Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 47 Hal Baru Untuk Marvel


__ADS_3

Pagi yang baru bagi Marvel. Saat ia membuka mata, Keira sudah tidak ada di sampingnya. Marvel kemudian turun dari tempat tidur untuk mencari Keira. Marvel masuk lebih dalam ke rumah Keira, sampai pada akhirnya Marvel berada di ambang pintu belakang, lebih tepatnya pintu dapur yang langsung terhubung dengan pekarangan belakang rumah. Marvel melihat Keira bersama Kakak dan Ayahnya tampak sedang bercengkrama dengan senyum dan tawa yang lepas. Mereka sedang memetik beberapa sayuran untuk sarapan pagi ini, sementara Pak Ammar sibuk menyiram tanaman dan sayuran. Saking asyiknya mereka tidak menyadari kalau dari kejauhan Marvel memperhatikan mereka bertiga.


''Aku ingin seperti Mama Keira, memiliki Kakak dan Ayah yang sangat menyayanginya,'' batin Marvel.


''Mama!" panggil Marvel. Keira lalu menoleh kearah Marvel.


''Marvel, kamu sudah bangun? kemarilah!" kata Keira sambil melambaikan tangannya. Marvel lalu berlari dan menyusul Keira.


''Mama sedang apa?''


''Ini memetik sayuran untuk di masak.'' Kata Keira.


''Marvel, sayuran apa yang paling kamu sukai?'' tanya Kenny.


''Sebenarnya aku tidak suka sayur dan papa selalu memaksaku makan sayur tapi sejak aku bertemu dengan mama Keira, aku jadi suka dengan sayur,''cerita Marvel sambil menatap kearah Keira. Kenny hanya tersenyum sambil mengelus kepala Marvel. Ada rasa bangga di hati Kenny pada adiknya itu karena pekerjaan aneh yang Keira jalani memiliki manfaat untuk orang lain juga.


''Marvel, kemarilah! bisa bantu kakek menyiram tanaman ini?''


Mendengar ucapan Pak Ammar, Marvel pun mendekat.


''Iya aku mau membantu kakek. Bunganya banyak sekali dan bagus sekali. Apa kakek yang menanamnya sendiri?''


''Iya dong. Siapa lagi kalau bukan kakek?"


''Ini namanya bunga apa Kek?'' tanya Marvel penasaran. Pak Ammar pun menjelaskab satu persatu tentang bunga yang ia tanam pada Marvel. Mulai dari bunga anggrek, mawar lily, bahkan sampai tumbuh-tumbuhan herbal yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Melihat perkembangan Marvel, yang mulai terbuka dengan dunia luar, membuat Keira bahagia.


''Kamu hebat Kei,'' puji Kenny sambil merangkul adiknya itu.


''Kakak dan ayah lah yang hebat. Aku ke dapur siapkan sarapan dulu ya, Kak. Tolong temani Marvel.''


''Iya, Kei.'' Singkat Kenny.


-


Sementara itu Kevin baru saja terbangun dari tidurnya. Kevin baru menyadari kalau dia benar-benar bermalam di dalam mobil. Panggilan telepon dari Miko membuatnya segera menerimanya, berharap ada kabar baik dari Miko.


''Ada apa Mik?''


''Elo dimana Ken? gue ada di rumah elo nih.''


''Gue semalaman nggak pulang dan tidur di mobil buat nyari Marvel. Ada kabar tentang Marvel?''


''Belum Kev. Mending sekarang elo pulang, mandi, makan terus kita cari Marvel sama-sama deh.''


''Thanks ya Mik, elo masih peduli sama gue.''


''Ya iyalah, mana bisa gue diam aja.''


''Sorry ya soal kemarin, soal omongan gue.''


''Ya udahlah gue udah lama. Omongan elo kan emang pedes. Selain kepala batu dan egois, mulut elo pedes banget.''


''Iya deh terserah elo mau ngatain gue kayak gimana juga, gue terima.''


''Ya udah mending elo pulang sekarang.''

__ADS_1


''Oke. Gue jalan pulang dulu.''


''Hati-hati.''


''Iya-iya, mirip banget kayak emak-emak.'' Kevin lalu mengakhiri panggilannya dan bergegas untuk pulang.


-


Di rumah Keira...


''Kei, kamu tidak ke sekolah hari ini?'' tanya Kenny saat mereka sedang sarapan pagi bersama.


''Mmmm lagi libur, Kak tapi setelah ini aku mau ke kampus sih.'' Jawab Keira salah tingkah.


''Oh begitu. Ya sudah kalau begitu kakak pergi kerja dulu ya?''


''Kenapa belum cuti sih, Kak? kurang dua hari juga nikahnya.''


''Ini hari terakhir kerja. Besok juga libur. Kakak sekalian ambil cuti lumayan jadi ya libur mepet tidak masalah lah. Nanti biar bulan madunya bisa lama. Lagi pula acaranya pernikahan kakak dengan Cindy, sederhana saja. Jadi ya santai saja, toh semuanya juga sudah beres.''


''Kamu hati-hati ya, Ken. Kalau bisa ijin pulang sore jangan malam-malam, masa masih ambil lembur saja.''


