
Suasana di meja makan pun tampak canggung dan kaku karena adanya Nyonya Rosa di tengah-tengah mereka. Miko yang biasanya ceplas-ceplos pun terdiam dan tidak banyak bicara.
''Apa pekerjaan anda Tuan?'' tanya Nyonya Rosa pada Pak Ammar.
''Saya sudah lama tidak bekerja, Nyonya. Anak-anak saya melarang saya untuk bekerja apalagi dengan riwayat sakit jantung saya.''
''Oh begitu, apalagi sekarang sudah mempunyai menantu yang kaya raya jadi tidak usah capek kerja lagi, iya kan?'' kata Nyonya Rosa. Pak Ammar pun sangat tersinggung namun kode kedipan dari Keira, membuat Pak Ammar menahan amarahnya. Saat Kevin ingin menyahut ucapan Nyonya Rosa, Keira menggenggam tangan Kevin supaya Kevin lebih baik diam.
''Lalu, apa pekerjaanmu Keira?''
''Aku masih mahasiswa semester akhir, Tante.'' Mendengar jawaban Keira, membuat Nyonya Rosa terbatuk. Ia tidak percaya kalau Kevin menikah dengan seorang mahasiswa.
''Apa? Mahasiswa?''
''Iya Tante.''
''Kevin, kamu ini bagaimana? Masa iya mencari istri yang masih mahasiswa. Kamu ini kena pelet ya?''
''Nyonya, tolong jaga ucapan anda. Kami memang tidak selevel dengan Tuan Kevin tapi kami tidak pernah melakukan hal serendah itu. Mereka menikah karena saling mencintai. Tanpa menikah dengan Tuan Kevin pun, kami masih bisa bertahan hidup. Saya bisa menyekolahkan adik saya dan menafkahi hidup kami bertiga,'' kata Kenny dengan penuh penekanan.
''Mama, jaga ucapan Mama. Mama keterlaluan sekali,'' sahut Miko dengan kesal.
''Kamu juga terpengaruh oleh istri kamu dan mereka juga.''
''Mama, please! Kenapa Mama selalu seperti itu? Menginginkan semuanya sesuai dengan keinginan Mama.'' Kata Miko dengan suara meninggi. Keira memberi kode pada Rima untuk membawa Marvel ke kamar.
''Sayang, kamu sebaiknya ke kamar bersama Mbak Rima dulu ya. Teruskan makannya di kamar saja.'' Kata Keira dengan lembut pada Marvel.
''Iya Mah.'' Jawab Marvel. Rima lalu membawa Marvel ke kamar, Keira tidak ingin perdebatan itu mengganggu psikis Marvel yang masih kecil. Ia tidak ingin Marvel mendengar atau melihat hal buruk yang belum pas untuk usianya.
''Tante, asal Tante tahu saja, Keira adalah gadis yang selama ini aku cari. Dia lah penolongku yang sebenarnya saat aku mengalami kecelakaan. Lagi pula apa salahnya dengan statusnya yang masih mahasiswa? Usia kami hanya terpaut 10 tahun saja. Dia juga salah satu mahasiswa terbaik di kampusnya. Tidak penting siapa Keira bagiku, yang penting adalah Marvel mencintainya. Kebahagiaan Marvel lah yang paling penting,'' jelas Kevin. Nyonya Rosa semakin dongkol dan kesal mendengar jawaban Kevin. Ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan berlalu.
''Aduh, pergi lagi si Mama.'' Kata Miko dengan panik.
__ADS_1
''Kevin dan semuanya, sekali maafkan ucapan Mama ya.'' Kata Miko yang merasa tidak enak.
''Kami permisi dulu ya, sekali lagi maaf atas ketidaknyamanan ini,'' sambung Miko sambil mengatupkan kedua tangannya. Miko dan Gina pun ikut meninggalkan ruang makan.
''Ayah, maafkan ucapan Tante Rosa ya. Maaf sekali.'' Kata Kevin yang merasa tidak enak.
''Aku sangat kesal mendengar ucapannya. Jujur saja ini yang aku khawatirkan. Orang akan berpikir buruk tentang keluarga kami,'' kata Kenny.
''Kakak, Kakak jangan berpikir seperti itu ya. Jangan Kakak masukkan dalam hati.'' Kata Keira yang berusaha menenangkan Kakaknya.
''Tapi dia sudah menghina keluarga kita, Kei. Kakak tidak terima kalau keluarga kita di hina dan di pandang rendah seperti itu.''
