
Masih di pesta Tuan Armando, Tuan Armando menjentikkan jarinya dan lampu pun menjadi redup. Alunan musik tiba-tiba berubah menjadi musik romantis. Tuan Armando dan istrinya memulai untuk berdansa. Dan para tamu undangan yang lain pun ikut berdansa. Keira dan Kevin masih terdiam di dekat meja bar.
''Sepertinya Kevin dan istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.'' Gumam Mauren. Mauren lalu berjalan mendekat kearah Kevin dan Keira. Mauren membawa dua gelas wine untuk mereka.
''Kevin-Nyonya Keira, ini untuk kalian. Anggap saja tanda pertemanan untuk kita.''
''Dia tidak minum, Mauren.'' Kata Kevin yang mengembalikan gelas berisi wine itu pada Mauren.
''Sepertinya jus ini lebih baik untukmu, Kei.'' Sahut Leon yang tiba-tiba saja berada di samping Keira.
''Le-Leon. Kamu disini juga?'' tanya Keira yang sangat terkejut melihat kedatangan Leon.
''Iya. Aku sudah dari tadi duduk di ujung bangku sana. Aku mewakili Papa untuk datang kemari. Terimalah jus ini,'' kata Leon. Keira lalu menerima segelas jus itu dari Leon.
''Selamat malam Tuan Kevin.''
''Malam,'' singkat Kevin sambil menenggak wine di tangannya.
''Kamu malam ini berbeda sekali, Kei. Warna merah sangat cocok untukmu,'' puji Leon.
''Terima kasih atas pujianmu. Istriku memang sangat cantik.'' Sahut Kevin dengan rasa cemburu yang menggebu.
''Leon, sebaiknya kamu kenalan dengan temanku. Siapa tahu kalian cocok,'' sambung Kevin.
''Mauren ini adalah Leon. Dia putra dari Tuan Handoko, dari perusahaan Sky Group.'' Sambung Kevin.
''Hai, aku Mauren.''
''Leon. Senang bertemu denganmu.''
''Baiklah sayang, sebaiknya kita berdansa dan membiarkan mereka saling mengenal.'' Kata Kevin sambil mengajak Keira menuju lantai dansa. Keira hanya tersenyum dan mengangguk saja. Kevin lalu merangkul pinggang ramping Keira dengan tangan kirinya. Keira meletakkan tangan kirinya di pundak Kevin dan tangan kanan mereka saling berpegangan. Keduanya saling menatap dan tersenyum.
''Kamu sudah tidak marah, Mas?''
''Menurutmu?''
''Masih. Kamu begitu dingin padaku. Bagaimana aku bisa tidur kalau kamu masih seperti itu?''
''Itulah yang aku rasakan saat kamu bersikap dingin padaku.'' Kata Kevin.
''Jadi kamu balas dendam?''
''Tidak. Untuk apa aku balas dendam? Suami mana yang tidak marah, saat melihat istrinya bercanda dan tertawa dengan pria lain? Kamu yang melihatku bersama dengan Mauren saja, kamu marah kan? Noda lipstik saja kamu permasalahkan.''
__ADS_1
''Iya-iya maaf. Lalu sampai kapan kamu akan seperti ini?''
''Sampai kamu bisa membuatku tidak marah lagi.''
''Lalu caranya?''
''Kamu pikir saja sendiri.'' Kata Kevin.
Mauren tidak bisa melihat pemandangan mesra di hadapannya itu. Ia lalu berinisiatif mengajak Leon berdansa.
''Leon, bagaimana kalau kita bergabung di lantai dansa? Daripada kita diam disini.''
''Boleh saja.''
Leon dan Mauren lalu berdansa bersama, Mauren sengaja mendekat kearah Kevin dan Keira. Mereka saling membelakangi dan keadaan itu, Mauren memanfaatkan untuk menginjak dress Keira. Keira tiba-tiba merasa tidak bisa bergerak seperti ada sesuatu yang menyangkut. Keira menoleh kebelakang dan melihat dressnya terinjak oleh Mauren.
''Oh, dia yang menginjaknya.'' Batin Keira.
''Mas, dress ku terinjak.'' Kata Keira. Kevin lalu melihat kebelakang Keira dan melihat Mauren menginjaknya.
''Aku akan memberitahu Mauren.'' Kevin kemudian menghampiri Mauren yang sedang berdansa dengan Mauren.
''Mauren, kakimu menginjak dress istriku.'' Kata Mauren. Mauren dan Leon menghentikan dansanya lalu menoleh ke belakang Mauren.
''Keira!" seru Kevin dan Leon secara bersamaan. Keduanya kompak mendekat kearah Keira yang terjatuh, injakan kaki Mauren membuat dress milik Keira robek.
''Kamu tidak apa-apa?'' tanya Kevin dan Leon kompak. Keira menatap bingung ke arah Kevin dan Leon yang kini berada di kedua sisinya. Kevin menatap Leon dengan geram karena Leon mencampuri urusannya. Melihat wajah Kevin yang marah, Keira lalu berpegangan pada suaminya sendiri. Ada rasa kecewa di hati Leon saat Keira memilih Kevin. Kevin lalu membantu Keira berdiri.
''Dressku robek, Mas.'' Kata Keira.