''Iya, ayah tenang saja ya. Kalau begitu Kenny berangkat dulu.'' Kenny lalu mencium punggung tangan Ayahnya, tak lupa Keira juga mencium punggung tangan Kakaknya.


''Hati-hati ya, Kak.''


''Oke.'' Kenny pun segera beranjak untuk pergi ke kantor namun panggilan Marvel, menghentikan langkahnya.


''Om Kenny,'' panggil Marvel tiba-tiba.


''Om tidak berpamitan padaku?''


''Oh iya maaf ya. Maklum ya Om sudah tua. Baiklah, kamu minta apa nanti saat Om pulang kerja?'' kata Kennya seraya berlutut di hadapan Marvel.


''Aku tidak minta apa-apa, Om. Aku hanya ingin Om pulang dengan selamat dan bermain dengan ku.''


''Baiklah, Om akan segera pulang dan bermain denganmu.'' Marvel kemudian memeluk Kenny. Kenny merasa terkejut dengan sikap Marvel yang mulai hangat padanya.


''Hati-hati di jalan ya Om.''


''Terima kasih ya anak baik. Kamu baik-baik di rumah ya.''


''Pasti Om!" jawab Marvel. Marvel kemudian melepaskan pelukannya dan membiarkan Kenny pergi. Keira pun merasa bangga dengan sikap Marvel yang mulai menunjukkan perkembangan.


''Ayah, Kei boleh titip Marvel sebentar. Ada urusan di kampus.''


''Boleh saja, Kei. Tapi apa dia mau?''


''Mama tenang saja. Aku akan menjadi anak baik di rumah bersama kakek. Mama berangkatlah, selesaikan urusan mama dan cepatlah pulang.''


''Ohhh anak mama pengertian sekali. Kamu memang anak yang sangat baik. Mama akan segera menyelesaikan urusan mama.'' Ucap Keira seraya memeluk Marvel.


''Mama hati-hati ya.''


''Pasto dong! Ayah, Kei berangkat dulu ya titip Marvel. Jangan lupa kalau ada apa-apa telepon Kei.''

__ADS_1


''Iya nak. Kamu hati-hati ya.'' Pesan Pak Ammar. Keira lalu mencium punggung tangan Ayahnya, setelah itu memberikan kecupan di pucuk kepala Marvel.


-


Sesampainya di kampus, Keira segera menuju ruang dosen untuk menerima surat pemberhentian magang. Ada rasa sedih juga di benak Keira karena Keira sudah nyaman bermain dengan anak-anak di sekolah. Namun untung saja dosen Keira sangat baik dan memberikan Keira kesempatan magang di tempat lain. Setelah dari kampus, Keira memikirkan ide dari Laras untuk menuju panti asuhan atau panti jompo. Tapi kali ini Keira memilih menuju panti jompo karena hal itu membuat Keira tertantang. Ia ingin tahu bagaimana keadaan panti jompo yang di huni oleh para lansia.


''Setelah bersama anak-anak, sekarang aku akan mencoba mengunjungi panti jompo. Supaya aku bisa mengenal dan mengerti perasaan banyak orang terutama mereka yang di tinggalkan di panti asuhan.'' Gumamnya sambil mengendarai motornya. Keira mencoba mencari panti jompo terdekat dulu untuk ia kunjungi.


Setelah melakukan perjalanan dua puluh menit, Keira sampai di sebuah panti jompo Tunas Harapan. Keira memberikan id cardnya pada pos satpam di tambah dengan surat magang yang telah di ajukan oleh Keira, akhirnya Keira di perbolehkan masuk dan di antar untuk menemui pengelola panti.


''Senang sekali rasanya ada seorang mahasiswa yang mau magang disini. Karena sebelumnya sangat jarang bahkan hampir tidak pernah. Apalagi panti disini keadaannya seperti ini. Kamu lihat saja bangunannya sudah rapuh. Kami hanya menunggu uluran tangan dari orang baik.'' Kata Ibu Rini, pengelola yayasan panti itu.


''Saya merasa cocok dengan jurusan yang saya ambil, Bu. Nanti saya akan membantu supaya panti ini bisa di renovasi secepatnya. Kami insya allah akan membantu menggalang dana, Bu.''


''Terima kasih ya nak Keira karena jua biasanya anak psikolog lebih suka magang di rumah sakit, perusahaan atau sekolah, kenapa kamu tertarik disini?''


''Karena kalau disana menurut saya kurang bebas, Bu. Kalau disini, saya bisa bertatap muka dan berinteraksi langsung dengan mereka lebih dekat. Bisa mendengarkan cerita mereka dan bisa mengeksplore tentang perasaan orang lebih luas. Karena saya lebih suka belajar bebas dan tidak terikat jam seperti ini. Saya selalu tertarik untuk memahi perasaan seorang tapi perasaan saya sendiri tidak tahu bagaimana,'' jelas Keira panjang lebar yang ia selingi dengan guyonan.


