
Kevin sendiri bersama Krisna sedang menemui investor yang mau membantunya melanjutkan rancangan proyek smart watch miliknya. Di sela-sela kesibukannya, Krisna menyempatkan mengirim pesan pada Laras.
Krisna : Laras, jangan lupa makan ya. Maaf aku masih sibuk.
Laras yang masih menyelesaikan makannya sangat senang begitu mendapat pesan dari Krisna.
Laras : Ini aku sedang makan, Kak. Terima kasih ya Kak, jangan lupa makan dan semangat kerjanya. Love you.
Krisna tersenyum saat saat mendapat balasan dari Laras.
Krisna : Pasti. Love you too.
“Kak Krisna memang the best. Mana makanannya semuanya enak lagi.Dia memang harus semangat kerja sih apalagi sebentar lagi kita mau menikah. Bahkan semua biaya pernikahan dia yang menghandlenya. Luar biasa!” Gumam Laras dengan mulut penuh makanan.
-
Sementara itu, Keira di rumah sudah mulai kesal karena Kevin tidak kunjung pulang. Saat mencoba menghubungi ponsel suaminya, Kevin tidak mengangkatnya.
“Mas Kevin kemana sih? Katanya mau pulang, nggak tahu apa kalau sudah ngiler.” Gumam Keira dengan rasa kesalnya. Namun tiba-tiba suara Bi Nani mengejutkannya.
“Nyonya Keira!”panggil Bi Nani sambil mengetuk pintu kamar Keira. Mendengar suara Bi Nani, Keira segera membuka pintu kamarnya.
“Iya Bi, ada apa?”
“Itu Non, di luar ada gerobak bakso sama gerobak es kelapa muda.”
Keira tampak bingung. “Lho memang siapa Bi yang memesannya? Kita kan tidak sedang hajatan.”
“Lebih baik Nyonya ke bawah saja ya. Kebetulan ada Nona Siska juga disana.”
Keira kemudian ke bawah menuju halaman depan rumah.
“Mbak Siska? Kok di luar?”
“Belum di kasih masuk, Nyonya. Hehehe.”
“Maaf ya Mbak, soalnya satpam baru.” Kata Keira.
“Pak tolong dibuka ya.” Pinta Keira pada satpam.
“Iya Nyonya. Maaf ya Nyonya karena pesan Tuan saya harus menjaga ketat Nyonya.”
“Iya Pak Slamet tidak apa-apa. Ini Bu Siska sekretarisnya Tuan Kevin.”
“Baik, saya akan mengingatnya.” Setelah Pak Slamet membuka pintu gerbang Siska bersama pasukan gerobaknya segera masuk.
“Nyonya jadi saya kemari atas perintah Tuan. Tuan sedang sibuk karena kedatangan investor baru yang mau membantu proyek yang sempat tertunda. Jadi Tuan mengutus saya untuk membeli bakso dan es kelapa muda dengan membawa gerobak beserta penjualnya ke rumah.” Jelas Siska.
“Ya ampun suami aku sampai sebegitunya. Pantas saja aku meneleponnya dia tidak jawab.”
“Itu karena Tuan tidak mau anda kecewa Nyonya. Tadinya Tuan meminta untuk membeli satu porsi tapi Tuan khawatir kalau anda belum kenyang.” Kata Siska dengan senyum lebarnya.
“Belum kenyang tapi nggak sama gerobaknya juga sih, Mbak. Terus kalau sama gerobaknya, bagaimana aku menghabiskannya?” Keira merasa bingung sambil menggaruk kepalanya. Akhirnya ia pun punya ide.
__ADS_1
“Pak Slamet, buka gerbangnya lebar-lebar ya terus panggil tetangga komplek rumah ya. Kita makan sama-sama disini semua.”
“Siap Nyonya, laksanakan!”
“Bi, tolong siapkan tikar ya, kita makan lesehan di bawah sepertinya seru sama tetangga. Panggil Mbak Rima sama Bi Surti pembantu baru kita ya, kita makan sama-sama sekalian.”
“Siap Nyonya. Perintah segera di laksanakan.”
“Pak, bakso dan es nya ada berapa porsi?” tanya Keira.
“Kebetulan ada 100 porsi Nyonya.” Jawab penjual bakso.
“Es kelapa nya juga sama Nyonya.”
“Ampun deh Mas Kevin, masa iya minta satu porsi bawanya 100 porsi.”
“Oh ya hampir lupa, Tuan tadi memang pesan sebanyak itu Nyonya. Sekalian bagi-bagi kalau tetangga mau. Terus supaya Nyonya tidak kesepian kalau makan sendirian di rumah karena Tuan lembur.”
