Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 132 Ujian


__ADS_3

Kevin dan Keira yang masih menikmati bulan madunya, sangat senang mendapat kabar bahwa Cindy hamil. Kini mereka sedang melakukan panggilan vidio call.


''Ya ampun Mbak, selamat ya. Aku seneng banget dengernya.'' Kata Keira.


''Selamat ya Nona Cindy, Tuan Kenny. Semoga kami juga segera menyusul,'' kata Kevin.


''Amin. Seru kali ya kalau nanti kita lahirannya barengan.'' Kata Cindy.


''Hehehe iya deh, Mbak. Kayaknya emang seru. Marvel bagaimana Mbak? Apa dia nakal?''


''Nakalnya anak-anak kan wajar Kei. Tapi dia semakin pintar deh dan semangat banget mau punya adik katanya.''


''Mama dan Papa tenang saja ya. Aku sama sekali tidak merepotkan Om Kenny, Tante Cindy ataupun Kakek. Aku sudah bisa mandi sendiri, pakai seragam sendiri, makan sendiri dan memakai sepatu sendiri.'' Cerita Marvel pada Mama dan Papanya.


''Kalian tenang saja dan nikmati bulan madu kalian. Marvel disini menjadi pasti aman dan kami senang dia bersama kami. Berasa sudah punya anak.'' Kata Kenny.


''Maaf Tuan Kenny, kalau kami merepotkan dengan menitipkan Marvel disana.'' Kata Kevin yang merasa sungkan.


''Kita ini kan keluarga jadi memang sudah seharusnya seperti itu. Jadi kalian tidak usah merasa sungkan.'' Kata Kenny.


''Baiklah Kak kalau begitu selamat istirahat ya. Salam untuk Ayah ya dan Marvel, jangan menyusahkan Om dan Tante ya.''


''Iya Mah, pasti. Bye...'' Panggilan vidio pun berakhir.


''Senang sekali akhirnya aku mau punya keponakan.''


''Aku juga sudah tidak sabar menunggu kamu hamil deh. Kita bikin yuk!" goda Kevin.


''Mas, pagi, siang, sore, malam kita sudah sangat rajin membuatnya. Nanti tunggu bulan depan aku mens apa nggak. Aku juga capek kamu gempur terus. Aku boleh nggak kalau siang ini tidur sebentar aja terus sorenya aku mau renang.''


''Iya-iya, tidurlah. Maaf ya kalau aku membuat kamu kelelahan, habisnya aku semangat banget.''


''Dasar kamu kan emang mesum, makanya pingin terus.''


''Ya nggak apa-apa dong kan sama istri sendiri. Emang kamu mau kalau aku sama orang lain? Lolipop aku di pegang, di sentuh terus aku di ciumi, apa kamu rela?''


''Sssttttt ya nggak lah!'' Kata Keira sambil membungkam mulut suaminya.


''Yang jelas aku potong lolipop kamu kalau sampai berani macam-macam. Biar deh bundel,'' kata Keira dengan judes.


''Ya ampun galaknya,'' kata Kevin sambil mengendus-endus leher Keira dengan gemasnya. Keira hanya bisa tertawa geli dengan sikap suaminya yang suka ndrusel itu.


-


Keesokan harinya, Miko sangat terkejut melihat kedatangan Mamanya.


''Mam-Mama,'' kata Miko tergagap saat membuka pintu rumahnya. Seorang wanita paruh baya dengan dandanan necisnya dengan make up mencolok sudah berdiri di hadapan Miko.


''Kenapa kamu seperti tidak bahagia melihat Mama datang?'' tanya Nyonya Rosa dengan tatapan yang menakutkan.


''Hehehe, tidak Mah. Aku bahagia melihat Mama. Aku hanya mencari Papa saja,'' kata Miko seraya memeluk Mamanya dengan memaksa senyumnya.

__ADS_1


''Papa mu sibuk jadi dia tidak bisa ikut. Bagaimana kabar kalian?''


''Kami baik, Mah.'' Kata Miko sambil melepaskan pelukannya lalu mengajak Mamanya masuk lebih dalam.


''Mama!" seru Gina saat melihat Mama mertuanya datang. Gina lalu berlari kecil dan memeluk mertuanya.


''Mama kenapa tidak bilang kalau datang kemari? Kami kan bisa menjemput.''


''Memang senagaja ingin memberi kejutan. Dan Mama sangat marah, bisa-bisanya kalian berdua menutupi pernikahan Kevin tanpa meminta restu pada Mama. Memang keterlaluan sekali Kevin ini. Bibit, bebet dan bobotnya pun harus jelas. Jangan-jangan seperti Kania juga latar belakangnya tidak jelas.''


''Mama kan baru saja sampai, sebaiknya istirahat dulu. Jangan marah-marah dulu, dong.'' Kata Miko yang berusaha menenangkan Ibunya.


