Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 230 Pesan Masa Lalu


__ADS_3

Setelah sampai di villa, Keira segera ke kamar untuk istirahat dan di susul oleh Kevin. Sementara Marvel bersama dengan Pak Juki, penjaga villa.


''Mas, maaf ya seharusnya aku tidak memaksa bergabung bersama mereka. Kamu pasti tadi sangat marah ya? Maafkan ngidam ku yang tidak tahu tempat.''


''Iya sebenarnya aku sangat marah apalagi saat melihat Ferdi. Aku kesal sekali dengannya. Aku bahkan tidak mau lagi kerja sama dengan perusahaan mereka. Beginilah jeleknya aku sayang, kalau sampai berani menyentuh orang yang aku cintai.''


''Tapi kan dendam tidak baik, Mas. Kasihan Tuan Handoko kan?''


''Sudahlah, kamu jangan memikirkan mereka. Apa kamu masih ada rasa dengan mantan kekasihmu itu?'' wajah Kevin tampak kesal.


''Ya tidaklah, Mas. Hanya saja aku malas berurusan dengan mereka bahkan tidak mau lagi berurusan dengan mereka tapi malah ketemu lagi.''


Kevin kemudian memeluk istrinya seraya mengecup kening istrinya. ''Apa mau pulang sekarang?''


''Sebaiknya kita mulai berkemas saja, Mas. Besok Marvel sekolah dan kamu juga harus bekerja nanti kalau kita pulangnya kemalaman kasihan kamu dan Marvel.''


''Iya sayang, kamu istirahat saja biar aku yang membereskan semuanya ya.''


''Terima kasih suamiku.''


''Sama-sama istriku.''


-


''Miko mana Gina?'' tanya Nyonya Rosa saat mereka sedang sarapan.


''Mas Miko malas bangun Mah katanya. Mumpung hari libur jadinya mau malas-malasan.''


''Kayaknya selama kamu hamil, dia menjadi semakin malas bangun pagi dan dia yang sering mual.''


Gina terkekeh. ''Iya Mah, sepertinya keluhan hamilku, Mas Miko yang mengalaminya.''


''Gina, pokoknya kamu harus hati-hati ya, jaga kesehatan, porsi pekerjaanmu di kurangi, pokoknya nikmati kehamilan kamu supaya kamu selalu happy. Mama akan disini untuk menjaga kamu, apapun yang kamu butuhkan bilang saja sama Mama, biar Mama yang mengurusnya.''


''Terima kasih ya Mah, kebahagiaan Gina terasa lengkap sekali.''


''Sama-sama sayang.''


''Mah, kalau begitu Gina antar sarapan untuk Mas Miko dulu ya.''


''Iya sayang.''


Setelah sampai di kamar, Gina melihat suaminya masih tertidur lelap. Gina kemudian meletakkan makanan di atas meja lalu menghampiri suaminya.


''Mas Miko, bangun." Ucap Gina sambil menepuk lengan suaminya.


''Ada apa sayang?'' jawab Miko dengan suara malas.


''Sarapan yuk, Mas. Ini sudah jam 8 lho.''


''Peluk dulu.'' Kata Miko sambil merentangkan kedua tangannya. Gina tersenyum lalu memeluk suaminya dengan sangat erat.


''Suamiku manja sekali.''


''Iya nih, bawaannya pingin manja dan deket-deket kamu terus. Kapan ya sayang kita bisa itu lagi? Aku sudah tidak sabar.''


''Sabar dong, Mas. Kamu tahu sendiri kan kata dokter bagaimana? Untung aku tidak pendarahan.''


''Ya habis gimana, gairahku lagi on banget eh nggak taunya bawaan baby kali ya.''


''Bawaan baby atau modus kamu doang?''

__ADS_1


Miko terkekeh lalu mengecup kening istrinya.


''Yuk bangun Mas, aku sudah membawakan sarapan untukmu.''


''Iya sayang,'' Miko lalu melepaskan pelukannya dan segera bangun dari tidurnya.


''Suapin ya, sayang.'' Rengek Miko dengan manja.


''Iya-iya, Mas.'' Jawab Gina.


-


''Mas, ini tehnya.'' Kata Keira saat membuka pintu ruang kerja suaminya.


''Terima kasih sayang, letakkan saja di meja ya.''


''Iya.'' Keira kemudian menghampiri Kevin yang tampak sibuk dengan pekerjaannya.


''Mas, apa kamu tidak lelah? Kita petang tadi baru sampai rumah lho.''


''Lelah sih lelah, tapi ini kan tanggung jawab ku sayang. Aku sedang mengecek laporan penjualan smart watch dan smart bag kita.''


''Oh begitu, lalu bagaimana hasilnya Mas?'' tanya Keira penasaran.


''Yang paling cepat terjual smart bagnya, sayang. Dan rata-rata kalangan anak sekolah dan mahasiswa.''


''Bagus dong, Mas. Ya semoga kedepannya semakin sukses ya, Mas.''


''Amin. Ini semua kan berkat ide kamu juga.''


''Aku hanya menyumbang ide dan doa saja Mas, hehehe.''


''Itu yang terpenting sih, sayang. Kamu sudah minum susu dan vitamin?''


''Marvel sudah tidur belum?''


''Selesai makan malam, dia sudah tidur Mas.''


''Ya sudah kamu juga istirahat dulu nanti aku menyusul.''


''Tapi jangan lama-lama ya Mas.''


''Iya.'' Sebelum Keira pergi, Kevin mengecup kening dan bibir Keira. Keira tersenyum setelah itu ia kembali ke kamarnya.


