
Dua hari sudah Kevin cuti dari kantor. Kini ia tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Sebelum pergi ke kantor, Kevin selalu menyiapkan sarapan, susu serta vitamin untuk Keira. Karena semenjak hamil, Keira susah sekali untuk bangun pagi. Belum lagi kalau Keira mengalami morning sickness.
''Sayang, ayo bangun.'' Ucap Kevin sambil membelai kepala istrinya. Keira hanya mengulat tanpa menyahut.
''Sayang, ini sudah jam 7 lho. Aku harus ke kantor. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kamu.'' Ucapnya lagi sambil mengecup kening istrinya. Keira kemudian perlahan membuka matanya. Matanya masih terasa berat sekali.
''Mas, aku masih mengantuk sekali."
"Kei, ayo bangun. Kamu cuci muka terus sarapan, kemudian berjemur sebentar lalu mandi. Aku harus ke kantor sayang. Aku sudah cuti dua hari.''
Keira kemudian perlahan bangun dari tidurnya. ''Mana susunya Mas?'' ucap Keira dengan suara malas. Kevin kemudian mengambil segelas susu yang sudah ia buat untuk istrinya. Keira menghabiskannya dalam sekali tenggak.
''Hari ini kamu memasak apa Mas?''
''Untuk sarapan aku membuatkanmu sandwich egg.''
''Baiklah mana akan aku makan.'' Tanpa mencuci muka, Keira memakannya dengan lahap.
''Tumben hari ini dia tidak rewel dan mau sarapan,'' gumam Kevin dalam hati. Sarapan itupun seketika habis di makan dengan lahap pula oleh Keira.
''Vitaminnya mana Mas?''
''Ini sayang.'' Tak lupa Kevin sudah menyiapkan air putih untuk Keira. Groak! Keira bersendawa dengan kerasnya.
''Ya sudah kamu berangkat sana, aku mau melanjutkan tidurku.'' Kata Keira yang kembali merebahkan tubuhnya.
''Sayang, kamu baru selesai makan kok malah tidur lagi. Itu tidak baik sayang.''
''Mas, aku kan sudah sarapan, minum susu dan juga vitamin, sekarang aku mau melanjutkan. tidurku lagi. Kamu hati-hati ya, Mas.'' Keira kembali menarik selimutnya dan memejamkan kembali matanya.
''Astaga Kei, kamu ini. Hamil kok malah jadi pemalas seperti ini. Jadi kangen di perhatiin sama istri,'' kata Kevin dalam hati. Kevin kemudian memberikan kecupan di kening istrinya itu. ''Ya sudah kalau begitu, aku berangkat ya sayang. Nanti saat jam makan siang, aku akan pulang. I love you.''
''Iya Mas, hati-hati ya. I love you too.'' Jawabnya dengan malas dan dengan mata terpejam.
Kevin kemudian berlalu dan segera berangkat ke kantor.
''Bi, saya mau berangkat. Tolong jaga dan awasi Nyonya ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya,'' pesan Kevin pada Bi Nani yang sedang menyiram tanaman di halaman depan.
''Siap Tuan. Hati-hati Tuan.''
''Iya Bi, terima kasih.''
-
Sesampainya di kantor, meja Kevin sudah penuh dengan tumpukan berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani.
''Tok tok tok tok!" suara Krisna mengetuk pintu ruangan Kevin.
__ADS_1
''Masuk!" sahut Kevin.
''Ada apa Kris?''
''Ini Tuan, saya ingin melaporkan hasil uji coba smart bag kita.'' Kata Krisna sambil menyodorkan sebuah dokumen pada Kevin.
''Dan ada kabar baik lagi Tuan.''
''Apa itu Kris?''
''Proyek smart watch kembali ke tangan kita lagi. Karena kejadian itu, masalah sabotase itu juga terungkap. Semua uang perusahaan sudah kembali begitu pula dengan smart watch kita.''
''Kerja bagus, Kris. Aku cuti selama dua hari ternyata kamu membawa kabar yang sangat menggembarikan.''
''Lalu apakah kita harus melanjutkan proyek smart watch itu Tuan?''
''Jelas dong Kris. Kita lanjutkan dan nanti kita launching sama-sama. Sekarang kita harus ke laboraturium perakitan smart bag kita.''
''Baik Tuan. Dan saya juga akan menyiapkan data smart watch kita.''
''Oke. Kerjamu semakin bagus, Kris.''
''Terima kasih Tuan. Kalau begitu saya permisi.'' Ucap Krisna seraya undur diri.