''Nyonya Keira, maafkan aku ya. Aku sungguh tidak sengaja.'' Kata Mauren dengan wajah menyesal (pura-pura).
''Sudah tidak apa-apa, sebaiknya kita pulang saja.'' Kevin lalu melepas jasnya dan memakaiakannya pada Keira.
''Tuan Armando, maaf kan aku kalau aku harus pulang terlebih dahulu.'' Kata Kevin.
''Iya tidak apa-apa. Terima kasih untuk kedatangannya. Tapi Nyonya Keira tidak apa-apa kan?''
''Tidak apa-apa. Hanya robek sedikit saja.''
''Maaf ya Tuan, saya mengacaukan pesta anda.''
''Tidak Nyonya. Namanya juga kecelakaan kecil. Kalian hati-hati ya.''
__ADS_1
Kevin lalu menggendong Keira ala bridal style. Sikap romantisnya itu membuat para tamu terbawa perasaan saat melihat bagaimana Kevin begitu memperhatikan istrinya.
''Apa ada yang sakit?'' tanya Kevin saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.
''Hanya pantatku saja. Maaf aku sudah mengacaukan acaramu.''
''Tidak apa-apa. Lagi pula aku sudah tidak nyaman sejak ada Leon disana. Sebaiknya besok jangan memakai baju terbuka seperti itu. Karena dadamu sangat terlihat jelas. Semua mata pria memandangmu seolah ingin menerkam.''
''Kamu sendiri kan yang bilang bagus.''
''Iya tapi sekarang tidak bagus. Makanya aku melarangmu untuk memakai baju yang seperti itu karena itu hanya milikku.'' Kata Kevin sambil melepaskan tangannya dan kembali fokus menyetir.
''Mas, aku lapar. Makan nasi goreng di depan sana ya.''
''Kita pulang saja dan kita makan di rumah. Yang ada abang-abang nasi goreng, gagal fokus lihatin kamu.'' Ketus Kevin.
''Baiklah kalau begitu.''
Sesampainya di rumah...
''Mas, gendong.'' Rengek Keira.
''Tidak bisa jalan sendiri?''
''Mas dress ini sangat menyiksaku. Aku tidak bisa bergerak bebas, apalagi tadi si Mauren sengaja membuatku jatuh.''
''Jangan buruk sangka. Dia kan tidak sengaja.'' Kata Kevin.
''Kenapa malah di belain sih? Nyebelin banget. Awas saja kamu, Mas. Aku akan membuatmu bertekuk lutut dan semakin bucin denganku,'' gumam Keira dalam hati. Kevin lalu menggendong Keira menuju kamar. Keira bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria yang tengah menggendongnya itu.
Sesampainya di kamar, Kevin lalu menurunkan Keira. Keira lalu melepas jas milik Kevin yang sedari tadi menyelimuti tubuhnya. Keira lalu duduk di sofa dan melepas sepatunya. Begitu pula dengan Kevin yang melonggarkan kancing kemejanya.
''Mas, bisa bantu buka resletingnya lagi? Tanganku tidak sampai.'' Kata Keira sambil berjalan mendekat kearah Kevin. Kevin mengangguk lalu menurunkan resleting dressnya. Terlihat punggung putih mulus Keira di hadapannya. Keira lalu berbalik menghadap suaminya.
Dengan agresif, Keira menarik kerah kemeja Kevin dan melepas satu persatu kancing kemeja Kevin. Kevin hanya diam dan membiarkan Keira melakukan apa yang Keira inginkan. Keira meraih ponselnya dan menyalakan instrumen musik romantis. Keira lalu mengecup bibir Kevin sekilas dan perlahan dress yang Keira kenakan melorot kebawah, membuat dua gunung itu terlihat sangat nyata.
''Mas, sungguh kamu tidak tertarik lagi denganku?'' tanya Keira lirih. Padahal apa yang Keira lakukan tadi sengaja untuk menggugah gairah Kevin. Kevin hanya terdiam sambil mengangkat alisnya. Keira yang merasa bodoh, kembali menaikkan dressnya dan berbalik menjauhi Kevin. Namun Kevin menarik tangan Keira dan merangkul pinggangnya.
''Apa kamu pikir, aku tidak gila saat melewatkan satu hari tanpa bercinta denganmu?'' kata Kevin sambil menatap mata Keira penuh gairah. Kevin mengangkat dagu Keira dan melahap bibir merah itu dengan menggepu. Decapan kedua bibir itu mengisi ruangan kamar besar itu.
''Kei, kamu harus di hukum malam ini. Supaya kamu tidak membuatku marah lagi.'' Bisik Kevin tepat di telinga Keira.
''Hukum aku sesuka hatimu, Mas. Aku akan menikmati hukuman darimu,'' bisik Keira dengan suaranya yang penuh gairah itu. Malam itu keduanya semakin liar. Melampiaskan hasrat yang terbendung karena saling cemburu. Kevin tidak akan membiarkan Keira lolos malam ini, begitu pula dengan Keira yang ingin membuat Kevin merasakan sensasi bercinta yang luar biasa. Instrumen yang mengalun semakin menambah gairah keduanya. Hanya ada kalimat rasa nikmat yang keluar dari bibir keduanya.
__ADS_1
Bersambung..... Huhhhh panas yaa?? Yukk like, komen dan votenya yang banyak yaaa 🙏😘