Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 24 Mimpi Kevin


__ADS_3

Setelah minum obat dan makan, akhirnya Marvel pun tertidur sambil memeluk celengannya. Kevin kemudian duduk pada sebuah kursi, tepat di sebelah ranjang pasien Marvel. Ia membelai wajah putrnya. Tersirat rasa bersalah karena ia begitu keras pada Marvel. Ia hanya tidak ingin Marvel tumbuh menjadi laki-laki yang lemah dan manja. Ia ingin Marvel tumbuh menjadi laki-laki pemberani dan tangguh. Mengingat pengalaman buruknya di masa lalu, kehilangan kedua orang tuanya sekaligus dalam sebuah kecelakaan.


Sampai akhirnya rasa lelah menghinggap pada tubuh Kevin. Dan akhirnya ia pun tertidur.


Dalam tidurnya, Kevin bermimpi seperti berada di sebuah pantai. Ia disana duduk sendiran, tepat di bibir pantai. Lalu datanglah seorang wanita yang cantik.


''Mas,'' sapa wanita itu yang tak lain adalah Kania.


''Kania, kamu disini?'' tanya Kevin yang tampak terkejut saat melihat Kania. Kania tersenyum lalu duduk si samping suaminya. Dengan manja, Kania memeluk lengan Kevin sembari menyandarkan kepala di bahunya.


''Kania, aku sangat merindukanmu. Aku sangat merindukan saat seperti ini. Merindukan sikap manja dan senyum kamu ini.''


''Aku juga sama, Mas. Aku merindukan semua tentang kita. Aku, kamu dan juga Marvel.''


''Apa kamu bahagia?''


''Iya, aku bahagia disini Mas. Untuk itu kamu juga harus bahagia termasuk Marvel. Kalian harus bahagia. Aku mau minta maaf pada mu, Mas. Kalau aku tidak bisa menemani mu dalam merawat dan juga mendampingi Marvel. Maaf kalau aku membuatmu repot dalam mengurus Marvel. Jaga dia untukku, Mas. Bahagia kan dia! dia adalah harta terbesar kita.''


''Aku pasti menjaganya, sayang. Kamu tidak usah khawatir.''


''Mas, belajarlah membuka hatimu untuk wanita lain. Kamu harus melanjutkan hidupmu, Mas. Kamu tidak bisa hidup seperti ini terus apalagi Marvel yang masih membutuhkan sosok ibu.''


''Kania, aku mana mungkin bisa melakukan itu. Kamu tidak tergantikan!"


"Mas, simpan aku dalam lubuk hatimu yang terdalam. Simpan semua kenangan indah kita bersama. Simpan itu semua dalam kotak kenangan lalu kunci rapat karena kenangan itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Jangan egois, Mas. Pikirkan lah perasaan Marvel. Belajarlah membuka hatimu, Mas. Aku disini sangat bahagia jadi kamu juga harus bahagia.''


''Aku tidak yakin kalau mereka akan mencintai Marvel. Aku tidak ingin Marvel terluka kalau dia memiliki mama selain kamu. Aku takut mereka tidak mencintai Marvel tapi hanya mencintai apa yang aku miliki saja.''


''Mas, buka hati kamu. Marvel sudah menunjukkannya.''


''Maksud kamu apa, Kania?''


''Lihatlah kearah sana!" kata Kania sambil menunjuk ke sisi kanan tepi pantai. Kevin pun mengikuti arah telunjuk Kania. Disana terlihat Marvel dan Keira yang sedang bermain pasir. Kemudian keduanya bermain kejar-kejaran di tepi pantai. Bahkan Keira dengan ceria dan bahagianya, menggedong punggung Marvel sambil berlarian. Keduanya terlihat sangat akrab dan saling menyayangi. Ceria dan bahagia, itulah yang tersirat dari wajah keduanya terutama Marvel.


''Keira? apa maksud kamu Kania?'' Kevin sambil melihat keduanya dari kejauhan. Namun saat Kevin menoleh, Kania sudah pergi.


''Kania, kamu dimana? apa maksud kamu Kania?'' tanya Kevin dengan penuh kebingungan. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan berteriak memanggil Kania.

__ADS_1


''Kania! Kania! Kania!"


Dan Kevin pun terbangun dari tidurnya. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Kevin kemudian beranjak menuju toiler dan membasuh wajahnya dengan air. Sembari menatap cermin, ia mencoba mengingat kembali mimpi yang baru saja datang menghampirinya.


''Apa maksud Kania? dan kenapa ada dia dan Marvel di mimpiku?'' gumam Kevin.


''Tante Keira!" suara Marvel membuat Kevin segera keluar dari dalam toilet.


''Marvel, ada apa?'' tanya Kevin dengan cemas.


''Aku mimpi, pah.''


''Kamu mimpi apa?''