''Kamu ini bisa saja ternyata ya, Kei. Tapi saya senang kamu mau disini. Di usia senja seperti ini yang mereka butuhkan hanyalah kebahagiaan batin. Tapi disini juga ada jadwal kegiatan mereka. Dan untuk hari ini, jadwal untuk mereka adalah bernyanyi dan bermain musik. Kebetulan juga beberapa hari ini ada mahasiswa yang juga magang disini. Kebetulan lagi dia yang mengajar musik. Kedatangannya membuat suasana semakin meriah.''


''Benarkah Bu Rini. Saya ingin sekali melihat mereka bernyanyi dan bermain musik.'' Kata Keira dengan antusias.


''Baiklah kalau begitu, mari kita keruangan musik. Sekaligus saya ajak kamu berkeliling.''


''Mari Bu Rini!"


Bu Rini lalu mengajak Keira berkeliling panti, tak lupa Keira memotretnya untuk mendokumentasikannya. Sembari berjalan, Bu Rini pun menceritakan tentang panti itu.


''Sebenarnya tanah panti ini sangat luas dan pekarangannya sangat hijau dan sejuk. Hanya saja bangunannya sudah tua dan butuh renovasi. Tanah ini pun adalah tanah wakaf milik Pak Haji Yahya. Beliau mewakafkan sekaligus membangun panti ini sejak dua puluh tahun yang lalu. Beliau membuat ini karena beliau sendiri adalah anak yatim piatu jadi beliau membangun panti ini khusus untuk orang tua. Beliau ingin merasakan bagaimana hidup memiliki orang tua, apalagi dengan melihat banyak sekali orang tua yang di telantarkan anaknya atau orang tua yang hanya hidup sebatang kara dengan seadanya. Itulah yang membuat beliau mendirikan panti ini. Namun sayang sekali, beliau sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Karena beliau donatur sekaligus pemilik panti ini, jadi sudah tentu sejak beliau meninggal, panti ini tidak terawat dan para donatur perlahan pergi tanpa alasan. Jadi saya dan suami saya lah yang menjaga dan merawat panti ini semampu kami dan sebisanya. Saya ingin meneruskan kebaikan Pak Haji Yahya ini sekaligus menjadikan ladang amal jariyah yang tak terputus sampai kapanpun untuk almarhum Pak Haji Yahya.''


''Ibu ternyata berhati mulia sekali ya. Apalagi merawat mereka tidaklah mudah. Apakah mereka ada yang di titipkan atau bagaimana bu?''


''Ada beberapa yang di titipkan tapi ya begitu, setelah beberapa bulan keluarganya sudah tidak bisa di hubungi dan meninggalkan mereka begitu saja. Ada juga yang di tinggalkan di depan panti begitu saja. Terkadang saya bingung dengan anak-anak mereka. Masa iya menghidupi satu orang tua saja, mereka tidak bisa. Sedangkan para orang tua bisa menghidupi berapapun jumlah anak mereka dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Sangat miris sekali! bahkan anak-anak mereka tidak ada satupun yang mau mengunjungi mereka disini. Itulah yang membuat saya semangat untuk memperjuangkan mereka.''


Mendengar cerita Bu Rini, Keira bisa merasakan betapa sepi dan sunyinya hati mereka di hari tua merek. Bahkan Keira merasa sakit saat mendengar cerita Bu Rini.


''Bu Rini sangat luar biasa. Saya kagum sekali dengan Ibu. Jujur saja saya sendiri juga punya cita-cita ingin membangun sebuah sekolah untuk anak-anak kurang mampu dan berkebutuhan khusus tapi tentu saja semua itu butuh biaya besar. Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka.''


''Cita-cita kamu sangat mulia sekali ditambah dengan usia yang masih muda seperti ini. Saya doakan semoga cita-cita kamu tercapai ya.''


''Amin.''


Akhirnya mereka sampai di ruang musik. Dari balik jendela kaca terlihat para lansia sangat bersemangat untuk bernyanyi dan menari dengan iringan musik. Ada seorang pira tampan disana yang begitu semangat mengiringi lansia itu bernyanyi dan menari dengan gitar akustiknya.


''Nah, itu dia Kei. Namanya Mas Leon. Dia datang dari luar negeri. Saya juga heran, kenapa dia mau mengisi waktu magangnya disini.'' Kata Bu Rini yang memperkenalkan Leon dari balik jendela kaca itu.


''Iya juga ya, Bu. Tapi saya juga salut sih apalagi dia masih muda dan lulusan luar negeri mau berada di tempat ini. Semoga nanti saya dan dia bisa membantu di panti ini.''


''Amin.''


Keira memandang dari jauh pria yang sebaya dengannya itu. Tampan, berhati lembut dan peduli, itulah yang ada di pikiran Keira saat melihat Leon.


Bersambung...


*NB : Disinilah konflik cinta akan segera dimulai, akan ada persaingan antara cinta masa lalu, Om dua dan Leon pendatang baru. Kalau kaliaan tim mana nih??? 😁 Buat yang udah baca episode sebelumya, Leon ini adalah saudara kembar Lily. So, ceritanya pasti semakin seru dan menarik! 😉😉

__ADS_1


__ADS_2