Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 200 Keluarga Kocak


__ADS_3

Keira yang kesal lalu menuju kamar Marvel. Ia mengadu pada putra sambungnya itu.


''Mama, kenapa menangis?'' tanya Marvel saat melihat Mamanya sesenggukan. Keira kemudian memeluk putranya yang sedang merapikan tempat tidurnya.


''Mah, Mama kenapa?''


''Marvel, Papa marah sama Mama.''


''Kenapa marah, Mah?''


''Biasa Papa kamu marah karena kita kemarin foto bersama Om Leon.''


Tak lama kemudian Kevin menyusul ke kamar putranya. Ia tidak tahu jika Keira menuju kamar Marvel. Kevin ke kamar Marvel, untuk memarahi Marvel karena sudah dekat dengan Leon.


''Marvel!" seru Kevin. Kevin terkejut melihat Keira ada disana sedang menangis memeluk Marvel.


''Kebetulan sekali kalian berdua berada disini.'' Kata Kevin sambil berkacak pinggang.


''Ada apa Pah? Kenapa Papa memarahi Mama?''


''Papa bukan hanya marah sama Mama tapi marah sama kamu juga.''


''Kok Marvel juga di marahi?'' Marvel mengernyitkan dahinya.


''Kamu juga kenapa membuka komunikasi dengan si Leon itu? Bukannya kamu kesal kalau dia mengganggu Mama mu?''


''Iya sih, Pah. Tapi Om Leon juga baik sudah menolong Mama. Lagian cuma itu saja, Pah. Aku menganggap Om Leon seperti Pamanku. Om Leon kan juga tahu kalau Marvel anaknya Papa. Om Leon tidak akan merebut Mama, Pah. Papa juga sih salah, sukanya membatalkan janji dan berat pada pekerjaannya. Kalau istri dan anaknya ada yang memperhatikan, Papa marah-marah.''


''Lho-lho kok semuanya menyalahkan Papa.''


''Iya lah, Pah. Marahnya Papa itu tidak dewasa sama sekali. Iya dulu sebelum menikah, Marvel kesal dengan Om Leon tapi setelah Mama menikah dan menjadi milik Papa, Marvel sudah tidak kesal lagi padanya. Apalagi di perut Mama ada adiknya, Marvel. Jadi stop Papa marah sama Mama. Mama nangis sesenggukan tahu.''


''Wah, kamu sudah mulai cerewet dan pintar berargumen ya.''


''Bukan argumen, Pah. Marvel berfikir realistis dan menurut logika saja.''


Kevin mengernyitkan dahinya, heran dengan ucapan putranya yang sangat dewasa. ''Siapa yang mengajari kami bicara seperti itu?''


''Tidak ada yang mengajari. Aku iseng membaca buku kampus milik Mama. Lagian Om Leon baik kok. Dia tidak pernah mengganggu Mama. Kami bertemu juga tidak sengaja. Om Leon juga baik mau membantuku mendapatkan hadiah.''


''Hadiah? Hadiah apa?'' selidik Kevin.

__ADS_1


''Di toko tempat Marvel membeli tas ada lomba foto keluarga. Yang menang dapat 20 juta. Dan Papa tahu sejak di posting, foto kita hang paling banyak like-nya.'' Cerita Marvel dengan penuh semangat. Marvel kemudian melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Mamanya.


''Sudah Mah, jangan menangis. Biar Marvel yang mengatasi Papa.''


''Mana fotonya?'' ketus Kevin. Marvel kemudian menunjukkan ponselnya pada Papanya. Kecemburuan Kevin semakin membuncah, saat melihat komentar para netizen yang rata menganggap mereka itu keluarga yang serasi. Banyak sekali pujian di kolom komentar itu.


''Kalau masalah uang, kamu bisa meminta sama Papa. Kenapa harus menggantikan posisi Papa dengan orang lain?''


''Pah, Om Leon hanya membantu. Lagi pula hadiahnya mau Marvel sumbangin kok. Om Leon membantu saat tahu alasan Marvel itu. Makanya Papa sibuknya di kurangin dikit. Mama kan sedang hamil jadi butuh waktu Papa lebih banyak. Papa belajar juga memahami perasaan Mama. Masa iya Marvel harus bersikap jahat sama Om Leon saat bertemu.''


''Kalau kamu masih mau marah-marah, mending kamu antar aku ke rumah Ayah saja deh, Mas.'' Sahut Keira dengan sesenggukan. Kevin menghembuskan nafasnya kasar, ia kemudian duduk di samping Keira yang sedang duduk di tepi ranjang.


''Yah jangan dong, sayang. Kenapa harus pulang ke rumah Ayah?''


