Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 202 Cinta Gina


__ADS_3


Saat jam makan siang tiba, Miko pergi menemui Gina di butiknya. Setelah mendapat nasihat dari Kakak sepupunya, Miko merasa lebih lega dan semakin semangat.


''Hai sayang,'' sapa Miko seraya membuka pintu ruangan Gina. Senyum merekah Miko mendadak sirna saat melihat seorang pria duduk berhadapan dengan Gina.


''Hai Mas,'' balas Gina. Pria itu adalah Tuan Prince William.


''Mas kemarilah, aku ingin memperkenalkanmu dengan seserorang.'' Kata Gina dengan senyum kecilnya. Miko dengan langkah berat berjalan menuju kearah istrinya.


''Pasti ini si bule itu,'' gerutu Miko dalam hati.


''William, ini adalah suamiku, namanya Miko.''


Willian dengan senyum ramahnya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


''William.''


''Miko,'' balas Miko dengan tatapan sinisnya.


''William, aku sudah menggambar dan mengukur tubuhmu untuk setelan jas barumu. Aku pastikan kamu akan menjadi pusat perhatian.''


''Terima kasih Gina, aku selalu puas dengan rancanganmu. Kalau begitu aku pamit, sekali lagi terima kasih.''


''Sama-sama William, hati-hati ya.''


William kemudian berlalu meninggalkan ruangan Gina.


''Kamu mengukur tubuh si William itu sendiri? Kan ada karyawan kamu?''

__ADS_1


''Dia klien VIP Mas, dia tidak mau kalau bukan aku yang memegangnya langsung.''


''Halah itu akal-akalan dia saja,'' sinis Miko.


''Sudah Mas aku tidak mau berdebat. Sekarang ayo kita makan siang. Kamu mau mengajakku kemana?'' tanya Gina sambil merapikan mejanya.


''Kita makan ke restoran Jepang.''


''Oke baiklah. Setelah itu aku ingin mengajakmu ke hotel.''


''Ke hotel? Untuk apa?''


''Mengajakmu bercinta, Mas. Aku hari-hari suntuk sekali jadi aku ingin setelah makan kita bertempur. Apalagi kamu akhir-akhir ini suka ngambek jadi mungkin bercinta bisa membuat kamu tersenyum lagi,'' kata Gina dengan tatapan menggoda. Senyum Miko seketika merekah.


''Mau banget sayang, ya udah ayo!" kata Miko dengan semangat.


Hari itu Gina berusaha membuat mood Miko kembali. Sebenarnya setelah Miko pergi dari kantor Kevin, Kevin mengirim pesan pada Gina. Kevin menceritakan semua unek-unek Miko pada Gina. Kevin ingin hubungan Gina dan Miko selalu baik-baik saja. Apalagi Kevin sangat menyayangi mereka berdua terlebih mereka juga yang membantu hubungannya dengan Keira semakin dekat. Itulah alasan Gina hari ini ingin menyenangkan suaminya. Berharap juga jamu tradisional serta pengobatan yang mereka jalani, segera membuahkan hasil.


Setelah makan siang selesai, Gina mengajak Miko ke hotel. Gina sudah memesan kamar sebelumnya. Begitu sampai di kamar, Miko terkejut karena ada hiasan kelopak mawar diatas tempat tidur.


''Sayang, ini seperti bulan madu saja.''


''Iya, aku sengaja memesannya untuk kita. Aku stress sekali jadi ingin menghabiskan hari ini bersama kamu, Mas.'' Kata Gina.


''Terima kasih ya, sudah meluangkan waktumu untukku.''


Gina mengangguk sembari tersenyum. Gina kemudian mengalungkan tangannya pada leher Miko. Gina mengecu bibir Milo bertubi-tubi. Miko tersenyum, lalu ia memeluk tubuh Gina dan memberikan kecupan yang sama untuk Gina.


''Gina, maafkan aku ya. Maafkan sikapku belakangan ini.''

__ADS_1


''Iya Mas, aku sudah memaafkanmu.''


