya. Laras kemudian mulai menyalakan televesi. Sebuah drama romantis Korea Nevertheless. Laras tampak santai sambil menyandarkan kepalanya di bahu Krisna. Sementara Krisna tampak tegang, saat adegan panas antara pemain utama di mulai.


''Nah seperti itu yang aku maksud, Kak. Kita belajar mesra dan romantis sama-sama lah, Kak.'' Laras lalu mengaitkan tangannya pada jari jemari tangan Krisna. Laras terkejut saat tangan Krisna sangat dingin.


''Kak, tanganmu dingin sekali dan berkeringat.''


''I-iya maaf. Rasanya gerah sekali.''


''Be-belum. Mmmm sebaiknya aku pulang ya, kasihan Ibu. Aku ini masih suci, Laras.'' Ucapnya terbata.


''Ih Kakak ini, kita sudah pernah berciuman masih saja seperti ini.'' Laras kesal sambil mengetuk-ngetukan kakinya di lantai.


''Ya maaf, Laras. Kita hampir satu Minggu tidak bertemu jadi rasanya butuh penyesuaian lagi. Apalagi aku selalu lembur untuk menyelesaikan proyek kantor.''


''Ya sudah lah, Kakak pulang sana!" ucapnya ketus sambil menggeser duduknya dari Krisna.


''Baiklah aku pulang ya. Kamu baik-baik ya di rumah. Bye!" kata Krisna sambil mengecup sekilas pucuk kepala Laras.


''Hah? Beneran pulang? Bukannya baikin, malah beneran pulang. Astaga, punya calon suami gini amat. Awas aja nanti pas malam pertama, gue sikat habis ya elo Kak Krisna." Ucpanya dengan emosional sambil mengepalkan kedua tangannya.


''Huh untung aku bisa pulang. Ternyata absen tidks bertemu Laras, bisa membuatku gugup dan takut lagi seperti ini. Sampai mau kencing rasanya, slamet-slamet!" gumamnya sambil berjalan keluar meninggalkan kamar Laras.


-

__ADS_1


''Mas, bisa tolong oleskan lotion ke punggungku ya.''


''Kamu kenapa sayang?'' Kevin laku menutup laptopnya dan berjalan mendekat ke arah Keira yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.


''Rasanya capek, Mas. Panas dan pedes gitu. Bawain baby kali ya, Mas.''


''Sabar ya, sayang.'' Kata Kevin sambil mengelus kepala istrinya. Keira lalu membuka kancing dasternya dan melorotnya. Ia lalu berbaring miring memunggungi suaminya. Kevin dengan lembut membalurkan lotion ke punggung Keira.


''Ya ampun Mas enak banget. Kamu elus gitu aja rasanya nyaman banget, Mas.''


''Oh ya kamu sudah tidak pusing kan?''


''Sudah tidak, Mas. Mas, setelah ini kaki ku juga ya, rasanya pegel. Mungkin capek karena kita habis foto tadi.''


''Iya istriku, mau di pijit yang mana lagi setelah kaki? Aku sangat bersemangat sekali.''


''Punggung sama kaki saja, Mas. Setelah itu aku mau tidur.''


''Yakin tidak mau yang lain?'' goda Kevin.


''Aku tahu Mas, kemana arah pikiranmu. Sudah jangan mesum ya, pijitlah dengan pikiran yang bersih.'' Kata Keira dengan sedikit judes.


''Hehehe maaf sayang. Kalau kamu sudah baju seperti ini bawaannya pingin gitu.''


''Gitu apaan sih Mas?''


''Ya gitu sayang, bercinta.'' Kata Kevin dengan wajah penuh harap.


''Maaf ya Mas, aku sedang tidak bergairah untuk bercinta. Aku lelah dan ingin tidur cantik, supaya besok pagi aku bangun wajahku lebih fresh. Jadi jatah malam ini libur dulu ya Mas.''


''Oke baiklah sayang, untuk menahan hasratku, aku akan menyelesaikan pekerjaanku saja.''


''Itu lebih baik, Mas. Anak sudah mau dua lho Mas jadi kamu harus lebih giat, rajin dan semangat ya.''


''Hmmm kemarin aku sibuk marah-marah katanya tidak ada waktu. Tadi pagi lihat roti sobek minta di peluk nggak mau pisah, eh sekarang aku disuruh kerja yang lebih rajin lagi terus di ajak eng ing eng katanya tidak bergairah. Sepertinya dulu Kania tidak seperti ini. Namanya juga Keira, suka seenaknya sendiri dari dulu tapi gimana aku sudah begitu mencintainya.'' Gumamnya dalam hati. Namun tiba-tiba ia mendengar Keira sudah mendengkur.


''Ya ampun sudah tidur rupanya. Sejak kapan dia ngorok begini? tapi tetap cantik istriku ini,'' gumam Kevin. Kevin kemudian menyelimuti tubuh Keira, tak lupa ia mengecup kening dan perut Keira.

__ADS_1


''Selamat istirahat istriku yang cantik, yang bawel, yang permintaannya suka bikin spot jantung apalagi kalau sudah marah-marah.'' Ucapnya sambil tertawa kecil.


Bersambung.... Yukkk di gasken, like, komen dan votenya ya, Makasih 🙏🙏😘


__ADS_2