Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 86 Menjelang Hari Pernikahan


__ADS_3

''Tuan Kevin, sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena anda telah menyelamatkan kehormatan keluarga kami. Saya disini bicara sebagai seorang Kakak dari Keira, kalau tolong jaga Keira. Aku sangat menyayanginya bahkan aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakitinya. Dan ada satu hal yang ingin saya katakan pada anda tentang kebenaran Keira. Saya tidak ingin kalau nanti kedepannya ini berdampak pada hubungan kalian.'' Kata Kenny yang mulai ragu-ragu untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Keira.


''Katakan saja Tuan Kenny, apapun itu kebenarannya, itu tidak akan mengubah keputusan saya.'' Kata Kevin yang berusaha meyakinkan Kenny.


''Sebenarnya Keira dulu pernah mempunyai pekerjaan yang terbilang aneh dan tidak masuk akal. Dia bersama dua sahabatnya membuka jasa pacar sewaan. Aku sudah berkali-kali melarangnya tapi dia diam-diam melakukannya di belakangku. Hal itu berawal saat Ayah kami mengalami sakit jantung, di saat yang bersamaan saya di PHK. Saat itu saya harus membiayai pengobatan Ayah, biaya sekolah Keira dan biaya hidup kami sehari-hari. Yang sudah pasti itu membutuhkan banyak biaya. Semua itu bermula saat dia menolong teman kampusnya yang di campakkan pacarnya karena temannya itu memang seorang kutu buku dan bisa di bilang culun. Keira yang ikut kesal, akhirnya merubah temannya itu untuk berpenampilan lebih keren dan Keira dengan senang hati menemani temannya itu ke tempat reuni mantannya. Karena dulu mereka satu SMA. Adikku yang memang di beri paras wajah cantik, membuat semua orang terpukau dengan apa yang Keira lakukan malam itu. Membantu temannya supaya tidak terbuli serta menumbuhkan rasa percaya diri pada temannya itu. Disanalah awal mula ide aneh itu muncul. Dengan uang yang Keira dapat, tentu saja itu sangat membantu kami. Sampai akhirnya saya bisa kembali mengambil mobil yang sempat saya gadaikan. Operasi ring jantung Ayah pun berjalan lancar dan sampai akhirnya saya di terima bekerja di perusahaan lain. Dia rela menderita demi membantu menopang hidup kami. Walaupun sebenarnya hati saya sebagai seorang Kakak sangat sakit, saat melihat bekas tamparan atau luka lebam di tubuhnya. Itu semua karena dia berusaha menyelamatkan diri dari pria hidung belang. Tapi mereka yang sangat baik dan tahu terima kasih, tidak segan-segan memberikan upah yang besar. Dia selalu memikirkan orang lain tanpa pernah memikirkan dirinya sendiri. Dan hal yang paling membuat saya terkejut saat dia membantu saya melunasi sebuah rumah yang ingin saya berikan pada istri saya. Saya tidak menyangka diam-diam dia memperhatikan kakaknya ini yang sedang bingung untuk mendapatkan uang tambahan. Rasanya hati saya bergetar, bahkan saya tidak bisa menahan air mata melihat adikku yang begitu rela berkorban demi keluarga. Seharusnya Kakaknya yang memperjuangkannya tapi justru dia juga ikut berjuang. Aku pun menolaknya tapi dia terus memaksa, hati ini rasanya sangat terenyuh. Bahkan sampai detik ini kami kompak merahasiakan ini dari Ayah. Tentu saja Keira yang memintanya. Untuk itu saya meminta jangan pernah sakiti Keira, tolong jaga dia. Kalau sampai hal itu terjadi, saya adalah orang pertama yang akan melawan anda sekalipun itu taruhannya.'' Selama bercerita air mata Kenny pun tak mampu ia bendung. Bahkan Kevin pun begitu seksama mendengar semua cerita Kenny sampai akhir. Kevin merasa bersalah pernah mempunyai prasangka buruk pada Keira.


''Jujur saja, saya sudah mengetahuinya sejak awal, Tuan.''


''APA? Jadi anda sudah tahu? Bagaimana bisa?''


''Kami pertama kali bertemu di lift sebuah hotel. Saya melihatnya dengan pakaian berantakan bahkan ada luka di ujung bibirnya. Jujur saja saya sempat mengira kalau dia bukan wanita baik-baik. Tapi akhirnya perlahan saya tahu profesi anehnya itu karena beberapai kali saya memergokinya. Saya juga lega karena akhirnya dia berhenti dari pekerjaan anehnya itu. Setelah melihat dia dekat dengan Marvel, saya bisa melihat sisi lain dari Keira. Anda adalah Kakak yang sangat hebat dan luar biasa Tuan Kenny. Keira sangat beruntung mempunyai Kakak seperti anda. Anda tidak perlu khawatir karena saya tidak akan pernah menyakitinya. Saya akan menjaga dia seperti anda dan Ayah Ammar menjaganya.''


''Terima kasih atas pengertian anda, Tuan. Saya harap anda juga bisa membimbing Keira, apalagi dia belum pernah punya pengalaman dalam hidup berumah tangga. Untuk hal itu saya menyerahkan sepenuhnya pada anda. Dan sungguh saya tidak menyangka akan menjadi kakak ipar dari seorang Tuan Kevin yang begitu dikenal oleh banyak orang.''