''Terima kasih, Tuhan. Semua masalah ku selesai satu persatu. Dan apa yang menjadi milikku akhirnya kembali lagi ke tanganku.'' Ucap Kevin dengan penuh rasa syukur.
-
''Iya Mah. Ini butik Gina.''
''Bagus sekali, Gin. Kamu memang sangat hebat.''
''Mama kalau ingin treatment langsung ke lantai tiga saja, Mah. Disana ada salon dan klinik kecantikan juga.''
''Ada seperti itu juga, Gin?''
''Iya Mah. Alhamdulillah Gina dan Mas Miko sudah punya 10 cabang di berbagai kota. Lalu Gina juga sudah punya brand sendiri.''
''Maafkan Mama ya yang telat menyadari kehebatan kamu. Dan maaf karena baru pertama kali ini Mama menginjakkan kaki ke butik kamu.'' Ucap Nyonya Rosa sambil melihat-lihat koleksi semua pakaian Gina.
''Desain kamu bagus semua lho, Gin. Mama mau dong yang ini.'' Ucap Nyonya Rosa sambil membawa satu koleksi dress milik Gina.
''Mama ambil saja yang Mama suka.''
''Tidak Gina, Mama akan membelinya.'' Ucap Nyonya Rosa sambil memberikan kartu kreditnya pada Gina.
''Mah, tidak usah. Anggap saja ini hadiah dari Gina.''
__ADS_1
''Kamu sudah sering memberikan Mama hadiah tapi Mama mengabaikannya. Sekarang giliran Mama yang memberimu hadiah dengan membeli koleksi milik kamu. Sekaligus Mama ingin treatment lengkap di salon kamu.''
''Mah, Mama ini sudah Gina anggap sebagai Ibu Gina sendiri jadi tidak perlu membayarnya. Semuanya gratis untuk Mama.''
''Kamu juga Mama anggap seperti anak Mama sendiri. Jadi apakah salah kalau seorang Ibu ingin membantu usaha anaknya?''
Mata Gina berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa ia bisa berdamai dan mendapatkan kasih sayang dari Ibu mertuanya. Tak lama kemudian air mata itu lolos dari pelupuk matanya.
Nyonya Rosa tersenyum sambil menyeka air mata Gina. ''Kenapa Gina? kenapa kamu malah menangis?''
''Gina bahagia sekali, Mah. Bahagia bisa merasakan kasih sayang dari Mama.''
Nyonya Rosa kemudian memberikan pelukan untuk menantunya itu. ''Mama juga bahagia sekali, Gina. Karena kamu adalah wanita sekaligus istri yang hebat. Dan juga anak yang hebat karena kamu bisa mengangkat derajat orang tua kamu. Mama bangga sekali denganmu, Gin. Sekali lagi maafkan Mama.''
''Gina sudah memaafkan Mama kok.'' Gina kemudian melepaskan pelukan Ibu mertuanya itu.
''Sekarang antar Mama untuk treatment. Sejak sampai di Indo, Mama belum ke salon sama sekali apalagi sampai pergi ke klinik kecantikan.''
''Iya Mah, mari Gina antar. Gina akan memberikan yang terbaik untuk Mama.''
''Terima kasih ya, Gin.''
''Sama-sama, Mah.''
-
Jam sudah menunjukkan pukul satu. Setelah mengunjungi lab, Kevin memutuskan untuk pulang melihat keadaan Keira. Krisna pun juga ikut bersama Kevin.
''Bi, bagaimana Nyonya?'' tanya Kevin saat Bi Nani membukakan pintu utama.
''Nyonya masih di kamar, Tuan. Nyonya masih tidur.''
''Apa Bi? jam segini masih tidur?''
''Iya Tuan. Bangun sebentar minta ice cream dan camilan, setelah itu tidur lagi. Bahkan Nyonya belum. mandi sejak tadi.''
''Ya ampun, keterlaluan sekali Keira.'' Gumamnya dengan kesal.
''Tuan jangan marah sama Nyonya. Bawaan hamil itu beda-beda Tuan. Kalau Nyonya Keira itu bawaannya ngebo kalau istilah orang Jawa."
"Iya Bi, saya tahu. Tapi kan saya khawatir kalau sikapnya itu menganggu kesehatannya. Apa tadi dia mual atau muntah Bi?"
"Iya Tuan. Tapi hari ini tidak terlalu sering."
"Baiklah Bi, saya ke kamar dulu. Tolong buatkan minuman untuk Krisna ya."
"Siap Tuan."
__ADS_1
Bersambung.....