''Ya habis kamu nyebelin. Kamu kan tahu kalau orang hamil sensitif. Aku juga kemarin pinginnya kita foto bertiga kok, bukannya sama Leon. Salah kamu sendiri, kemarin membatalkannya.''


Kevin kemudian memeluk istrinya dan mengalah daripada Keira harus pulang ke rumah orang tuanya. ''Iya-iya maaf. Sudah ya jangan nangis lagi. Aku salah, semuanya salah ku sayang. Di dunia ini kalau ada manusia paling salah adalah aku. Di tambah paling cerewet dan paling keras kepala.''


Hiks... hiks... hiks... Tangisan Keira semakin menjadi.


''Kalau kamu di posisi aku saat ini, kamu marah nggak? kamu cemburu nggak sama Leon?''


''Iya lah aku cemburu, aku marah. Seharusnya kan bisa nolak untuk di foto.'' Kata Keira.


''Kamu mau balas dendam? Iya? Kamu sudah tidak cinta sama aku lagi? Mau selingkuh? Mau cari cewek lain? Karena nanti pas perutku besar, aku nanti gendut dan jelek, iya kan? Kalau aku sebagai wanita bisa tahan, toh Leon juga tidak macam-macam. Nah kalau cewek pasti cewek itu jadi ganjen apalagi kalau kamu memberinya kesempatan. Pasti nempel-nempelin tubuhnya iya kan? Karena buaya betina itu lebih buas daripada buaya yang jantan.'' Cerocos Keira panjang lebar sambil terus menangis sesenggukan.


''Hmmm memang ya adu argumen dengan wanita tidak akan pernah menang,'' gumam Kevin dalam hati.


''Kalau kamu sudah niat seperti itu, serius deh pulangin aku ke rumah Ayah.'' Rengek Keira sambil memukul-mukul dada suaminya.


''Mah, jangan tinggalin Marvel dong.'' Kata Marvel yang ikut memeluk Mamanya.


''Papa sih, sudah dong jangan marah. Kasihan dedek bayinya kalau Mama nangis.''


''Huft, iya sudah sayang. Aku tidak akan marah, tidak akan balas dendam atau dekat-dekat sama wanita lain.''


''Awas ya kalau kamu sampai dekat sama wanita lain atau niat selingkuh. Elo- gue- end!"


''Sssstttt jangan bicara perpisahan! Aku tidak mau mendengarnya.''


''Aku mau kita foto maternity.'' Pinta Keira.

__ADS_1


''Iya sayangku, istriku, mau foto apapun boleh kok. Kamu maunya kapan?''


''Sekarang!"


''Lho, aku harus ke kantor dan Marvel harus sekolah.''


''Ya sudah besok. Aku mau foto dari perutku masih kecil sampai jadi besar.''


''Iya boleh semuanya kok. Terus kamu mau apalagi?''


''Aku mau jajan!''


''Iya jajan apa?''


''Aku mau jajan cimol, siomay, batagor, tahu bulat, pokoknya jajanan pinggir jalan. Suruh penjualnya ke rumah semua.''


''Boleh banget. Nanti biar Siska yang mengurusnya ya.'' Kata Kevin sambul mengusap kepala istrinya.


''Pah, aku juga mau dong! Aku bolos saja ya temani Mama.''


''Hei tidak boleh! Kamu harus sekolah.''


''Mah kalau begitu nanti penjualnya suruh ke rumahnya pas Marvel sudah pulang ya? Marvel mau ajak Anrez dan yang lain ke rumah. Boleh ya Mah?''


''Iya deh boleh. Kamu nanti juga pulangnya agak pagi karena gurunya rapat. Jadi Mama tidak kesepian di rumah.'' Kata Keira yang sudah bisa tersenyum. Kevin kemudian melepaskan pelukannya dan menghapus air mata istrinya.


''Sudah jangan menangis lagi ya. Maaf ya kalau aku sudah marah-marah, sayang.'' Kata Kevin seraya memeluk kening istrinya.


''Marvel, kamu cepetan mandi gih! Nanti terlambat.''


''Iya Pah.'' Jawab Marvel seraya berlalu menuju kamar mandi.


''Kamu janji ya tidak akan selingkuh juga?''


''Ya tidaklah, Mas. Untuk apa selingkuh. Sekalipun ada yang lebih muda aku tidak akan tertarik. Karena kamu yang paling perkasa dan terbaik, hehehe.''


''Dasar Ibu hamil, sikapnya suka bikin spot jantung. Ya sudah ke kamar yuk!"


Keira mengangguk. ''Gendong,'' rengek Keira. Kevin tersenyum lalu menggendong istrinya menuju kamar.


''Hhhh begitulah wanita! Selalu benar dan harus menang,'' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2