“Ya sudah kalau begitu Mbak Siska ikut makan juga ya. Kan di kantor ada Pak Krisna. Sekalian nanti bungkus dan berikan pada Tuan dan Pak Krisna ya.”
“Beneran nih saya boleh ikut Nyonya?”
“Iya boleh Mbak. Mau bungkus juga boleh.”
“Terima kasih ya Nyonya. Kebetulan saya lapar di tambah sudah ngiler daritadi lihat bakso beranaknya.” Celetuk Siska. Akhirnya rumah Keira mendadak berubah menjadi warung bakso dadakan. Keira duduk lesehan bersama asisten rumah tangganya dan juga para tetangga komplek perumahan. Keira bahkan merasa sangat senang bisa makan bersama seperti ini. Tak lupa sesuai perintah Kevin, Siska mengabadikan momen tersebut.
“Sepertinya Nyonya Keira memang benar-benar istri kesayangan Tuan. Padahal dulu saat bersama Nyonya Kania, Tuan tidak sebucin ini. Maklum saja lah mereka adalah jodoh yang tertunda.” Gumam Siska dalam hati sambil memotret dan merekam suasana di rumah saat ini.
-
Keira sudah tidak sabar menunggu suaminya pulang. Setelah menemani Marvel belajar, Keira segera kembali kekamar. Ia segera memakai lotion dan parfum di tubuhnya untuk membangkitkan gairah suaminya. Tak lupa ia memakai lingerie untuk menyambut kedatangan suaminya. Kuasan make up dan lipstick yang menyala, semakin membuat Keira cantik dan seksi. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dari bawah, Keira mendengar suara deru mobil suaminya yang baru saja pulang. Berkali-kali Keira bercermin dan berlenggak-lenggok di hadapan cermin, untuk memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna.
Keira membuka sedikit pintu kamarnya, ia melihat suaminya sedang berjalan menaiki anak tangga. Ia kemudian menutup kembali pintu kamarnya dan mematikan lampu kamarnya.
Saaat membuka pintu, Kevin terkejut karena kamarnya menjadi gelap gulita.
“Lho kok gelap sih? Kei, sayang, kamu dimana? Kenapa lampu kamar mati? Apa konslet?” suara Kevin terdengar begitu jelas memecah keheningan ruangan itu. Keira kemudian memeluk suaminya dari belakang. Kevin mencium aroma tubuh Keira yang sangat harum.
“Mas,” panggil Keira dengan suara manja. Kevin tersenyum lalu ia berbalik dan menyalakan saklar lampu. Dan saat lampu menyala, Kevin sangat terkejut sekaligus terpesona dengan penampilan Keira malam itu.
Kevin tersenyum nakal, melempar tasnya begitu saja, ia lalu menarik Keira dalam dekapannya.
“Sepertinya aku malam ini akan mendapatkan sesuatu yang spesial.”
Keira mengangguk dengan senyuman menggoda. “Karena kamu hari ini juga sudah memberikan aku bakso bersama gerobaknya Mas,’’ ucap Keira terkekeh.
“Maaf ya sayang karena hari ini aku sangat sibuk. Aku bahkan sampai tidak mengangkat telepon darimu. Jadi daripada istri aku marah terus babynya ileran karena Mamanya ngidam tidak kesampaian, sekalian saja aku suruh abang bakso dan abang es-nya ke rumah.”
“Iya Mas, aku juga senang karena bisa makan dengan tetangga komplek rumah.”
“Iya tadi Siska sudah mengirim foto dan vidionya padaku. Sekali lagi maaf ya sayang.”
__ADS_1
“Tidak apa-apa Mas. AKu justru senang sekali.”
“Baiklah kalau begitu apa kita bisa memulainya.”
“Kamu mandi sebentar ya, biar wangi, hehehe.”
“Oke sayang, aku akan mandi secepat mungkin. Tunggu aku ya.” Kata Kevin seraya mengecup kening Keira. Tak sampai lima menit, Kevin sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya melilit pinggangnya dengan handuk.
“Ya ampun, Mas. Kamu mandi apa mandi? Cepat sekali.”
“Aku sudah tidak sabar, sayang.” Jawab Kevin sambil mengedip-ngedipkan matanya. Kevin kemudian memeluk istrinya dari belakang. Di ciumnya punggung Keira dengan lembut.
“Kamu harum sekali sayang,” bisik Kevin.
“Iya dong, Mas. Aku kan sudah janji padamu.”
“Apa kita bisa memulainya?”
