
Akhirnya hari yang dinanti oleh Miko dan Gina tiba. Lewat persalinan cesar, Gina melahirkan seorang putri yang sangat cantik. Begitu mendengar kabar Gina akan melahirkan, Nyonya Rosa dan Tuan Wildan terbang ke Indonesia untuk menyambut cucu pertama mereka.
''Terima kasih ya sayang, sudah melahirkan putri kecil kita ini.'' Ucap Miko.
''Gina, selamat ya sayang sudah memberikan cucu pertama untuk Mama. Ya ampun cantik sekali cucu Oma. Kamu beri nama apa Miko?'' Kata Nyonya Rosa sambil menggendong putri kecil Gina.
''Sheeva Almaira Gimiko, Mah.'' Ucap Miko.
''Gimiko? Seperti nama orang Jepang saja. Rasanya kurang serasi dengan Sheeva Alamaira,'' protes Nyonya Rosa.
''Mah, terserah mereka dong mau memberi nama siapa. Itu juga bagus kok,'' sahut Tuan Wildan.
''Iya Mama mengerti, Pah. Gimiko itu artinya apa? Harus tahu arti dan maknanya dong, Pah. Nama itu kan doa juga.'' Bantah Nyonya Rosa. Gina dan Miko tertawa kecil mendengar kedua orang tuanya berdebat.
''Mah, Gimiko itu nama gabungan Gina dan Miko. Jadi biar unik gitu Mah. Dan biar semua orang tahu kalau ini anaknya Gina dan Miko,'' jelas Miko.
''Nah gitu maksud Mama. Tapi lucu juga ya Gimiko. Lalu panggilannya siapa Mik?''
''Sheeva, Mah.''Jawab Miko.
''Sheeva, nama panggilan yang cantik. Aduh Pah, lihat cucu kita cantik sekali. Akhirnya penantian kita selama ini terwujud juga.''
''Papa juga bahagia sekali, Mah.''
__ADS_1
Setelah menginap selama tiga hari di rumah sakit, akhirnya Gina di perbolehkan untuk pulang. Sesampainya di rumah pun, tamu datang silih berganti. Teman dan para karyawan dari Gina dan Miko bergantian menjenguk. Gina dan Miko sampai dibuat lelah sekaligus bahagia karena banyak orang yang sayang dengan baby Sheeva.
Setelah satu Minggu menemani Gina dan Miko, orang tua Miko memutuskan untuk pulang. Ingin rasanya tinggal lebih lama tapi pekerjaan tidak bisa di tinggalkan. Setelah orang tua Miko pulang, giliran orang tua Gina yang menginap selama satu Minggu. Gina sangat bahagia karena orang tuanya menemaninya. Kebahagiaan Gina terasa sangat lengkap karena sudah memiliki seorang anak yang begitu ia nantikan. Dan kasih sayang dari Ibu mertua pun sudah ia dapatkan.
Chika sepulang kantor selalu membantu Gina untuk mengasuh baby Sheeva. Terlebih Chika sangat menyukai anak kecil. Chika bahkan sudah piawai menggendong bayi. Sedangkan Zidni, sudah dua bulan tinggal bersama Miko tapi tidak ada perubahan. Selalu pulang tengah malam, sekalipun paginya ia berangkat kerja bersama Miko. Namun saat pulang, Zidni memilih pulang sendiri. Bahkan ia cuek dengan kehadiran Sheeva.
''Chika, kebetulan Tante Gina dan Om Miko besok ada launching produk bersaman jadi kami titip Sheeva ya. ASI sudah Tante stok di kulkas.'' Kata Gina pada Chika. Mereka semua sedang menikmati makan malam tanpa Zidni.
''Iya Tante tidak masalah. Kebetulan besok juga libur.''
''Kamu tenang dong sayang, kan ada baby sitter juga. Jadi banyak yang jagain Sheeva.'' Ucap Miko berusaha menenangkan istrinya.
''Ya maklum Mas, namanya juga jadi Ibu. Jadi suka overthinking sendiri.'' Ucap Gina.
''Kamu tahu kan? Sudah dua bulan disini, dia tidak ada perubahan, sayang. Aku capek! Kamu punya baby aja dia jarang nengok bahkan cuek padahal satu rumah.'' Kesal Miko.
''Tapi dia kalau pagi ke kantor kan Mas?''
''Iya, tiap pagi ke kantor. Tapi setiap di ajak pulang bareng nolak. Kalau tidak, dia kabur duluan. Entahlah, pusing kepalaku sayang.''
''Chika, kamu tidak pernah mengajak Zidni ngobrol?''
''Pernah Tante tapi ya begitu, dia super cuek. Ujung-ujungnya Chika kesel dan pergi ninggalin dia. Chika tidak pernah di respon.''
__ADS_1
''Padahal dia terkenal playboy lho, sama kamu kok cuek.''
''Kan Zidni sudah bilang kalau Chika bukan tipenya, Om. Mungkin tipenya yang seksi kayak Kim Kardashian,'' seloroh Chika dengan tawa kecilnya.
''Om minta sama kamu ya, ajak dia ngobrol. Dia meskipun banyak pacar tapi sulit sekali menyelami isi hati dan perasaannya. Dia punya banyak gadis hanya untuk menemaninya jalan saja dan minum di bar. Selebihnya tidak pernah aneh-aneh. Om sendiri sampai sekarang tidak tahu kenapa dia berubah? Dia menjadi pendiam setelah Papanya meninggal. Kamu tolong ya dekati dia terus, ajak dia ngobrol.''
''Iya Om, akan Chika usahakan.''
''Sepertinya Zidni butuh seseorang yang memahami perasaannya. Kamu bantu dia ya Chika,'' sahut Gina.
''Iya Tante. Tapi kalau modelan Zidni, tidak apa-apa kan kalau Chika sedikit memakai kekerasan?''
''Tidak masalah. Kamu boleh tampar dan tonjok dia kalau dia macam-macam.'' Sahut Miko.
''Mas, itu keponakan kamu lhi, masa iya nyuruh Chika buat hajar.''
''Kalau nggak bener, hajar aja. Kamu dulu juga sering kan nonjok aku, kalau aku kumat.'' Kata Miko terkekeh.
''Kalau masih kumat bukan cuma aku hajar tapi aku cincang. Ingat lho Mas, anak kamu perempuan.''
''Iya sayang, aku udah taubat dan insyaf beneran.''
Bersambung....
__ADS_1