
Keesokan harinya, Keira dan Kevin sedang rapat intern bersama bersama Mauren, Krisna dan Siska. Namun tiba-tiba ponsel Keira berdering, membuat rapat terhenti sejenak.
''Kak Kenny, Mas. Aku terima dulu ya.''
''Iya sayang.'' Ucap Kevin.
''Halo Kak, ada apa?''
''Kei, Ayah.'' Kata Kenny yang sedang berada di rumah sakit.
''Ayah kenapa Kak?'' tanya Keira dengan suara bergetar.
''Ayah drop karena Ayah tahu semua tentang pekerjaan kamu. Berita kamu pagi ini heboh di televisi dan Ayah melihatnya.''
''Apa?'' Air mata Keira pun terjatuh begitu saja. Melihat Keira yang menangis dan khawatir, Kevin lalu mengambil ponsel Keira dari genggamannya.
''Halo ada apa Tuan Kenny?''
''Tuan Kevin, Ayah masuk rumah sakit karena melihat berita Keira hari ini. Keira di fitnah melakukan bisnis prostitusi online.''
''Apa? Siapa yang membuat berita sampah itu?'' ucap Kevin dengan suara meninggi.
''Tolong kamu bantu Keira ya. Ayah sedang di tangani oleh dokter.''
''Iya Tuan.'' Panggilan pun berakhir.
Kevin lalu menyalakan televisi yang berada di ruangan tersebut. Mereka sangat terkejut dengan berita yang ada di media. Keira pun menangis melihat fitnah keji itu. Namun berita itu semakin meyakinkan dengan foto-foto yang tersebar. Keira tampak berjalan dengan beberapa pria di waktu berbeda.
''Ya ampun, berita apa ini? Keira, ini tidak benar kan?'' sahut Mauren dengan raut wajah sedih yang penuh kepalsuan.
''Krisna, Siska, cari tahu siapa penyebar berita hoax ini,'' perintah Kevin.
''Baik Tuan.''
''Kei, sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang ya.'' Keira hanya mengangguk tanpa memberi respon apapun.
''Ini akan sangat menggemparkan. Kamu tidak akan bisa berjalan sambil mengangkat dagumu lagi Keira. Kamu akan menunduk malu dengan deraian air mata. Dan untuk kamu Kevin, aku ingin melihatmu hancur dan menangis bertekuk lutut padaku,'' gumam Mauren dalam hati.
-
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Keira yang melihat Kakaknya menunggu di depan ruang ICU, berlari memeluk Kakaknya.
''Kak, ini yang aku takutkan. Kak, kita harus bagaimana? Bagaimana kondisi Ayah, Kak? Semua ini karena aku. Semua ini karena kebodohan ku.'' Isak tangis Keira dalam pelukan Kakaknya.
''Bukan hanya kamu tapi Kakak juga bersalah dengan menutupi kebenaran ini. Ayah masih belum sadar sejak tadi, Kei.'' Kata Kenny dengan mata sembabnya. Kevin hanya bisa terdiam sambil melihat kesedihan istrinya.
''Kei, biarkan kami yang menjaga Ayah. Kamu harus membersihkan nama kamu.'' Sahut Cindy.
''Mbak...,'' lirih Keira saat menatap kakak iparnya itu. Cindy kemudian memberikan pelukan untuk Keira.
''Kei, kamu adik yang baik dan kamu anak yang baik. Kamu rela mengorbankan diri kamu untuk kami semua, demi membuat kami bahagia. Kenny sudah menceritakan semuanya pada Mbak. Mbak percaya kalau kamu tidak melakukan itu, Kei.'' Kata Cindy dengan air mata haru sekaligus air mata kesedihan yang bercampur menjadi satu.
''Mbak, terima kasih sudah percaya padaku. Maaf kalau sikapku membuat kalian menanggung malu.''
''Tidak, kami tidak malu. Kami bangga dengan kamu, Kei. Mbak bersykur memiliki adik seperti kamu, Kei.''
Suasana pun semakin mengharu biru namun hati Keira terasa teriris, melihat Ayahnya terbaring lemah tak berdaya. Keira lalu mendekat ke arah jendela kaca, terlihat jelas Pak Ammar terbaring dengan berbagai peralatan yang menempel di tubuhnya.
''Ayah, maafkan Kei. Kei tidak seperti itu, Yah. Maaf kalau Kei harus bohong tapi itulah jalan yang bisa Kei lakukan untuk membantu kesembuhan Ayah dan membantu Kakak untuk memenuhi kebutuhan hidup kita,'' gumam Keira dalam hati dengan air mata yang bercucuran. Kevin lalu mendekat ke arah Keira dan memeluknya dengan erat.