''Tuan Kenny, maafkan semua ini ya. Maaf sekali. Sungguh aku tidak punya pemikiran buruk itu pada kalian.'' Sahut Kevin yang berusaha meluruskan pemikiran Kenny.
''Iya Nak Kevin, kami mengerti kalau kamu memang pria yang baik. Kenny, tenangkan diri kamu ya.'' Sahut Pak Ammar.
''Sebaiknya kita pulang saja ya Yah.''
''Kami sudah kenyang Tuan Kevin. Terima kasih untuk makanannya.''
''Nak Kevin, kalau begitu kami permisi ya. Kalian baik-baik ya.'' Kata Pak Ammar.
''Ayah, maafkan situasi buruk ini.'' Kevin sungguh merasa tidak enak dengan keluarga Keira.
''Kakak jangan marah ya,'' lanjut Keira yang menghampiri Kakaknya sambil memeluk lengan Kakaknya. Kennya menghela nafas panjang, lalu memeluk adiknya itu.
''Kakak marah karena keluarga kita di hina dan di anggap rendah, Kei. Kakak tidak marah padamu ataupun suami mu. Sebaiknya kami pulang saja, Kakak tidak mau emosi Kakak malah menganggu kalian. Apalagi kalian juga baru saja tiba dari bukan madu.''
''Terima kasih selalu menjadi garda terdepan untuk kami, Kak. Kakak hati-hati ya dan jangan marah lagi.''
''Iya. Kamu jaga diri baik-baik.'' Kenny lalu melepaskan pelukannya dan mengecup pucuk kepala Keira.
''Ayah hati-hati ya. Maafkan kami ya, Ayah. Dan terima kasih telah menjaga Marvel,'' sahut Kevin.
__ADS_1
''Iya. Sudah ya kami pamit.'' Kata Pak Ammar. Selepas keluarga Keira pergi, Kevin lalu memeluk Keira.
''Kei, maafkan aku ya. Maaf kalau semuanya menjadi kacau. Sejak orang tua ku meninggal, Tante Rosa yang aku anggap sebagai Ibu tapi sifatnya memang seperti itu. Dia ingin semua orang mengikuti kemauannya.''
''Tidak apa-apa, Mas. Sudahlah kita lupakan saja, sebaiknya kita lanjutkan saja makannya ya. Maaf juga atas reaksi Kak Kenny tadi.''
''Aku juga akan melakukan hal yang sama kalau aku berada di posisi Kakakmu.'' Kata Kevin.
-
Di sebuah bar, Mauren sedang berbicara dengan orang suruhannya.
''Ini Bos, dia adalah salah satu mahasiwi terbaik fakultas psikologi. Dia dan kedua temannya pernah membuka bisnis sebuah jasa pacarsewaan.com. Tapi akun itu sudah lama mereka tutup bahkan mereka sudah berhenti dari bisnis itu. Klien mereka cukup banyak, apalagi disini Nona Keira lah yang paling sering menjamu tamu. Dua temannya namanya Johan dan Laras. Klien mereka mulai dari yang tua sampai yang muda.''
''Apa ini bisnis prostisusi online?''
''Tidak Bos. Mereka hanya mengajak salah satu dari mereka untuk beberapa jam saja. Seperti menemani ke sebuah pesta atau reuni sekolah. Tidak ada suatu hal yang aneh apalagi terkait dengan prostitusi.''
''Apa ada foto-fotonya?''
''Ini Bos. Kami mencarinya lewat google dan menemukan beberapa foto ini karena banyak yang sudah di hapus.''
''Kerja bagus.'' Kata Mauren dengan senyum penuh arti. Ia lalu menyodorkan amplop warna coklat pada pria berkepala plontos itu.
''Sekarang pergilah. Aku akan menghubungimu untuk tugas selanjutnya.''
''Baik Bos, saya permisi.''
''Wow! Foto ini akan meledak di seluruh media dan merusak nama baik Keira. Bukan hanya nama baik Keira tapi kehormatan seorang Kevin Harris Sanjaya. Dengan tag line berita, istri Tuan Kevin Harris Sanjaya diam-diam mempunyai bisnis prostitusi online. Tunggu saja kejutan dari Nona Mauren. Kevin pasti akan berpaling dari Keira dan aku akan menjadi dewi penolong untuk hatinya yang sedang rapuh.'' Ucap Mauren dengan senyum penuh kemenangan.
"Aku tidak menyangka, ada gadis bertampang lugu tapi ternyata sangat menjijikkan seperti ini."
Bersambung... Tunggu besok yaaa 🙏😘
__ADS_1