''Aku mimpi Tante Keira marah dan pergi karena tidak mau menjadi mama sewaan ku. Sama seperti beberapa hari lalu. Saat aku meminta hadiah ulang tahun padanya.''


''Memangnya kamu minta hadiah ulang tahun apa pada dia?''


''Aku ingin tante menjadi istri dan mama ku tapi tante Keira tidak mau menyetujuinya. Itulah yang membuatku kecewa dan aku mogok makan. Aku kecewa! aku berpikir tante Keira hanya menyukai pria muda dan single, bukan seperti papa yang sudah punya anak. Aku marah padanya tapi saat tante datang menjengukku, aku sangat senang.''


''Ternyata Marvel seperti ini hanya memikirkan ucapan Keira? doktrin apa yang di berikan pada putraku, sampai dia seperti ini.'' Gumam Kevin dalam hati.


''Pah, dia itu punya nama. Kenapa papa sulit sekali menyebut namanya?'' protes Marvel dengan kesal.


''Hmmm baiklah namanya tante Keira. Sudah kan?''


''Kenapa papa tidak suka padanya?''


''Ya karena hanya mama kamu yang terbaik di dunia ini. Dia yang paling sempurna jadi jangan tanya apa-apa lagi ya. Papa tidak ingin kita berdebat.'' Kevin kemudian mengecup kening putranya.


''Oh ya, papa mau ke kantor sebentar. Biar Mbak Rima disini dulu ya, papa akan menelponnya. Sekaligus papa bersih-bersih badan di rumah. Nanti papa kesini lagi.''


''Iya, pah. Aku sudah terbiasa sendiri.'' Jawab Marvel pasrah. Mendengar ucapan putranya, Kevin hanya bisa terdiam dan menahan rasa bersalahnya.


...****************...


Setelah pulang dari rumah sakit, Keira segera menuju rumah kakaknya. Terlihat Kenny dan Cindy masih sibuk menata ruangan karena pada hari itu beberapa perabot rumah tangga yang mereka pesan, sudah datang.

__ADS_1


''Sore semuanya!" sapa Keira dengan wajah cerianya.


''Darimana saja, Kei?''


''Dari rumah sakit tadi.''


''Memangnya siapa yang sakit, Kei?'' tanya Pak Ammar.


''Oh itu murid Keira, Yah. Kebetulan tadi Kei bertemu dengan orang tuanya pas habis dari mini market. Jadinya, Kei ngikut sekalian.''


''Oh begitu, Ayah pikir si Johan atau Laras.''


''Bukan, Yah. Oh ya aku sudah membawa camilan untuk kita nanti. Untuk begadang!" kata Keira sambil menunjukkan kantong plastik berisi aneka snack dan minuman.


''Ya ampun, Kei. Kamu kok repot-repot sih?'' sahut Cindy.


''Ya nggak lah, Mbak. Ya biar malam kita nanti jadi seru. Masak iya mau duduk-duduk saja. Mbak Cindy dan Kak Kenny deg-degan nggak sih? sudah dekat banget lho.''


''Aku yang deg-degan, Kei. Aku takut salah waktu ijab,'' celetuk Kenny.


''Terus acara pernikahan kalian bagaimana konsepnya?''


''Kita sederhana saja, Kei. Nanti aku ingin ijab qobulnya di rumah lama kita. Terus mau bikin resepsi sekaligus syukuran kecil-kecilan di rumah baru kita ini. Lagian waktu udah mepet, kenapa baru tanya sih? dasar adik cuek.'' Kata Kenny sambil merapikan beberapa vas bunga.


''Hehehe ya maaf, Kak. Aku kan sibuk. Maaf ya Mbak Cindy.''


''Santai saja, Kei. Lagi pula kita berdua masih bisa menghandlenya. Kamu kan juga sibuk dengan kuliah kamu. Gimana mengajar disana? kamu suka?''


''Suka kok, Mbak. Apalagi bermain dengan anak-anak, aku merasa muda lagi. Dan merasa seperti anak-anak lagi. Oh ya setelah ini Mbak Cindy mau lanjut atau berhenti?''


''Sepertinya lanjut, Kei. Lagi pula siang juga sudah pulang jadi masih bisa menjaga Ayah. Kalau kerja kantoran, sudah pasti pulangnya malam.''


''Terima kasih ya Mbak, Mbak mau bantuin aku dan Kak Kenny jagain Ayah.''


''Tidak perlu berterima kasih, Kei. Ayah juga ayah aku juga, iya kan Yah?''


''Iya, Cindy. Ayah bahagia sekali punya kalian bertiga.'' Kata Pak Ammar dengan senyum bahagianya.

__ADS_1


Bersambung.... Yukkk jangan lupa, like, komen dan vote ya, makasih 🙏🙏❤️


__ADS_2