''Mas, kamu percaya dengan ku kan?''
''Maafkan aku ya, Mas. Aku sudah membuat namamu dan perusahaanmu menjadi buruk seperti ini. Kamu begitu menjaga nama perusahaanmu tapi aku malah merusaknya. Marahlah sepuas hatimu, Mas.'' Kata Keira dalam pelukan suaminya itu.
''Bukan kamu yang merusaknya tapi ada seseorang yang ingin sengaja menghancurkan aku. Kamu tenang saja aku akan mengusutnya.'' Kata Kevin.
''Kenapa saat aku ingin merasakan bahagia, kenapa selalu saja ada masalah yang menimpaku. Orang tuaku meninggal, di saat aku ingin menunjukkan prestasiku dari kuliahku, lalu setelah aku menikah, aku diberi ujian karena penyakit Kania dan Kania juga meninggal karena kecelakaan. Di saat aku terpuruk kenapa seolah semuanya baik-baik saja tapi disaat aku ingin bahagia, kenapa selalu saja datang ujian seperti ini?'' gumam Kevin dalam hati.
-
''Ternyata benar dugaanku, kalau istrinya Kevin tidak beres,'' gumam Nyonya Rosa saat melihat berita di televisi.
''Miko! Gina! Kemarilah!" teriak Nyonya Rosa dari ruang tengah. Miko dan Gina yang kebetulan akan pergi mendengar teriakan Nyonya Rosa yang memekakkan telinga.
''Ada apa sih, Mah?'' sahut Miko.
''Lihat berita di televisi. Itu istrinya si Kevin punya bisnis prostitusi online.''
Melihat berita di televisi, Miko dan Gina pun terbelalak tidak percaya.
__ADS_1
''Lho-lho, siapa yang menyebar hoax seperti ini?'' kata Miko.
''Hoax apanya? Ini nyata. Benar kan dugaan Mama, kalau dia bukan wanita baik-baik.''
''Itu hoax, Mah. Kami mengenal Keira dengan baik kok,'' sahut Gina.
''Kalian ini ya? berita sudah benar adanya eh kalian masih tidak percaya. Benar-benar wanita itu bisa mempengaruhi kalian berdua.'' Gerutu Nyonya Rosa.
''Kalau begitu kami akan pergi menemui Kevin, Mah.'' Kata Miko.
''Iya temui sana si Kevin, bilang padanya untuk menceraikan si wanita ****** itu. Merusak nama baik keluarga.'' Ucap Nyonya Rosa penuh dengan penekanan. Namun Miko dan Gina memilih diam dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Nyonya Rosa.
-
''Jo, gawat Jo!" kata Laras dengan panik saat ia tiba di kontrakan Johan.
''Gawat apaan sih?'' kata Johan tampak heran.
''Nyalain deh televisi elo,'' kata Laras. Johan lalu menuruti perintah Laras untuk menyalakan televisi. Johan terbelalak tidak percaya dengan berita di televisi tersebut.
''Berkedok situs pacar sewaan, istri baru Tuan Kevin membuka bisnis prostitusi online dengan banyak jaringan. Mulai dari kalangan mahasiswa hingga para pengusaha....,'' Narasi yang di bacakan oleh pembawa berita.
''Wah, hoax ini. Siapa yang tega fitnah Keira seperti ini? Apa motifnya coba?''
''Dan sekarang Om Ammar, drop dan masuk ruang ICU, Jo. Gue dapat info dari sekretarisnya Tuan Kevin.''
''Apa? Ayah Keira sampai drop?''
''Iya lah. Keira kan menutupi ini semua dari Ayahnya. Aduh kasihan Keira, gimana dong? Kita juga andil dengan semua ini.''
''Ya udah kita sekarang ke rumah sakit aja kalau gitu, Ras.''
''Ya udah deh. Eh tapi kenapa foto-foto itu bisa kesebar ya?''
''Ya mungkin ada yang mengunduhnya dari halaman web kita, Ras. Gampang banget kan foto seperti itu tersebar. Padahal di foto itu, Keira hanya selfi biasa saja dan tidak ada yang berlebihan.''
''Pokoknya kita harus jadi garda terdepan untuk Keira.''
''Harus, Ras. Ya udah ayo kita ke rumah sakit.'' Kata Johan.
__ADS_1
Bersambung.....