''Saya juga sama seperti anda. Saya juga manusia biasa, hanya seorang Ayah biasa yang ingin mempersiapkan segala sesuatu untuk masa depan putranya.''


...****************...


Malam harinya Keira mendatangi ruang kerja Kevin. H-1 pernikahan, Kevin pun tetap saja bekerja.


''Mas Kevin, aku boleh masuk?" kata Keira sambil membuka sedikit celah pintu ruangan Kevin.


''Masuklah! Ada apa Kei?''


''Mmmm besok benar kita akan menikah?'' tanya Keira dengan ragu-ragu.


''Ya iyalah. Memangnya kenapa?''

__ADS_1


''Kenapa tidak ada undangan? Terus nanti konsep pernikahan kita seperti apa? Terus besok acaranya dimana? Kita bahkan tidak pernah membahasnya. Mas juga tidak memberitahuku.''


Mendengar ucapan Keira, Kevin terdiam. Apa yang dikatan Keira memang benar sekali. Tidak ada pembahasan detail tentang hari pernikahan mereka.


''Maaf ya Kei, aku terlalu sibuk sampai melupakan itu semua. Semua itu yang mengurus Gina. Jadi besok pagi setelah subuh kita datang ke Golden Hotel. Disana Gina sudah menyiapkannya. Aku memang sengaja tidak mencetak undangan karena ini juga pernikahan kontrak. Jadi aku hanya mengundang beberapa klien penting saja dan juga keluarga. Apalagi ini semua kan mendadak jadi ya mereka juga pasti memaklumi semua ini. Kalau memang kamu ingin mengundang Laras dan Johan, kamu bisa mengirim pesan pada mereka.''


''Oh begitu. Baiklah kalau begitu Tuan. Aku permisi.'' Kata Keira yang tertunduk lesu. Entah kenapa ia merasa sedih dan tidak bahagia. Padahal pernikahan adala sebuah hal besar yang begitu di nanti oleh semua pasangan yang tengah berbahagia. Tapi Keira sama sekali tidak merasakan euforia itu. Bahkan acara lepas lajang adalah acara yang paling ia nanti bersama sahabatnya. Tapi Keira sama sekali tidak di ijinkan keluar oleh Kevin.


''Kei!" panggilan Kevin menghentikan langkah Keira.


''Iya ada apa?'' jawabnya lesu.


''Tolong buatkan aku teh seperti biasa ya.''


''Iya,'' jawabnya singkat sembari berlalu.


''Kenapa aku malah jadi ragu? Tapi aku sudah membuat keputusan. Apalagi ucapan Tuan Kenny, aku tidak mungkin mempermainkan mereka. Ah sudahlah lagi pula ini hanya pernikahan kontrak. Kania, maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud menghianatimu. Percayalah cintaku hanya untukmu,'' kata Kevin dalam hati sambil menatap foto Kania di layar laptopnya.


Di dapur saat membuatkan teh, Keira terus melamun sampai ia salah memasukkan garam ke dalam teh tanpa ia sadari. Angannya melayang karena impian pernikahan yang indah dengan penuh cinra pupus sudah. Pernikahan kontrak telah mengikatnya. Lima menit kemudian, Keira kembali dengan membaaa secangkir teh sesuai permintaan Kevin.


''Ini Mas tehnya, silahkan diminum.'' Kata Keira sambil meletakkan secangkir teh di hadapan Kevin.


''Terima kasih.''


''Aku permisi dulu.''


''Iya kembalilah, memang sebaiknya kamu istirahat.''

__ADS_1


Kevin lalu menyesap teh itu dan Kevin pu menyemburkan teh itu sampai Kevin terbauk. Keira yang mendengar Kevin terbatuk pun berbalik mendekat.


''Kenapa Mas? Apa kepanasan?'' tanya Keira dengan tatapan polosnya.


''Kamu membuat teh ini pakai air apa Kei?'' tanya Kevin dengan suara meninggi.


''Pakai air biasa lah. Masa iya pakai air hujan.''


''Yakin? Bukan air laut yang kamu pakai?''


''Kalau pakai air laut, sudah pasti aku akan kembali lama Mas.''


''Coba sekarang kamu minum,'' kata Kevin sambil menyodorkan cangkir itu pada Keira. Keira menurut dan meminumnya. Lagi-lagi asin. Dengan pipi mengembung karena menahan air teh supaya tidak tertelan, Keira mencoba tersenyum sambil mengacungkan dua jari PEACE!


''Bagaimana? Rasanya seperti air laut. Yang kamu masukkan itu gula atau garam sih?''


Keira lalu menyemburkan air teh dalam mulutnya ke dalam cangkir itu lagi.


''Hehehe maaf Mas. Aku tadi melamun. Biar aku buatkan lagi ya.''


''Sudah tidak usah! Yang ada kamu akan memasukkan merica ke dalam teh ku. Lebih baik kamu tidur, jangan sampai telat bangun.''


''Iya-iya. Sebaiknya Mas juga tidur karena besok kan mau menikah. Masa iya pengantinnya kantong matanya menghitam karena begadang,'' ledek Keira sambil berlalu.


''Dasar gadis itu!" gerutunya.


Bersambung.... Enaknya hari ini atau besok ya up hari pernikahannya???

__ADS_1


__ADS_2