''Kalian ini keterlaluan, tidak menganggap Mama sama sekali.'' Sambung Nyonya Rosa dengan amarahnya. Sejak orang tua Kevin meninggal, Nyonya Rosa dan Tuan Beni lah orang tua kedua Kevin. Mereka adalah orang tua Miko. Namun sikap Nyonya Rosa selalu dominan dan terlalu mengatur kehidupan Kevin maupun Miko. Nyonya Rosa sendiri adalah adik sepupu dari Tuan Sanjaya.


''Tamunya saja sedikit, Mah. Tidak ada pesta yang besar ataupun pesta yang meriah.'' Hibur Miko.


''Setelah ini Mama akan pergi ke rumah Kevin.''


''Kevin dan Keira sedang pergi bulan madu, Mah.''


''Memang ya kalian itu sama sekali tidak menghargai Mama. Lalu apa Gina sudah hamil?''


''Belum, Mah.'' Jawab Miko lirih.


''Mau sampai kapan seperti itu terus? Buat apa karir sukses kalau tidak bisa memberikan anak,'' kata Nyonya Rosa yang menatap sinis Gina.


''Kamu dan Kevin itu sama saja. Sama-sama tidak becus memilih pasangan hidup. Sudah Mama pilihkan tapi kalian malah ngotot memilih sendiri,'' sambung Nyonya Rosa. Nyonya Rosa kemudian berlalu menuju kamarnya. Gina hanya bisa terdiam dengan ucapan Ibu mertuanya. Miko lalu merangkul istrinya dan mengecup keningnya.


''Terima kasih ya, honey.'' Kata Gina sambil menenggelamkan kepalanya dalam dekapan Miko.


-


Malam harinya tepat jam 7 malam, Laras baru saja keluar dari butik. Karena mobilnya masuk bengkel, terpaksa ia harus mencegat taksi. Namun sebuah mobil yang tidak pernah ia harapkan sudah terparkir di halaman butik tempatnya magang.


''Kak Krisna!'' gumamnya. Krisna yang melihat Laras sudah berada di luar, segera turun dari mobilnya. Krisna melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Laras. Laras pun membalas senyuman lebar dari Krisna.


''Kak Krisna menjemputku?''


''Tidak tadi hanya kebetulan kewat saja.''


''Jujur saja tidak usah gengsi,'' kata Laras sambil mencolek dagu Krisna, membuat Krisna deg-degan dan mematung.


''Padahal aku berharapnya kemarin di jemput soalnya kan tanyanya kan kemarin. Eh sekarang di jemput, kebetulan sekali mobilku masuk bengkel.'' Kata Laras.


''Ya udah, ayo masuk!" kata Krisna sambil membukakan pintu mobil untuk Laras.


''Terima kasih, Pangeran.'' Kata Laras dengan gaya ceplas-ceplosnya. Setelah mereka berdua masuk mobil, Krisna lalu melajukan mobilnya.


''Kamu sudah makan malam?'' tanya Krisna.


''Kebetulan belum.''

__ADS_1


''Mau menemaniku makan malam?''


''Boleh. Mau makan dimana?''


''Aku mau makan lesehan di pinggir jalan. Apa kamu mau?''


''Tidak masalah.'' Jawab Laras.


''Oh ya Kakak di rumah tinggal sama siapa?''


''Aku hanya tinggal bersama Ibuku saja.''


''Lalu, Ayah Kakak?''


''Ayahku sudah meninggal sejak aku masih SMP.''


''Maaf ya Kak, aku tidak tahu.''


''Kamu sendiri? Orang tua masih lengkap?''


''Masih kok, Kak.''


Hening


Hening


Hening


Laras mulai bosan karena Krisna memang tidak bisa basa-basi dan kaku. Laras lalu menyalakan musik pada audio mobil Krisna. Bukan lalu romantis tapi justru lagu dangdut koplo Jawa yang di putar Laras.


🎶Mendung tanpo udan


Ketemu lan kelangan


Kabeh kui sing diarani perjalanan


Awak dewe tau duwe bayangan


Besok yen wes wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe belonjo dasteran


HOKYA! HOKYA! HOKYA!


Sepenggal lirik lagu yang di nyanyikan Laras dengan suara cemprengnya itu. Ia dengan percaya diri menggerakkan jempolnya berasa sedang berada di konser musik Denny Caknan.


''Kamu suka lalu Jawa gini?''


''Kan lagi booming, Kak. Daripada diem kayak kuburan mending di jogetin aja. Habis, yang di ajak ngobrol dingin kayak kulkas,'' selorohnya sambil berjoget dan menyanyi sesuka hatinya. Krisna hanya bisa tersenyum melihat tingkah kocak Laras. Krisna sendiri tidak tahu harus berbuat apa kareja rasa gugup masih mengurungnya. Apa yang ia lakukan saat ini berusaha membunuh semua perasaan gugup itu.

__ADS_1


Berasambung.....


__ADS_2