Tiba-tiba ponsel Keira berdering tanda pesan masuk. Keira terkejut saat pesan itu datang dari nomor tak di kenal, yang tak lain adalah nomor baru Ferdi.


Ferdi : Selamat malam Kei. Apa kamu sudah tiba di rumah? -Ferdi-


''Ngapain sih si Ferdi ngirim pesan segala.'' Gerutu Keira. Keira yang kesal memilih mengabaikan pesan dari Ferdi. Namun beberapa saat kemudian, Ferdi mengirim pesan lagi pada Keira.


Ferdi : Kenapa tidak membalas pesanku, Kei? Tenang saja, Lily sudah tidur.


''Ini Ferdi kenapa sih? Sudah bagus menghilang, eh malah muncul lagi.'' Gumam Keira.


Keira : Tolong jangan hubungi aku lagi. Fokuslah pada keluargamu.


Setelah memebalas pesan Ferdi, Keira memilih untuk men-silent ponselnya. Keira tidak ingin istirahatnya terganggu. Tak lama kemudian, Keira pun terlelap. Namun pesan dari Ferdi terus berdatangan.


Ferdi : Kei, aku sangat merindukanmu. Aku tidak bahagia setelah meninggalkanmu. Aku di hantui rasa bersalah. Bagaimana kalau kita memulai ini semua?


Kevin yang merasa mengantuk, segera kembali ke kamarnya. Namun ia melihat ponsel Keira bergetar dan menyala. Kevin yang penasaran membuka ponsel Keira. Saat membaca pesan dari Ferdi, Kevin geram sekali. Ia mengeratkan rahangny, seolah ingin melayangkan pukulan ke wajah Ferdi.

__ADS_1


''Ini orang sudah mencampakkan Keira demi wanita lain, kenapa sekarang masih menganggu Keira? Padahal istrinya sedang hamil juga. Ada ya pria seperti ini.'' Gerutu Kevin dalam hati. Kevin yang kesal akhirnya memblokir nomor Ferdi.


''Awas saja kalau masih mengganggu istriku. Leon dan Ferdi adalah penganggu hubunganku dengan Keira. Kenapa harus ada bayang-bayang dua manusia itu? Keira sudah bahagia denganku tapi masih saja mereka menganggunya.'' Kevin benar-benar kesal dengan apa yang di lakukan oleh Ferdi dan juga Leon. Selalu memancing rasa cemburunya dengan memberikan perhatian lebih pada Keira.


-


Keesokan harinya, Keira sedang membantu menyiapkan pakaian suaminya. Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung menyergap istrinya dari belakang.


''I love you.'' Peluk Kevin.


''Mas, kamu pagi-pagi sudah merayuku saja.''


''Balas dong, sayang.''


''Iya i love you too. Ada apa sih?'' tanya Keira. Kevin lalu memutar tubuh istrinya untuk menghadapnya. Ia kemudian menyapa buah cintanya yang masih berada dalam perut Keira.


''Morning babynya Papa. Kamu baik-baik saja kan, Nak?''


''Aku baik-baik saja, Pah.'' Jawab Keira.


''Mas, sebaiknya kamu cepat pakai baju sana. Aku siapkan sarapan dulu.''


''Sebentar sayang, aku ingin memelukmu dulu.'' Ucap Kevin sambil memeluk erat Keira.


''Mmmm apa tidak ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan?'' Kevin mencoba memancing Keira dengan pesan yang telah Ferdi kirimkan.


''Cerita apa sih Mas?''


''Mmmm tentang masa lalumu.''


''Masa laluku? Kenapa harus membahas masa laluku?''


''Aku semalam melihat ponselnya dan melihat beberapa pesan dari Ferdi.''


''Oh itu, kamu sudah baca sendiri kan balasanku bagaimana. Dan setelah itu aku tidur, aku sengaja memakai mode silent karena aku tidak ingin tidurku terganggu. Memang dia kirim pesan apalagi?''


''Intinya dia mau mengajakmu bersamanya kembali. Lalu aku blokir saja nomornya.''


''Hmmm memang gila si Ferdi. Maaf ya Mas, bukannya aku tidak mau cerita tapi aku malas saja membahasnya. Apalagi dia juga sudah punya istri dan istrinya sedang hamil.''


''Bagaimaba kalau dia memaksamu kembali?''


''Aku jelas menolaknya lah, Mas. Sebelum kita menikah saja, dia ingin mengajakku kembali tapi aku menolaknya. Tidak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan, Mas. Apalagi aku sudah bahagia hidup bersama kamu dan Marvel.''


''Aku hanya mengkhawatirkanmu, sayang. Sebaiknya kamu dirumah saja dulu ya.''


''Aku kan pingin ke kantor dan makan siang denganmu, Mas.''


''Aku akan pulang dan makan siang di rumah, sayang.''


''Tapi nanti kamu bolak-balik kan kasihan. Aku nggak mau kamu terlalu sering jajan di luar.''


''Kamu kan bisa titipkan makan siangnya sama Pak Wahyu atau Bibi, mereka bisa mengantarnya ke kantor.''


''Mmmm ya sudah kalau begitu, Mas.''


''Maaf ya sayang, aku hanya khawatir istrinya Ferdi salah paham dan nanti dia ngamuk-ngamuk sama kamu.''


''Iya-iya aku mengerti kekhawatiran kamu, Mas. Ya sudah kamu cepat pakai baju, aku tunggu di bawah.''


''Iya sayang.''

__ADS_1


----->>>


__ADS_2