“Iya Mas.” Kevin mulai melancarkan aksinya dengan mengecup punggung Keira dengan lembut. Kevin kemudian membalik tubuh Keira untuk menghadapnya. Tanpa basa-basi keduanya lalu saling berciuman dengan sangat panas. Keduanya saling menjilat dan me…lu…m…at penuh n…af…su. Tangan Kevin yang lincah, melorot lingerie milik Keira dan membuangnya sembarangan, begitu juga dengan Keira melempar handuk yang melilit pinngang Kevin dengan sembarangan pula. Kevin kemudian mengunci tubuh Keira pada tembok tanpa melepas pagutannya. Tangannya yang aktif meremas kedua buah p…a…y…u…dara Keira yang tampak semakin berisi. Dimainkan dan di pilinnya pucuk gunung kembar itu sampai membuat Keira m…en…de…sah begitu hebatnya. Kevin bahkan melahap gunung kembar itu dengan rakus, sementara tangan Keira menekan kepala Kevin, menuntun Kevin untuk terus melahap dua gunung kembarnya itu. Salah satu tangan Kevin mulai turun kebawah ke area semak-semak yang sudah hampir satu minggu tidak ia jamah. Di telusupkannya jemarinya dengan lembut kearah area itu, tubuh Keira menenagang dan tubuhnya semakin terasa panas. Sementara tangan Kevin satunya masih aktif meremas gunung kembar dan bibirnya masih aktif me..l..u…mat bibir istrinya. Kevin begitu piawai memberikan kepuasan untuk istrinya. De…s…a…h…an yang keluar dari bibir Keira semakin membuat Kevin bersemangat. Dengan posisi masih beridir, Kevin kemudian berlutut dihadapan istrinya. Kevin dengan lembut menelusupkan lidahnya ke bawah sana, dengan kedua tangan meremas p…an…tat istrinya. Keira menggeliat nikmat merasakan sensasi bercinta yang diberikan oleh suaminya.
“Uhh, ahhh, Mas.” D…e…sa…h Keira semakin tak tertahan. Dibawah sana sudah basah, bahkan sangat basah. Keira terus menekan kepala Kevin untuk memperdalam jilatannya di bawah sana.
“Mas, sepertinya aku mau keluar.”
“Keluarkan saja sayang, aku akan membuatmu mencapai puncak berkali-kali malam ini.” Ucap Kevin sambil melanjutkan jilatannya. Kevin mempercepat jilatannya lalu menghisapnya dalam-dalam membuat Keira merintih dan mendesis nikmat hingga ia mencapai or…gas..me.
Setelah Keira mencapai puncak kenikmatan pertama, Kevin kemudian menggendong Keira dan merebahkannya di atas tempat tidur. Di kecupnua kening Keira, sebelum ia melancarkan aksi keduanya.
“Mas, apa kamu tidak ingin aku bermain dengan lolipopmu?”
“Hari ini kamu cukup pasrah saja sayang tapi kalau kamu menginginkannya dengan senang hati aku akan memberikannya.”
Keira tersenyum, kemudian ia bangun dan meraih lolipop yang sudah beridiri tegak menantang siap untuk berperang. Kali ini giliran Kevin yang dibuat me…n..de..sah oleh Keira. Malam itu keduanya larut dalam gairah yang tak terelakkan. Hingga akhirnya lollipop milik Kevin menyemburkan cairan kedalam rahim milik Keira dengan sangat kuat. Keira bisa merasakan lollipop itu berdenyut dan menyembur di dalam sana dengan sangat kuat. Keduanya terengah dengan peluh yang menggila. Malam itu entah berapa kali Keira di buat mencapai puncak oleh suaminya sampai tubunya bergetar dan menggelinjang berkali-kali. Begitu pula dengan Kevin, staminanya sungguh kuat dan entah berapa kali lollipop miliknya menyembur. Setelah bebrapa ronde bermain, keduanya pun merasa lelah dan bersiap untuk tidur. Dibalik selimut dengan tubuh tanpa busana, keduanya saling berpelukan.
“Sayang, kamu pakai apa malam ini? Aku masuki berkali-kali rasanya sangat keset dan mengigit.’’
“Rahasia dong Mas, apa kamu menyukainya?”
“Amat, sangat menyukainya, sayang. Sekarang tidurlah sayang tapi baby kita kaget apa tidak ya?”
“Kaget kenapa Mas?”
“Ada tsunami di dalam sana.”
“Sepertinya dia menyukainya, Mas. Buktinya Mamanya sangat semangat sekali, hehehe. Kamu memang luar biasa sekali, Mas.”
“Kemarin saja kamu menolakku.”
“Ya kan kemarin mood ku sedang tidak baik, Mas. Aku mengatuk dan capek, Mas. Bobok yuk!”
“Iya sayang, aku juga lelah sekali. Sudah seharian lembur di kantor, eh sekarang lemburnya sama kamu. I love you sayang.”
“I love you too, Mas.”
__ADS_1
Bersambung..... Next part besok yaa 🙏❤️ Sudah cukup kan panas dinginnya??? hehehe