''Aku sangat mencintaimu, Gina. Jangan pernah tinggalkan aku ya ''


''Aku juga sangat mencintaimu Miko. Dan aku akan selalu bersama kamu untuk sekarang, nanti dan selamanya.'' Keduanya lalu menatap dengan penuh cinta dan keduanya lalu berciuman. Ciuman keduanya perlahan semakin panas dan semakin menuntut. Tangan Gina dengan sigap melepas kancing kemeja biru warna Miko beserta celana Miko. Begitu juga dengan Miko, membuka kancing dress milik Gina dan melorotnya begitu saja tanpa melepaskan ciuman itu. Tak berhenti di situ, tangan Miko terus menjalar bergerak membuka tali bra merah milik Gina dan juga celana d...a...l...a...m dengan warna senada. Miko dengan kasar melemparnya begitu saja. Ciuman Miko dengan ganas turun kearah leher Gina. De...s...a...han kecil pun lolos dari bibir Gina. Ciuman Miko turun kembali kearah dua gundukan gunung kembar. Masih dengan posisi berdiri, Miko mengu...lu...m dua bukit kembar itu dengan rakus sambil menyangga punggung Gina. Gina menekan kepala Miko untuk terus menghisap dua gunung kembarnya tanpa berhenti. Miko kemudian mengangkat tubuh Gina dan merebahkannya di atas tempat tidur. Ia kembali mencium bibir Gina dengan ganasnya. Ia lalu menjilati sekujur tubuh Gina hingga akhirnya sampai pada **** *. Miko perlahan menjilatinya dengan sangat lembut. Gina merasakan betapa nikmatnya permainan lidah Miko di bawah sana. Kedua tangan Gina meremas kedua sisi bantal untuk menahan de...sa...hannya namun de...sa...han itu lolos juga.


''Arrrghhhh, terus Miko!" suara de...sa...han itu semakin membuat Miko bersemangat. Sembari kedua tangan Miko aktif meremas dua buah p...a...yu...da...ra dan memainkan pucuknya. Gina menggelinjang, saat lidah itu menusuk dan bermain begitu cepat di bawah sana. Membuatnya sampai di titik puncak kenikmatan karena permainan lidah lincah Miko. Nafas Gina ngos-ngosan, bulir keringatnya pun membasahi tubuhnya. Gina kemudian bangkit dan meminta Miko untuk merebahkan tubuhnya. Gina lalu menangkap milik Miko dengan genggamannya. Ia menjilatnya seperti ice cream dan mengu...lu..mnya dengan hebat. Miko mengerang nikmat dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.


''Terus sayang, arrghhhh....!" de...s...ah Miko sambil mengelus kepala Gina. Setelah cukup lama bermain dengan milik Miko, Gina lalu diatas tubuh Miko dengan memasukkan milik Miko ke dalam lubang kenikmatan miliknya.


''Uhhhhh....!" de...s...a...h Miko saat Gina membenamkan lolipopnya ke dalam liang kenikmatan itu. Miko dengan leluasa memainkan bukit kembar yang tergantung itu dengan menghisapnya dan menggigit kecil pucuknya. Gina menggoyang pinggulnya dan menaik turunkan tubuhnya. Suara decapan bercinta itupun memecah kesunyian ruangan itu. Saat Miko sudah ingin keluar, ia membalik tubuh Gina supaya Gina berada di bawah. Tak lupa ia mengganjar pinggul Gina dengan bantal, suapaya sel s...p...er...ma bisa masuk sempurna sesuai anjuran dokter. Miko mendorong lolipopnta dengan keras, sampai rintihan kecil keluar dari bibir Gina. Kedua tangan mereka saling menggenggam sambil Miko terus memompa tubuh Gina.


''Sayang, aku sebentar lagi sampai,'' kata Miko.


''Aku juga mau keluar lagi, Mas.'' Kata Gina di sela-sela de...sa...hannya. Kocokan Miko di dalam sana semakin kuat hingga akhirnya Miko menyemburkan cairan putih itu berkali-kali. Gina bisa merasakan semburan Miko lebih kuat dan banyak dari biasanya. Ia berharap salah satu dari mereka menempel di rahimnya.


''Tuhan, semoga kerja keras Mas Miko membuahkan hasil,'' gumam Gina dalam hati sambil memeluk Miko yang telah lunglai di atas tubuhnya.


''Tuhan, semoga benih-benihku hidup dan tumbuh di dalam rahim istriku.'' Gumam Miko dalam hati dengan nafas terengah-engah. Ia kemudian memberikan kecupan di kening istirnya.


''Sayang, semoga usaha kita kali ini berhasil ya.''


''Iya Mas. Hari ini kita buat berkali-kali ya. Nanti malam kita pulang.''


''Jadi hari ini kita full bercocok tanam?''


Gina tersenyum. ''Iya Mas. Semoga membuahkan hasil. Kamu jangan menyerah ya karena aku selalu mendukungmu.''


''Terima kasih sayang.''

__ADS_1


Bersambung..... Yukkk yang mau gabung di grup chat author ya, tinggal klik aja. Terus votenya jangan lupa yaa, tombol like dan komennya juga, makasih 🙏❤️ Yg belum mampir ke IG @dydyailee536 langsung aja ya, ada para visual karya author disana yang tentunya bisa memanjakan mata 😁😁 Makasih 🙏🙏



__ADS_2